span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Sandiaga Uno: Pebisnis Ulung yang Terjun ke Politik
Oleh : Ardito Ramadhan
09 Mei 2018

Highlight

Kita rajut kebersamaan kita dan kita pastikan lima tahun ke depan kita bisa menggali potensi kita dalam keberagaman.


Sandiaga Uno adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 yang juga seorang pengusaha sukses dan berpengalaman.
Sumber: studentpreneur.co

Rasanya mustahil apabila ada orang-orang yang belum mengenal sosok Sandiaga Uno. Meski namanya sangat melambung pada ajang Pemilukada DKI Jakarta 2017, jauh sebelum itu Sandiaga sudah lama dikenal sebagai salah satu pebisnis ulung. Meski begitu, siapa sangka aktivitas Sandiaga dalam dunia bisnis merupakan sebuah ‘kecelakaan’. Simak kisah Sandiaga Uno yang inspiratif bersama Kinibisa!



"Prioritas saya itu jelas, satu itu tentu ibadah, nomor dua keluarga, nomor tiga karir, baru nomor empat sosial."

Belajar Bisnis di Negeri Paman Sam
 

Sandiaga Uno lahir di Rumbai, Pekanbaru, Riau, pada 28 Juni 1969. Laki-laki bernama lengkap Sandiaga Salahuddin Uno ini merupakan anak dari Razik Halik Uno dan Mein R. Uno yang berasal dari Gorontalo. Ayah Sandiaga, Razif, adalah seorang karyawan di perusahaan Caltex yang bergerak di bidang perminyakan. Sementara, ibu Sandiaga, Mien, adalah seorang guru.

Pada 1970-an, keluarga Uno berpindah ke ibukota setelah Razif tidak lagi bekerja di Caltex. Di Jakarta, Sandiaga yang akrab dipanggil Sandi bersekolah di SD PSKD Bulungan, SMPN 12, dan SMA Pangudi Luhur. Sejak kecil, Sandi sudah dikenal sebagai sosok yang cerdas.

Kecerdasan yang dimiliki Sandi agaknya tidak terlepas dari dorongan yang diberikan oleh ibu kandungnya. Sandi menuturkan ibunya kerap menempel hasil-hasil ujian Sandi yang bernilai jelek di kamarnya demi memotivasi anaknya itu. “Karena itu terpatri terus. Saya sekolah serius sekali dan fokus belajar. Teman-teman menyebut saya kutu buku,” kata Sandi dikutip dari sebuah wawancara bersama NET.[1]

sosok sandi ketika masih kecil
Sosok Sandi ketika masa muda berfoto dengan istrinya.
Sumber: idntimes.com

Selain cerdas, Sandi kecil juga disebut-sebut sebagai sosok yang serius. Ibu kandung Sandi, Mien Uno, mengamini hal tersebut. Menurutnya, sikap Sandi yang cair dan mudah tertawa saat dewasa jauh berbeda dengan sikapnya saat masih belia. “Sandi kecil itu sangat serius anaknya. Jadi, kalau sekarang dia itu menjadi anak yang tersenyum, suka tertawa-tawa, itu sangat bertentangan,” kata Mien Uno.

Kecerdasan yang dimiliki Sandi membuatnya dikirim ke Amerika Serikat untuk berkuliah di sana. Di Negeri Paman Sam, Sandi mengenyam pendidikan di Witchita State University yang berlokasi di Kansas. Di sana ia mengambil jurusan Administrasi Bisnis dan berhasil lulus dengan predikat Summa Cum Laude. Setelah lulus, Sandi memulai karirnya di Bank Summa yang dimiliki oleh keluarga William Soeryadjaya.

baca juga: kisah inspiratif Rusdi Kirana

Sosok William rupanya mempunyai tempat tersendiri dalam diri Sandi. Ia menganggap William adalah seorang mentor dalam perjalanan kariernya dalam dunia bisnis. “Pak William Soeryadjaya ini mentor saya. Saya punya kesempatan beberapa tahun berguru pada beliau waktu saya baru mulai jadi pengusaha,” kata Sandi.

Di samping itu, Sandi juga mengagumi visi yang dimiliki William dalam mendirikan sebuah perusahaan. “Visi-misinya tidak menjadi perusahaan terbesar atau terkata di Indonesia. Visinya waktu itu adalah menjadi aset bangsa. Jadi, cara berpikirnya dia itu menjadi bagian dari kesuksesan bangsa,” kata Sandi.

Kinerja Sandi yang terbilang bagus membuatnya mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya di George Washington University, Amerika Serikat. Sandi lagi-lagi berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan prestasi yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, Sandi lulus dengan nilai IPK sempurna yaitu 4.00.

Berbisnis karena Kecelakaan
 

Setelah lulus dari George Washington University, Sandi tak kembali ke Indonesia untuk berkarir di Tanah Air. Sebaliknya, ia justru bekerja di sebuah perusahaan yang bermarkas di Singapura yaitu Seapower Asia Investment Ltd sebagai manajer investasi. Setelah dua tahun bekerja di Negeri Singa, Sandi pindah ke Kanada untuk bekerja di  NTI Resources Land Ltd. Di sana, ia menjabat sebagai Executive Vice President dengan penghasilan sebesar 8,000 Dolar AS setiap bulannya.

