span 1 span 2 span 2

Energi & Lingkungan

Konsultan Lingkungan

Deskripsi

Profesi konsultan lingkungan memiliki lingkup kerja yang luas. Konsultan lingkungan berfungsi dalam menjembatani pelaku usaha dengan stakeholders serta peraturan di bidang lingkungan yang terkait dengan usaha yang dijalankannya. Peran seorang konsultan lingkungan yaitu membantu seorang pemilik atau perencana dari usaha atau bisnis dalam menyusun dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

Berbagai profesi terkait

  • Ahli Lingkungan
  • Analis Lingkungan
  • Environmental Consultant

Kisaran Pendapatan

Gaji seorang konsultan lingkungan berkisar antara Rp5.000.000 hingga lebih dari Rp9.000.000 sesuai lokasi tempat bekerja, posisi, serta pengalaman kerja yang dimiliki.


Kualifikasi

Sarjana Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, dan Jurusan Lain yang Relevan.



Keahlian dibutuhkan

Seorang konsultan lingkungan wajib mempunyai kemampuan analisis yang sangat baik karena ia bertugas untuk menganalisis kerusakan lingkungan agar dapat diminimalisir atau dihilangkan. Untuk itu, ia juga harus dapat memberikan solusi yang tepat untuk mengentaskan permasalahan lingkungan tersebut. Profesi ini pun dituntut kritis agar dapat menilai kerusakan lingkungan serta mepertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari solusi atas kerusakan tersebut.

Dalam menganalisis kerusakan, seorang konsultan lingkungan wajib membekali dirinya dengan pengetahuan di bidang ilmu biologi, kimia, dan geografi. Pengetahuan di bidang biologi dapat bermanfaat dalam menganalisis perilaku makhluk hidup dalam sebuah lingkungan. Sementara, pengetahuan di bidang kimia dapat digunakan untuk mengetahui unsur-unsur apa saja yang berada dalam sebuah lingkungan. Pengetahuan mengenai geografi sendiri dapat berguna untuk memahami kenampakan fisik sebuah lingkungan.

Di luar hal teknis di atas, seorang konsultan lingkungan harus mempunyai kemampuan koordinasi yang baik karena ia berperan untuk mengarahkan mitra dan kliennya agar mengikuti seluruh regulasi terkait lingkungan hidup. Untuk itu, ia juga mesti memahami hukum yang mengatur hal tersebut. Ia juga dituntut untuk memiliki kepekaan sosial yang tinggi agar dapat menyadari dan mengantisipasi kerusakan-kerusakan lingkungan yang ada. Pengetahuan di bidang konstruksi juga diperlukan karena hal ini merupakan salah satu faktor utama dari kerusakan lingkungan.



Instansi pekerjaan

  • Pemerintah
  • Perguruan tinggi
  • Lembaga swadaya