span 1 span 2 span 2

Kesehatan

Peneliti/Ilmuwan Kesehatan

Deskripsi

Sebagai ilmuwan kesehatan, mereka akan terlibat dalam studi darah, jaringan pembentuk darah, dan gangguan yang berhubungan dengan darah. Mereka biasanya bekerja dalam sebuah tim dengan staf ilmu kesehatan dan dokter. Ilmuwan kesehatan juga harus mendiagnosa dan memantau pasien berbasis dengan hasil darah yang ditelitinya. Profesi ini biasanya harus mengerti ilmu transfusi darah.

Berbagai profesi terkait

  • Ilmuwan Senior
  • Ilmuwan Kesehatan
  • Ilmuwan Penelitian
  • Direktur Labortaorium
  • Farmakolog Klinis
  • Ilmuwan Laboratorium Klinik

Kisaran Pendapatan

Pendapatan untuk profesi ini belum dapat dipastikan karena tergantung dari kompetensi, pengalaman, dan dimana tempat bekerja. 


Kualifikasi

Gelar Sarjana/Master Kedokteran, Kedokteran Gigi, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, dan Jurusan Lain yang Relevan; Sertifikasi Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.



Keahlian dibutuhkan

Ada beberapa pengetahuan dan keahlian yang wajib dimiliki untuk menjadi seorang peneliti kesehatan. Salah satunya adalah pengetahuan di bidang ilmu medis. Sebab, profesi ini mesti menguasai diagnosis penyakit serta pengobatannya. Selain itu, ia juga wajib menguasai ilmu biologi untuk mengetahui sistem tubuh manusia, mulai dari sistem pernapasan, pencernaan, syaraf, dan lain-lain. Seorang peneliti kesehatan juga perlu memiliki pengetahuan di bidang ilmu kimia karena ia juga berperan dalam penelitian dan pengembangan dunia farmasi dan obat-obatan.

Sebagai profesi yang bertugas untuk melakukan penelitian, seorang peneliti kesehatan tentu dituntut untuk kritis serta mempunyai kemampuan analisis yang baik. Hal ini diperlukan supaya ia dapat memberi diagnosis atau penilaian yang tepat terhadap sebuah masalah kesehatan serta dapat menentukan solusi terbaik atas masalah tersebut. Untuk itu, ia mesti memiliki sensitivitas agar dapat mengidentifikasi dan mengantisipasi masalah-masalah kesehatan yang dapat timbul.

Sebagai seorang peneliti, seorang peneliti kesehatan juga harus mempunyai kemampuan penyusunan informasi serta kemampuan komunikasi, baik secara lisan maupun tulis. Sebab, ia harus dapat menyusun hasil penelitiannya ke dalam sebuah laporan penelitian yang dapat mudah dimengerti. Selain itu, ia juga perlu menguasai Bahasa Inggris apabila hasil penelitiannya ingin dipublikasikan dalam lingkup internasional. Kemampuan lain yang perlu ia miliki adalah administrasi dan manajemen, penyelesaian masalah kompleks, serta penalaran deduktif dan induktif.



Instansi pekerjaan

  • Rumah sakit
  • Klinik