span 1 span 2 span 2

News

Sengaja Ditertawakan Orang Lain: Komedi yang Berkembang di Indonesia
Oleh : Calvin Geraldo S
06 Agustus 2019
Dibaca Normal 5 Menit

News Overview

Tawa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai arti ungkapan rasa gembira, senang, geli, dan sebagainya dengan mengeluarkan suara (pelan, sedang, keras) melalui alat ucap. Tawa dan tertawa identik dengan suasana yang gembira; riang. Dengan mengeluarkan suara tawa atau tertawa lepas biasanya mengindikasikan bahwa seseorang sedang tidak dalam suasana hati yang buruk atau sedih; murung.


Samakah Humor dengan Komedi?
 

Tawa bisa hadir dari mana saja asalnya. Bisa dari ucapan, gerak tubuh, dan sebagainya yang dilakukan secara sengaja (komedi) ataupun tidak disengaja (humor). Tawa yang disebabkan secara tidak sengaja biasanya timbul dari hal-hal yang tidak direncanakan, misal melihat seseorang yang terpeleset kulit pisang dan sebagainya.

Sementara tawa yang disebabkan secara sengaja (komedi) biasanya muncul karena memang direncanakan untuk menciptakan tawa, misal menciptakan narasi yang tidak pernah terpikirkan namun memang ada di kehidupan sehari-hari. Jadi, humor dan komedi adalah dua hal serupa yang menghasilkan tawa, tapi dengan cara yang berbeda.

Panggung, Sorot
Sumber: pexels.com

Di Indonesia, humor dan komedi merupakan hal yang menjadi konsumsi masyarakat setiap harinya. Saat era sebelum populernya televisi, komedi atau lawak dapat dinikmati masyarakat dengan wujud sebuah pertunjukan seperti lenong atau ketoprak. Sementara ketika televisi dan internet sudah menjadi populer seperti hari ini, komedi atau lawak muncul dalam wujud tayangan di layar kaca.

baca juga: kisah inspiratif Pandji Pragiwaksono: Komedi Tunggal Sebagai Wujud Cinta Indonesiaa

Beberapa pertunjukan dan tayangan komedi atau lawak yang ada di Indonesia, yakni lenong, ketoprak, serta stand up comedy. Meski ketiganya disebut sebagai suatu komedi atau lawak, semuanya memiliki perbedaan yang secara signifikan.

Lenong
 

Lenong biasa disebut sebagai teater tradisional Betawi. Muncul dan berkembang sejak akhir abad ke 19, lenong merupakan hasil adaptasi dari “komedi bangsawan” dan “teater stambul” yang lebih dulu muncul pada masa itu. Dalam suatu pertunjukan, lenong biasanya berisi sebuah cerita atau skenario yang di dalamnya terkandung banyak unsur, mulai dari lelucon hingga pesan moral. Lenong seperti sarana masyarakat pada masa itu untuk menyampaikan suatu pesan baik atau pesan moral dengan lelucon dan tidak jarang juga kalau lenong dijadikan sarana untuk satire terhadap keadaan.

Lenong, Betawi
Sumber: wikimedia.org

Dalam pertunjukkannya, biasanya lenong diiringi musik gambang kromong. Gambang kromong sendiri adalah seni musik dari betawi yang memadukan instrumen gamelan dengan instrumen Tionghoa. Unsur Tionghoa memang cukup kental membaur dengan kebudayaan Betawi, terlebih dalam lenong. Meski begitu, bahasa yang digunakan dalam lenong tetap bahasa Indonesia yang menggunakan logat Betawi. Saat ini lenong sudah mulai jarang ditemui, tapi di beberapa daerah yang kental dengan budaya Betawi, lenong masih rutin dipertunjukkan.

Ketoprak
 

Ketoprak adalah kesenian teatrikal tradisional Indonesia. Ketoprak sangat populer di daerah Jawa Tengah dan Jawa timur. Kesenian yang identik dengan bunyi tepukan antara telapak tangan dan alat musik tradisional yang menghasilkan suara atau bunyi prak, prak. Ketoprak sering dianggap sebagai teater rakyat yang bertujuan untuk menghibur masyarakat setempat.

Pertunjukkan resmi pertama yang diadakan adalah pada tahun 1900-an. Seiring berjalannya waktu, ketoprak berkembang menjadi beberapa jenis, di antaranya ada ketoprak lesung, ketoprak gamelan, ketoprak panggung dan lainnya.