Penghasilannya yang terbilang besar itu rupanya berbalik 180 derajat pada hitungan tahun. Ketika krisis moneter mengguncang pada 1997, Sandi mesti menerima kenyataan pahit bahwa ia di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja yang bangkrut akibat krisis tersebut. Bak pepatah yang mengatakan bahwa hidup itu seperti roda yang terus berputar, Sandi menilai masa-masa itu adalah masa-masa terburuk dalam hidupnya.

“Krisis 1997 membawa saya ke titik terendah dalam hidup saya. Waktu di-PHK tidak ada yang percaya sama kita. Kita depresi kehilangan penghasilan, apalagi saat itu baru punya bayi,” Sandi kepada Majalah Kartini.[2] Akibatnya, Sandi pun mesti kembali ke Indonesia dengan status pengangguran.  Puluhan aplikasi lamaran pun ia kirimkan ke berbagai perusahaan namun usahanya nihil. Lamaran pekerjaannya ditolak oleh sekitar 25 perusahaan.

Momen tersebut agaknya mengubah pola pikir Sandi. Pengalamannya ditolak berbagai perusahaan membuat Sandi bertekad untuk menjadi seorang pengusaha. “Saya ini menjadi seorang pengusaha karena 'kecelakaan'. Sebagai seorang pengusaha yang lahir dari kecelakaan, saya tidak mendesain jadi seorang pengusaha,” kata Sandi dikutip dari Biografiku.[3]

Keputusan Sandi untuk menjadi pengusaha memang diawali dengan keragu-raguan. Selain keraguan yang dimiliki Sandi, kedua orangtuanya juga nampak tak setuju dengan keputusan Sandi untuk berbisnis. “Ibu sama Bapak tak nyaman, di benak mereka kesuksesan itu menjadi doktor atau pimpinan perusahaan seperti direktur utama,” kata Sandi.

Namun, di balik keraguan itu istri Sandi, Nur Asia rupanya sangat mendukung keputusan Sandi untuk berbisnis. “Istri saya selalu bilang kita maju aja,” kata Sandi. Bahkan, istrinya ikut menjual berbagai perhiasannya untuk membantu modal usaha dan biaya kehidupan sehari-hari. “Jadi dia membuat sacrifice,” kata Sandi.

recapital advisor
PT Recapital Advisor merupakan perusahaan milik Sandi dan temannya yang didirikan pada tahun 1997.
Sumber: jakartamajubersama.com

Sandi pun mendirikan perusahaan pertamanya pada 1997 bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani. Perusahaan yang dinamakan PT Recapital Advisors itu bergerak di bidang penasihat keuangan. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa, tantangan berikut yang mesti dihadapi Sandi adalah bagaimana caranya supaya memperoleh banyak klien.

Sandi mengatakan awalnya ia sangat kesulitan mendapat klien. Tak jarang pula Sandi ingin menyerah karena tak kunjung mendapat klien. Namun, doa dan dukungan dari istri rupanya menjadi sumber semangat Sandi untuk terus berusaha membesarkan bisnisnya. “Paling susah enam bulan sampai satu tahun pertama. Setelah itu Alhamdulillah mulai berkembang bisnis kita,” kata Sandi.

Seiring waktu berjalan, bisnis milik Sandi memang semakin berkembang. Ia membuka bisnis baru dengan cara membeli perusahaan yang hampir bangkrut, lalu merapikannya dan menjualnya lagi. Kebetulan, krisis moneter yang terjadi membuat banyak perusahaan yang hampir gulung tikar sehingga Sandi dapat memanfaatkan kondisi itu untuk memperoleh klien.

Pada 1998, Sandi pun ikut menidirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya bersama Edwin Soeryadjaya, anak William Soeryadjaya. Memegang kendali dua perusahaan agaknya bukan masalah berarti bagi Sandi karena kedua perusahaan tersebut, Saratoga dan Recapitol, bergerak di lini bisnis yang cukup berbeda.

Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia
 

salah satu orang terkaya
Sandi dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus salah satu orang terkaya se-Indonesia.
Sumber: inclovermag.co

Berkat jaringan yang baik dengan berbagai perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga keuangan dari dalam dan luar negeri, kedua perusahaan milik Sandi dapat berkembang pesat. Saratoga misalnya tercatat sebagai firma investasi terbesar di Indonesia yang memiliki karyawan sebanyak puluhan ribu orang. Bagi Sandi, jejaring atau networking adalah hal yang mutlak dimiliki seorang pengusaha. Ia pun menyebut 30 persen kesuksesannya berasal dari jejaring dan networking.

