span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Belva Devara: Menciptakan Ruang Bagi Guru
Oleh : Nanda Aulia Rachman
30 April 2018

Highlight

Kami ingin membangun pendidikan yang lebih baik, yang menawarkan pengajaran dan konten berkualitas, yang memungkinkan komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik antara guru, orangtua, dan murid.

Belva di kantor ruangguru
Seorang pengusaha yang mendirikan sebuah perusahaan start-up yang bergerak di bidang pendidikan, yaitu Ruanggru.
Sumber: jawapos.com

Menciptakan peluang kerja sembari mencerdaskan anak bangsa, itulah yang dilakukan RuangGuru, startup muda nan inovatif yang terus menegaskan namanya di dunia teknologi pendidikan. Kinibisa kali ini akan mengangkat salah satu tokoh inspiratif, putra terbaik bangsa, dibalik proyek brilian ini, Belva Andara.



"Dengan latar belakang dan kapasitas Iman, manajemen merasa Iman akan jauh lebih tepat untuk mengkomandoi kedua hal ini dan saya mengambil alih kepemimpinan perusahaan."

Adamas Belva Syah Devara lahir di Jakarta, 30 Mei 1990. Dia merupakan salah satu dari Co-Founder dan CEO dari RuangGuru, sebuah online marketplace yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat terhadap guru les yang berkualitas dan sesuai dengan bidangnya. Bersama Iman Usman, Co-Founder RuangGuru lainnya, ia merevolusi akses pendidikan di Indonesia.

Jejak Pendidikan
 

Belva menempuh pendidikan menengah atas di SMA Presiden, Bekasi. Belva sudah dikenal sejak dulu sebagai seseorang yang cemerlang, kecerdasannya berada di atas tingkat rata-rata teman seusianya. Selama SMA, ia selalu meraih peringkat satu dan berkat itu, ia tak mengeluarkan uang sepeserpun untuk biaya pendidikan. Ia mendapatkan beasiswa penuh selama mengenyam pendidikan di sana. Belva juga aktif sebagai Ketua OSIS di SMA Presiden.

Belva melanjutkan studinya ke Nanyang Technological University (NTU), salah satu institut teknik terbaik di Asia pada tahun 2008. Studinya ke Singapura dibiayai penuh oleh pemerintah Singapura. Ia mengambil gelar ganda di program studi Ilmu Komputer dan Manajemen Bisnis. Kegemilangan Belva semakin menjadi. Ia meraih tiga penghargaan prestise di NTU;

  • Lee Kuan Yew Gold Medal, penghargaan tertinggi bagi mahasiswa NTU berkat meraih nilai tertinggi di seluruh mata kuliah umum di setiap semesternya
  • Infocomm Development Authority of Singapore Gold Medal, penghargaan bagi peraih GPA tertinggi di program studi Ilmu Komputer
  • Accenture Gold Medal, penghargaan bagi peraih GPA tertinggi di program studi Manajemen Bisnis

segudang pengalaman
Belva mempunyai segudang pengalaman belajar di luar negeri.
Sumber: cdninstagram.com

Belva juga selalu masuk pada Double Dean List (kelompok mahasiswa berprestasi di program gelar ganda) dan mendapat kesempatan menjalani program pertukaran studi di Inggris.

Lelaki asal Jakarta ini juga tidak meninggalkan kegiatan organisasinya. Posisi sekretaris jendral PPI Singapura dijabatnya selama berkuliah di sana. Belva juga termasuk salah satu anggota dari Young Leaders for Indonesia (YLI) 2011, sebuah program inisiatif McKinsey & Co guna mempersiapkan anak muda Indonesia menghadapi dunia kerja.

baca juga: kisah inspiratif Azka Silmi

Di tahun 2013, Ia memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Amerika Serikat. Terhitung tiga universitas pernah disambangi oleh Belva selama studinya di negeri Paman Sam. Stanford Graduate School of Business menjadi pelabuhan pertamanya. Ia mengambil gelar Master of Business Administration disana selama dua tahun. Menjelang setahun masa studinya, ia mendaftarkan dirinya ke Harvard Kennedy School of Government untuk mengambil pendidikan pascasarjana di Administrasi Publik.

