span 1 span 2 span 2

News

Akhir Pekan Jadi Hambar karena Tiga Negara yang Liga Sepakbolanya Jagoan Harus Tunduk oleh Corona
Oleh : Vitorio Mantalean
18 Maret 2020
Dibaca Normal 3 Menit

News Overview

Premier League
Sumber: premierleague.com

Buang jauh-jauh deh pikiran-pikiran konspiratif bahwa virus corona hanya akal-akalan atau pengalihan isu. Virus corona yang bikin penyakit bernama Covid-19 ini jelas adanya. Bukti yang paling nyata adalah: tontonan sepakbola yang berbeda dari biasanya.

Kalian yang doyan nonton bola pasti tahu betul dampak pandemic Covid-19 sama tontonan bola yang tiap minggu jadi langganan kamu. Banyak pertandingan ditunda. Minimal, lebih banyak lagi pertandingan yang digelar tanpa penonton. Wow, bosen banget nontonnya, kayak nonton mode latihan Winning Eleven di PS 1. Sepi-sepi saja, yang ramai cuma teriakan-teriakan di lapangan.

Beberapa kompetisi sepakbola domestik sudah terganggu jalannya gara-gara Covid-19. Di mana saja? Ini dia:


Inggris
 

Liga Inggris
Sumber: elsetge.cat

Liga Primer Inggris akhirnya menunda pertandingan Manchester City vs Arsenal, Rabu (11/3/2020) kemarin. Ini gara-gara para pemain Arsenal sempat berkontak dengan Evangelos Marinakis, pemilik klub Olympiakos di ajang Europa League tempo hari. Pak Marinakis ternyata didiagnosis positif Covid-19.

Pemain Arsenal akhirnya dikarantina karena mereka sempat salaman dengan Pak Marinakis. Malah,  kabar terkini, pelatih Arsenal, Mikel Arteta juga terbukti positif Covid-19.

Di sisi lain, pemerintah Inggris punya wacana menerapkan pertandingan tanpa penonton seperti di mode latihan Winning Eleven PS1 sampai akhir musim. Bar-bar di Inggris yang sering jadi lokasi nonton bareng (nobar) juga kemungkinan tak akan menyiarkan laga-laga bola, karena nobar tentu bakal jadi kesempatan paling efektif buat memperluas virus corona.

Buat fans Liverpool, tentu kabar ini sedikit melegakan. Soalnya, tak sedikit dari mereka yang deg-degan gara-gara mengira Liga Primer Inggris akan dihentikan sebelum musim berakhir, sementara mereka tinggal sepelemparan batu dari gelar juara yang sudah mereka kangen sekali. Ya, kan Liverpudlian?

Spanyol
 

Liga Spanyol
Sumber: detik.net.id

Sepakbola Negeri Matador akan puasa selama 2 pekan, setelah La Liga menggelar rapat dengan federasi sepakbola Spanyol RFEF dan asosiasi pesepakbola Spanyol AFE. Padahal, beberap hari sebelumnya, mereka sepakat menggelar laga-laga tersisa dengan pintu stadion tertutup bagi para supporter.

Kandidat juara, Real Madrid pun saat ini mengarantina pemain-pemain tim utama mereka setelah salah satu pemain basketnya (ya, Madrid punya klub basket) terbukti positif Covid-19. Usut-punya usut, arena latihan pemain basket dan sepakbola Madrid kadang-kadang dipakai bergantian.

Keputusan ini masuk akal sekali karena Spanyol juga bercokol di papan atas negara Eropa dengan infeksi virus corona paling banyak, dengan 48 orang meninggal dunia dari 2.140 kasus Covid-19.

Italia
 

Liga Italia
Sumber: tempo.co

Ingat, kan, Derby d’Italia juga sempat molor beberapa pekan lalu? Sebelum akhirnya Juventus menggasal Internazionale dengan skor 2-0 tanpa penonton, Juventini dan Interisti sempat harus dibuat menunggu kapan derby menentukan ini bakal digelar.

Italia adalah negara Eropa paling parah terdampak Covid-19. Sekarang, bukan hanya pintu stadion yang tertutup, namun seantero negeri Pizza ditutup. Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte sudah menginstruksikan negaranya di-lockdown.

Jadi, jangan heran bila jadwal Serie A pun kini tak keruan gara-gara molor-moloran dari bulan lalu dan akan semakin molor ke depannya karena belum ada tanda-tanda virus corona di Italia bakal surut.

Malah, kini sudah ada 2 pemain Serie A yang terbukti positif virus corona: Daniele Rugani (Juventus) dan Manolo Gabbiadini (Sampdoria). Rekan-rekan setim mereka pun harus diisolasi juga.

Nah, sekarang bayangkan (tentu kita berharap ini tak terjadi) Cristiano Ronaldo yang super bugar dan sehat itu juga positif Covid-19. Ngeri.


Itu dia negara-negara jagoan sepakbola yang jadwal kompetisi bolanya acak-acakan gara-gara virus corona. Sebetulnya, Jerman dan Perancis juga punya potensi serupa. Namun, belum ada tanda-tanda pertandingan di dua negara yang bertetangga itu bakal ditunda dalam waktu dekat.

Mari berharap, pandemic virus corona segera berakhir. Selain supaya kita selalu sehat dan boleh berumur panjang, akhir pekan tanpa pertandingan bola itu rasanya hambar nian!

0 Comments