span 1 span 2 span 2

News

Mengenal Seasonal Affective Depression (SAD)
Oleh : Aldrian Risjad
23 Juli 2019
Dibaca Normal 3 Menit

News Overview

 

Depresi
Sumber: tstatic.net

Salah satu gangguan kesehatan mental yang paling banyak terjadi adalah gangguan depresi. Pada dasarnya, depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli. Meskipun gangguan suasana hati terlihat seperti pernah dialami oleh semua orang, seseorang akan dapat dinyatakan mengalami depresi jika merasakan gangguan tersebut selama kurang lebih 2 minggu; merasa sedih, putus harapan, atau tidak berharga.

Secara umum, gejala depresi terbagi menjadi dua, yaitu gejala psikologis dan gejala fisik. Pada sisi psikologis, biasanya orang yang terkena depresi mengalami kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan, tidak stabil secara emosional, dan merasa putus asa. Sedangkan pada sisi fisik, penderita depresi biasanya mengalami kelelahan yang konstan, pusing dan rasa nyeri tanpa penyebab yang jelas, dan penurunan selera makan.

Selain itu, penyakit gangguan depresi pun ada banyak ragamnya. Salah satunya adalah Seasonal Affective Depression (SAD), yaitu gangguan depresi yang terjadi secara ‘musiman’. SAD juga dapat didefinisikan sebagai gangguan suasana hati yang terjadi setiap tahun pada waktu yang relatif sama. Jika kita pernah merasakan gangguan depresi pada bulan-bulan tertentu di setiap tahunnya, maka ada kemungkinan bahwa kita mengalami SAD.

Namun, apa sebenarnya penyebab SAD? Dan gejala apa saja yang terlihat pada penderita SAD?


Penyebab SAD
 

Dalam dunia medis dan psikiatri, belum ditemukan penyebab konkrit untuk gangguan SAD. Namun, berbagai pihak ahli medis berpendapat bahwa terdapat beberapa hormon manusia yang dipengaruhi oleh musim – seperti paparan sinar matahari. Diyakini bahwa perubahan hormonal inilah yang menyebabkan gangguan suasana hati tersebut.

Salah satu teori yang umum digunakan dalam menjelaskan penyebab SAD adalah bahwa pada musim dingin dimana paparan matahari lebih sedikit mengakibatkan otak memproduksi serotonin – hormon di jaringan otak yang mengatur suasana hati – dengan jumlah yang lebih sedikit.

Gejala pada penderita SAD
 

SAD
Sumber:  amazonaws.com

Karena berhubungan dengan musim, gejala SAD juga berbeda bagi yang mengalami SAD di musim panas dan di musim dingin. Berikut gejala pada kedua gangguan tersebut.

Gejala SAD musim dingin:

  • Energi yang sedikit
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kelelahan (fatigue)
  • Peningkatan nafsu makan
  • Peningkatan hasrat untuk sendirian
  • Kebutuhan akan tidur yang lebih tinggi
  • Peningkatan berat badan

Gejala SAD musim panas:

  • Penurunan nafsu makan
  • Kesulitan tidur
  • Penurunan berat badan

Baca juga: Kamu tipe introvert apa extrovert? yuk tes karakter di kinibisa

Cahaya Matahari
Sumber: photosofvermont.com


Jika kita merasa mengalami gangguan depresi setiap tahun pada waktu-waktu tertentu dan berulang terus menerus, sebaiknya kita berkonsultasi pada dokter atau psikiater. Selain dengan obat-obatan, biasanya mereka akan menganjurkan para penderita SAD untuk berjemur atau pergi keluar rumah di pagi hari untuk mendapatkan cahaya matahari.

0 Comments