Belva menginisiasikan berbagai kegiatan dan inovasi selama hampir empat tahun ia hidup di sana. Ia menjadi Co-President Stanford GSB Asia Club, merintis Indonesia Club di Harvard Kennedy School dan meraih penghargaan atas inovasi sosial dan manajemen publik. Lelaki tiga bersaudara ini terdaftar namanya pada beberapa studi pilihan di luar konsentrasinya yakni;

  • Studi Perencanaan Kota di Massachusetts Institute of Technology (MIT) 2015
  • Hukum di Harvard Law School 2016
  • Pendidikan di Harvard Graduate School of Education 2016
  • Kedokteran di Harvard Medical School 2016

Belva juga sempat terdaftar sebagai peneliti tamu di Ash Center for Democratic Governance and Innovation selama berkuliah di Harvard.

Perjalanan Karir

 

saat di mckinsey
Belva Devara.
Sumber: https://images2.tempo.co/?id=536087

Pengalaman Belva menjajaki dunia professional terjadi pada tahun 2010, saat ia magang di Accenture dan Goldman Sachs sebagai Summer Analyst. Belva juga pernah mendapatkan kesempatan magang di Kantor Kepresidenan Indonesia di tahun 2011. Namun, Belva Devara baru terekspos dengan dunia kerja yang nyata ketika ia mengikuti program YLI di tahun 2011. Program itulah yang mengamankan posisinya sebagai konsultan di McKinsey & Co.

Belva bekerja bagi perusahaan konsultan ternama di dunia itu sejak 2011, selepas ia mendapatkan gelar sarjananya. Ia menangani berbagai klien dari berbagai latar belakang industri, mulai dari minyak dan gas, pendidikan, kesehatan masyarakat, barang konsumsi sampai telekomunikasi. Pengembangan strategi, organisasi dan operasional menjadi isu yang sering dihadapinya.

Dia menjadi kontributor laporan McKinsey Global Institute (MGI) tentang potensi Indonesia di masa depan. Belva mencetak performa terbaik di McKinsey di akhir tahun 2012, Top 5% Performer. Ia juga diberikan Client First Award 2012 dari McKinsey & Co Asia Tenggara berkat performa baiknya yang diakui dan diapresiasi para klien.

Dua tahun setelah di McKinsey & Co, Belva menginginkan pendidikan yang lebih tinggi. Ia berniat mengambil pendidikan di pascasarjana di Amerika Serikat. Disini pulalah ia, bersama Iman Usman, sahabatnya, mendapatkan inspirasi untuk membentuk RuangGuru. Inspirasi itu muncul ketika mereka sedang belajar untuk menghadapi tes.

Untuk mempersiapkan tes yang akan mereka hadapi, mereka mencoba mencari guru privat online yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam proses pencariannya, mereka menyadari bahwa pasar ini tak beraturan dan tak efisien. Tepat pada Hari Kartini, tahun itu juga, mereka mendirikan startup yang bergerak di bidang teknologi edukasi, RuangGuru.

Belva dan Ruang Guru
 

Belva harus segera melanjutkan studinya selepas mendirikan RuangGuru. Selama kepergiannya, Iman Usman, menjabat sebagai CEO RuangGuru, mengurus bisnis yang mereka buat berdua itu. Bulan Juli 2016, Belva kembali ke tanah air. Hal itu juga menandakan tambahan semangat dan tenaga baru bagi RuangGuru.

Startup ini mengumumkan pergantian dampuk kepengurusan. Adamas Belva Syah Devara resmi mengambil alih posisi CEO RuangGuru, menggantikan Iman Usman, pada 22 Juli 2016. Rekan kerja Belva itu menempati posisi baru sebagai CPO RuangGuru.

