span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Chris Lesmana: Desainer Mobil VW asal Indonesia
Oleh : Ardito Ramadhan
02 Mei 2018

Highlight

Ayah saya adalah pecinta otomotif. Sejak kecil saya dikenalkan tentang otomotif.

Chris Lesmana
Christian Lesmana adalah seorang desainer berkebangsaan Indonesia yang berkarir di Eropa dengan menjadi desainer mobil Volkswagen yang bermarkas di Jerman.
Sumber: google.co.id

Siapa yang tidak mengenal mobil Volkswagen Beetle atau biasa disebut dengan VW Kodok? Mobil ini sering muncul di berbagai media pop culture mulai dari kover album Abbey Road yang fenomenal hingga film Herbie. Namun, siapa sangka ada sosok asal Indonesia yang mendesain mobil ikonik tersebut? Simak kisah inspiratif Chris Lesmana bersama Kinibisa!



"Jika kamu ingin membuat suksesor mobil ikonik seperti Bug dan New Beetle maka kamu harus paham betul dengan setiap sudut mobil tersebut sehingga bisa membuat desain yang baik."

Cinta Mobil Sedari Kecil
 

menyukai mobil sejak kecil
Chris sudah menyukai dunia otomotif sejak kecil.
Sumber: jadiberita.com

Christian Lesmana lahir di Bandung pada 15 Maret 1969. Sejak kecil, laki-laki yang akrab disapa Chris ini telah menyukai dunia otomotif. Sang ayah agaknya menjadi faktor utama yang membuat  Chris menggilai dunia otomotif. “Ayah saya adalah pecinta otomotif. Sejak kecil saya dikenalkan tentang otomotif,” kata Chris kepada Harian Riau[1]

Kecintaan Chris Lesmana terhadap dunia otomotif rupanya membuatnya ingin berkarir di bidang tersebut. Dengan hobinya memperhatikan bentuk-bentuk mobil, ia bertekad untuk menjadi seorang desainer mobil. Namun, cita-citanya itu terganjal karena ketika ia lulus SMA belum ada perguruan tinggi yang menyediakan jurusan desain mobil.

“Dari kecil suka mobil. Makin lama, makin gede, masih terus suka mobil. Tapi kan di Indonesia tahun 80-an car design masih tidak mungkin. Terus gimana, pokoknya saya mau desain mobil, enggak ada lain, cuma mobil,” kata Chris kepada Detik.[2]

Bakat Chris dalam mendesain mobil sebenarnya sudah muncul sejak ia berusia remaja. Saat usianya menginjak 17 tahun, ayahnya menghadiahkan mobil Volkswagen (VW) hitam seri 1303 yang kemudian dirombak habis-habisan oleh Chris. Interior mobil itu ia ubah dan eksteriornya ia cat ulang. Sejak saat itu, Chris pun hobi mengoleksi mobil asal Jerman tersebut.

Sedari kecil, Chris memang mempunyai mimpi untuk menjadi desainer mobil VW. Ia amat senang memperhatikan mobil-mobil VW yang dikoleksi ayahnya. “Jika kamu ingin membuat suksesor mobil ikonik seperti Bug dan New Beetle maka kamu harus paham betul dengan setiap sudut mobil tersebut sehingga bisa membuat desain yang baik,” katanya dikutip dari Hipwee[3].

Terbang Ke Jerman Mengejar Mimpi
 

melanjutkan pendidikan di jerman
Chris melanjutkan pendidikan tingginya di Jerman demi mewujudkan cita-citanya sebagai desainer mobil.
Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Untuk mewujudkan mimpinya itu, ia bertekad untuk kuliah di luar negeri. Hohschule Pforzheim School of Design yang beralamat di Jerman menjadi tujuan Chris. Sebenarnya, ia ingin berkuliah di London namun masalah dana menjadi penghalang. “Karena orang tua saya enggak punya uang, kalau saya kuliah di London kan mesti banyak duit. Kemungkinan di Pforzheim free,” katanya.

