span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Tex Saverio: Dikenal Kancah Internasional melalui Rancangan Busana
Oleh : Ardito Ramadhan
11 Mei 2018

Highlight

Salah satu guru saya suatu hari berkata pada saya, ‘Jika saya jadi kamu, saya tidak akan pergi ke sekolah ini. Saya akan pergi ke sekolah mode. Kenapa kamu tidak mencari perancang busana saja.

tex saverio
Tex Saverio adalah desainer busana ternama asal Indonesia yang sangat dikenal di dunia mode internasional.
Sumber: tempo.co

Namanya mungkin belum populer di Indonesia. Namun, siapa sangka laki-laki ini merupakan seorang perancang busana yang telah diakui di dunia internasional. Buktinya, laki-laki ini pernah dipercaya untuk mendesain busana bagi artis kenamaan, Lady Gaga, dan film populer berjudul The Hunger Games. Simak kisah Tex Saverio yang inspiratif bersama Kinibisa!



"Be true to yourself, be brave to show who you really are. Dan yang tidak kalah penting masalah orisinilitas, respect yourself by being an authentic artist, have a pride."

Suka Fashion karena Hobi Baca Komik
 

Tex Saverio adalah seorang perancang busana asal Indonesia yang lahir di Jakarta pada 24 Agustus 1984. Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengaku sudah berniat menjadi perancang busana sejak ia duduk di bangku SMP. Namun, kesukaannya dengan dunia busana rupanya telah dimulai sejak ia masih berseragam putih-merah.

Rio, panggilan Tex Saverio, mengatakan hobinya dalam membaca komik merupakan titik awal kecintaannya pada dunia busana. Alih-alih memperhatikan ceritanya, Rio kecil justru lebih suka memperhatikan pakaian yang digunakan tokoh-tokoh dalam komik tersebut. “Saya pikir, kok, saya lebih tertarik sama baju-bajunya daripada ceritanya? Akhirnya saya gambar baju-bajunya dan saya ubah jadi versi saya sendiri,” kata Rio kepada Bintang.[1]

Semasa bersekolah, Rio juga gemar membuat coret-coretan di atas buku tulisnya ketika jam pelajaran masih berlangsung. Akibat kebiasaannya itu, laki-laki yang kerap menjadi juara kelas itu sempat ditegur oleh salah satu gurunya.  “Salah satu guru saya suatu hari berkata pada saya, ‘Jika saya jadi kamu, saya tidak akan pergi ke sekolah ini. Saya akan pergi ke sekolah mode. Kenapa kamu tidak mencari perancang busana saja,’” kata Rio dikutip dari Flux-Design[2]

sejak sd sudah memiliki fashion
Rio sudah tertarik dengan dunia fashion sejak duduk di bangku SD.
Sumber: bp.blogspot.com

Kalimat tersebut rupanya menyadarkan Rio akan passion yang ia kejar. “Saya pikir, teguran beliau ada benarnya juga. Passion saya ada di fashion, tapi kenapa saya harus menunggu ijazah yang belum tentu bisa menjamin karir saya?” kata Rio. Akhirnya, Rio memutuskan berhenti sekolah dan fokus menekuni dunia fashion.

Awalnya, kedua orang tua Rio sempat keberatan dengan keputusan Rio tersebut. Bagaimana tidak, saat itu Rio baru bersekolah selama beberapa bulan di salah satu sekolah terbaik di Jakarta. Namun, Rio sudah yakin bahwa masa depannya ada di dunia fashion. “Kalau ini bukan jalan saya, kenapa Tuhan memberi saya talenta seperti ini? Saya yakin dan paham betul akan maksud dari semua yang Tuhan berikan, dan buat saya, mendalami bidang ini adalah salah satu bentuk syukur atas pemberian Tuhan,” kata Rio dikutip dari Garuda Magazine.[3]

Setelah mendapat lampu hijau dari kedua orang tuanya, Rio pun mendaftarkan diri di sebuah sekolah mode. “Awalnya saya sempat mendaftar di Esmod, waktu itu umur saya sekitar 16 tahun. Tapi salah satu syaratnya harus bisa menjahit, sedangkan waktu itu saya belum bisa,” kata Rio. Oleh sebab itu, Rio pun mengikuti kursus jahit agar bisa bersekolah di sana.

