span 1 span 2 span 2

News

Kondisi Masyarakat Indonesia dalam Perbedaan Politik
Oleh : Halimah Nusyirwan
30 Oktober 2018
Dibaca Normal 7 Menit

News Overview

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan angka jumlah penduduk yang besar. Hal ini membuat Indonesia dikenal sebagai negara multikultural dikarenakan beragamnya etnis, bahasa, dan agama di antara masyarakatnya. Fenomena kekayaan budaya ini tentu tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan yang terjadi di setiap lapisan masyarakatnya. Jika perbedaan budaya dapat menimbulkan konflik, begitu pun dengan pandangan politik setiap orang.


Keadaan Politik Indonesia Saat Ini
 

Jokowi dan Prabowo
Jokowi dan Prabowo menuju Pilpres 2019
Sumber: beritasatu.com

Mungkin banyak orang-orang yang masih mengingat kondisi perbedaan politik yang terjadi ketika masa Pilpres Amerika antara Hillary Clinton vs Donald Trump. Terbaginya masyarakat ke dalam dua kelompok pendukung calon-calon presiden saat itu membuat mereka saling “berperang” dan menjatuhkan kubu lawan dengan berbagai cara. 

Kondisi politik Indonesia pun tidak lepas dari perbedaan tersebut. Kondisi perpolitikan Indonesia mulai berubah ketika munculnya kasus Ahok pada tahun 2016. Peristiwa ini rupanya mampu membuat masyarakat seakan-akan terbagi dalam dua kelompok yang berbeda, antara mereka yang mendukung Ahok dan yang tidak mendukung. Hal ini terus berlanjut ketika Pilkada Jakarta ketika masyarakat terbelah menjadi pendukung Ahok dan Anies.

Perseteruan dua kelompok ini sudah mulai menghiasi dunia perpolitikan serta kehidupan bermasyarakat Indonesia dan perbedaan politik di Indonesia kini menjadi salah satu masalah yang paling besar dan mencolok, terutama adanya momentum Pilpres 2019 yang kini sedang marak diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia.

Terbaginya masyarakat ke dalam dua kubu yang berbeda menimbulkan “peperangan” baik dalam berpolitik maupun dalam kehidupan sosialnya, seperti adanya kubu Jokowi vs kubu Prabowo, Kecebong vs Kampret, dan masih banyak lainnya yang dapat kita lihat di berbagai berita yang beredar. Perbedaan ini tentu memberikan banyak dampak, baik dampak positif maupun negatif, dan hal tersebut dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan bermasyarakatnya.

Ramainya isu yang menghiasi perjalanan politik Indonesia, khususnya Pilpres 2019, tentu mempengaruhi serta berdampak pada kehidupan masyarakat Indonesia. Akan tetapi, dampak yang terjadi saat ini cenderung banyak yang menjurus pada hal yang negatif. Perbedaan pilihan politik di antara lapisan masyarakat rupanya mengubah nilai-nilai serta cara pandang masyarakat Indonesia sebagai warga dari negara multikultural.

Bertahun-tahun membina kebersamaan di antara perbedaan latar belakang masyarakatnya membuat orang-orang berhasil untuk hidup dalam kesatuan bangsa dengan nilai toleransi yang kuat. Namun, dengan maraknya polemik politik saat ini yang kian memanas dengan adanya dua kubu politik dalam Pilpres 2019 yang saat ini sedang “berseteru”, masyarakat seolah-olah terbagi mutlak dalam dua kubu yang berbeda. Hal ini tentu tidak bisa dibenarkan melihat tidak semua masyarakat tersebut masuk ke dalam salah satu kubu yang ada. Keadaan ini juga terkesan memecah belah masyarakat Indonesia.

Dampaknya Pada Hubungan Masyarakat

Masyarakat yang masuk dalam dua kubu tersebut kini lekat dengan kesan “perang”. Banyak terjadi “peperangan” yang melibatkan pendukung dari dua kubu tersebut, antara lain perang media sosial, saling tuduh, dan penyebaran berita hoax atau berita palsu. “Perang” media sosial yang terlihat adalah banyaknya tulisan atau tagar di internet yang saling menjatuhkan atau menjelekkan masing-masing kubu politik Indonesia. Adanya saling tuduh yang dilakukan oleh para pejabat serta petinggi negara juga semakin mempengaruhi penilaian masyarakat pada permasalahan yang ada.