“Manajemen sepakat dengan semakin intensif kerja sama strategis dengan berbagai pihak dan variatifnya produk Ruangguru.com saat ini, dibutuhkan C-level yang secara khusus mengkomandoi pengembangan dan iterasi produk, maupun kerjasama dengan mitra strategis. Dengan latar belakang dan kapasitas Iman, manajemen merasa Iman akan jauh lebih tepat untuk mengkomandoi kedua hal ini dan saya mengambil alih kepemimpinan perusahaan,” kata Belva kepada DailySocial (22/07/2016).

cofounder ruangguru
Co-Founder RuangGuru, Belva Devara dan Iman Usman.
Sumber: cloudfront.net

Belva sendiri menjanjikan peningkatan kualitas dan layanan seiring kepemimpinannya. “Penekanan pada kualitas produk tercermin pada perubahan manajemen. Kami ingin membangun pendidikan yang lebih baik, yang menawarkan pengajaran dan konten berkualitas, yang memungkinkan komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik antara guru, orangtua, dan murid,” ujar Belva dilansir dari DailySocial (22/07/2016).

Menurut Belva sendiri, latar belakangnya, baik di bidang administrasi publik maupun bisnis, sangat mempengaruhi pendekatannya menentukan langkah RuangGuru. Gelar (master) saya membantu RuangGuru memahami pola pikir dan kerja pemerintah. Dikarenakan banyaknya sekolah negeri di Indonesia, hubungan dengan pemerintah sangatlah vital. Tim kami tersebar ke seluruh bagian Indonesia untuk mendapatkan kerjasama dengan pemerintah daerah,” jelas Belva dikutip dari E27 (17/08/2016).

baca juga: kisah inspiratif Iman Usman

Belva sendiri yakin mereka bisa mengembangkan RuangGuru ke spektrum yang lebih besar. Selain kualitas SDM RuangGuru, Belva menganggap Indonesia memiliki pasar yang mendukung. Kebudayaan Asia yang menjunjung tinggi pendidikan, jumlah pelajar yang besar, sistem pencarian guru privat yang kurang efisien otomatis menciptakan permintaan guru privat yang besar. Disitulah RuangGuru bergerak.

Bersama Iman Usman, Belva didapuk oleh Forbes Asia sebagai tokoh Forbes 30 Under 30 Asia 2017 dan Promising Southeast Asian Entrepreneurs Under 30 dari Tech In Asia. RuangGuru juga menerima beberapa penghargaan berkat ide dan kontribusinya;

  • Kaizen & INSED & NYU Stern Education Symposium 2016 Honorable Mention
  • Google Launchpad Accelerator Awardee 2016
  •  ASEAN Social Enterprise of the Year Rice Bowl Startup Awards 2016 – Indonesia Country Champion
  • Tsinghua UNICEF Youth Innovation Forum 2015 Innovation To Watch
  • Bubu Awards 2015 Best Education Website

Sekarang RuangGuru telah berkembang dari sekedar media penghubung antara orang tua dan guru privat, menjadi sebuah situs edukasi untuk mempersiapkan materi dan soal ujian bagi pelajar serta konsultasi dengan guru-guru yang terafiliasi dengan aplikasi RuangGuru. Belva dan tim terus berkembang mendewasakan bisnis prospektif ini. Ia tak hanya berkembang untuk memajukan RuangGuru, ia berkembang untuk kesejahteraan guru dan layanan pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Belva Devara agaknya dapat menjadi inspirasi bagi setiap anak muda yang ingin menjadi pengusaha dan mendirikan perusahaan start-up. Tak cuma menginspirasi, Belva dan Ruangguru juga telah menebar manfaat dengan menawarkan terobosan baru dalam belajar. Simak kisah tokoh-tokoh inspiratif lainnya bersama Kinibisa!