span 1 span 2 span 2

News

Covid-19 Bukan yang Pertama, Simak 4 Penyakit Lain yang Pernah Jadi Pandemi Global
Oleh : Vitorio Mantalean
18 Maret 2020
Dibaca Normal 5 Menit

News Overview

Corona Virius
Sumber: stlucianewsonline.com

Badan Kesehatan Dunia, WHO resmi menetapkan virus corona jenis baru (novel coronavirus) penyebab Covid-19 sebagai pandemic global. Status ini membuat Covid-19 bukan lagi disebut wabah maupun epidemi.

Dikutip dari The Conversation Indonesia, ada perbedaan jelas antara wabah, epidemic, dan pandemic.

Wabah hanyalah penyakit tertentu yang tidak biasa, yang terjadi di periode waktu dan populasi tertentu saja.

Epidemi punya cakupan yang lebih besar. Epidemi terjadi ketika sebaran kasus melonjak di area geografis yang luas. Covid-19 ketika masih meluas di Wuhan, China, ialah epidemic.

Sementara itu, jika suatu penyakit telah menjadi pandemic, itu berarti kasusnya berskala internasional. Lebih dari itu, pandemic bersifat di luar kendali. Ini sebabnya, batuk pilek yang dialami seluruh orang di dunia bukanlah pandemic karena sudah jelas cara penanganannya.

Hingga tanggal 10 Maret 2020, Covid-19 sudah membunuh 4.009 orang dari 112.727 kasus di 103 negara, termasuk Indonesia. Sebanyak 63.617 pasien berhasil sembuh. Namun, kita tahu, pandemic ini belum akan berakhir dalam waktu dekat, walaupun kita berharap begitu.

Nah, Covid-19 bukanlah pandemic pertama di dunia. Sejarah mencatat, beberapa penyakit di zaman dulu juga sempat menyandang predikat pandemic karena sebarannya yang luas dan dunia butuh waktu buat mengendalikannya.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), inilah 5 pandemi global yang pernah terjadi sebelum Covid-19:


Flu Spanyol, 1918
 

Flu Spanyol
Sumber: 
kompas.com

Flu Spanyol adalah istilah populer pandemic Influenza 1918 yang disebut-sebut sebagai pandemic paling parah di era modern. Flu Spanyol diakibatkan oleh virus H1N1 yang pada 2009 lalu merebak kembali dengan istilah “flu babi”.

Zaman itu, tidak ada kepastian dari makhluk mana virus itu berawal. Namun, yang jelas, sekitar 500 juta orang atau sepertiga penduduk bumi waktu itu terinfeksi virus ini dalam kurun 1918-1919.

Virus ini paling banyak membunuh manusia dengan rentang usia kurang dari 5 tahun, 20-40 tahun, dan di atas 65 tahun. Belum canggihnya dunia medis kala itu membuat dunia harus pulih dari pandemic Flu Spanyol dengan mengandalkan isolasi, karantina, disinfektan, dan menjauhi kerumunan.

Influenza A H2N2, 1957
 

Influenza H2N2
Sumber: 
wikimedia.org

Pandemi berikutnya masih disumbang oleh penyakit flu. Virus H2N2 pertama mewabah di kawasan Asia, setelah pertama kali dilaporkan di Singapura pada 1957. Dengan cepat, virus ini menyebar ke Hong Kong hingga pesisir Amerika Serikat setelah melintasi China.

Virus H2N2 sanggup membunuh 14.000 penduduk bumi hanya dalam jangka waktu 6 bulan. Sempat mereda sesaat, pandemic ini kembali menjangkit luas pada 1958 awal.

Total, lebih dari 1 juta nyawa melayang. Pandemi baru bisa mereda sepenuhnya setelah para ilmuwan mengembangkan vaksinnya.

HIV/AIDS
 

HIV/AIDS
Sumber: 
wordpress.com

Kamu tentu tidak asing dengan virus HIV yang menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh yang membuat penderitanya rentan sakit dan sukar pulih kembali.

Kasus pertama AIDS dilaporkan pada 1981. Hingga kini, HIV sudah membunuh sekitar 25 juta penduduk bumi. Jumlah itu nyaris sepertiga jumlah kasus AIDS yang terjadi sejak pertama kali dilaporkan.

Selama hampir 30 tahun, wilayah sub-Sahara Afrika jadi wilayah dengan tingkat kasus HIV paling parah. Dunia sains telah berhasil menemukan “obat” yang sedikit banyak mampu membuat orang dengan HIV/AIDS (ODHA) punya harapan hidup yang lebih lama, yakni menggunakan terapi antiretroviral (ARV).

Flu Babi (H1N1pdm09), 2009
 

Flu Babi
Sumber: 
cloudfront.net

Flu Babi bisa dibilang kelanjutan dari Flu Spanyol pada 1918 lalu, karena jenis virus yang identik. Flu Babi pertama kali dideteksi di Amerika Serikat dan dalamt tempo singkat meluas ke berbagai negara lain. Butuh waktu 1 tahun 4 bulan terhitung sejak April 2009 hingga 10 Agustus 2010, bagi WHO mengakhiri status pandemic Flu Babi.

Namun, bukan berarti virus ini lenyap dari peredaran. Flu Babi masih menjangkit secara musiman dan tetap menimbulkan kematian di aneka penjuru dunia sampai saat ini. Diperkirakan, dunia sudah mengalami 60 juta kasus Flu Babi dengan ratusan ribu kematian.


Covid-19 belum sepekan ditetapkan sebagai pandemic global. Melihat betapa majunya perkembangan dunia sains dan medis modern, mudah-mudahan kita bisa berharap agar vaksin virus corona segera dapat ditemukan.

Jangan panik, selalu waspada!

0 Comments