span 1 span 2 span 2

Sains

Chemical Engineer

Deskripsi

Insinyur kimia mendesain dan mengembangkan proses yang membuat bahan mentah menjadi beragam produk. Pekerjaan mereka berfokus pada mengubah zat kimia, biokimia, dan fisik menjadi sesuatu yang lain, misalnya membuat plastik dari minyak. Mereka harus dapat memahami bagaimana mengubah bahan baku menjadi produk yang diperlukan dengan memperhatikan isu-isu kesehatan, keamanan, dan biaya produksi.

Berbagai profesi terkait

  • Ahli Proses Kilang Minyak
  • Insinyur Proyek
  • Ahli Pengembang Proses
  • Ahli Kontrol Proses
  • Ilmuwan Teknik Kimia

Kisaran Pendapatan

Gaji seorang insinyur kimia berkisar Rp6.000.000 hingga Rp13.500.000.


Kualifikasi

Gelar Sarjana Teknik Kimia, Teknik Fisika, dan Jurusan Lain yang Relevan; Sertifikasi Persatuain Insinyur Indonesia (PII).



Keahlian dibutuhkan

Seorang insinyur kimia wajib mempunyai pengetahuan yang baik dalam bidang rekayasa dan teknologi. Sebab, profesi ini mesti mampu mendesain, mengembangkan, dan membuat bahan mentah menjadi beragam produk. Untuk itu, seorang insinyur kimia tentu perlu menguasai pengetahuan alam terutama kimia. Pengetahuan di bidang ilmu kimia ia butuhkan karena ia berfokus pada mengubah zat kimia, biokimia, dan fisik menjadi sebuah produk baru. Misalnya, mengubah minyak menjadi plastik.

Selain kimia, seorang insinyur kimia sebaiknya memiliki pengetahuan yang baik pula di bidang fisika dan matematika. Keahlian matematika ini penting untuk dimilikinya karena ia membutuhkan perhitungan yang matang dalam mengembangkan dan memproduksi sebuah produk. Untuk itu, profesi ini pun mesti memiliki pengetahuan dalam bidang sistem produksi dan pengolahan sebuah barang. Ia juga harus memiliki sensitivitas agar dapat mengidentifikasi masalah atau hambatan yang dapat muncul dalam proses produksi.

Seorang insinyur kimia dituntut untuk kritis dan mempunyai kemampuan analisis yang baik agar dapat merancang kegiatan produksi sebuah barang dengan baik. Hal ini termasuk dalam pemilihan barang yang ingin diproduksi, penjadwalan, dan anggaran. Dalam merancang kegiatan produksi, seorang insinyur kimia pun harus menggunakan aturan dan metode ilmiah agar dapat melakukan analisis dengan tepat. Kemampuan lain yang peril ia miliki adalah penalaran deduktif dan induktif, penyusunan informasi, dan penyelesaian masalah kompleks.



Instansi pekerjaan

  • Rumah sakit
  • Klinik