Namun, Rio justu terlalu asyik mengikuti kursus menjahit tersebut sehingga meninggalkan rencananya bersekolah di Esmod. “Saya orang yang iseng dan senang tantangan, jadi saya loncat dari satu tempat kursus ke tempat kursus lain,” katanya. Bunka Fashion School Jakarta akhirnya menjadi tempat Rio menimba ilmu mengenai fashion sebelum ia mengikuti program magang di Phalie Studio.

Tex Saverio yang Mendunia
 

memperkenalkan rancangannya
Rio memperkenalkan hasil rancangan busananya dalam sebuah acara peragaan busana.
Sumber: ourindonesia.com

Nama Tex Saverio mulai dikenal publik pada September 2005 ketika ia memenangkan Mercedes-Benz Asia Fashion Award. Berkat kemenangannya itu, Rio berkesempatan mengikuti persaingan di tingkat regional pada tahun berikutnya. Sejak saat itu pula busana-busana rancangan Rio mulai dilirik oleh pelaku fashion dalam dan luar negeri.

Pada 2010, Rio semakin dikenal ketika ia mengikuti sebuah peragaan busana bertajuk Rejuvenate. Busana-busana rancangan Rio yang diperagakan di sana pun mengundang decak kagum dari berbagai pihak yang berkecimpung di dunia fashion. Berkat ajang itu pula, nama Tex Saverio pun mulai sering dibahas dalam blog-blog fashion internasional.

Bagi Rio, keikutsertaannya dalam Rejuvenate merupakan titik balik perjalanan karirnya. “Jika mereka tidak mengajak saya, saya masih akan terjebak mengerjakan busana-busana untuk klien saya,” kata Rio kepada GNFI[4]. Berkat Rejuvenate pula Rio diundang untuk merancang busana dalam 2010 Dewi Fashion Knight. Perlu diketahui, Dewi Fashion Knight adalah event paling prestisius dalam gelaran Jakarta Fashion Week.

Busana-busana rancangan Rio kembali membuat heboh dunia fashion. Koleksinya dipuji oleh blog fashion terkenal asal Amerika Serikat, CocoPerez.com. Tak disangka, ulasan koleksi Rio dalam CocoPerez.com dibaca oleh Nicola Formichetti, Fashion Director dari penyanyi fenomenal, Lady Gaga.

Formichetti rupanya tertarik dengan busana-busana rancangan Rio. Usai mengontak Rio, ia menyambangi butik milik Rio yang beralamat di Pluit, Jakarta Utara. Di sana, Formichetti memilih tujuh buah gaun rancangan Rio untuk dapat digunakan Lady Gaga. Semua pakaian itu diberikan Rio secara cuma-cuma meski pembuatannya memakan uang hingga puluhan juta Rupiah. Alasannya, Rio menganggap gaun-gaun itu adalah bentuk dukungan sponsorship bagi Lady Gaga.

Lagipula, dengan dipilihnya gaun rancangan Rio tersebut maka Rio telah mencapai cita-citanya. Sebagai seorang perancang busana, Rio memang bermimpi salah satu gaunnya dapat digunakan seorang perempuan yang berkarakter, salah satunya Lady Gaga. “Saya ingin merancang untuk perempuan dengan karakter yang kuat. Orang tahu apa yang ia inginkan dan tidak akan terbebani oleh gaun itu,” kata Rio.

