span 1 span 2 span 2

News

Jodoh Idaman Para Perempuan Milenial
Oleh : Halimah Nusyirwan
01 Mei 2019
Dibaca Normal 4 Menit

News Overview

Sikap materialistis  memang harus dihindari dan memiliki dampak negatif pada hubungan setiap orang. Menurut studi yang dilakukan oleh seorang profesor dari Brigham Young University dan dua mahasiswa pascasarjana dalam penelitiannya mengenai materialisme dalam pernikahan, menunjukkan bahwa orang yang memiliki kecenderungan sikap materialistis lebih berorientasi pada apa yang mereka miliki daripada fokus pada hubungan mereka dengan pasangan masing-masing.

Mereka menemukan kebahagiaan dengan memiliki banyak barang atau harta daripada memiliki hubungan yang harmonis dengan pasangannya. Jadi bisa dijelaskan bahwa sikap materialistis yang dimiliki banyak orang dapat berdampak pada hilangnya kepedulian orang tersebut pada keberlangsungan hubungan mereka dengan pasangannya.


Jika melihat gaya hidup jaman sekarang, tidak salah kalau orang-orang menganggap bahwa pacaran itu memerlukan modal yang besar untuk dikeluarkan, khususnya bagi para cowok untuk memenuhi keinginan pasangannya. Maka dari itu, perempuan kerap dikaitkan dengan kesan materialistis/matre.

Melihat banyaknya pasangan milenial yang kini tampil dengan gaya yang berkelas memang membuat kesan seakan para perempuan tersebut mengutamakan kekayaan ketika mencari pacar atau jodoh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi persepsi tersebut memiliki hasil yang jauh berbeda dengan kenyataan yang ada di lapangan.

Setelah melakukan survei sederhana yang Kinibisa lakukan melalui Instagram, lebih dari 60% perempuan milenial justru mementingkan faktor-faktor lain yang mereka anggap lebih penting daripada sekedar harta yang dimiliki oleh pasangannya.

Bukan Harta, Ternyata Perempuan Milenial Lebih Mengutamakan Aspek Agama
 


Para perempuan Indonesia mengutamakan aspek agama dalam mencari pasangan
Sumber: pexels.com

Banyak persepsi orang-orang yang menganggap bahwa kebanyakan perempuan di jaman sekarang berorientasi pada kemampuan finansial pasangannya. Fenomena pacaran yang memiliki kesan mahal dengan hadiah-hadiah serta kejutan yang bisa menghabiskan uang hingga jutaan memang kini menjadi suatu tren yang melekat dengan gaya pacaran milenial. Tidak bisa dipungkiri dengan melihat kondisi ekonomi saat ini yang serba mahal, tentu perempuan hanya berusaha realistis dengan mencari sosok pasangan yang mampu menghidupi mereka tanpa harus mengkhawatirkan masa depannya kelak.

baca juga: Perkembangan Korean Wave di Indonesia

Akan tetapi, pada kenyataannya bukan harta lah yang diutamakan oleh mereka, melainkan seagama dan memiliki ilmu atau pengetahuan agama yang lebih yang rupanya menjadi aspek yang paling dicari oleh para perempuan dari calon pasangannya. Tingkat agama seseorang dapat mencerminkan peran pasangan mereka sebagai pemimpin hubungan dan rumah tangga yang kelak akan mereka bina bersama serta bertanggung jawab. Maka dari itu, faktor agama menjadi dasar yang paling diutamakan oleh para perempuan dan baru disusul dengan faktor-faktor lainnya.

Usia Tidak Menjadi Kendala
 

Usia tidak menjadi kendala
Sumber: pexels.com

Perbedaan usia, baik itu lebih muda atau lebih tua, tidak menjadi persoalan khusus yang diutamakan dalam mencari pasangan. Jika disuruh memilih, memang banyak dari para perempuan millennials yang mengaku lebih menyukai pasangan yang lebih tua. Namun, jika jodoh mereka ternyata lebih muda atau sepantaran (seumuran) pun tidak menjadi masalah besar yang menghalangi hubungan mereka selama merasa cocok dan nyaman dengan satu sama lainnya.

baca juga: Tips agar Lebih Produktif

Mengutamakan Sikap Jujur dan Pengertian
 

jujur dan perhatian
Sumber: pexels.com
 

Kejujuran memang sangatlah penting dalam membangun hubungan karena hal tersebut erat kaitannya dengan kepercayaan. Sebaik-baiknya lelaki, perempuan lebih menyukai jika pasangan mereka jujur apa adanya. Karena kejujuran menjadi fondasi dasar kepercayaan yang dibangun oleh mereka dan ketika pasangannya tidak jujur, kepercayaan mereka cenderung akan hilang dan menjadi penyebab berakhirnya sebuah hubungan.

Selain itu, sikap pengertian juga menjadi salah satu sikap yang dicari oleh para perempuan pada pasangannya. Mereka suka diperhatikan dan para perempuan juga lebih senang jika pasangannya mendukung apa yang mereka lakukan atau sukai karena hal tersebut menjadi bukti bahwa mereka perhatian dengan pasangannya tersebut.

Latar Budaya Pasangan
 

latar belakang pasangan masih menjadi pertimbangan
Sumber: pexels.com

Sebagai orang Indonesia, memang tidak bisa kita pungkiri bahwa latar budaya pasangan menjadi salah satu faktor penting yang selalu dipertimbangkan, baik untuk mereka sendiri maupun keluarga besarnya. Banyak orang yang memiliki tanggapan atau pandangan khusus mengenai entitas kultural tertentu yang akhirnya menjadi sebuah stigma yang melekat erat pada kelompok tersebut. Contohnya seperti anggapan orang-orang mengenai suku Minang dan Sunda. Banyak orang yang berpikir bahwa semua orang Minang memiliki sikap pelit. Lain halnya dengan Minang, Sunda memiliki imej tidak setia atau suka selingkuh.

Banyak orang tua yang melarang anaknya untuk menikah dengan kelompok etnis tertentu dikarenakan adanya stigma tersebut. Maka dari itu, latar budaya pasangan masih menjadi salah satu faktor penting yang kental dengan masyarakat Indonesia ketika melakukan pertimbangan dalam mencari pasangan. Persepsi seperti ini tentu tidak bisa dibenarkan maupun disalahkan.

baca juga: Maraknya Body Shaming di Tengah Masyarakat

Munculnya pandangan seperti ini pada berbagai kelompok tertentu disebabkan oleh pengalaman yang dialami oleh orang-orang dan kita pun harus mengerti dan mencari tahu bagaimana persepsi tersebut terbentuk. Namun, persepsi khusus itu juga tidak tentu selalu berlaku untuk kelompok tersebut. Persepsi atau stigma yang melekat itu tidak bisa disamaratakan untuk kelompok etnis tertentu karena banyak kini yang justru tidak mencerminkan stigma tersebut dalam kehidupan nyata.


Kini anggapan bahwa kebanyakan perempuan itu materialistis tentu tidak benar karena pada faktanya, banyak perempuan yang justru memilih aspek atau faktor lainnya yang mereka anggap lebih penting dari sekedar harta pasangannya. Meskipun ada juga perempuan yang melihat faktor kemampuan finansial dalam mencari pasangannya, namun harus bisa ditanggapi dengan bijak dan janganlah langsung berpikir buruk atau tidak baik karena pasti ada penyebab yang membuat mereka menganggap kemampuan finansial pasangannya adalah hal yang penting untuk mereka.

0 Comments