span 1 span 2 span 2

News

Tanyakan Pertanyaan ini dulu sebelum melangkah jadi Sociopreneur
Oleh : Pradhana Abhimantra, S.IP. (Co-Founder Kinibisa)
07 Oktober 2019
Dibaca Normal 7 Menit

News Overview


Sumber: miro.medium.com

Menjadi seorang sociopreneur adalah pilihan yang mulia, dan mungkin kamu adalah salah satu orang yang segera akan memulai perjalanan seru penuh tantangan tersebut. Sebelum melangkah, yakinkan lagi dirimu dengan terlebih dahulu menanyakan pada dirimu pertanyaan-pertanyaan berikut.


1. Apakah Kamu Memang Benar Memiliki Motivasi yang Kuat Untuk Menjadi Seorang Sociopreneur?
 


Sumber: officevibe.com

Berbisnis bukanlah komitmen kecil. Coba renungkan, kalau kamu dikontrak untuk bekerja di suatu perusahaan swasta misalnya, maka umumnya kontrak yang akan kamu dapat adalah satu sampai dua tahun saja, kemudian kamu bebas menentukan jalanmu selanjutnya. Sementara, membangun bisnis adalah komitmen besar dan jangka panjang yang mungkin butuh lebih dari lima bahkan sepuluh tahun lebih, dan bahkan mungkin kamu tidak akan pernah bisa meninggalkannya.

Menjadi sociopreneur dimulai dengan tujuan mulia tertentu untuk menyelesaikan suatu problema nyata di masyarakat. Tujuan mulia ini yang akan menjadi “bensin” untuk kamu terus melaju bahkan disaat-saat tersulit. Tanpa adanya ketulusan dan kepedulian yang nyata dari hatimu untuk mengentaskan permasalahan, bisa jadi kamu akan cepat burn out dan menyerah.

Apalagi sebagai seorang sociopreneur, akan begitu banyak hal yang perlu dipikirkan bila kamu tiba-tiba ingin berhenti dan memulai hal baru. Ada karyawan-karyawan yang hidupnya bergantung pada pekerjaannya di perusahaanmu, juga ada customer yang mungkin hidupnya sudah terlanjur sedikit banyak terbantu karena produkmu, dan akan menyulitkan mereka bila tiba-tiba kamu berkeputusan untuk meniadakannya.

2. Apakah Kamu Memiliki Ide yang Dapat Membuat Banyak Orang Senang dan Terbantu?
 


Sumber: 
yse-project.eu

Sebelum buru-buru memulai, ada baiknya menguji dulu ide yang kamu punya. Apakah idemu adalah solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat? Karena bila iya, maka perkara uang cukup dapat dipastikan tak perlu terlalu kamu pusingkan. Keuntungan akan membuntuti produkmu bila ia memang penyelesai masalah yang nyata.

Cara mendapatkan ide yang baik adalah dengan pertama-tama menemukan problema yang nyata untuk dituntaskan. Untuk menemukannya, kamu dapat mengacu pada apa yang kamu rasakan sebagai suatu problema nyata di hidupmu. Problema yang mengganggumu, menyulitkanmu, dan kamu akan terbantu bila problema itu ditiadakan.

Sebagai contoh, Nadiem Makarim memulai bisnisnya, Gojek karena menyadari betapa sulit dan tidak praktisnya mendapatkan ojek. Ia harus jauh berjalan ke pangkalan ojek, lalu sesampainya disana tak jarang mendapati harga mahal. Supir-supir ojek yang “nembak harga” kelewat mahal ini pun juga ada alasannya: karena pengguna ojek pun jumlahnya terbatas. Alasannya mungkin adalah karena jauhnya pangkalan ojek membuat mereka akhirnya memilih kendaraan umum lain. Padahal, tentu banyak sekali orang yang kalau bisa memilih, akan memilih naik ojek ketimbang bus. Waktu tempuh perjalanan untuk sampai tujuan jauh lebih cepat bila menggunakan motor.

Itu tadi merupakan problema nyata, dan Nadiem menjawabnya dengan solusi yakni ojek yang mudah dipesan kapan dan dari mana saja secara online, melalui aplikasi Gojek.

Sudahkah kamu menemukan problema yang ingin kamu jawab dengan solusi? Bila sudah, kamu harus mengujinya. Cara mudahnya adalah, tanyakan kepada teman-teman dan orang-orang sekitarmu apakah mereka juga merasakannya. Bila kebanyakan dari mereka juga menganggapnya sebagai problema yang nyata di hidupnya, voila! kamu sudah punya problema nyata untuk dituntaskan. Sekarang tinggal pikirkan apa produk yang bisa kamu ciptakan sebagai solusi pengentas masalah tersebut. Buat prototipnya, lalu uji dampak keberhasilannya, dan perbaiki yang perlu diperbaiki.

