span 1 span 2 span 2

News

Kelebihan dan Kekurangan Gap Year
Oleh : Avellino Dwido
06 Agustus 2019
Dibaca Normal 3 Menit

News Overview

Gap year atau gap tahun biasa dikenal dengan “cuti”. Gap year biasa dilakukan setelah lulus sekolah menengah, sebelum memutuskan untuk masuk kuliah, atau setelah lulus kuliah sebelum masuk ke dunia kerja. Gap year awalnya biasa dilakukan oleh orang-orang Eropa.

Pangeran William dan J.K. Rowling adalah contoh mereka yang mengambil gap year sebelum akhirnya kuliah atau bekerja. Dari Eropa, akhirnya gap year mulai masuk dan menjadi tren juga di Amerika dan sangat umum dilakukan oleh para anak muda di negara Barat.

Di Indonesia sendiri, gap year belum menjadi tren. Sebagai contoh, kebanyakan para murid SMA setelah lulus, mereka akan berpikiran untuk harus langsung berkuliah. Entah karena tekanan sosial atau keluarga, kebanyakan dari mereka pasti mengejar untuk masuk kuliah setelah lulus.

Padahal tidak jarang mereka belum tahu hendak kuliah dimana dan mengambil jurusan apa. Hal tersebut akan berdampak pada banyaknya kasus mahasiswa yang merasa salah jurusan.


Study in library
Sumber: pexels.com

Kelebihan Gap Year
 

Padahal sebenarnya fenomena gap year memiliki sisi positif lho, sobat Kibiers. Gap year bisa menjadi masa kalian untuk mendewasakan diri. Kalian bisa melakukan banyak hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman kalian. Belajar hidup mandiri misalnya, sembari melakukan kegiatan yang bermanfaat. Menjadi volunteer, magang, kerja paruh waktu, atau belajar bahasa baru.

Masa gap year juga bisa menjadi masa-masa kalian untuk merefleksikan diri dan waktunya kalian untuk bisa lebih mengenal diri kalian sendiri. Mengenal diri kalian juga bisa menjadi faktor kalian untuk mempersiapkan diri sebelum masuk perguruan tinggi dan memilih ingin kuliah di jurusan apa kelak, yang sesuai dengan diri kalian.

Waktu luang pada saat “cuti” tersebut juga dapat kalian manfaatkan sebagai peluang untuk traveling. Dengan traveling, kalian bisa lebih membuka mata dan menambah wawasan kalian tentang dunia. Selain itu, waktu gap year juga dapat diisi dengan mengembangkan minat dan bakat kalian.

Traveling planning
Sumber: pexels.com

Kekurangan Gap Year
 

Namun, bukan berarti gap year tidak memiliki sisi negatif. Beberapa kekurangan juga bisa diakibatkan karena mengambil gap year. Seperti dapat menyebabkan kalian menjadi tidak terbiasa lagi dengan belajar formal, walau biasanya gap year tidak hanya setahun namun bisa juga mulai dari tiga bulan.

Gap year juga akan dapat memakan biaya yang sangat besar apabila kalian menghabiskannya dengan mengambil kursus, atau melakukan traveling. Melakukan gap year juga tidak menjamin kesuksesan kalian di masa yang akan datang. Apalagi, saat gap year kalian harus punya komitmen yang tinggi untuk tetap belajar atau melakukan segudang kegiatan bermanfaat lainnya.

Sehingga waktu kalian pada masa gap year tidak akan terbuang sia-sia tanpa perubahan yang signifikan.

Money
Sumber: pexels.com

Pandangan negatif terhadap gap year tersebut, khususnya di Indonesia sendiri, juga menjadi tekanan sendiri bagi para siswa atau mahasiswa yang hendak mengambil gap year. Padahal gap year juga memiliki segudang sisi positif jika bisa dimanfaatkan dengan baik, disamping juga terdapat sisi negatifnya pula.


Semoga informasi tentang kelebihan dan kekurangan gap year tersebut bisa memperluas wawasan dan pola pikir Kibiers ya! Jangan takut untuk mengambil gap year jika kalian memang merasa butuh gap year tersebut ya! Good luck!

0 Comments