span 1 span 2 span 2

News

Finlandia: Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia
Oleh : Halimah Nusyirwan
06 Desember 2018
Dibaca Normal 4 Menit

News Overview

Negara yang awalnya dikenal sebagai negara agrikultur yang tidak menonjol di bidang pendidikan ini kini dinobatkan sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik nomor 1 (satu) di dunia. Melihat perjalanan panjang Finlandia dalam membangun negaranya, khususnya dalam bidang pendidikan, banyak hal yang dapat dicontoh dari negara ini guna membangun kualitas pendidikan yang lebih baik lagi.


Meskipun Finlandia dianggap sebagai negara yang sukses karena minimnya jumlah minoritas di negara tersebut, pada kenyataannya Finlandia sudah mengalami tren imigran sejak awal tahun 1990-an. Dari yang awalnya disebut sebagai homogenous society, kini Finlandia menjadi salah satu negara multikultural di dunia.

Kemunculan etnis serta budaya lain di negara ini membuat Finlandia mengalami penambahan  budaya serta bahasa yang baru. Dengan banyaknya etnisitas di negara ini membuat pemerintah Finlandia membuat peraturan yang dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat dengan menggunakan nilai-nilai serta norma yang dapat merangkul seluruh masyarakatnya.

Adanya global education reform movement yang menjadi trending di berbagai negara ini rupanya tidak mempengaruhi sistem pendidikan di Finlandia. Bahkan, Finlandia memiliki sistem yang berbeda atau tersendiri yang akhirnya membuat negara ini unggul dalam pendidikannya.

Kualitas Pengajar yang Unggul
 

Menjadi pengajar di Finlandia memiliki kualifikasi yang tinggi.
Menjadi pengajar di Finlandia memiliki kualifikasi yang tinggi.
Sumber: freepik.com

Dalam artikel berjudul, “Education policies for raising student learning: the Finnish approach” yang ditulis oleh Pasi Sahlberg pada tahun 2007, menjadi guru atau pengajar di Finlandia merupakan salah satu pekerjaan bergengsi dan paling populer di negara ini. Pekerjaan ini juga dihormati oleh seluruh masyarakat karena memiliki tingkat kesulitan yang setara dengan pekerjaan di pemerintah atau perusahaan pada umumnya. Untuk menjadi pengajar di negara ini, para calon pengajar diwajibkan memiliki latar pendidikan bergelar master atau S2.

Hal ini tentu terjadi bukan tanpa alasan dan manfaat. Gelar S2 tersebut dipercaya dapat membangun sekolah yang unggul dan membuka kesempatan untuk bekerja di sektor publik atau khusus. Lulusan dengan gelar S2 ini juga yang paling banyak dicari oleh orang-orang HRD dan mendapatkan jaminan akses untuk lanjut ke jenjang S3. Selebihnya, dengan kualitas unggul para pengajar ini dipercaya memiliki kemampuan yang baik dalam menguasai berbagai metode mengajar yang efektif.

Menjadi pengajar di Finlandia bukanlah pekerjaan yang mudah dan dapat disepelekan. Pekerjaan ini memiliki tanggung jawab yang sangat besar karena para orang tua di sana mempercayakan masa depan anak-anak mereka ke para pengajar dan sekolah. Setiap sekolah di Finlandia memiliki kurikulum yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan adanya kebebasan untuk para pengajar dalam mengatur kurikulum mereka dengan cara masing-masing memang sempat diragukan oleh masyarakat dunia karena dianggap tidak konsisten.

Akan tetapi, hal tersebut yang kini membedakan pendidikan Finlandia dengan negara lainnya sebab para pengajar menyesuaikan cara mengajar mereka serta kurikulum di sekolahnya dengan tipe muridnya agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif dan mendalam.Hubungan dekat antara murid dan pengajar juga menjadi kelebihan yang dimiliki oleh sistem pendidikan Finlandia. Membangun ikatan yang erat dan kepercayaan antara murid dengan pengajarnya menjadi salah satu agenda utama mereka guna mengenal dan menghormati satu sama lainnya.

