span 1 span 2 span 2

News

Pentingkah Adanya Perjanjian Pra-Nikah?
Oleh : Barlyant Vici Wijaya
12 Agustus 2019
Dibaca Normal 3 Menit

News Overview

Rasa-rasanya perjanjian pra-nikah masih sangat jarang dilakukan bagi pasangan calon pengantin yang akan mengucap janji sehidup semati. Bahkan di Indonesia sendiri, perjanjian pra-nikah belum begitu diperhatikan. 

Padahal perjanjian pra-nikah itu sendiri sudah diperbolehkan asalkan tidak bertentangan dengan aturan hukum, nilai moral, kesusilaan, adat, dan agama, sesuai dengan aturan dalam pasal 29 UU No. 1 Tahun 1974.

Lalu seberapa pentingnya perjanjian pra-nikah harus dilakukan? Berikut adalah penjelasannya:


Lebih Mengenal Calon Pasangan
 

cinta kasih
Sumber: idntimes.com

Sebelum mengucapkan janji sehidup semati, kedua belah pihak pastinya ingin lebih mengenal calon pasangannya bukan? Membuat perjanjian pra-nikah bisa membuat calon pasangan bisa saling terbuka tentang apa saja yang tidak disukai dan juga disukai. Ini berguna agar hubungan yang akan datang dapat berjalan kooperatif juga mereduksi potensi pertengkaran.

Terhindar Dari Maksud Buruk
 

Tak jarang kita sering mendengar istilah menikah karena harta, dijodohkan, hingga menikah karena ikatan bisnis. Melakukan perjanjian pra-nikah dengan calon pasangan bisa menghindari kedua calon pasangan dari maksud buruk tersebut ,mengetahui alasan dari kedua belah pihak ingin menikah sangat penting.

Tetap Hemat
 

hemat
Sumber: glints.com

Setiap orang pasti memiliki sifat konsumtif atas dasar hobi atau barang kesukaan, menggunakan uang untuk hal-hal yang nilai esensinya kurang begitu jelas. Perjanjian pra-nikah dapat membuat anda terhindar dari membeli barang-barang atau gaya hidup yang nilai kegunaannya tidak esensial dengan pernikahan.

Dengan perjanjian pra-nikah, kedua calon pasangan dapat sepakat menaati aturan-aturan yang telah dibuat untuk tidak menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak begitu penting bagi kelangsungan pernikahan.

Pemisahan Harta
 

Jika kalian adalah pasangan yang hard worker, perjanjian pra-nikah untuk membicarakan pemisahan harta benda dan surat-surat penting adalah hal yang wajib dibuat sebelum menikah. Apabila kesepakatan pembagian harta baru dibuat setelah pernikahan maka perjanjian tersebut menurut hukum batal dan wajib dicatatkan ke tempat pencatatan pernikahan. 

Kedua calon pasangan harus membuat kesepakatan tidak adanya percampuran harta selama pernikahan berlangsung karena apabila terjadi perceraian dan kematian dari salah satu pasangan maka pembagian harta bisa sesuai dengan perjanjian pra-nikah yang sudah disetujui bersama.

Tanggung Jawab Kepada Buah Hati
 

buah hati
Sumber: detik.net.id

Kedua calon pasangan wajib tahu kalau anak yang dilahirkan dari hasil pernikahan itu tidak minta untuk dilahirkan, tapi orang tuanya lah yang menghadirkan anak tersebut ke dunia. Maka biaya hidup, fasilitas, dan pendidikan anak adalah hal yang perlu ditanggung jawabkan oleh kedua calon pasangan. 

Perjanjian pra-nikah tentang apa yang perlu diakomodasikan sebelum calon buah hati lahir penting untuk dilakukan. Ini berguna untuk menjamin kesejahteraan anak, baik selama pernikahan berlangsung maupun setelah perceraian.


Dari segi hukum maupun finansial, perjanjian pra-nikah menjadi langkah bijaksana sebelum kedua calon pasangan melangsungkan pernikahan untuk menjamin kesejahteraan keuangan maupun batin dari kedua belah pihak, terutama anak yang akan dilahirkan nanti.

0 Comments