span 1 span 2 span 2

News

Waspada Bahaya Media Sosial pada Kesehatan Mental
Oleh : Halimah Nusyirwan
08 Desember 2018
Dibaca Normal 4 Menit

News Overview

Banyak faktor-faktor yang menyebabkan kemunculan depresi, salah satunya yang kini sedang menjadi perbincangan masyarakat di berbagai belahan dunia adalah akibat eksistensi media sosial pada kehidupan masyarakat, khususnya anak-anak muda. Media sosial memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat modern yang hidup di era digital ini. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa banyak dampak negatif dari penggunaan media sosial ini pada tumbuh kembang para generasi muda.


Di era yang serba digital ini tidak bisa dipungkiri bahwa media sosial sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia. Setiap orang setidaknya memiliki satu akun media sosial yang mereka sering gunakan di kehidupan sehari-hari. Banyak jenis media sosial yang terkenal di kalangan masyarakat, seperti YouTube; Instagram; Snapchat; Twitter; Facebook; dll.

Penggunaan media sosial kini memiliki berbagai fungsi yang dapat membawa manfaat bagi para penggunanya. Salah satunya adalah menjadi wadah bisnis yang memudahkan para pengusaha muda di dunia. Akan tetapi, media sosial rupanya memiliki berbagai hal serta dampak berbahaya yang dapat merusak kesehatan mental penggunanya.

Menurut laporan survei yang dilakukan oleh RSPH (Royal Society For Public Health) dan the Young Health Movement pada tahun 2017, remaja dengan rentang usia 14-24 menjadi korban dari dampak buruk penggunaan media sosial bagi kesehatan mental mereka. Banyak anak muda di dunia yang kecanduan akan media sosial. Fakta ini tentu memprihatinkan sebab media sosial memiliki dampak negatif yang berbahaya pada mereka, terutama pada kesehatan mental para generasi muda

Fear of Missing Out (FoMO) dan Body Image
 

FoMO dan Body Image merupakan hal yang sering menjadi penyebab utama kecanduan media sosial.
FoMO dan Body Image merupakan hal yang sering menjadi penyebab utama kecanduan media sosial.
Sumber: freepik.com

Fenomena FoMO ini identik dengan generasi muda dan dikenal sebagai rasa takut yang muncul karena tidak ingin tertinggal tren yang sedang populer saat itu. Rasa takut ini muncul akibat keinginan mereka yang tidak ingin melewatkan apapun yang terjadi di sekitarnya. Orang yang mengalami FoMO ini merasa harus mengetahui apa saja yang orang-orang lakukan saat ini agar tidak ketinggalan.

Dengan membagikan foto-foto atau video mengenai kehidupan mereka membuat mereka merasa mengalami pengalaman yang sama dengan orang-orang lain. Namun, jika terlalu sering menggunakan media sosial akan berdampak pada FoMO dan hal ini dapat memicu rasa cemas yang berlebihan hingga depresi.Rasa cemas yang muncul karena mereka merasa harus terus mengikuti tren yang ada agar tidak ketinggalan oleh teman-temannya dan hal ini membuat hidup mereka tidak nyaman dan tenang. Rasa cemas yang berkepanjangan tersebut akhirnya akan berdampak pada resiko stress atau depresi.

Menggunakan media sosial yang dipenuhi oleh berbagai foto orang-orang membuat banyak anak muda yang tanpa mereka sadari kerpa membanding-bandingkan diri mereka dengan tubuh orang lain. Melihat banyaknya postingan foto orang-orang membuat mereka merasa bahwa tubuh mereka tidak sebagus orang-orang yang mereka lihat di media sosialnya. Sikap yang membanding-bandingkan tubuh atau fisik ini akhirnya akan menurunkan kepercayaan diri orang-orang.

Mereka merasa harus mengikuti standar kecantikan yang mereka lihat di media sosial dan hal ini akhirnya memicu mereka untuk melakukan perubahan pada bentuk tubuh mereka dengan berbagai cara, salah satunya lewat operasi plastik agar terlihat lebih cantik atau tampan di foto.

Dampaknya pada Kesehatan Mental
 

Kecanduan media sosial berdampak buruk bagi kesehatan mental.
Kecanduan media sosial berdampak buruk bagi kesehatan mental.
Sumber: freepik.com

Depresi merupakan masalah mental yang kerap muncul di setiap individu di dunia. Depresi juga dapat terjadi pada siapapun tanpa mengenal usia dan jenis kelamin. Depresi sering kali terjadi tanpa orang-orang sadari dan dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental dan fisik jika tidak ditanggulangi dengan segera dan baik. Depresi yang muncul akibat penggunaan media sosial berasal dari FoMO serta hal-hal negatif lainnya yang mereka rasakan akibat dari apa yang mereka lihat di media sosialnya. Melihat orang-orang yang membagikan kehidupan mereka lewat media sosialnya dapat memicu kecemburuan sosial untuk mereka yang merasa hidupnya biasa saja.

Ekspektasi yang terbentuk lewat media sosial, seperti bentuk fisik (body image), juga menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri untuk orang-orang yang kecanduan media sosial. Faktor-faktor tersebut akhirnya menjadi beban yang berujung pada menurunnya kesehatan mental mereka dikarenakan rasa cemas yang tak berujung. Rasa cemas ini pada akhirnya berkembang menjadi stres atau depresi yang kini menjadi salah satu penyebab utama dari tingginya persentase bunuh diri para remaja dunia.


Menggunakan media sosial tidak selalu memiliki dampak buruk bagi para penggunanya. Tetapi, jika menggunakan media sosial secara berlebihan yang sudah mencapai tahap kecanduan tentu tidak baik karena akan berdampak negatif pada kesehatan fisik dan tubuh setiap orang. Maka dari itu, gunakanlah media sosial secukupnya dan jadikan media sosial sebagai wadah membuat prestasi atau wadah yang dapat memberikan banyak manfaat positif bagi mereka yang menggunakannya.

0 Comments