Semua proses ini dinamakan design thinking. Sebagai intisari, proses ini melibatkan lima tahapan:

  1. berempati,
  2. mendefinisikan masalah,
  3. menelurkan ide,
  4. membuat prototip,
  5. uji coba & evaluasi
3. Apakah Kamu Memiliki Kemampuan Kepemimpinan yang Diperlukan Untuk Menjalankan Entitas Bisnis?
 


Sumber: 
blogspot.com

Membangun suatu entitas bisnis, konsekuensinya berarti adalah kamu harus siap untuk memimpin. Menjadi seorang pemimpin, sebagian orang memiliki bakat dan sebagian tidak. Namun ini adalah kecakapan yang sangat bisa dipelajari. Kamu bisa mempelajarinya seusai membaca artikel ini, di artikel Kinibisa tentang cara menjadi pemimpin yang baik.

4. Bagaimana Cara agar Potential Customers itu Tahu Bahwa Produk Kamu itu Eksis?
 


Sumber: blog.print-print.co.uk

Kenyataannya, produk sehebat apapun tidak serta merta langsung akan digunakan oleh jutaan orang begitu saja. Untuk itu, sedari awal kamu sudah harus memiliki gambaran dan strategi seperti apa nantinya cara memasarkan produkmu, agar khalayak luas dapat merasakan manfaat dari produk yang kamu buat.

Baik itu pemasaran secara online ataupun offline, semuanya harus direncanakan agar produkmu benar sampai ke target market yang kamu ingin capai. Nggak perlu repot kok, kamu bisa belajar banyak hal tentang marketing dari artikel-artikel tentang pemasaran yang ada di Kinibisa.

5. Bagaimana Cara Kamu Untuk Mendapatkan Tim dengan Skills yang Kamu Butuhkan Untuk Menghasilkan Produk atau Jasa yang Ingin Kamu Sajikan?
 


Sumber: antmarketing.com

Ini adalah tantangan nyata yang harus sudah kamu pikirkan bagaimana melakukannya di awal, ketika mungkin dengan hanya bermodal ide, tak terlalu banyak orang yang mau percaya dan membantumu. Kesulitan yang sering muncul di awal mula merintis usaha adalah, dengan terbatasnya modal yang kita miliki, kemungkinannya menjadi sulit untuk mampu merekrut talent dengan kualitas yang kita harapkan. Lalu apa solusinya? Kemungkinan besar kemampuan persuasifmu akan menjadi penentu dalam hal ini.

Seberapa mampu kamu menularkan semangat yang kamu punya, menjelaskan secara jelas apa ide yang kamu punya, dan apa dampak yang bisa diraih melalui apa yang akan dikerjakan, ini semua adalah hal yang harus disampaikan secara benar bila kamu ingin bisa mendapatkan kepercayaan orang-orang yang ingin kamu ajak bergabung atau pekerjakan. Kemampuan persuasi dan negosiasi menjadi kunci, tapi jangan khawatir karena kamu bisa mempelajarinya disini.

6. Butuh Berapa Lama Untuk Mengembangkan Ide Tersebut Menjadi Nyata dan Memiliki Value?
 


Sumber: linksmodularsolutions.com

Waktu adalah hal yang juga teramat penting untuk kamu perhitungkan. Efisiensi waktu menjadi penting karena semakin lama waktu yang kamu butuhkan sampai ide yang kamu miliki menjadi produk nyata yang memiliki value, maka akan semakin banyak juga resiko yang kamu hadapi. Salah satunya, bisa jadi muncul pesaing dan “menyalip” kamu dengan lebih dulu muncul ke pasar. Terkait waktu ini harus dikalkulasikan dengan baik, dengan membuat perencanaan yang strategis melalui timeline yang jelas mengenai apa saja pencapaian-pencapaian yang harus dicapai pada waktu-waktu tertentu. Kamu dapat menetapkan apa saja metric pencapaianmu, untuk diukur kemudian hari apakah berhasil atau tidak meraih pencapaian tertentu yang ditargetkan.


Nah, itu dia tadi pertanyaan-pertanyaan yang sebaiknya kamu jawab dulu sebelum memutuskan dan melangkah sebagai seorang sociopreneur. Siap jadi sociopreneur?

0 Comments