span 1 span 2 span 2

News

Apa Sih, Fungsi dari Manajemen Keuangan?
Oleh : Kinibisa
20 Mei 2020
Dibaca Normal 8 Menit

News Overview

Keuangan

Keuangan menjadi bagian penting dalam suatu usaha, baik itu usaha dengan skala besar maupun skala kecil sekalipun. Manajemen keuangan pun tidak boleh dilewatkan dalam menjalankan bisnis yang ada di perusahaan tersebut. Jika diabaikan, sangat mungkin terjadi berbagai tujuan perusahaan sulit atau bahkan tidak tercapai. Tidak adanya manajemen keuangan yang baik pun kerap disebut sebagai penghalang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas bahkan menjadi bangkrut. Asuransi PFI Mega Life Insurance bisa menjadi salah satu rujukan bagi Anda untuk mencari produk yang tepat sesuai kebutuhan Anda.

Anda mungkin belum terlalu familiar dengan istilah manajemen keuangan. Mudahnya, manajemen keuangan adalah segala sesuatu yang dilakukan perusahaan untuk mengelola keuangan dalam bisnis. Berdasarkan pengertian manajemen keuangan tersebut, beberapa kegiatan yang bisa dimasukkan dalam kelompok manajemen keuangan adalah cara memperoleh, menggunakan, serta membagi keuangan-keuangan yang ada berdasarkan tujuan bisnis perusahaan.

Manajemen keuangan menjadi vital bagi perusahaan untuk mencapai berbagai tujuannya. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, sangat mungkin terjadi muncul kondisi ketika perusahaan mengalami kesulitan keuangan hingga menyebabkan kegiatan produksi dan penjualan terhenti. Jika sudah demikian, penerimaan pun menjadi surut.

Jadi sebaiknya, apa pun usaha yang tengah Anda jalankan, pastikan Anda menerapkan sistem manajemen keuangan yang baik. Pastikan pula pengelolaan keuangan yang Anda jalankan telah memenuhi berbagai fungsi manajemen keuangan di bawah ini.


Tidak Kekurangan Likuiditas
 

Keuangan perusahaan akan menjadi berantakan jika likuiditas tidak berjalan dengan baik. Likuiditas yang dimaksud di sini adalah kemampuan perusahaan mengeluarkan dana tunai untuk membiayai berbagai hal bagi kepentingan bisnis.

Dengan manajemen keuangan yang baik, artinya ada kesempatan besar bagi perusahaan untuk memperkirakan arus kas perusahaan secara rigid. Perusahaan bisa mengetahui perhitungan detail terkait pemasukan hingga pengeluaran yang dibutuhkan.

Kalaupun ada sesuatu dalam arus kas yang menunjukkan situasi likuiditas yang kurang, perusahaan juga bisa berjaga-jaga menyiapkan cara untuk bisa memperoleh likuiditas tersebut. Jadi, proses produksi bisa bisa tetap berjalan, berbagai ongkos yang menjadi kewajiban bisa terbayarkan, dan penerimaan perusahaan bisa terjaga akibat penjualan yang tidak terganggu.

Membuat Struktur Modal yang Kuat
 

Dengan melakukan manajemen keuangan, Anda bisa mengetahui dari mana saja dana untuk modal selama ini diperoleh. Dari sana terlihat apakah memang selama ini modal yang digunakan sudah maksimal atau belum.

Jika sudah maksimal, tentu pekerjaan menjadi mudah karena Anda tinggal mengikuti pola modal yang sudah ada. Namun jika ternyata kebalikannya, Anda harus mulai memperbaiki struktur modal Anda agar lebih kuat. Struktur modal yang kuat terjadi ketika aset yang perusahaan Anda miliki tidak melebihi dana pinjaman yang Anda gunakan untuk modal usaha.

Jika memang terjadi kondisi modal usaha berupa pinjaman yan lebih besar daripada aset, perbaikan struktur mesti Anda lakukan. Lagi-lagi, di sini data manajemen keuangan menjadi amat penting. Soalnya, dari data tersebut bisa diketahui estimasi modal minimal yang bisa Anda gunakan untuk menjalankan usaha.

Membuat Alokasi Dana yang Tepat
 

Alokasi Dana

Bayangkan jika perusahaan Anda tidak memiliki data manajemen keuangan? Semua aliran uang bisa digunakan berbagai sektor secara sesuka hati. Padahal, sektor-sektor yang dibiayai tersebut sama sekali tidak mampu meningkatkan keuntungan perusahaan. Sebaliknya, pembiayaan yang tidak tepat pada sektor tersebut justru membuat kondisi keuangan perusahaan Anda menjadi seret.

Di sinilah fungsi manajemen keuangan sebagai kontrol terhadai alokasi dana yang tidak tepat bagi perusahaan. Membuat manajemen keuangan artinya Anda membuat alokasi dana yang tepat untuk mencapai tujuan perusahaan secara maksimal.

