span 1 span 2 span 2

News

Mengapa Menjadi Influencer Dianggap Sebagai Prestasi?
Oleh : Barlyant Vici Wijaya
27 Juni 2019
Dibaca Normal 4 Menit

News Overview

Kemajuan teknologi kini membuat pekerjaan semakin kompleks, dinamisnya modernisasi membuat banyak pekerjaan baru muncul. Sebut saja influencer yang dulu pekerjaan ini hanya dilakukan oleh para aktris dan aktor sebagai pekerjaan sampingan yang didapat dari kepopulerannya, namun kini influencer sudah menjadi pekerjaan yang cukup digemari bagi kaum milenial. Namun, apa yang menyebabkan menjadi seorang influencer dianggap sebagai prestasi? 

Kalau makna dari influencer kalian perluas, influencer berasal dari kata influence yang artinya mempengaruhi. Maka dari itu, arti dari kata influencer itu sendiri adalah orang yang bekerja untuk mempengaruhi seseorang. Bila kalian perluas lagi dari arti kata ‘mempengaruhi seseorang’ pekerjaan seperti public relations, dokter, psikolog, guru, dan artis juga termasuk dalam pekerjaan yang dapat mempengaruhi seseorang.

Namun, arti kata influencer disini maksudnya adalah sebagai seseorang yang berpengaruh di media sosial untuk dapat mempengaruhi orang lain. Lalu prestasi apa yang di dapat dari menjadi seorang influencer? Kenapa masyarakat sekarang banyak yang ingin menjadi influencer sebagai status pekerjaan mereka?


Popularitas
 

sumber
Sumber: imgix.net

Ketika kalian sudah menjadi seorang influencer secara tidak langsung kalian sudah mendapatkan gelar populer di masyarakat. Bagaimana tidak, syarat menjadi seorang influencer adalah mereka harus populer untuk dapat mempengaruhi orang lain. Seberapa banyak pengikut kalian di media sosial dapat menentukan kalian bisa disebut sebagai influencer bisa atau tidaknya. Ini bisa disebut sebagai sebuah prestasi karena pengakuan dari masyarakat bahwa kalian populer akan menjadi suatu kebanggaan untuk diri kalian.

Tetapi, kalian jangan senang dulu. Pandangan masyarakat juga berpengaruh penting untuk pembentukan citra dari popularitas yang kalian dapatkan. Pembentukan citra disini maksudnya adalah bahwa populer yang kalian dapatkan tersebut itu akan membentuk representasi positif atau malah negatif. Menjadi populer tidak hanya kalian bisa disenangi oleh masyarakat, namun bisa juga masyarakat membenci kalian.

Seperti yang sudah akrab di telinga kalian, Lucinta Luna bisa kita anggap sebagai seorang influencer. Namun popularitas yang ia dapatkan citranya sudah buruk di masyarakat. Pengaruh yang ia buat di media sosial terhadap masyarakat justru menjadi bumerang kepada dirinya sendiri karena ia sudah berhasil mempengaruhi orang lain untuk kurang suka kepada dirinya.

Mendukung Penuh Hobi
 

ok
Sumber: akamaized.net

Bila kalian mengamati selebgram dan youtubers dari setiap konten yang mereka bagikan di media sosial, pasti kalian akan menemukan konsistensi dengan apa yang mereka bagikan di media sosial. Bermula dari hobi yang mereka unggah di media sosial, secara konsisten akan menaikkan jumlah pengikut di media sosial mereka, tak hanya itu mereka akan mendapatkan keuntungan dukungan dari hobi mereka berupa barang dari brand yang sejalan dengan hobi mereka.

Dengan begitu, para pengikut dari influencer yang juga memiliki hobi yang sama dengan para selebgram dan youtubers akan mendapatkan informasi dari brand yang dipasarkan oleh influencer tersebut karena terdapat hubungan simbolik mutualisme yang terjadi antara influencer, pengikutnya, dan juga brand yang dipasarkan oleh influencer itu sendiri.

