span 1 span 2 span 2

News

Fenomena Bullying dan Bunuh Diri dalam 13 Reasons Why season 1
Oleh : Halimah Nusyirwan
05 November 2018
Dibaca Normal 3 Menit

News Overview

Serial drama Netflix ini sempat menjadi topik pembicaraan di kalangan masyarakat dunia oleh ceritanya yang dianggap sukses dalam menyampaikan isu-isu serta realitas kehidupan para remaja Amerika, khususnya mengenai kehidupan mereka di sekolah. Diadaptasi dari novel berjudul sama, 13 Reasons Why sendiri bercerita mengenai cerita kehidupan remaja di Liberty High School. Serial ini fokus pada cerita sang karakter utama bernama Hannah Baker yang mengalami bullying di sekolahnya yang akhirnya membuatnya bunuh diri dan meninggalkan 13 rekaman suara yang berisikan orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas kematiannya tersebut.

 


Fenomena kasus bunuh diri di kalangan remaja kini menjadi salah satu masalah terbesar di kalangan remaja Amerika. Menurut laporan Center for Disease Control and Prevention (CDC), pada tahun 2013 bunuh diri menjadi nomor 2 penyebab kematian yang terjadi di kalangan masyarakat yang berumur 15-34 tahun.

Hal ini tentu terjadi dikarenakan berbagai penyebab, salah satunya adalah bullying, pelecehan dan kekerasan seksual, depresi, dan penyalahgunaan obat-obatan. Masalah ini pun akhirnya menjadi perbincangan yang tak pernah luput oleh orang-orang, termasuk dalam industri perfilman Hollywood.

Maraknya film dan serial yang mengangkat isu bullying dan bunuh diri ini diharapkan dapat membuat masyarakat lebih peduli dan sadar akan bahayanya permasalahan ini. Salah satu serial yang menggunakan isu bunuh diri sebagai tema utamanya adalah serial Netflix 13 Reasons Why yang sempat menjadi trending di berbagai negara.

Meskipun serial ini sempat dikritik akibat penggambaran visual kasus bunuh diri Hannah Baker yang dianggap dapat memancing remaja lainnya untuk melakukan hal yang sama, 13 Reasons Why dengan sukses menyadarkan masyarakat akan seriusnya permasalahan yang dialami para remaja saat ini, khususnya lingkungan sekolah dan pertemanan yang mungkin seringkali luput dari pengawasan orang tua. Penting untuk kita mengetahui hal apa saja yang menjadi penyebab Hannah melakukan bunuh diri, seperti yang akan dibahas di bawah ini.

Isu Pelecehan Seksual dan Bullying
 

Karakter Hannah Baker dalam serial ini mengalami bullying yang dilakukan teman-teman di sekolahnya
Karakter Hannah Baker Mengalami Bullying yang Dilakukan Teman-Teman Sekolahnya
Sumber: trbimg.com

Jika kalian sudah menonton 13 Reasons Why season pertama, pastinya kalian tahu bagaimana kehidupan karakter Hannah di sekolahnya. Menjadi siswi berparas cantik rupanya membuat Hannah menjadi sasaran pelecehan para murid lelaki di sekolahnya. Hal ini bermula ketika Hannah pergi berkencan dengan Justin. Saat itu Justin memfoto salah satu bagian tubuh Hannah dan menyebarkannya ke anak-anak di sekolahnya. Ketika teman-temannya menganggap hal tersebut sebagai bercandaan, Hannah justru merasa dipermalukan atas hal yang tidak pantas tersebut.

Tak hanya itu, Hannah juga masuk ke dalam daftar yang dibuat oleh Alex Standall yang berisi nama-nama perempuan di sekolah dengan diberi label tertentu. Label ini menyangkut bagian tubuh perempuan dan Hannah diberi label sebagai “Best Ass”. Perlakuan tersebut tentunya tidak pantas dan hanya semakin membuat Hannah di bully dan secara tidak langsung dilecehkan dengan perlakuan para murid laki-laki yang memfoto dirinya dari belakang sambil menertawakannya. Bahkan akibat hal tersebut, kasus pelecehan yang terjadi pada Hannah berujung pada kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh karakter Bryce di episode 12.

Bullying dan pelecehan seksual tidak bisa dianggap remeh. Dua kasus tersebut memiliki berbagai bentuk dan contoh yang dapat dilihat dari serial ini. Dikutip dari Olweus (1999) dan Turner (2016), bullying terbagi dalam tiga kategori, yaitu physical bullying, indirect or relational bullying, dan cyberbullying. Penyebab utama dari adanya bullying pada karakter serial ini adalah dikarenakan obyektifitas seksual.

