span 1 span 2 span 2

News

Mengapa Psikologi Masuk Kategori Saintek dan Soshum?
Oleh : Aldrian Risjad
18 Juli 2019
Dibaca Normal 3 Menit

News Overview

Psikologi
Sumber: theconversation.com

Dari banyaknya pilihan jurusan untuk berkuliah, salah satu yang paling banyak peminatnya adalah jurusan Ilmu Psikologi. Baik di universitas swasta maupun universitas negeri, jurusan ini banyak diminati atas bidang studinya yang dianggap menarik dan luas.

Psikologi sendiri pada dasarnya merupakan sebuah bidang studi yang mempelajari manusia, dari aspek afektif, kognitif, hingga perilaku. Lebih dari itu, Psikologi mempelajari secara mendalam mengenai apa dan bagaimana sesuatu mempengaruhi aspek afektif hingga perilaku manusia.

Dari segi konsentrasi bidang studi, Psikologi terbagi menjadi beberapa bidang seperti Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, dan Psikologi Sosial. Atas banyaknya konsentrasi bidang studi Psikologi, Psikologi memiliki posisi yang unik; ada yang termasuk dalam rumpun Soshum dan ada juga yang termasuk dalam rumpun Saintek.

Pertanyaan mengenai “mengapa Psikologi masuk kategori Saintek dan Soshum” seringkali dilontarkan dari para calon mahasiswa Psikologi. Mereka seringkali dibuat bingung atas posisi jurusan ilmu Psikologi yang seringkali berbeda di setiap kampus; misalnya, Psikologi UI yang tergolong dalam rumpun Soshum dan Psikologi Unpad yang tergolong dalam rumpun Saintek.

Oleh karena itu, dalam artikel ini Kinibisa akan menjawab mengenai alasan penempatan ilmu Psikologi dalam rumpun yang berbeda.


Perbedaan dasar dan konsentrasi studi Psikologi Saintek dan Soshum
 

Psikologi
Sumber: skepticaleducator.org

Hal paling fundamental yang mendasari terpisahnya Psikologi di rumpun Soshum dan Saintek adalah penekanan Psikologi Saintek terhadap masalah kesehatan/medis dan penekanan Psikologi sosial terhadap faktor sosial.

Pada Psikologi Saintek, ilmu yang dipelajari mencakup ilmu pengetahuan dan praktik mengenai kepribadian, emosi, perilaku, cara berpikir, serta mentalitas seseorang dilihat dari sudut pandang medis. Lebih jauh lagi, Psikologi Saintek lebih melihat manusia sebagai makhluk biologis; bahwa kondisi psikis mereka dipengaruhi oleh faktor biologis dan kimiawi.

Oleh karena itu, materi yang dipelajari dalam Psikologi Saintek lebih banyak mencakup materi biologi dan kimia; meski tetap mempelajari dasar-dasar ilmu sosial dan humaniora.

Baca juga: Mengenal Ilmu Psikologi

Sedangkan pada Psikologi Soshum, meski objek yang dipelajari juga sama-sama mencakup aspek kognitif hingga perilaku manusia, Psikologi Soshum lebih mengedepankan aspek sosial dan humaniora sebagai determinan dari kondisi psikis seseorang. Dengan kata lain, Psikologi Soshum lebih melihat manusia sebagai makhluk (atau produk) sosial daripada sebagai makhluk biologis.

Perbedaan cara pandang di antara keduanya pada akhirnya menyebabkan perbedaan-perbedaan pada konsentrasi studinya, dimana Psikologi Saintek biasanya meliputi Psikologi Klinis, Biopsikologi, serta Psikologi Kognitif dan Psikologi Soshum yang meliputi Psikologi Sosial, Psikologi Industri dan Organisasi, serta Psikologi Perilaku Sosial.

Dalam Psikologi Saintek, Neurologi atau ilmu tentang saraf juga dipelajari sebagai bagian dari ilmu Psikologi. Psikodiagnostik (eksperimen) juga lebih sering dilakukan dalam penelitian Psikologi Saintek daripada di Psikologi Soshum. Sedangkan Psikologi Soshum biasanya lebih mempelajari aplikasi gejala sosial atas kondisi psikis tertentu.

Baca juga: Kenali Perbedaan Psikologi Sosiologi dan Antropologi

Psikologi
Sumber: apa.org


Jadi, untuk para kibiers yang ingin kuliah di jurusan Psikologi, pastiin dulu ya, kalian mau masuk Psikologi Saintek atau Psikologi Soshum! Karena soal tesnya akan beda, kalau Psikologi Saintek akan ikut SBMPTN Saintek dan Psikologi Soshum akan ikut SBMPTN Soshum.

0 Comments