span 1 span 2 span 2

News

5 Mitos yang Melekat dengan Kebudayaan Masyarakat Indonesia
Oleh : Calvin Geraldo S
17 Januari 2020
Dibaca Normal 4 Menit

News Overview

Mitos menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dan mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa tersebut serta mengandung arti mendalam yang diungkapkan dengan cara gaib. Mitos yang berkembang di Indonesia biasanya hadir secara tersirat dan berwujud sebuah pantangan untuk melakukan sesuatu. Tujuan mitos adalah untuk mengatur perilaku masyarakat agar sesuai dengan norma yang berkembang dalam suatu masyarakat tersebut. Berikut beberapa mitos-mitos yang melekat dengan budaya dan masyarakat Indonesia.

Jangan
Sumber: teepublic.com


Jangan Duduk di depan Pintu
 

Mitos jangan duduk di depan pintu biasanya diikuti dengan konsekuensi yang akan diterima seseorang bila melakukan hal tersebut, yakni akan susah dapat jodoh. Mitos ini biasanya diperuntukkan untuk seorang gadis. Sejarahnya pada zaman dahulu, para gadis biasa mencari kutu (nginang) dengan duduk berjejer di depan pintu. Maksud yang ada di balik mitos ini sebenarnya adalah memperingatkan bahwa ketika ada seseorang yang melakukan kegiatan di depan pintu, maka akan menghalang-halangi orang yang akan keluar masuk rumah.

Pintu
Sumber: lowes.com

Jangan Duduk di atas Bantal
 

Mitos yang satu ini berkaitan dengan kebiasaan seorang anak yang sering menduduki bantal saat duduk di atas tempat tidur. Maka orangtua yang melihat hal tersebut akan mengatakan untuk jangan duduk di atas bantal karena nanti akan bisulan. Akan tetapi, maksud yang sebenarnya adalah untuk menanamkan rasa hormat pada diri seorang anak untuk dapat menghargai benda-benda yang biasa digunakan dan menempatkannya sesuai fungsinya. Itulah mengapa tidak diperbolehkan seorang anak untuk duduk di atas bantal karena bantal diperuntukkan untuk kepala.

bantal
Sumber: pexels.com

Jangan Pindah-Pindah Tempat saat Sedang Makan
 

Mitos ini berdasar pada kebiasaan anak-anak yang biasanya pada saat makan senang berpindah-pindah tempat duduk bahkan sambil berdiri hingga berlarian ke sana ke mari. Untuk itu, para orangtua berusaha membuat pantangan dengan maksud mengajarkan etika atau norma yang sopan dan santun kepada anaknya. Bila melanggar mitos ini, akan tertimpa konsekuensi bahwa akan punya istri/suami yang banyak.

Baca juga: Mitos Rasial pada Michael Jackson

makan
Sumber: care2.com

Jangan Buang Air Kecil  Sembarangan
 

Kalau mitos yang satu ini memiliki alasan yang cukup masuk akal bagi masyarakat luas. Bagaimana tidak, buang air kecil sudah seharusnya di dalam toilet. Kebanyakan masyarakat daerah masih melakukan hal tersebut dengan alasan sedang berada di luar, sudah kebelet, dan sebagainya. Terlepas dari itu, membuang air kecil di sembarang tempat adalah perbuatan yang saru atau tidak pantas untuk dilakukan karena bisa jadi juga hal itu akan mengenai makhluk lain. Biasanya dikatakan bahwa mitos tersebut bisa-bisa akan mengakibatkan terkenanya makhluk-makhluk ghaib dan itulah mengapa dianjurkan untuk berucap “numpang-numpang, Mbah”.

toilet
Sumber: thespruce.com

Menyapulah yang Bersih Agar Suaminya Tidak Brewokan
 

Mitos yang satu ini ditujukan bagi para perempuan Jawa zaman dulu yang cenderung mencintai laki-laki yang tidak brewokan. Maka ketika menyapunya tidak bersih, para perempuan harus siap dinasihati menggunakan mitos tersebut. Maksud sebenarnya mitos tersebut adalah untuk membiasakan menyapu yang bersih agar rumah nyaman untuk ditempati.

menyapu
Sumber: go-jek.com


Itu tadi mitos-mitos yang berkembang dalam budaya dan masyarakat Indonesia. Kalian pasti juga pernah ditakut-takuti dengan menggunakan mitos-mitos di atas oleh orangtua kalian. Ada baiknya kalian mengambil pesan di balik mitos-mitos tersebut, yang ternyata memiliki alasan dan konsekuensi yang masuk akal.

Baca juga: Info Profesi

0 Comments