Alokasi-alokasi dana pada bagian yang tidak menunjang usaha perusahaan bisa dipangkas. Sebaliknya, alokasi dana untuk membuat usaha bisa berkembang mesti ditingkatkan. Alokasi dana yang tepat, pada dasarnya terjadi ketika alokasi dana perusahaan Anda lebih banyak digunakan untuk modal produksi dibandingkan biaya atau ongkos bisnis. Dengan demikian, produksi bisa meningkat dan penerimaan sangat mungkin bertambah.

Menemukan Peluang Ekspansi
 

Jika dalam data manajemen keuangan terlihat struktur modal perusahaan Anda sudah kuat serta alokasi dana yang dilakukan juga sudah tepat, Anda mulai bisa memikirkan ekspansi. Ekspansi bisnis perusahaan akan membuat keuntungan berganda bagi bisnis yang tengah Anda jalankan tersebut.

Mungkin saja dalam data terlihat ekspansi menjadi sulit dilakukan karena modal yang tidak mencukupi untuk menambah produksi. Namun, peluang tidak berhenti begitu saja. Anda bisa mulai memikirkan dan mencari pendanaan yang bisa memberi modal tambahan bagi usaha Anda.

Kenapa pendanaan masih bisa dilakukan? Jelas karena usaha Anda memiliki struktur yang kuat. Dengan aset yang melebihi total pinjaman Anda, kondisi keuangan tergolong aman bahkan cukup dijadikan modal untuk mengajukan pinjaman lain yang lebih besar guna kebutuhan produksi.

Meminimalkan Risiko Produksi
 

Manajemen keuangan yang terarah dan tepat bisa menghindarkan usaha Anda dari kebangkrutan. Pasalnya dengan adanya data keuangan tersebut, Anda bisa segera mengetahui jika ada yang tidak beres dalam pelaksanaan produksi di perusahaan. Anda pun bisa segera melakukan langkah pembenahan jika ada kondisi yang dapat menimbulkan risiko produksi yang besar.

Patut diingat bahwa produksi menjadi bagian sangat penting dari perusahaan karena Akan menentukan seberapa besar pemasukan yang perusahaan Anda terima. Jika ada risiko kehilangan produksi, artinya itu juga risiko kerugian bagi bisnis Anda.

Selain penanganan, ada baiknya pula Anda melakukan pencegahan risiko produksi. Salah satu caranya dengan memberi proteksi pada alat-alat produksi Anda apabila terjadi suatu kerusakan yang tidak direncanakan. Proteksi itu bisa Anda peroleh dengan membeli produk asuransi khusus untuk perusahaan. Produksi bisa aman ke depannya, usaha Anda pun bisa terus berjalan tenang.

Melakukan Kontrol Harga
 

Fungsi manajemen keuangan lainnya adalah Anda bisa melakukan kontrol harga yang tepat sehingga tidak menimbulkan pemberatan ongkos bisnis. Kontrol di sini adalah dari sisi pengeluaran, misalnya terkait pembayaran pegawai, penyewaan tempat, hingga pembelian mesin produksi.

Anda bisa mengecek dengan detail apakah biaya terkait ongkos bisnis yang dikeluarkan sudah sesuai atau belum. Jika sudah sesuai, artinya perusahaan aman. Dengan biaya yang sesuai, artinya tidak ada ongkos berlebih yang bisa menggerus keuntungan atau bahkan menyebabkan kerugian.

Sebaliknya, jika ongkos bisnis perusahaan Anda ternyata tidak sesuai, waktunya Anda segera mengontrolnya. Buatlah anggaran yang ketat terkait kontrol harga mengenai berbagai pengeluaran yang diperlukan.

Menciptakan Rasio Keuangan Ideal
 

Manajemen keuangan juga bisa Anda arahkan untuk menciptakan rasio keuangan yang ideal bagi perusahaan. Setidaknya untuk menciptakan kondisi ideal tersebut, Anda perlu memperhatikan empat rasio, yaitu likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan rentabilitas.

Rasio likuiditas yang ideal memastikan perusahaan Anda bisa memenuhi berbagai kewajiban dalam jangka pendek. Rasio solvabilitas yang ideal dapat mengukur tingkat struktur modal perusahaan Anda sudah baik atau belum.

Lalu rasio aktivitas mengarah pada untuk menciptakan kondisi sumber daya yang efektif. Sementara itu, rasio rentanbilitas bisa mengukur seberapa efektif bisnis Anda dalam menciptakan untung.


Pertanyaannya sekarang, apakah perusahaan Anda sudah menjalankan manajemen keuangan secara tepat dan berkelanjutan? Jika Anda perusahaan perusahaan Anda tidak kunjung berkembang, artinya perlu ada perbaikan manajemen keuangan di perusahaan.

Terkait salah satu manajemen untuk membuat risiko produksi bisa diminimalkan, jangan sembarangan memilih asuransi. PFI Mega Life bisa menjadi salah satu rujukan bagi Anda untuk mencari produk yang tepat sesuai kebutuhan Anda.

0 Comments