Baca juga: Perkembangan Kopi di Dunia

Seperti halnya Suhay Salim, selebgram sekaligus youtubers yang berawal dari hobinya pada beauty enthusiast dan selfcare ini, sukses membuat Instagram dan saluran Youtube nya digemari oleh banyak orang dan saat ini akunnya sudah berjumlah 1 juta subscribers di Youtube dan 500 ribu followers di Instagram. Ia sukses menjadikan hobinya tersebut sebagai ladang penghasilan.

Endorsement
 

awkarin
Sumber: infodigimarket.com

Banyak ragam bentuk endorsement yang ditawarkan pada para influencer, mulai dari endorsement yang berupa brand barang, bayaran saja, hingga mendapatkan bayaran dan juga barang dari brand yang bersangkutan. Ketiga endorsement tersebut metodenya sama, yaitu mempromosikan brand yang bersangkutan di media sosial influencer tersebut. Lalu apa yang membuat endorsement ini menjadi salah satu prestasi bagi influencer?

Bagi sebagian influencer, endorsement adalah bagian penting untuk menentukan keberhasilan dari seorang influencer. Berhasil atau tidaknya endorsement tersebut akan mempengaruhi orang lain melalui media sosial, tergantung seberapa banyak endorsement yang influencer dapatkan karena endorsement adalah alat perantara untuk diakuinya influencer tersebut oleh masyarakat.

Karin Novilda atau lebih akrab di telinga masyarakat Indonesia sebagai Awkarin, adalah salah satu selebgram, youtuber, dan influencer yang namanya sudah tidak asing lagi. Bermula dari endorsement kecil-kecilan yang ia dapatkan ketika masih duduk di bangku SMA, Awkarin berhasil menjadi influencer papan atas Indonesia. Kini, Awkarin sudah hidup mandiri dari pekerjaannya sebagai influencer. Dan ini dapat dikatakan sebagai sebuah prestasi sebagai bagian dari pencapaian diri.

Menjanjikan Hidup Sukses
 


Sumber: kumparan.com

Tujuan utama hidup adalah untuk mencapai sebuah kesuksesan apapun, mau di dunia ataupun kehidupan setelah dunia. Influencer dianggap sebagai sebuah prestasi karena dapat memberikan kesuksesan dalam hidup. Kesuksesan yang didapat oleh seorang influencer berkali-kali lipat, seperti popularitas, mendukung penuh hobi, dan mendapatkan material juga.

Seperti halnya Arief Muhammad yang dulu dikenal sebagai @poconggg di media sosial Twitter, Arief Muhammad kini sudah hidup sukses dari profesilnya yang dulu sebagai influencer di Twitter. Kini, ia dan istrinya Tiara Pangestika juga berprofesi sebagai selebgram, youtuber, dan pebisnis yang tentunya berdampak pada keuangannya yang berlipat ganda dari sebelumnya.

Baca juga: Profesi Jurnalis

Berawal dari influencer sebagai batu loncatan dalam hidup, influencer memang dapat menjanjikan hidup mewah bagi mereka yang bisa mengatur hasil pendapatan mereka dengan baik dan bijak seperti Arief Muhammad dan Tiara Pangestika


Bila kalian memang ingin menekuni profesi influencer untuk menjadikannya sebagai pekerjaan utama kalian, kalian harus tahu talenta kalian dibidang apa, menjadi diri sendiri dalam pembentukan citra kalian di media sosial. Buatlah konten yang dapat menginspirasi orang lain serta konsisten dan tekun dalam bidang yang kalian minati.

Menjadi seorang influencer tidak melulu hanya untuk menikmati proses hasilnya saja, namun ada tanggung jawab moral yang harus kalian pegang kalian adalah panutan bagi para pengikut kalian maka dari itu, jaga sikap untuk menjadikan kalian sebagai seorang influencer yang berkualitas.

0 Comments