Tersebarnya berita-berita palsu atau hoax mengenai kedua kubu ini juga semakin memperkeruh keadaan masyarakat dan politik Indonesia. Berita-berita palsu tersebut hanya meningkatkan kesalahpahaman antar masyarakat dan menutupi berita-berita yang berisi kabar yang sebenarnya. Banyaknya permasalahan serta kerusuhan yang ada merupakan akibat dari orang-orang memanfaatkan keadaan yang memiliki niat buruk serta tidak adanya sifat menghargai perbedaan pendapat.

Kecenderungan memihak kubu masing-masing yang berlebihan serta perasaan menjadi yang paling tahu dan benar akan segala hal juga merupakan penyebab adanya masalah-masalah tersebut. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada tidak sehatnya hubungan sosial serta hilangnya nilai demokrasi dalam masyarakat.

Semakin meningkatnya sentimen antar masyarakat memudarkan nilai toleransi di Indonesia. Banyak pemberitaan yang menyatakan bahwa Indonesia saat ini sedang dalam kondisi anti-toleransi, seperti yang terjadi akibat situasi politik yang memanfaatkan identitas etnis, agama, dll. Kondisi tersebut menghasilkan perpecahan di berbagai kalangan masyarakat. Perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat tersebut pada awalnya tidak menjadi persoalan yang besar. Akan tetapi, banyaknya masyarakat yang terlalu menganggap serius perbedaan pilihan politik mereka mengakibatkan munculnya permusuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak masyarakat yang dengan bebas dan frontal menyuarakan perbedaan pendapat mereka dengan bahasa yang saling menjatuhkan. Hal ini rupanya merusak banyaknya hubungan orang-orang di berbagai aspek kehidupan seperti contoh terkecilnya yaitu putusnya hubungan pertemanan. Aksi saling tunjuk dan “suara-suara” yang mereka bagikan di berbagai media tak hanya memperbesar kerenggangan dalam bermasyarakat, namun juga membuat kesan buruk pada kedua kubu yang bersangkutan.

Maraknya pemberitaan negatif di media mengenai kondisi masyarakat dan politik Indonesia bukan berarti tidak adanya hal positif yang dapat menjadi pembelajaran. Konflik-konflik yang beredar di masyarakat tak selalu menggambarkan kondisi seluruh masyarakatnya. Meskipun situasi politik saat ini terkesan “memanas”, namun masih banyak masyarakat yang tidak terbawa suasana dan masih memeluk nilai toleransi serta menghargai pendapat masing-masing. Di Indonesia sendiri, banyak masyarakat yang masih hidup berdampingan dengan damai dan tenang di tengah perbedaan-perbedaan yang ada.

Dengan permasalahan yang kini terjadi, banyak generasi muda Indonesia yang justru menjadi lebih “melek” atau peduli dengan kondisi politik tanah air. Anak-anak muda Indonesia juga semakin terbuka pandangan serta pikirannya mengenai perpolitikan Indonesia dengan berusaha ikut andil dalam mengamati masalah-masalah yang terjadi di sekitar mereka. Masyarakat kini juga banyak yang mulai berhati-hati dalam menyerap berita serta menyampaikan pendapat mereka dengan menyertakan fakta atau penjelasan yang dapat dibuktikan kebenarannya.


Maraknya isu Pilpres yang menghiasi kehidupan bermasyarakat di Indonesia tentu memberikan dampak yang besar. Dengan banyaknya isu serta konflik yang menghiasi perjalanan Pilpres 2019 kali ini membuat banyak orang-orang terpisah akibat perbedaan pilihan politik mereka masing-masing. Meskipun banyak dampak buruk yang terjadi pada masyarakat Indonesia, akan tetapi masih banyak dampak baik seperti timbulnya kepedulian para generasi muda Indonesia mengenai kondisi perpolitikan bangsanya yang pada akhirnya akan menggerakkan mereka untuk aktif berpartisipasi atau berpolitik guna membuat Indonesia yang lebih baik lagi.

Selain itu, saat ini banyak masyarakat yang menjadi lebih pintar dan cerdik dalam memilah-milah informasi yang beredar di luar sana tanpa dengan mudahnya percaya akan berita-berita yang ada. Indonesia diharapkan menjadi negara dengan masyarakat yang memegang teguh nilai kebersamaan dan kesatuan layaknya semboyan tanah air kita, Bhinneka Tunggal Ika, yang memiliki arti berbeda-beda tapi tetap satu, Indonesia.

0 Comments