span 1 span 2 span 2

Industri

Anggota DPR

Deskripsi

Pekerjaan anggota DPR adalah menjalani fungsi-fungsi dari DPR itu sendiri, yaitu fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Dalam menjalankan fungsi legislasi, mereka berkewajiban untuk menyusun program legislasi nasional dan membahas rancangan undang-undang yang dibuat oleh pemerintah ataupun DPR itu sendiri. Dalam menjalankan fungsi anggaran, mereka berkewajiban untuk memberikan persetujuan atas Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) serta menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam menjalankan fungsi pengawasan, mereka melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang, APBN, dan kebijakan pemerintah. Ketika anggota DPR menjalankan ketiga fungsi tersebut harus sesuai dengan aspirasi dari masyarakat yang diwakilinya.

Berbagai profesi terkait

  • Anggota DPRD/DPD/DPRRI

Kisaran Pendapatan

Gaji seorang anggota DPR beserta tunjanggannya rata-rata berkisar Rp15.000.000 hingga 16.000.000 per bulan. Sedangkan untuk jabatan ketua dan wakil ketua alat kelengkapan dewan mendapatkan penghasilan lebih besar Rp2.000.000 hingga Rp3.000.000 daripada anggota DPR biasa.


Kualifikasi

Umur diatas 21 tahun, terdaftar sebagai WNI, sehat jasmani rohani, berpendidikan minimal SMA/Sederajat, terdaftar sebagai salah satu bacaleg dari salah satu partai politik peserta pemilu.



Keahlian dibutuhkan

Seorang anggota parlemen wajib memahami hukum yang mengatur sistem politik dan pemerintahan di sebuah negera. Dengan menguasai hal ini, ia dapat mengetahui peran dan fungsi jabatan yang disandangnya. Selain itu, ia juga harus cakap menguasai bidang yang menjadi tanggung jawabnya, seperti pendidikan, ekonomi, atau hukum. Sebagai anggota salah satu lembaga tinggi negara, ia juga wajib berkoordinasi dengan pejabat tinggi negara lain.

Sebagai sosok yang menjadi representasi rakyat, seorang anggota parlemen harus peka dan sensitif agar mengetahui aspirasi rakyat yang diwakiliinya. Aspirasi ini penting diperhatikan dalam penyusunan undang-undang dan saat mengkritik kebijakan pemerintah. Sikap kritis pun wajib dimiliki seorang anggota parlemen dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Ia juga harus cermat dalam mempertimbangkan dan mengambil keputusan karena kebijakan yang dihasilkan dapat berpengaruh besar bagi kehidupan masyarakat.

Profesi ini juga dituntut memiliki keahlian persuasi dan negosiasi di atas rata-rata. Sebab, seorang anggota parlemen harus mampu mempengaruhi rekan maupun lawan politiknya untuk menelurkan kebijakan yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebagai sosok yang sering diawawancarai media, seorang anggota parlemen tentu harus berkomunikasi dengan baik supaya dapat memberi informasi yang jelas serta tidak memberi citra buruk bagi masyarakat.  Keahlian berbahasa Inggris juga penting dikuasai karena ia sering berhubungan dengan perwakilan negara lain.



Instansi pekerjaan

  • Pemerintah