span 1 span 2 span 2

News

Perkembangan Korean Wave di Indonesia
Oleh : Halimah Nusyirwan
09 November 2018
Dibaca Normal 6 Menit

News Overview

Fenomena Korean Wave (K-Wave) atau yang dikenal dengan nama Hallyu, mulai masuk ke berbagai negara di Asia dan meluas seiring berkembangnya  kecanggihan teknologi dan akses internet yang semakin mudah di era globalisasi ini. Hal ini membuat persebaran budaya tak lagi mustahil dengan adanya platform seperti Youtube, Facebook, Twitter, dan masih banyak lainnya.


Melalui sejarah yang panjang, Korean Wave berhasil memperkenalkan budaya Korea Selatan. Mulai dari drama, musik, makanan, fashion, dan hal-hal lainnya, kini kebudayaan Korea semakin dikenal oleh dunia dan menjadi bagian lekat dari kehidupan masyarakat negara-negara lain termasuk Indonesia sendiri.

Menurut data dari Korea Tourism Organization (KTO), pada tahun 2008, jumlah pengunjung asal Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan tercatat sebanyak 80.000 dan semakin meningkat setiap tahunnya. Bahkan, pada tahun 2017, data tersebut sudah mencapai 230.000 pengunjung. Hal ini menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat Indonesia pada Korea Selatan, khususnya setelah masuknya Korean Wave ke Nusantara.

Awal Mula Kemunculan Korean Wave
 

Drama Jewel in the Palace menjadi bukti perkembangan Korean Wave di Indonesia
Drama Jewel in the Palace (2003) Menjadi Bukti Perkembangan Korean Wave di Indonesia
Sumber: dramafever.com

Jika membahas Korean Wave atau Hallyu, pastinya istilah tersebut sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Korean Wave sendiri merupakan nama dari fenomena populernya kebudayaan Korea di berbagai belahan dunia. K-Wave mulai masuk ke berbagai negara di Asia pada akhir tahun 1990-an. Pada awalnya, K-Wave menargetkan pasar China untuk menyebarkan budaya tersebut. Akhirnya setelah hal tersebut berhasil dikenal di China, mulailah Korean Wave melebarkan sayapnya ke negara Asia lainnya seperti Jepang hingga ke negara-negara Asia Tenggara

Di Indonesia sendiri, Korean Wave sudah mulai dikenal sejak awal tahun 2000-an setelah sebelumnya industri entertainment dan televisi Indonesia dihiasi oleh tayangan-tayangan dari Jepang (ex: One Litre Of Tears (2005)) dan Taiwan (ex: Meteor Garden (2001)). Kemunculan Korean Wave pertama kali ditandai dengan kehadiran drama-dramanya yang berhasil memikat penonton Indonesia. Jewel in the Palace (2003) merupakan salah satu drama yang paling terkenal di Indonesia.

Ceritanya yang berlatar belakang Korea saat jaman dulu tersebut sukses membuat para penonton tergila-gila dan menyukai drama tersebut. Winter Sonata, Endless Love, dan Autumn in My Heart juga sukses menarik perhatian penonton Indonesia kala itu dengan keunggulan ceritanya masing-masing. Indosiar merupakan stasiun televisi yang kerap menayangkan drama-drama tersebut.

Populernya drama Full House (2004) yang diperankan oleh Rain dan Song Hye Kyo, serta Boys Before Flowers (2009) yang membuat banyak penonton wanita tergila-gila dengan aktor Lee Min Ho tersebut membuat fenomena K-Wave di Indonesia semakin merajalela. Maraknya drama-drama Korea yang masuk ke Indonesia seakan membuka jalan baru untuk kebudayaan Korea lainnya untuk masuk ke tanah air.

Pengaruh Korean Wave pada Kehidupan Masyarakat


Merebaknya fenomena Korean Wave di berbagai negara di dunia juga dapat dilihat di Indonesia. Besarnya dampak yang diberikan pada masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia, membuat Korean Wave berkembang dengan pesat. Banyaknya produk budaya Korea yang kini semakin sering kita lihat dimana-mana menunjukkan bahwa fenomena ini sudah tidak asing lagi dan bahkan sudah melekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Pertelevisian dan Perfilman
 

KBS World
KBS World
Sumber: kbsworld.kbs.co.kr

Berkembangnya K-Wave di Indonesia membuat banyak penonton Indonesia semakin menggemari drama Korea dan dulu bahkan mereka rela membeli DVD bajakan hanya demi menonton berbagai drama tersebut. Melihat besarnya dampak drama-drama serta program TV atau reality show Korea di masyarakat Indonesia, akhirnya layanan tv kabel dengan channel-channel Korea mulai masuk ke Indonesia dan hal ini membuat penonton semakin mudah dalam mengakses hal tersebut.

Tak hanya drama dan reality show, film-film Korea juga mulai digandrungi masyarakat dan hal ini meningkatkan permintaan pasar untuk menayangkan film-film Korea di bioskop Indonesia. Munculnya Blitz Megaplex, yang kini berganti nama menjadi CGV, di berbagai kota Indonesia menjadi salah satu contoh jalan keluar untuk memudahkan masyarakat dalam menonton film Korea karena bioskop ini dikenal sebagai satu-satunya bioskop yang juga menayangkan film-film festival dan film dari negara lainnya.

