span 1 span 2 span 2

News

Hubungan Asmara dengan Penderita Narsistik: Awalnya Terasa Sempurna, Akhirnya Terasa Salah
Oleh : Pradhana Abhimantra
29 Januari 2020
Dibaca Normal 5 Menit

News Overview

Sifat Narsistik
Sumber: sportstizen.id

Kalau kamu pernah menjalin hubungan spesial dengan seorang pengidap narcissistic personality disorder (NPD) atau penyakit kepribadian narsistik, maka tentunya ke-toxic-an dari hubungan seperti yang akan dijelaskan dibawah sudah familiar denganmu. Pada dasarnya, kamu akan selalu terputar-putar dalam “lingkaran penyiksaan” yang sadis. Seperti apa sih maksudnya? Dalam hubungan dengan orang seperti ini, kamu akan mengikuti serangkaian rutinitas tahapan yakni: Idolise, Devalue, Discard, dan Hoover. Inilah sebab semuanya terasa sempurna di awal, sementara di akhir semua terasa salah.


Tahap 1: Idolise
 

Narsistik
Sumber: medcom.id

Ini adalah tahap pertama, tahap yang paling menyenangkan.

Kamu awalnya akan merasa dibombardir dengan cinta dan kebaikan. Dia seolah akan sangat fokus untukmu dan mengerti kamu, sampai-sampai kamu merasa seolah dia adalah jawaban dari segala pertanyaan dan pencarianmu. Sayangnya kamu salah.

Seorang Narcissist hanya akan perhatian padamu di awal, saat mereka butuh untuk mempelajari kamu tentang bagaimana caranya agar nantinya mampu membuat strategi untuk bisa mengendalikanmu.

Mereka akan menyimpan semua informasi tentangmu dan percayalah mereka akan “belajar dengan serius” demi mendapatkan “asupan” ego narsistik yang mereka butuhkan darimu.

Apa sih “asupan” yang dimaksud? Yakni perasaan memiliki kontrol terhadap dirimu, pujian dan sanjungan darimu, dan perjuanganmu untuk mendapatkan hatinya. Mereka akan banyak bermain “tarik dan ulur” demi merasakan sensasi “dikejar-kejar” olehmu, dan mereka rela tega perasaan kita sampai tersakiti demi mendapatkan rasa kepuasan karena diperjuangkan.

Kamu juga akan merasa spesial dan terpilih. Kali ini kamu tidak salah, nyatanya kamu memang terpilih untuk “dimangsa”. Seorang narsistik memilah-milih dengan serius siapa yang layak untuk dekat dengannya. Ini berkaitan dengan kebutuhannya akan asupan ego narsistik dalam dirinya yang butuh untuk dipenuhi.

Bila kamu adalah seorang yang berpenampilan menarik, berprestasi, berstatus sosial tinggi, kaya dan terpandang, besar kemungkinan kamu akan menjadi target menggiurkan bagi mereka. Karena bahwa orang sepertimu mengejar-ngejar mereka terasa seperti prestasi bagi mereka, sekaligus membuat kebutuhan asupan akan ego narsistik mereka terasa terpenuhi sehingga mereka merasa “hidup”.

Tanpa memahami ini, tahapan awal ini akan terasa seperti cerita dongeng yang tak masuk awal indahnya.

Tahap 2: Devalue
 

Penyakit Narsistik
Sumber: amazonaws.com

Mereka telah membuatmu merasa mereka telah menggelar karpet merah untuk menyambut kehadiranmu, dan saat kamu melangkah diatas karpet tersebut, mereka menarik karpet tersebut dan kamu pun terjatuh dan cedera. Inilah bagian tahapan “devalue”, selamat datang kejanggalan!

Ya, bagaimana bisa? Semuanya terasa sempurna lalu secara tiba-tiba sempurna itu sirna. Mereka tidak lagi menghargai kamu. Mereka mendadak tidak ada untukmu. Mereka seperti secara sengaja membuatmu merasa terbuang.

Selanjutnya, kamu akan mencoba memperbaiki keadaan, namun kamu akan temui seolah semua jalan adalah buntu. Bagaimana bisa? Mereka tidak sadar telah mengabaikanmu, pun mereka sadar maka mereka tidak akan mengakui kesalahannya, bahkan kamu lah yang akan mereka salahkan atas semuanya. Karena itu, sebagai korban abuse dari seorang NPD kamu seiring waktu akan dibuat semakin meragukan persepsi, memori, dan penilaianmu sendiri yang padahal benar.

Tahap 3: Discard
 

Layaknya anak kecil yang bosan terhadap mainannya, ini adalah tahap dimana kamu akan menjadi mainan yang tak lagi dimainkan tersebut. Setelah fase devalue terhadapmu, dan dia merasa sudah tidak ada lagi manfaat yang bisa didapat darimu, maka ia akan membuangmu. Pada fase discard ini dia merasa tidak bisa lagi mendapatkan asupan untuk ego narsistiknya darimu. Entah mengapa, kamu tidak menarik lagi saja dalam benaknya. Seperti mainan yang sudah membosankan untuk dimainkan.

Kamu akan merasa seperti sampah. Kamu akan mempertanyakan dimana kesalahanmu sampai layak “dibuang” begitu saja olehnya.

Tahap 4: Hoover
 

Namun mereka tidak akan membiarkanmu pergi.

Ketika perlahan kamu mulai mencoba menerima keadaan dan mengikhlaskan kepergiannya, disaat kamu sudah mulai terbiasa tanpa adanya kontak dengannya, maka inilah saat ia akan kembali. Bahwa ia tahu kamu bisa hidup tanpanya, ego narsistiknya tidak bisa menerima itu. Membuatmu kembali mengejar dirinya kini menjadi asupan ego narsistik yang nampak “lezat” baginya.

Mereka siap mengeluarkan air mata buayanya demi memastikan kamu kembali dan bertahan untuk terus disakiti. Mereka siap menyajikanmu kembali keindahan tahapan idolise yang penuh nostalgia bagimu.

Walau keadaan sudah amat menyakitkan, indahnya tahapan idolise akan selalu membayangimu, mendorongmu untuk memperbaiki keadaan dan berangan-angan kembali seperti sedia kala saat semua terasa sangat bahagia dengannya. Namun tak jarang kamu akan sering bertanya dalam hati “Apakah dia menganggapku berarti? Karena aku tidak merasa dihargai.”


Hati-hati! Jangan terbuai tipu daya dan segera kabur dari lingkaran penyiksaan yang tiada akhir.

0 Comments