span 1 span 2 span 2

News

Pro dan Kontra Social Experiment channel Baim Paula
Oleh : Halimah Nusyirwan
17 Mei 2019
Dibaca Normal 5 Menit

News Overview

Maraknya social experiment yang dilakukan oleh lembaga (seperti UNICEF dan WWF) maupun orang-orang lainnya untuk mengangkat isu atau kekhawatiran yang berbeda-beda tergantung dengan apa yang ingin mereka sampaikan pada masyarakat atau masalah apa yang terjadi di masyarakat tersebut, merupakan salah satu cara yang dianggap efektif serta paling digemari oleh masyarakat.

Maksud awal dilakukannya social experiment biasanya didasari oleh rasa keingin tahuan mengenai reaksi orang-orang mengenai suatu hal. Kebanyakan dari eksperimen tersebut juga digunakan untuk menyadarkan masyarakat akan suatu masalah yang dianggap meresahkan. Menjamurnya dunia digital dan per-youtube-an kini memunculkan banyak youtuber-youtuber di berbagai belahan dunia yang menjadikan social experiment sebagai konten mereka. Social experiment pun kini menjadi suatu tren yang dikenal oleh masyarakat modern dan hal ini membuat banyak orang berlomba-lomba menyajikan tontonan dengan konsep social experiment yang berbeda-beda pula.

Kalian pasti familiar dengan artis tanah air kita, Baim Wong kan? Fenomena tren ini rupanya juga terkenal di kalangan youtubers dan artis Indonesia, salah satunya adalah channel Youtube Baim Paula. Video eksperimen yang dilakukan oleh Baim Paula kerap menjadi trending di Youtube Indonesia dan berhasil menarik banyak penonton, terutama generasi muda.


Apa Itu Social Experiment dan Sisi Positif dari channel Baim Paula
 

Baim membantu orang yang membutuhkan
Sumber: youtube.com

Social experiment merupakan salah satu tipe penelitian di bidang Psikologi dan Sosiologi yang dipraktekkan secara langsung di masyarakat untuk melihat bagaimana orang-orang bereaksi atau bertindak di berbagai situasi tertentu dan salah satu bentuknya dikenal dengan nama prank.

Awal mula tercetusnya ide menggunakan konten ini diakui oleh Baim berasal dari hobinya yang suka menjahili orang-orang dengan tujuan sembari membagi rezeki pada orang-orang yang membutuhkan. Baim juga pada awalnya mengira bahwa konten yang ia lakukan disebut sebagai prank saja, namun banyak dari penontonnya yang memberi tahu Baim bahwa apa yang ia lakukan termasuk ke dalam bentuk social experiment

Tak hanya itu, akun Baim Paula menyajikan berbagai jenis social experiment atau prank dengan menampilkan berbagai karakter khas, seperti Kakek Kampret, Otong Verhouven, dan Sabrina. Ada pula karakter-karakter lainnya yang tidak diberi nama khusus, seperti ketika Baim menjadi orang gila, pemulung, penjual tisu, dan banyak lainnya.

baca juga: Maraknya Body Shaming di Tengah Masyarakat

Pada awalnya, niat Baim untuk membantu orang-orang yang membutuhkan menjadi salah satu alasan mengapa ia membuat konten bertemakan eksperimen sosial ini. Berawal dari kejahilan, Baim membawa para penontonnya untuk melihat sisi lain kehidupan dan sifat orang-orang. Dengan menjadi berbagai karakter tersebut, Baim ingin mengetahui bagaimana reaksi orang-orang ketika ia menjadi karakter tersebut dan Baim akan memberikan bantuan pada orang-orang yang menurutnya baik dan layak untuk dibantu.

komentar di youtube BaimPaula
Sumber: youtube.com

Tujuan dan niat baik Baim tersebut rupanya disukai oleh penontonnya. Video-video social experimentnya sering masuk ke trending Youtube Indonesia dan ditonton oleh jutaan viewersnya. Tak sedikit dari para fans dan penontonnya yang kagum dengan kebaikan Baim Paula yang jauh dari kesan sombong dan mau terjun langsung membantu masyarakat yang kurang mampu. Hal ini membuat para penontonnya sangat mendukung channel Youtube Baim Paula untuk semakin berkembang demi menyajikan konten-konten positif yang bermanfaat bagi banyak orang. Bahkan, para penontonnya kini memiliki sebutan tersendiri, yaitu Pasukan Anti Skip Iklan, sebagai bentuk dukungan mereka agar Baim dapat terus memberikan bantuan untuk orang-orang yang kurang mampu diluar sana.

Penanaman Stigma Negatif dan Pergerseran Nilai Social Experiment Saat Ini
 

Baim menyamar jadi orang gila
Sumber: youtube.com

Meskipun banyak masyarakat yang memuji dan menyukai konten social experiment Baim Paula, ada juga masyarakat yang memiliki pandangan berbeda mengenai hal ini.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh tim Kinibisa, maraknya tren social experiment saat ini yang dilakukan oleh youtubers Indonesia membuat sebagian masyarakat justru khawatir akan merubah atau menggeser nilai dari tujuan utama dari eksperimen tersebut. Banyak youtubers masa kini yang melakukan social experiment hanya untuk mengejar views dan konten yang berujung pada naiknya penghasilan mereka melalui penonton tersebut. Hal ini lah yang memicu beberapa kelompok orang meragukan apa yang Baim Paula lakukan melalui konten dengan tema tersebut. Hilangnya esensi dari social experiment menjadi suatu kekhawatiran yang menimbulkan kontra di kalangan masyarakat dan hal tersebut juga terjadi pada pandangan orang-orang terhadap konten dari akun Baim Paula.

baca juga: Bahaya Media Sosial pada Kesehatan Mental

Selain itu, social experiment kerap berkaitan dengan isu-isu sensitif seperti halnya orang gila yang menjadi salah satu karakter yang kerap Baim tiru ketika melakukan eksperimennya. Hal ini rupanya juga mengundang kritik dari sekelompok masyarakat yang memiliki kekhawatiran tersendiri mengenai stigma yang melekat pada ‘orang gila’. Mereka takut bahwa dengan akting Baim yang pura-pura menjadi orang gila tersebut akan semakin menguatkan atau menanamkan stigma buruk pada orang yang mengalami gangguan mental dan memperburuk kesan negatif yang membuat orang semakin takut pada orang yang memiliki penyakit kejiwaan tersebut. Banyak yang menganggap bahwa orang gila tidak seharusnya dijadikan bahan candaan dan sebaiknya dibantu dan jangan dibuat kesan menakutkan karena mereka yang mengalami gangguan mental tersebut biasanya memiliki kehidupan yang kurang beruntung dan membutuhkan bantuan, baik dari masyarakat sekitar maupun pemerintah.


Dalam menilai sesuatu, tentu kita tidak bisa menilai dari satu sisi saja. Setiap pro dan kontra memiliki landasannya sendiri. Cara masyarakat dalam menilai dan memandang konten dari akun Baim Paula pun juga berbeda, tergantung dari sudut apa kita menilai hal tersebut. Walaupun Baim tidak bermaksud ataupun memiliki tujuan untuk memperparah masalah ini, tak bisa dipungkiri bahwa ketika membawa isu sensitif seperti ini akan ada orang-orang yang tidak setuju dan melihat hal ini dari pandangan atau kacamata yang berbeda-beda. Nah. sekarang kalau kalian bagaimana? Cenderung lebih banyak melihat sisi positifnya? Atau justru melihat hal ini sebagai suatu masalah baru?

0 Comments