Ketoprak, Komedi, Lawak
Sumber: bluepackerid.com

Dalam suatu pertunjukkan, ketoprak biasanya berisikan cerita atau narasi yang sarat akan makna. Banyak juga ceritanya yang mengadaptasi cerita-cerita masyarakat luas yang memang sudah berkembang sebelumnya. Didukung dengan kostum yang sesuai dengan alur cerita yang dibawakan dan diiringi dengan alat musik tradisional membuat cerita semakin hidup. Sama seperti lenong, popularitas ketoprak mulai redup secara luas. Namun di beberapa daerah di Jawa ketoprak tetap dibudayakan, salah satunya oleh Siswo Budoyo di daerah Tulungagung, Jawa Timur.

Kamu tipe introvert apa extrovert? yuk tes minat bakat di kinibisa

Grup Lawak
 

Grup lawak merupakan konsep dalam lawak yang dalam pementasan atau tayangannya melibatkan 3-5 orang. Gaya komedinya lebih bebas, segar, dan kaya akan improvisasi yang mencirikan lelucon-lelucon kehidupan anak muda. Grup lawak populer sejak tahun 90-an hingga 2000an awal dengan banyaknya kompetisi serta tayangan-tayangan yang bertujuan untuk menghibur masyarakat Indonesia. Banyak bermunculan grup lawak yang berasal dari berbagai daerah dan beberapa yang dikenal adalah Cagur, Patrio, 4 Sekawan dan masih banyak lagi.

Warkop
Sumber: cinemapoetica.com

Sementara grup lawak yang cukup konsisten muncul di layar kaca televisi adalah Warkop yang kemudian menjadi Warkop DKI. Warkop DKI menjadi salah satu grup lawak yang sukses dan masih terus diingat hingga hari ini oleh masyarakat luas, meski anggotanya hanya menyisakan Om Indro seorang diri. Namun, siapa yang menyangka kalau awal kemunculan Warkop DKI justru di radio Prambors dengan nama Warkop Prambors.

Seiring banyaknya tawaran pekerjaan yang mengharuskan mereka muncul di layar kaca dan masuknya sosok Om Indro yang menggantikan Nunu dan Rudy, secara resmi nama mereka menjadi Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro). Tapi dalam tayangan grup lawak, yang biasanya berisikan cerita yang lebih berfokus pada leluconnya saja, kurang memasukkan unsur pesan moralnya.

Stand Up Comedy
 

Komedi atau lawak terakhir yang berkembang di Indonesia dan menjadi populer beberapa tahun ke belakang, yakni stand up comedy (SUC). SUC dilakukan oleh seseorang yang berada di belakang stand mic yang menghadap ke arah penonton. SUC memang disengaja untuk menciptakan tawa para penonton yang menyaksikannya.

Gaya lawak yang juga berkembang di benua Eropa dan Amerika ini, biasanya berisikan skenario dengan beragam makna. Di kebanyakan negara, SUC berisi sebuah satire atau sindiran yang ditujukan untuk keadaan atau fenomena yang memunculkan beragam respons.

Dalam penyampaian skenario SUC, haruslah berisi set up dan punch line. Set up dan punch line adalah yang membuat SUC beda dari komedi lainnya. Keserasian keduanyalah yang akan membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Punch line yang mematahkan set up yang menjadi kunci keberhasilan dari para komika yang membawakan skenario. Di Indonesia, perkembangan SUC dimulai dari komunitas-komunitas yang ada di banyak daerah yang kemudian mengikuti kompetisi SUC yang salah satu diselenggarakan oleh beberapa stasiun televisi.

Tayangan yang membuat SUC menjadi populer di Indonesia adalah Stand Up Comedy Indonesia yang ditayangkan di Metro TV dan Kompas TV. Beberapa komika yang sukses hingga saat ini, di antaranya Raditya Dika, Ernest Prakasa dan Pandji Pragiwaksono.

Mic, Stand
Sumber: pexels.com


Pada dasarnya keempat komedi atau lawak tersebut tujuannya sama, yakni untuk menciptakan tawa. Namun cara serta pengemasannya saja yang berbeda. Komedi atau lawak sama saja seperti cara yang disengaja untuk membuat orang lain tertawa. Dengan kata lain, memaksa orang menertawakan apa yang disampaikan. Tempat kemunculan dan perkembangan komedi atau lawak tersebut jugalah yang menentukan tingkat kepopulerannya.

SUC sampai saat ini populer dibanding komedi yang lain. Beberapa alasannya adalah karena tempat kemunculan dan berkembangnya di Jakarta, ditayangkan di televisi dan Youtube, serta berelasi dengan kegelisahan kehidupan sehari-hari.

Jadi, jangan lupa untuk tersenyum dan tertawa ya, Kibiers!

0 Comments