Tak hanya dramanya, reality show Korea juga disukai oleh penggemar Korean Wave Indonesia. Acara TV seperti Running Man, Weekly Idol, dan We Got Married serta program tv lainnya sukses menarik perhatian penonton Indonesia dan bahkan banyak acara-acara TV Indonesia yang terinspirasi dari format acara tersebut seperti contohnya yaitu Mission X yang ditayangkan di Trans TV.

Drama Korea juga banyak menginspirasi sinetron dan film Indonesia. Bahkan salah satu dramanya yang berjudul You Who Came From the Stars pernah dibuat versi sinetron Indonesianya dengan judul Kau Yang Berasal dari Bintang (2014) walaupun hal tersebut sempat menjadi kasus karena dituding menjiplak tanpa izin resmi dari tim produksi drama aslinya.

Makanan
 

Makanan Khas Korea Selatan
Makanan Khas Korea Selatan
Sumber: freepik.com

Banyaknya adegan drama Korea yang menampilkan makanan mereka, mulai dari jajanan pinggir jalan, makanan rumah, hingga berbagai jenis restoran yang menyajikan makanan khas mereka tentunya membuat penonton drama-drama tersebut tertarik dengan makanannya. Korea Selatan sendiri dikenal kaya dengan kulinernya. Jajanan pasarnya yang unik dan menarik hingga budaya makanan rumah mereka yang memiliki banyak jenis lauk (side dish) tersebut sukses membuat banyaknya pebisnis kuliner lokal dan luar negeri melihat peluang besar untuk memulai bisnis makanan Korea di Indonesia.

Hal ini akhirnya terlihat dari semakin mudahnya restoran dan supermarket Korea yang ditemukan semenjak masuknya Korean Wave ke tanah air. Jika dulu restoran makanan Korea susah untuk ditemui, kini banyak restoran Korea yang terletak di berbagai lokasi, khususnya Jakarta, yang menjadi favorit penggemar budaya Korea seperti contohnya yaitu Mujigae, Kyochon, Mr. Park, Chung Gi Wa, Ojju, dll. Bahkan supermarket seperti Lotte Mart dan K-Mart juga menjadi bukti besarnya dampak Korean Wave dalam menyebarkan budaya makanan Korea Selatan di tengah masyarakat dilihat dari besarnya antusiasme masyarakat pada hal-hal seperti ini.

Beauty and Fashion
 

Gaya Fashion ala Korea Selatan
Gaya Fashion ala Korea Selatan
Sumber: wordpress.com

Selain hal-hal yang sudah disebutkan di atas, menjamurnya produk kecantikan asal Korea juga berdampak pada banyaknya toko brand kecantikan seperti Innisfree, Etude House, dll., yang semakin mudah ditemukan di pusat perbelanjaan ibu kota. Hal ini dikarenakan orang-orang tertarik dengan kecantikan baik perempuan dan laki-laki Korea Selatan, khususnya para artis mereka yang dikenal memiliki kulit putih dan mulus.

Tak jarang banyak pengunjung Indonesia yang menjadikan produk kecantikan Korea sebagai oleh-oleh setiap kali mereka mengunjungi negara tersebut. Hal ini juga berdampak pada populernya tampilan make-up ala Korea Selatan yang kini banyak digemari generasi muda Indonesia. Make-up ala Korea ini muncul dari maraknya budaya K-Pop yang menampilkan artis-artis mereka dengan gaya make-up baru dan khas atau identik dengan kecantikan masyarakatnya sendiri.

Tak ketinggalan, gaya berpakaian ala Korea Selatan juga kini digunakan para generasi muda Indonesia. Banyak anak muda Indonesia yang terinspirasi dari perkembangan budaya fashion Korea Selatan, seperti gaya street style Korea seperti yang kerap terlihat di televisi dan digunakan oleh para artis asal negeri ginseng tersebut. Bahkan tak jarang anak muda Indonesia yang mengikuti gaya berpakaian artis-artis Korea idaman mereka. Hal ini membuat banyaknya online dan offline shop yang menjual berbagai pakaian ala Korea yang menjadi favorit anak-anak muda Indonesia.


Pemerintah Korea Selatan sendiri melihat Korean Wave sebagai faktor terbesar dan terpenting dalam kontribusi pembangunan negara mereka. K-Wave kini menjadi daya tarik utama pariwisata Korea Selatan yang tentunya berdampak baik pada perekonomian dan hubungan kerja sama negara Korea Selatan dengan negara-negara lainnya. Di Indonesia sendiri, K-Wave membuat hubungan bilateral Korea Selatan-Indonesia semakin kuat dengan banyaknya kerja sama serta bisnis yang dilakukan. Produk-produk asal Korea Selatan pun semakin banyak diimpor masuk ke Indonesia.

Banyaknya kebudayaan Korea Selatan yang lekat dengan kehidupan masyarakat menunjukkan bahwa budaya dari negeri ginseng tersebut berhasil menyebar dan berkembang dengan pesat di Indonesia. Hal ini menjadi bukti betapa kuatnya pengaruh Korean Wave sehingga budaya tersebut kini sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Meskipun pengaruh Korean Wave ini terkesan mendominasi, akan tetapi hal tersebut tidak akan menghilangkan nilai budaya asli Indonesia asalkan masyarakat tetap melestarikan kebudayaan asli Indonesia di tengah banyaknya kebudayaan negara lain yang masuk ke negeri sendiri.

Baca juga artikel Menjamurnya K-POP di Tengah Generasi Muda Indonesia

0 Comments