Menurut Fredrickson & Robert (1997), obyektifitas seksual adalah tindakan yang menjadikan seseorang (dalam kasus ini Hannah Baker) sebagai “alat” kepuasan dan kesenangan mereka. Karakter seperti Justin, Bryce, Alex, Marcus, dll di serial ini menggunakan Hannah sebagai objek mereka dengan melakukan pelecehan melalui cara mereka memandang dan memperlakukan Hannah di sekolah.

Hannah sendiri seperti menjadi “sasaran” para murid lelaki mereka dengan cara mereka memandang Hannah yang terkesan tidak nyaman dan bahkan seperti melecehkan. Hannah juga menjadi topik pembicaraan para murid lelaki di sekolahnya yang menyangkut salah satu bagian tubuhnya. Di episode 1, Hannah juga menjadi korban pelecehan dari foto bagian intimnya yang diambil tanpa izin dan disebarkan ke murid-murid di sekolahnya. Foro tersebut semakin membuat Hannah menjadi korban atas gosip serta pelecehan yang dilakukan oleh teman-temannya.

Dampak Buruk dari Bullying
 

Bullying dan Pelecehan Seksual Dapat Berdampak pada Kasus Bunuh Diri
Bullying dan Pelecehan Seksual Dapat Berdampak pada Kasus Bunuh Diri
Sumber: hearstapps.com

Kasus bullying dan pelecehan yang terjadi di serial 13 Reasons Why ini seakan menjadi snowball effect pada karakter Hannah. Kasus-kasus yang terjadi menjadi semakin rumit dan kompleks dengan adanya pemerkosaan pada Hannah yang berdampak pada mentalnya. Hannah merasa dipermalukan, takut, dan sakit baik secara fisik dan emosional atas apa yang sudah terjadi pada dirinya.

Kasus-kasus tersebut banyak ditemukan di kehidupan nyata para remaja di berbagai negara di dunia dan hal ini tak jarang berujung pada dampak destruktif yang salah satu contohnya yaitu bunuh diri. Terganggunya psikologi korban, atau Hannah di serial ini, membuatnya tidak percaya dan merasa tak ada yang dapat membantunya. Hannah bahkan tidak berani menceritakan apa yang terjadi ke orang tuanya dikarenakan rasa malunya.

Menurut Emile Durkheim (1897) dalam teorinya mengenai bunuh diri, kasus bunuh diri yang terjadi pada Hannah masuk ke dalam kategori Fatalistic Suicide. Yang dimaksud dengan Fatalistic Suicide adalah tindakan bunuh diri yang diakibatkan oleh lingkungan yang menindas atau terlalu menekan seseorang dan mengakibatkan dirinya memutuskan untuk melepaskan diri dari lingkungan tersebut dengan cara bunuh diri. Kasus bunuh diri yang dilakukan Hannah banyak ditemui di kehidupan nyata para remaja Amerika.

Serial TV ini menggambarkan realita yang terjadi pada para remaja dunia, khususnya Amerika, mengenai kerasnya kehidupan serta pergaulan masa remaja mereka di sekolah dengan lingkungan mereka yang bermasalah serta bullying dalam berbagai bentuk yang mengakibatkan banyaknya murid atau remaja yang berakhir dengan nasib yang sama seperti karakter Hannah ini.

Menurut Counseling and Student Support Office, California Department of Education (2003), remaja atau murid yang mengalami bullying menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi atau resiko lebih besar dalam mengalami depresi, keinginan bunuh diri, dan usaha bunuh diri dibandingkan dengan murid-murid yang tidak pernah mengalami hal tersebut. Hal ini kemungkinan terjadi akibat perkembangan emosi remaja yang sulit untuk dideteksi karena mereka cenderung untuk menyembunyikannya dari orang-orang disekitarnya. Keputusan Hannah untuk mengakhiri hidupnya sendiri setelah tertekan dengan segala hal yang terjadi padanya memang merupakan hal yang sangat disayangkan.


Apa yang terjadi dengan Hannah dan remaja-remaja lainnya bisa dibilang merupakan dampak dari kelalaian lingkungannya serta sekolahnya dalam mencegah dan mendeteksi kesalahan-kesalahan yang biasanya terjadi pada masa remaja yang krusial ini. Akan tetapi, bunuh diri sendiri dapat dicegah dengan berbagai cara. Salah satunya adalah pemberian konseling dan pengawasan yang lebih dari orang tua.

Terjalinnya komunikasi yang baik antara anak dengan orang tuanya juga dapat mengurangi resiko bunuh diri dari anak-anak yang mengalami bullying agar mereka menjadi terbuka dalam menceritakan masalah yang dialaminya. Hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan memberikan dukungan bagi orang-orang yang sedang tertekan atau sedang mengalami masalah di kehidupannya.

0 Comments