Sistem Sekolah yang Berpusat pada Kesejahteraan Murid
 

Kesejahteraan para murid adalah fokus utama sekolah-sekolah di Finlandia.
Kesejahteraan para murid adalah fokus utama sekolah-sekolah di Finlandia.
Sumber: freepik.com

Berbeda dengan Indonesia yang diwajibkan belajar 12 tahun, Finlandia hanya diwajibkan 9 tahun belajar. Menurut pemerintah Finlandia, 6 tahun pertama yang dilalui di sekolah SD merupakan yang paling penting karena akan membentuk para pelajar di masa depan. Anak-anak Finlandia juga diwajibkan untuk memulai sekolah formal di usia 7 tahun. Usia tersebut merupakan usia yang pas untuk mulai fokus belajar karena usia dibawah 7 tahun dianggap belum memiliki kesiapan mental dan intelektual yang cukup.

Jika mereka yang masih di bawah umur 7 tahun sudah mulai dibebankan dengan sekolah, hal tersebut dipercaya dapat memicu tingkat stress pada anak-anak yang berujung pada buruknya kualitas pelajar Finlandia. Anak-anak yang masih dibawah 7 tahun juga dianggap lebih baik untuk lebih banyak bermain dengan teman-teman sebayanya dan menikmati waktu mereka selayaknya anak-anak di usia tersebut. Setelah anak-anak di sana berusia 16 tahun, mereka tidak diwajibkan untuk sekolah dan diberikan kebebasan untuk melanjutkan masa depan mereka ke hal-hal yang mereka inginkan.

Kesejahteraan dan kenyamanan belajar merupakan fokus utama sekolah-sekolah di Finlandia. Hal ini dibuktikan dengan adanya peraturan yang mewajibkan setiap sekolah untuk menyediakan fasilitas seperti makanan, layanan kesehatan, transportasi, bahan belajar, dan jasa konsultasi untuk para muridnya. Para murid di Finlandia mulai masuk sekolah dari jam 9 pagi dan pulang pukul 2 siang. Sekolah-sekolah ini tidak memiliki kelas dengan jumlah murid yang banyak. Setiap kelas paling banyak berisi 20-30 anak dan setiap sekolah hanya memiliki kurang dari 300 murid.

Selain itu, setiap sesi kelas hanya berlangsung selama 45 menit dan disusul waktu istirahat selama 15 menit sebelum memulai sesi kelas yang selanjutnya. Para murid juga tidak dibebankan dengan tugas -tugas rumah (PR) yang banyak seperti di sekolah di negara lainnya agar para murid tidak kelelahan dan dapat melakukan aktivitas lainnya ketika di rumah atau sepulang sekolah.

Sekolah-sekolah di negara ini juga tidak memiliki lingkungan yang penuh dengan kompetisi antara murid-muridnya. Hal ini dikarenakan Finlandia tidak memiliki sistem ranking di sekolah-sekolahnya guna menghindari persaingan di antara murid. Sistem pendidikan Finlandia juga tidak berpusat pada hasil yang diberikan oleh muridnya. Mereka mengutamakan lingkungan dan sistem “testing-free zone” yang sistem sekolahnya tidak memiliki tes atau ujian. Banyak para guru dan sekolah di dunia yang hanya mengajar agar para muridnya lulus ujian.

Tujuan yang seperti itu dianggap tidak baik sehingga para guru dan sekolah di Finlandia terfokus hanya pada proses pembelajarannya tanpa adanya beban tes atau ujian seperti di sekolah pada umumnya. Walaupun begitu, Finlandia tetap memiliki satu ujian atau tes (namanya) yang dilakukan di akhir kelas SMA bagi pelajar yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Adanya lingkungan “testing-free zone” ini dilakukan agar para murid tidak memiliki rasa takut yang tinggi akan kegagalan dan belajar cara bekerjasama yang baik bukan bersaing dengan teman-temannya.


Keunggulan Finlandia dalam sistem pendidikannya memang tidak dibangun dengan instan dan dalam waktu singkat. Melalui berbagai perubahan dan percobaan, Finlandia akhirnya menemukan metode terbaik yang dapat menghasilkan bibit-bibit unggul yang dapat bersaing dengan pelajar di negara unggul lainnya. Kepercayaan yang tinggi antara sekolah, guru, murid, serta masyarakat di Finlandia juga merupakan hasil dari pemerintahan mereka yang baik dan minimnya kasus korupsi yang terjadi di negara tersebut. Hal ini tentunya dapat menjadi pembelajaran dan contoh baik yang dapat ditiru atau diadaptasi oleh negara-negara lainnya di dunia, tak terkecuali Indonesia.

0 Comments