Meskipun begitu, perjuangan Chris untuk berkuliah di Jerman juga tidak mudah. Untuk diterima di universitas tersebut, ia mesti mengikuti berbagai seleksi, salah satunya adalah mengirim portofolio. “Kita coba saja. Bikin portofolio, kirim ke sana, dan datang undangan harus ke Pforzheim untuk tes kedua. Kemudian berangkat ke Jerman, ikut tes, rencananya 2 hari tapi sehari sudah cukup,” kata Chris.

Tak disangka, Chris diterima untuk berkuliah di Pforzheim. Namun, ada satu tantangan lagi yang harus dihadapi Chris. Sekolah tersebut mewajibkan mahasiswanya untuk bisa menguasai Bahasa Jerman. Oleh karena itu, Chris pun kembali ke Indonesia untuk mengikuti kursus Bahasa Jerman. “Waktu tes itu belum bisa bahasa Jerman. Terus balik lagi ke Indonesia, belajar bahasa Jerman, dapat sertifikat bahasa Jerman dan datang ke Pforzheim,” katanya.

Sebelum terbang ke Jerman, Chris sebenarnya sempat mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung. Di kampus berjuluk Kampus Ganesha itu, ia mengambil jurusan desain produk. Menurut Chris, ia memilih berkuliah di ITB lebih dahulu untuk mendapat dasar-dasar mengenai desain sebelum mendalaminya di Jerman.

“Saya bilang ke almarhum ayah saya, oke dimulai di Indonesia untuk dapat basic, kemudian sudah dua tahun baru cut dan ke Pforzheim, mulai dari nol lagi,” kata Chris. Di Hohschule Pforzheim School of Design, Chris mengambil jurusan desain transportasi.

Pantang Pulang Sebelum Sukses
 

pameran mobil
Chris berpose dalam sebuah ajang pameran mobil.
Sumber: bianginovasi.com

Menginjakkan kaki di Jerman, tekad Chris semakin bulat untuk menjadi seorang desainer mobil. Ia pun berjanji kepada dirinya sendiri untuk tak pulang ke Indonesia sebelum sukses meraih mimpinya itu. “Saya bilang ke ayah saya, saya pulang lagi kalau saya sudah punya pekerjaan, sebelum dapat pekerjaan, saya enggak mau pulang. Itu yang memacu saya,” kata Chris.

Masa-masa perkuliahan di Jerman pun menjadi masa-masa yang tidak mudah bagi Chris. Sistem kuliah dan kebudayaan Jerman yang jauh berbeda dengan Indonesia membuat Chris harus pandai beradaptasi. “Kita harus menyesuaikan, kita kan enggak di Indonesia, tapi di jerman, Jerman punya kulturnya sendiri, kita mesti mengikuti. Buat saya ini bikin disiplin,” katanya.

Selama berkuliah di sana, Chris juga tak mau menjadi mahasiswa yang menghabiskan waktunya hanya untuk belajar. Ia berusaha untuk membangun koneksi dengan perusahaan-perusahaan otomotif asal Jerman seperti VW, Volvo, dan Audi. Tujuannya, ia dapat memperoleh kesempatan magang di perusahan-perusahaan itu.

Kerja keras Chris tersebut agaknya terbayar saat Chris duduk di bangku semester enam. Saat itu, VW memberikan kesempatan Chris untuk magang di sana. Kesempatan ini membuat Chris selangkah lebih dekat untuk mewujudkan mimpinya menjadi desainer VW. Chris sendiri tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini dengan menunjukkan kebolehannya saat magang di sana.

Pihak VW agaknya terkesan dengan kemampuan yang dimiliki oleh Chris. Masa magang Chris yang awalnya berlangsung selama enam bulan diperpanjang hingga enam bulan lagi. Pada 1997, Chris resmi menjadi karyawan VW setelah menamatkan studinya. Mimpi Chris sebagai desainer mobil VW pun tercapai.

