span 1 span 2 span 2

News

Pemanfaatan Thread "KKN di Desa Penari" oleh Beberapa Oknum Kepentingan
Oleh : Barlyant Vici Wijaya
16 September 2019
Dibaca Normal 5 Menit

News Overview


Sumber: ytimg.com

Ceritanya sudah berhenti, namun perbincangannya masih terus berlanjut. Thread “KKN di Desa Penari” sudah berbulan-bulan lalu diunggah oleh pemilik akun Twitter SimpleMan. Berawal dari pemilik akun yang mengunggah cerita berdasarkan pengalaman kisah nyata orang lain pada tahun 2009, cerita KKN di Desa Penari mampu memikat rasa penasaran masyarakat Indonesia.

Tidak hanya itu cerita KKN di Desa Penari mampu bersaing dengan pemberitaan nasional lainnya di Indonesia. Hampir satu bulan lamanya cerita KKN di Desa Penari sudah disiarkan di acara-acara TV, menjadi highlight portal berita online, konten untuk para Youtubers, hingga konten artikel seperti yang kalian baca ini.

Lalu apakah pemanfaatan thread “KKN di Desa Penari” oleh beberapa oknum kepentingan bisa menjadi ladang penghasil pundi-pundi rupiah? Kenapa banyak media-media yang meledakkan cerita KKN di Desa Penari ini? Apakah masyarakat suka dengan pemberitaan hiperbola KKN di Desa Penari? Lantas bagaimana thread “KKN di Desa Penari” bisa sampai se-viral ini?


Memenuhi Syarat Menjadi Populer
 


Sumber: 
okeinfo.net

Latar yang cukup kuat membuat cerita KKN di Desa Penari memenuhi syarat untuk menjadi populer. Detail lokasi diceritakan, meski nama kota dan desa disamarkan, peran dan jumlah tokoh jelas, meski ada beberapa pemain yang tidak diceritakan demi mempersempit cerita.

Cerita KKN di Desa Penari cukup dapat membuat orang yang membaca dan mendengarnya dibuat merinding. Detil dari setiap adegan yang mirip cerita urban legend Indonesia, rasanya itu sudah tidak asing didengar oleh telinga masyarakat Indonesia.

Baca juga: Cara Membuat Feeds Instagram Jadi Menarik

Cerita yang memenuhi syarat menjadi populer telah banyak mengundang ide kreatif para awak media dan content creator Indonesia, hingga membuat cerita KKN di Desa Penari ini sangat viral.

Mendatangkan Keuntungan
 


Sumber: 
nusantaratv.com

Kemudahan dalam mendapatkan akses informasi telah banyak membuat masyarakat harus berpikir kreatif dan di luar kotak. Seperti cerita KKN di Desa Penari yang banyak media-media telah blow up. Para media dan industri kreatif seakan tahu bahwa cerita horor memang sedang banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia.

Ditambah cerita KKN di Desa Penari memiliki horor yang berbeda dari cerita-cerita horor lainnya. Cukup dengan istilah “Kuliah Kerja Nyata” yang pasti dilakukan oleh hampir semua mahasiswa, dan bertempat di Desa Penari, judul semacam ini sangat menjual ketika media dan para content creator melakukan blow up secara hiperbola.

Maka dari itu apa yang masyarakat suka, pasti para awak media menyajikan itu. Entah seberapa penting dan faedahnya cerita tersebut, yang penting masyarakat mendapatkan fantasi dan para media yang memberitakannya mendapatkan keuntungan.

Mengundang Kontroversi
 


Sumber: 
brilio.net

Suka atau tidak sukanya masyarakat dengan sebuah pemberitaan, jika di dalam pemberitaan tersebut ada kontroversi atau perdebatan pasti cerita itu akan viral pada waktunya. Berawal dari simpang siurnya kebenaran dari cerita KKN di Desa Penari, sudah banyak membuat masyarakat bertanya-tanya dan membicarakan cerita KKN di Desa Penari melalui mulut ke mulut.

Bukan rahasia umum lagi jika ada pemberitaan yang sedang hangat dibicarakan, terutama ada unsur perdebatan pasti cerita tersebut akan viral di dunia digital. Petama kali dikenal melalui sebuah thread Twitter, lalu viral di Instagram, kemudian menjadi konten para Youtubers, hingga berakhir di siaran TV nasional. Sangat tidak mungkin jika cerita KKN di Desa Penari tidak menghasilkan keuntungan.

Baca juga: 12 Jenis Perlombaan Balap Motor

Yap, cerita KKN di Desa Penari mampu membuat masyarakat Indonesia menjadi gemar membaca dan berpikir kritits. Bagaimana tidak, thread “KKN di Desa Penari” jika dilampirkan dalam sebuah kertas bisa mencapai lebih dari 30 halaman. Alih-alih cerita ini akan menghilang pada waktunya, Penerbit Bukune justru mengeluarkan sebuah buku berjudul KKN di Desa Penari pada tanggal 13 September 2019 lalu.

Cerita Horor Masih Menjadi Favorit
 

Berapa banyak film horor yang sudah di produksi oleh pembuat film tanah air? Dan berapa banyak variasi hantu-hantu di Indonesia? Cerita tentang urban legend Indonesia memang sangat banyak, dari yang terkenal hanya di daerah, terkenal secara nasional, hingga terkenal sampai internasional pun ada. Lain tidak lain cerita KKN di Desa Penari bisa se-bombastis ini adalah karena genre horornya.

Dari dulu dan sejak kecil masyarakat Indonesia sudah dikonstruksikan oleh sosok hantu, mulai dari “jangan main petak umpet malam-malam nanti diculik kalongwewe” atau “awas nanti gulingnya berubah jadi pocong”, dari kata-kata seperti itu seakan kita ini sudah terbiasa hidup berdampingan dengan kisah-kisah horor.

Cerita KKN di Desa Penari yang dimanfaatkan oleh beberapa oknum kepentingan, itu karena cerita horornya yang mampu bersaing dengan pemberitaan lainnya. Meningkatkan para pembaca dan penonton, hingga nama media itu sendiri menjadi terkenal.


Itu dia sekiranya pemanfaatan thread “KKN di Desa Penari” oleh beberapa oknum kepentingan. Yang harus kalian tahu, para awak media dan content creator Indonesia pasti akan selalu menyajikan apa yang masyarakat inginkan.

Jadi jika salah satu di antara kalian merasa bosan dengan pemberitaan KKN di Desa Penari ini, kalian jangan merasa kesal ataupun marah, karena banyak masyarakat di luar sana yang masih mengonsumsi cerita KKN di Desa Penari ini.

0 Comments