span 1 span 2 span 2

Energi & Lingkungan

Mining Engineer

Deskripsi

Seorang mining engineer memastikan pengembangan yang aman dan efisien dari sebuah operasi tambang. Mereka terlibat pada semua tahap operasi tambang, sebelum situs tambang dikembangkan, mereka menilai kelayakan dan membantu dengan perencanaan operasi tambang. Mereka juga mengelola dan mengawasi proses produksi pertambangan dan terlibat dalam proses penutupan serta rehabilitasi lahan bekas operasi tambang.

Berbagai profesi terkait

  • Ahli Proyek
  • Ahli Pertambangan
  • Ahli Keselamatan Tambang
  • Manajer Ahli Pengawas Tambang
  • Ahli Geologi
  • Manajer Ahli Tambang

Kisaran Pendapatan

Pendapatan seorang mining engineer berkisar Rp8.000.000 hingga lebih dari Rp15.000.000 sesuai dengan level, kompetensi, dan pengalaman kerja.


Kualifikasi

Sarjana Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan, Teknik Energi, Teknik Fisika, Teknik Metalurgi dan Material, Teknik Lingkungan, Teknik Elektro, Sains Fisika, dan Jurusan Lain yang Relevan; Sertifikasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII).



Keahlian dibutuhkan

Seorang mining engineer wajib mempunyai pengetahuan dan keahlian di bidang rekayasa dan teknologi. Sebab, ia membutuhkan perangkat teknologi yang baik untuk memastikan kegiatan pertambangan berjalan aman dan efisien. Selain itu, profesi ini juga harus memahami sistem produksi dan pengolahan hasil tambang mulai dari bahan baku hingga menjadi barang jadi. Ia juga harus kritis serta mempunyai kemampuan analisis yang baik. Sebab, ia harus memastikan kegiatan tambang yang dilakukan memang dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta tidak merusak lingkungan.

Sementara, bidang ilmu yang wajib dikuasai seorang mining engineer untuk melaksanakan kegiatan pertambangan tersebar pada bidang ilmu fisika, kimia, sains, dan matematika. Ilmu kimia, misalnya, akan dibutuhkan untuk kandungan yang ada pada hasil tambang. Sedangkan, kemampuan matematika sangat ia butuhkan karena kegiatan pertambangan harus didasari oleh perhitungan yang matang, baik secara teknis maupun nonteknis.

Profesi ini sebaiknya juga mampu merancang sebuah kegiatan pertambangan baik dari segi teknis dan nonteknis, seperti penjadwalan dan anggaran. Di luar itu, profesi ini juga harus memiliki sensitivitas supaya dapat mengantisipasi masalah yang dapat muncul pada kegiatan pertambangan. Untuk itu, ia juga mesti memahami hukum yang mengatur kegiatan pertambangan. Kemampuan dan pengetahuan lain yang perlu dimiliki adalah penyelesaian masalah, pertimbangan dan pengambilan keputusan, serta pemahaman lisan dan tulis.



Instansi pekerjaan

  • Pertambangan
  • Industri