Seiring waktu berjalan, karya dan popularitas Rio semakin mendunia. Selain Lady Gaga, artis-artis lain yang sempat mencicipi gaun rancangan Rio adalah Kim Kardashian, Jennifer Lawrence, dan Ayumi Hamasaki. “Saya hanya ingin berkarya dan sebuah kehormatan tersendiri ketika karya itu diapresiasi dengan baik. Saya berterima kasih untuk kepercayaan pemakai rancangan saya,” kata Rio dikutip dari Tempo[5]

Idealis
 

berbeda dengan yang lainDalam merancang busananya Rio banyak membuat perbedaan dengan desainer-desainer lainnya.
Sumber: dewimagazine.com

Sebagai seorang perancang busana, Rio memang mempunyai ide-ide yang liar dan kerap melawan arus. Busana rancangannya juga ‘menyimpang’ dari prinsip-prinsip dasar merancang pakaian yang dulu pernah ia pelajari. Sifat ‘pemberontak’ inilah yang justru membuat Rio berbeda dengan desainer-desainer lainnya.

Tak heran, banyak orang awam yang mungkin mengernyitkan dahi apabila melihat busana rancangan Rio. Busana-busana rancangannya kerap berbentuk absurd layaknya busana yang dikenakan di film-film fantasi  atau science-fiction. Menurut Rio, rancangan seperti itu ia ciptakan agar membuat seorang perempuan terlihat cantik, kuat, dan sensual.

Di sisi lain, Rio memang ingin menjadi desainer idealis yang tak mudah patuh kepada keinginan pasar. “Memang pada akhirnya nilai jual menentukan apakah suatu produk akan bertahan atau tidak, tapi saya berprinsip, kalau saya dibatasi oleh semua itu, saya merasa memakai ‘seragam’ yang sama dengan orang lain,” katanya.  

Selain itu, kepiawaian Rio dalam merancang busana juga membuatnya disebut-sebut sebagai ‘Alexander McQueen of Indonesia’ oleh berbagai media internasional. Alexander McQueen sendiri adalah seorang desainer kenamaan asal Inggris. Namun, Rio merasa dirinya belum pantas bila disandingkan dengan McQueen.

baca juga: kisah inspiratif Ivan Gunawan

Rio juga merasa dirinya belum ada apa-apanya bila dibandingkan desainer-desainer asal Indonesia yang lebih senior darinya. “Sejujurnya, saya masih merasa apa yang saya berikan belumlah berarti besar, banyak hal-hal yang lebih besar yang dilakukan anak bangsa lainnya, terutama senior-senior saya. Jadi belumlah pantas dibilang,” kata Rio kepada Detik.[6]

Rio pun berpesan kepada setiap anak muda yang ingin menjadi perancang busana untuk menjadi diri sendiri. “Be true to yourself, be brave to show who you really are. Dan yang tidak kalah penting masalah orisinilitas, respect yourself by being an authentic artist, have a pride,” kata Rio.

Tex Saverio agaknya dapat menjadi contoh bagaimana kita bisa sebuah hobi dapat menjadi sebuah pekerjaan yang kita cintai. Di samping itu, Rio juga bahwa popularitas dan kesuksesan seorang seniman juga bisa didapat meski ia tak berada di arus utama. Mari simak kisah-kisah inspiratif lainnya dengan berbgabung dalam Kinibisa untuk mewujudkan #GenerasiKompeten!


[1] https://archive.tabloidbintang.com/berita/sosok/14304-wawancara-tex-saverio-mengejar-mimpi-ikuti-kata-hati.html
[2] http://flux-design.us/2014/10/desainer-cetar-yang-mengharumkan-nama-bangsa/
[3] http://v2.garudamagazine.com/department.php?id=282
[4] https://www.goodnewsfromindonesia.id/2011/03/09/tex-saverio-a-new-rising-star-in-fashion-world
[5] https://gaya.tempo.co/read/603221/prestasi-mendunia-tex-saverio
[6] https://wolipop.detik.com/read/2012/08/16/094417/1992863/233/interview-with-tex-saverio-perancang-busana-untuk-iklan-parfum-lady-gaga