Desainer Mobil Berprestasi
 

memamerkan hasil karyanya
Chris memamerkan salah satu rancangan mobil Volkswagen.
Sumber: wordpress.com

Sepanjang karirnya di VW, Chris dikenal sebagai sosok desainer yang andal. Ia dipercaya untuk mendesain mobil-mobil unggulan milik VW seperti VW Up!, serta merancang ulang mobil legendaris keluaran VW yaitu VW Beetle yang biasa disebut VW Kodok menjadi VW New Beetle. Menurut Chris, mendesain VW Beetle merupakan tantangan besar baginya karena desain itu sudah sangat ikonik.

Meskipun begitu, ia agaknya berhasil menaklukkan tantangan besar tersebut. Bahkan, desain VW New Beetle yang dirancang Chris mendapat pujian dari perusahaan yang mempekerjakannya. Bahkan, pimpinan Volkswagen, Martin Winternkorn sendiri yang memilih desain rancangan Chris dan menganggap rancangannya itu sudah bagus tanpa perlu perubahan sama sekali.

Hasil rancangan Chris juga meraih respon positif dari masyarakat dunia. Angka penjualan mobil VW New Beetle yang dirilis pada 2011 itu telah mencapai angka 23 juta buah di seluruh dunia. Sebelum sukses bersama VW New Beetle, Chris sebenarnya sudah dikenal ketika mencatat prestasi bersama VW Up! yang ia rancang pada 2008.

Saat itu, VW Up! hasil rancangan Chris dan dua temannya diikutsertakan dalam ajang World Car of The Year 2012. Tak disangka, VW Up! berhasil menyingkirkan 34 mobil lainnya dan menyabet gelar World Car of The Year 2012. Mobil ini pun menjadi bintang dalam berbagai pameran mobil.

baca juga: kisah inspiratif Bayu Santoso

Prestasi yang diperoleh Chris tentu menjadi kebanggaan bagi publik Indonesia. Meskipun industri mobil dalam negeri belum bergairah, setidaknya ada perwakilan anak bangsa yang mencatat prestasi di dunia otomotif internasional. Ada orang Indonesia di perusahaan besar yang juga mendesain mobil VW Up!. Bangga dong, dan saya berharap bisa bawa dia ke Indonesia,” kata perwakilan VW Indonesia, Jonas Chendana, kepada Metro TV[4].

Hingga kini, Chris tinggal di Hannover, Jerman, dan masih bekerja untuk Volkswagen. Saat ini, ia menjabat sebagai Senior Exterior Designer pada perusahaan itu. Dengan posisi tersebut, tentu ada banyak mobil keluaran VW yang desainnya tak lepas dari tangan dingin Chris. “Saya sudah ikut mendesain banyak mobil VW,” katanya dikutip dari GoodNewsFromIndonesia[5]

Lewat kisah Chris Lesmana di atas, kita bisa belajar bahwa tidak ada kata tidak mungkin untuk meraih mimpi kita. Siapa pula yang menyangka Chris bisa menjadi desainer mobil VW seperti yang telah ia impikan sejak kecil? Kuncinya adalah kerja keras, kesabaran, dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Simak kisah inspiratif tokoh-tokoh lainnya bersama Kinibisa!


[1]http://harianriau.co/news/detail/9991/chris-lesmana-desainer-mobil-dari-indonesia-yang-mendunia
[2]https://oto.detik.com/profil/3462229/semangat-chris-lesmana-sebelum-jadi-desainer-mobil-volkswagen
[3]https://www.hipwee.com/hiburan/chris-lesmana-orang-indonesia-yang-berada-di-balik-desain-unik-mobil-vw-nggak-banyak-yang-tahu/
[4]http://news.metrotvnews.com/read/2016/06/21/546138/chris-lesmana-anak-negeri-sang-desainer-vw-up
[5]https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/08/15/chris-lesmana-desainer-mobil-kodok-yang-terkenal-di-kancah-internasional