Di samping itu, kesuksesan perusahaan milik Sandi juga membuat pundi-pundi uang Sandi meningkat drastis. Pada 2013, Sandi tercatat sebagai orang terkaya ke-47 di Indonesia versi Forbes. Namun, Sandi mengaku tidak bangga dengan title tersebut. Sebaliknya, titel orang terkaya justru menjadi beban baginya untuk dapat memberi contoh yang baik bagi masyarakat. “Jadi bukan ini privilige, tetapi responsibility untuk memberi contoh, memotivasi banyak entrepreneur agar memacu bisnisnya,” katanya kepada CNN Indonesia.[4]

Sandi juga tak ingin statusnya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia membuat keluarganya terlena dengan kehidupan yang dimiliki saat ini. “Kita tidak selamanya di atas, pada suatu saat kita ada di bawah. Saya ajari mereka (anak-anaknya) sekarang kita punya tapi kita harus berhemat, tidak mungkin kita di posisi ini terus,” kata Sandi.

Sebagai seorang pengusaha, Sandi memang dikenal sebagai sosok yang cukup dekat dengan keluarganya. Tak hanya itu, ia juga dikenal sebagai pengusaha yang religius, suatu hal yang cukup kontradiktif bila dibandingkan citra seorang pengusaha pada umumnya. “Prioritas saya itu jelas, satu itu tentu ibadah, nomor dua keluarga, nomor tiga karir, baru nomor empat sosial,” katanya.

Selain disibukkan dengan kegiatan perusahaannya, Sandi juga cukup rutin mengikuti berbagai kegiatan sosial dan organisasi. Salah satu kegiatan yang sangat lekat dengan Sandi adalah berolahraga. Basket, lari, dan renang adalah beberapa olahraga favoritnya. Bahkan, ia sempat ditunjuk sebagai Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia. Sementara, beberapa organisasi yang sempat digeluti Sandi antara lain Himpunan Pengusaha Muda Indonesia serta Kamar Dagang dan Industri.

Terjun ke Politik
 

sandi dan anies
Sandiaga Uno dan Anies Baswedan pada upacara pelantikan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.
Sumber: tempo.co

Setelah 20 tahun sukses berkiprah di dunia bisnis, pada 2016 Sandi membuat keputusan yang cukup mengagetkan yaitu mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta melalui Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ketika ditanya soal keputusannya itu, Sandi mengaku tidak pernah sekali pun ia berpikir untuk terjun ke dunia politik. Namun, perbincangannya dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, rupanya mengubah pandangannya.

“Kamu jadi pengusaha sudah dua puluh tahun, sudah dapat semuanya. Sudah saatnya mengabdi untuk bangsa dan negara. Jangan lupa lho pengusaha itu banyak sekali dapat dari bangsa Indonesia. Sudah saatnya berbagi kembali,” kata Sandi menirukan ucapan Prabowo.

Keputusan Sandi untuk terlibat dalam politik awalnya sempat ditentang oleh anaknya. Namun, Sandi mengatakan keikutsertaannya dalam politik bertujuan untuk memberi manfaat yang lebih besar. “Mungkin kita hanya memberikan lapangan pekerjaan bagi 30,000 orang. Kalau kita masuk politik, kita bisa membuat kebijakan yang memberdayakan jutaan atau puluhan juta masyarakat Indonesia.,” katanya.

Pada September 2016, Sandi akhirnya dideklarasikan sebagai Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 oleh Gerindra dan Partai Keadlian Sejahtera. Pada pemilukada 2017, Sandi berpasangan dengan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaa, Anies Baswedan untuk menghadapai dua pasang calon lainnya yaitu Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

baca juga: kisah inspiratif Rachmat Gobel

Terlepas dari visi-misi politiknya, Sandi dapat dikatakan sebagai sosok yang cukup unik dan menarik sepanjang masa kampanye Pemilukada DKI Jakarta 2017. Tak jarang ia terlihat berjoget dan tertawa bersama warga Jakarta yang menghadiri kampanyenya. Jargon Oke-Oce yang dipopulerkannya sepanjang masa kampanye juga membuat pasangan Anies-Sandi semakin dikenal oleh warga Jakarta.

Puncaknya, Anies-Sandi terpilih sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 setelah menyisihkan pasangan petahana Basuki-Djarot dalam pemilihan yang berlangsung hingga dua putaran. “Kita rajut kebersamaan kita dan kita pastikan lima tahun ke depan kita bisa menggali potensi kita dalam keberagaman,” kata Sandi dalam pidato kemenangannya.[5]

Kisah Sandiaga Uno di atas sepertinya dapat menjadi pelajaran bagi kita bahwa musibah yang kita alami saat ini bisa berbuah manis di tahun-tahun berikutnya. Sandi telah membuktikan meski ia sempat di-PHK kini ia merupakan orang nomor dua di salah satu kota terbesar di dunia. Mari simak kisah-kisah inspiratif lainnya bersama Kinibisa!


[1] https://www.youtube.com/watch?v=SNACtr5foHc
[2] https://www.youtube.com/watch?v=Mij6FhmkWu4
[3] http://www.biografiku.com/2015/08/biografi-sandiaga-uno-jadi-pengusaha.html
[4] https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20141204161901-92-15913/sandiaga-uno-tak-ada-untungnya-sandang-predikat-terkaya/
[5] https://www.youtube.com/watch?v=afm9oGoZzpA