span 1 span 2 span 2

News

Mengenal Adiksi: Definisi, Komponen, dan Ciri
Oleh : Tim Kinibisa
11 April 2019
Dibaca Normal 5 Menit

News Overview

Adiksi atau yang lebih dikenal dengan istilah ketagihan, selama ini sering dikaitkan dengan penggunaan narkotika maupun obat-obatan terlarang secara berlebihan. Hal ini sesuai dengan definisi adiksi menurut DiClemente (2003) sebagai penyalahgunaan obat-obatan secara kompulsif dan tidak terkontrol. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, adiksi berkembang dengan memiliki jangkauan yang lebih luas dimana tidak hanya menyangkut ketergantungan pada suatu zat kimia melainkan juga pada sejumlah perilaku.


Adapun beberapa perilaku yang berpotensi menjadi adiksi tersebut, yaitu judi, internet, game, seks, cybersex, shopping, dan lain-lain. Sejalan dengan perkembangan tersebut, para tokoh psikologi mulai mendefinisikan adiksi sebagai istilah yang digunakan untuk menjelaskan cakupan mengenai ketergantungan zat-zat dan tingkah laku. Berikut ini merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai adiksi.

Definisi Adiksi
 

adiksi
Sumber: pexels.com

Definisi adiksi menurut beberapa ahli psikologi di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Menurut DiClemente: adiksi merupakan suatu kebiasaan yang dipelajari dan setelahnya sulit untuk dihentikan meskipun tingkah laku tersebut telah dilakukan secara berlebihan dan memiliki konsekuensi negatif (DiClemente, 2003).

  • Menurut Fenton, Aivadyan, dan Hasin: adiksi merupakan suatu pola tingkah laku yang ditandai dengan kontrol diri yang terganggu atau keterlibatan yang kompulsif dalam suatu perilaku tertentu walaupun telah mengetahui konsekuensinya yang membahayakan (Fenton, Aivadyan, & Hasin, 2013).

  • Menurut Marlatt: perilaku adiktif biasanya dialami secara berbeda oleh setiap individu sebagai “loss of control” dimana perilaku terus muncul meskipun telah adanya usaha untuk menghentikannya (Marlatt dalam Thombs, 2006).

  • Menurut Goodman: segala perilaku yang digunakan untuk menghasilkan kepuasan atau pelarian dari ketidaknyamanan internal secara kompulsif dapat menjadi adiksi (Goodman dalam Schaeffer, 2009).

  • Menurut Schneider: adiksi adalah suatu bentuk perusakan diri sendiri yang berhubungan dengan obat-obatan terlarang maupun perilaku (Schneider dalam Millam, 1990).

Komponen Adiksi
 

komponen adiksi
Sumber: pexels.com

Griffiths (2001) menjelaskan bahwa pola perilaku yang dapat dikatakan sebagai adiksi adalah seluruh perilaku yang memenuhi komponen inti dari adiksi, yaitu:

  • Salience, merujuk pada tingkah laku tersebut menjadi aktivitas yang paling penting dalam kehidupan seseorang dan cenderung mendominasi pikiran, perasaan, dan tingkah laku.

  • Mood modification merujuk pada pengalaman subjektif yang dialami pecandu sebagai akibat dari tingkah laku tersebut yang sering menjadi strategi coping.

  • Tolerance adalah proses dimana peningkatan intensitas ataupun durasi dibutuhkan untuk mendapatkan perasaan senang.

  • Withdrawal symptoms adalah perasaan tidak nyaman atau efek fisik (misalnya shakes, moodiness¸ irritability) yang terjadi ketika pecandu tidak mampu untuk melakukan tingkah laku tersebut.

  • Conflict merujuk pada permasalahan dengan individu di sekelilingnya (konflik interpersonal), permasalahan dengan aktivitas lain (misalnya kehidupan sosial, pekerjaan, hobi, dan minat) atau dengan diri mereka sendiri (konflik intrafisik dan atau perasaan subjektif dari hilangnya kontrol) yang berkaitan dengan terlalu banyak waktu yang terpakai untuk terlibat dalam tingkah laku adiktif tersebut.

  • Relapse merujuk pada kecenderungan untuk kembali pada pola tingkah laku tersebut secara berlebihan setelah masa vakum atau kontrol.

baca juga: Parasocial Relationship: Hubungan "Khusus" antara Artis dengan Penggemarnya

Ciri-ciri Perilaku Adiktif
 

ciri-ciri adiksi
Sumber: pexels.com

Berikut ini terdapat 10 ciri-ciri perilaku adiktif menurut Carnes (dalam DiClemente, 2003), yaitu:

  • Pola perilaku yang tidak terkontrol.
  • Adanya konsekuensi-konsekuensi sebagai akibat dari perilaku.
  • Ketidakmampuannya untuk menghentikan perilaku.
  • Terjadinya self-destructive yang terus-menerus.
  • Keinginan atau usaha terus-menerus untuk meminimalisir perilaku.
  • Menggunakan perilaku sebagai strategi coping.
  • Bertambahnya tingkat perilaku dikarenakan tingkat aktivitas dari perilaku selama ini sudah tidak memuaskan lagi atau tidak cukup.
  • Perubahan mood.
  • Banyaknya waktu yang digunakan untuk melakukan perilaku tersebut atau berusaha untuk menghilangkan.
  • Aktivitas bekerja, rekreasi dan sosial yang penting menjadi terabaikan karena perilaku tersebut.

​​​Berdasarkan ciri-ciri perilaku adiktif yang disampaikan oleh Carnes di atas, maka kita dapat dengan mudah mengidentifikasi individu yang mengalami adiksi atau tidak. Perilaku adiktif yang dialami oleh seseorang terjadi karena suatu kebiasaan yang dipelajari dan setelahnya sulit untuk dihentikan meskipun tingkah laku tersebut telah dilakukan secara berlebihan dan memiliki konsekuensi yang negatif. Lebih lanjut, perilaku adiktif biasanya dialami secara berbeda oleh setiap individu sebagai “loss of control” di mana perilaku terus muncul meskipun telah adanya usaha untuk menghentikannya.

0 Comments