span 1 span 2 span 2

News

Mengenal Livi Zheng dengan Segala Kontroversinya
Oleh : Barlyant Vici Wijaya
09 September 2019
Dibaca Normal 4 Menit

News Overview

Livi Zheng
Sumber: brilio.net

Nama Livi Zheng akhir-akhir ini cukup membuat heboh publik, pasalnya Livi Zheng kerap kali menyebutkan film yang ia sutradarai dapat menembus ajang penghargaan film bergengsi seperti Oscar. Sebenarnya siapakah sosok perempuan bernama Livi Zheng tersebut?

Masalah dan kontroversi seperti apa yang telah Livi Zheng perbuat, hingga banyak membuat netizen dan penghuni jagat dunia maya dibuat terheran-heran? Berikut penjelasan Kinibisa tentang Livi Zheng:


 Latar Belakang Livi Zheng


Livi
Sumber: mancode.id

Livi Zheng adalah seorang produser dan sutradara film asal Indonesia berdarah Tionghoa yang menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Livi Zheng yang lahir di Jawa Timur dan pernah bersekolah di Beijing, China ini adalah anak yang terlahir dari keluarga kaya raya.

Ayah Livi yang bernama Gunawan Witjaksono atau lebih dikenal dengan The Hok Bing adalah seorang yang memiliki aset-aset properti mewah di Kemayoran, Jakarta Pusat yang salah satunya adalah hotel 9 lantai Nam Centre.

Sedangkan ibu Livi yang bernama Lilik Juliati atau lebih akrab disapa dengan nama The Hok Bing adalah pendiri dari perusahaan rumah produksi Sun and Moon Films Limited Company (LLC), yaitu rumah produksi yang sudah memfasilitasi semua hasil karya film dari Livi Zheng.

Livi mempunyai adik kandung bernama Ken Zheng yang tidak lain adalah aktor dari film Brush With Danger yang Livi sutradarai sendiri beserta Livi menjadi aktris utama dari film tersebut.

Film yang Tembus Hollywood
 

BaliSumber: jakpost.net

Karya film Livi Zheng yang berjudul Brush With Danger dan Bali: Beats of Paradise banyak menuai kontroversi karena Livi kerap kali menyebutkan bahwa film yang ia sutradarai masuk ke dalam kategori film Best Picture dalam nominasi ajang bergengsi Oscar.

Livi yang mengembar-gemborkan karyanya tersebut kepada publik, membuat publik terpancing dan mulai mencari tahu Livi Zheng beserta karyanya yang masuk ke dalam nominasi tersebut. Namun publik dibuat kaget ketika film karya Livi Zheng yang ia katakan masuk ke dalam nominasi Oscar, ternyata tidak sesuai dengan ekspetasi publik.

Kabar film Livi yang masuk ke dalam nominasi Oscar sampai di telinga para sutradara film tanah air. Joko Anwar beserta John De Rantau dan beberapa pembuat film tanah air di pertemukan bersama Livi Zheng di acara Q&A salah satu stasiun televisi swasta tanah air.

Livi yang diajukan banyak pertanyaan seputar karyanya yang masuk ke dalam nominasi Oscar dibuat terheran-heran, nyatanya untuk masuk ke dalam penghargaan film bergengsi seperti Oscar tidak lah mudah dan membutuhkan proses waktu yang panjang, begitu kurang lebih yang dikatakan oleh John De Rantau.

Livi sendiri mengawali kariernya sebagai produser dan sutradara film dimulai sejak Juni tahun 2012, pengalaman ini cukup dianggap singkat untuk bisa menembus ajang nomiasi Oscar.

Film Brush With Danger yang Livi katakan masuk ke dalam nominasi Oscar faktanya hanya mendapat rating 4.5 dari 10 versi dari IMDb dan mendapatkan nilai 20 persen dari Tomatometer yang termasuk dalam kategori buruk. Sedangkan film Livi yang baru tayang agustus lalu Bali: Beats of Paradise hanya mendapat rating 2.0 dari 10 oleh IMDb.

Lebih Besar Nama daripada Karya
 

Zheng
Sumber: popbela.com

Berdasarkan dari banyaknya liputan tentang Livi Zheng yang beredar di media sosial Youtube, Livi yang namanya meloncat karena promosi hiperbola dari film Bali: Beats of Paradise dipertengahan tahun 2019, nyatanya sudah diundang beberapa kali oleh stasiun televisi swasta tanah air untuk menjadi sosok inspirasi yang mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional sejak tahun 2014.

Kontroversi Livi yang satu ini lagi-lagi cukup membuat banyak orang heran, pasalnya bagaimana bisa beberapa stasiun televisi swasta mengundang Livi berkali-kali dalam kurun waktu 4 tahun terakhir dengan memberitakan Livi Zheng sebagai sosok perempuan yang mengharumkan tanah air padahal karyanya tidak lebih akrab di dengar masyarakat Indonesia daripada namanya tersebut.

Livi kerap kali dikatakan oleh netizen tanah air sebagai seorang over confident yang justru terkesan “norak” dalam mempromosikan hasil karyanya. Hampir semua karya Livi ataupun testimoni dari film yang Livi produksi, terpampang nyata wajah Livi yang entah seberapa pentingnya wajah Livi masuk frame untuk menunjukan eksistensinya bahwa ‘ini saya lohh yang membuat filmnya’.

Testimoni dari para pejabat Indonesia juga dilibatkan untuk mempromosikan karyanya, contoh saja testimoni film Bali: Beats of Paradise yang dilakukan oleh Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Keamanan Luhut Binsar Panjaitan yang keduanya melakukan testimoni untuk merekomendasikan film Bali: Beats of Paradise wajib ditonton oleh masyarakat Indonesia.


Percaya diri dan punya ambisi tinggi boleh saja, tapi ingat! Jangan sampai menjadi “halu” dan membuat orang lain terganggu dengan kata-kata yang kalian lontarkan. Livi Zheng memang tidak salah, apa lagi niat Livi untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Promosi yang salah dan kata-kata Livi yang membuat banyak filmmaking Indonesia heran dengan nominasi film Best Picture penghargaan Oscar itu lah yang membuat Livi diserang oleh banyak netizen Indonesia. 

0 Comments