span 1 span 2 span 2

News

Semua Heboh Corona, Kamu Tahu Kalau Demam Berdarah di Indonesia Lebih Gawat?
Oleh : Vitorio Mantalean
18 Maret 2020
Dibaca Normal 3 Menit

News Overview

DBD
Sumber: www.dara.co.id

Semua orang membicarakan soal virus corona. Apalagi, virus yang menimbulkan penyakit Covid-19 ini sudah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia, WHO, sebagai pandemic global.

Seperti yang kamu tahu, Indonesia pun akhirnya tak kebal dari virus yang satu ini. Total, sampai 13 Maret 2020 siang, pemerintah Indonesia sudah mendeteksi 34 kasus Covid-19 yang berujung  2 kematian. Enam pasien dinyatakan sudah sembuh.

Tapi, kita semua lupa bahwa ada penyakit yang tak kalah gawat dan mengancam daripada Covid-19. Penyakit lama yang sampai sekarang tak kunjung reda: demam berdarah dengue (DBD). Dalam tiga bulan awal tahun ini, torehan kasus DBD di Indonesia cukup tinggi. Ditambah lagi, persebaran DBD luas sekali hingga ke berbagai pelosok.


dbd
Sumber: 
www.radartasikmalaya.com

Dikutip dari CNN Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sejak Januari 2020 hingga hari ini sudah ada 17.820 kasus DBD di Indonesia. Jumlahnya kemungkinan akan terus melonjak. Soalnya, pada bulan pertama 2020, jumlah kasus DBD di Indonesia baru 1.358, menurut Kompas.com. Penyebarannya sangat cepat jika melihat jumlah kasus DBD saat ini.

Hari ini, tiga provinsi yang paling parah terpapar DBD yakni Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur.

Ada 3.431 kasus DBD di Lampung, 2.732 kasus di Nusa Tenggara Timur, dan 1.761 kasus di Jawa Timur.

Nusa Tenggara Timur bukan hanya mencatatkan tingginya kasus DBD. Provinsi yang berbatasan dengan Timor Timur ini pun punya torehan buruk soal keberhasilan menangani kasus DBD.

Hingga saat ini, Nusa Tenggara Timur jadi wilayah dengan kematian akibat DBD paling tinggi seantero negeri. Ada 32 nyawa melayang di Nusa Tenggara Timur, dari total 104 kematian akibat DBD di Indonesia sejak 1 Januari 2020.

DBD
Sumber:
cloudfront.net

Menurutmu, kenapa ya Nusa Tenggara Timur bisa segitu parahnya? Jawabannya yakni soal lingkungan. Wilayah Nusa Tenggara Timur disebut punya banyak tempat yang cocok untuk perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. Kondisi ini makin parah karena tidak ada pencegahan yang oke buat menumpas sarang nyamuk yang warnanya belang-belang itu.

Nah, kamu pun mesti waspada terhadap DBD, ya. Enggak lucu banget kalau di musim penuh ujian seperti ini, kamu malah jatuh sakit dan harus terbaring di atas ranjang opname.

Pastikan selalu kebersihan kamar, rumah, dan kelasmu. Jangan biarkan nyamuk berkembang-biak dengan cara sering-sering kuras bak mandi dan menutup genangan-genangan air. Rajin-rajin menyemprot kamar dengan pembunuh serangga tentu tak usah dibilangin lagi, kan?

Oh, ya, satu lagi. Pakai lotion antinyamuk ke mana-mana ya.

Kalau kamu masih mau tahu lebih jauh soal wilayah-wilayah mana di Indonesia yang paling parah kena DBD, ini dia. Biar tak hanya corona-corona melulu, walaupun virus corona juga harus tetap kamu waspadai.

  1. Lampung (3.423 kasus)
  2. NTT (2.711 kasus),
  3. Jawa Timur (1.761 kasus),
  4. Jawa Barat (1.420 kasus),
  5. Jambi (703 kasus)
  6. Jawa Tengah (648 kasus)
  7. Riau (602 kasus)
  8. Sumatera Selatan (593 kasus)
  9. DKI Jakarta (583 kasus)
  10. NTB (558 kasus).

0 Comments