span 1 span 2 span 2

News

Maraknya Body Shaming di Tengah Masyarakat
Oleh : Halimah Nusyirwan
20 Desember 2018
Dibaca Normal 4 Menit

News Overview

Body shaming merupakan tindakan yang dapat membawa bahaya atau dampak buruk bagi mereka yang menerima perlakuan tersebut. Mungkin pada awalnya banyak dari kita yang tidak menyadari bahaya dari body shaming, akan tetapi saat ini di Indonesia memiliki undang-undang terkait tindakan tersebut yang membuat pelaku body shaming di penjara minimum 9 bulan hingga paling lama 6 tahun. Peraturan baru ini tentu disambut baik oleh masyarakat Indonesia, mengingat banyaknya kasus serta korban dari body shaming ini. Masih banyak masyarakat yang kurang memahami konsep dan arti dari body shaming itu sendiri. Sebenarnya apa itu body shaming? Dan bahaya apa saja yang diakibatkan oleh perilaku tersebut?


Apa itu Body Shaming?
 

Body shaming
Sumber: cafecounsel.com

Body shaming adalah tindakan mengejek atau memperolok fisik seseorang atau membanding-bandingkan fisik seseorang dengan yang lainnya. Perilaku ini kerap ditemui di kehidupan sehari-hari dan bahkan juga dilakukan oleh anggota keluarga terdekat pada kita. Body shaming sendiri termasuk ke dalam salah satu bentuk bullying yang paling sering terjadi di tengah masyarakat, baik dewasa maupun yang masih remaja. Meskipun body shaming sering terjadi pada kaum perempuan, namun hal ini juga banyak terjadi pada laki-laki di kehidupan nyata.

Body shaming sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Bahkan hal ini juga banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat kita tanpa mereka sadari yang terkadang bermaksud hanya untuk bercanda. Contoh yang paling sering kita dengar adalah kata “Gendut” dan “Kurus/Kerempeng”. Mungkin bagi sebagian orang kata-kata tersebut tidaklah berarti apa-apa, namun banyak orang yang merasa bahwa kata ”Gendut” atau “Kurus” terdengar kasar atau tidak sopan yang menimbulkan sakit hati pada orang yang mendengarnya.

Perilaku atau tindakan ini tentu tidak patut untuk ditiru dan dilakukan pada orang lain. Munculnya body shaming merupakan hasil dari persepsi akan standar kecantikan yang terbentuk di tengah masyarakat akibat berbagai faktor, yaitu salah satunya media, yang sudah ada sejak lama. Definisi dan standar kecantikan setiap orang memang berbeda-beda, akan tetapi tidak sedikit orang-orang yang menganggap bahwa kecantikan ideal adalah ketika orang tersebut memiliki beberapa ciri khusus, seperti berkulit putih dan berbadan langsing.

Standar kecantikan masyarakat juga terbentuk dari apa yang mereka lihat di media. Dengan banyaknya artis atau selebritis yang memiliki standar kecantikan yang diakui oleh masyarakat pada umumnya, membuat orang-orang memiliki reaksi yang berbeda ketika mereka melihat orang lain yang tidak masuk ke dalam kategori ideal tersebut yang kebanyakan berakhir pada tindakan body shaming.

Banyak artis-artis dalam negeri dan luar negeri yang sudah menjadi korban dari body shaming. Di Indonesia, banyak masyarakat yang sering kali mengomentari bentuk tubuh artis mereka yang sebenarnya tidak pantas dilakukan karena hal tersebut dapat menyakiti orang lain. Contohnya adalah penyanyi Audy Item yang kerap menjadi bulan-bulanan masyarakat karena  dianggap gemuk dan harus melakukan diet. Tak hanya Audi, artis top mancanegara seperti Vin Diesel dan Demi Lovato juga pernah menjadi korban body shaming karena bentuk tubuh mereka yang dianggap tidak ideal. Bahkan artis K-POP yang kini sedang menjadi idola orang-orang di berbagai belahan dunia juga tak luput dari fenomena body shaming, seperti yang terjadi pada anggota girl group PRISTIN bernama Kyla yang menerima kritik serta makian karena bentuk tubuhnya yang tidak sesuai dengan standar idol korea pada umumnya, dan Yoona SNSD yang dianggap terlalu kurus oleh orang-orang.

baca juga: Mengulik Fenomena Bunuh Diri di Kalangan Remaja Indonesia

Bahaya dari Body Shaming
 

body shaming
Sumber: runwayriot.com

Banyak dampak buruk yang diakibatkan oleh body shaming, baik pada kesehatan fisik dan kesehatan mental seseorang. Terlalu sering menerima kritikan pada bentuk tubuh mereka membuat orang-orang kehilangan kepercayaan dirinya. Mereka yang mengalami body shaming akan merasa tidak pantas dan menganggap penampilan mereka selalu kurang jika dibandingkan dengan orang lain. Jika hal ini terjadi secara berkelanjutan, maka akan berujung pada stres/depresi dan bahkan tak sedikit yang berakhir dengan bunuh diri.

Bahaya lainnya yang ditimbulkan oleh body shaming adalah rusaknya tubuh seseorang akibat gangguan makan, seperti Bulimia atau Anoreksia. Penyakit ini muncul akibat keinginan seseorang yang tidak ingin bertambah berat badan atau susah menguruskan badan. Bulimia merupakan penyakit psikologi yang terjadi ketika seseorang makan dengan jumlah yang berlebihan lalu memuntahkan paksa apa yang mereka makan tersebut karena takut bertambah “gemuk”. Anoreksia adalah penyakit psikologi/gangguan makan yang terjadi ketika seseorang merasakan ketakutan yang berlebihan akan bertambahnya berat badan sehingga mereka membatasi asupan makanan melalui diet ketat atau bahkan sampai membiarkan diri sendiri kelaparan. Dua gangguan makan yang diakibatkan masalah psikologi tersebut sangatlah berbahaya karena dapat merusak organ tubuh dan sistem pencernaan bagi orang-orang yang mengalaminya.


Body shaming tidak boleh dilakukan dan dibiarkan terjadi di kehidupan masyarakat. Dampak buruk serta bahaya yang terjadi akibat perilaku body shaming tentu tidak sebanding jika hal itu hanya merugikan orang lain dan bahkan dapat merenggut nyawa seseorang. Bentuk tubuh juga tidak bisa menjadi parameter kecantikan seseorang karena setiap manusia memiliki kecantikan dan keunikannya masing-masing. Yang terpenting adalah kita harus merasa nyaman dengan tubuh kita dan hidup sehat. Tidak ada standar pasti akan kecantikan yang ideal karena setiap manusia terlahir berbeda-beda. Stop Body Shaming!

0 Comments