span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Bayu Santoso: Mengharumkan Nama Indonesia melalui Kompetisi Desain Internasional
Oleh : Ardito Ramadhan
30 April 2018

Highlight

Bukan soal ekonomi, tapi bapak mengajarkan anaknya untuk mengerti susahnya hidup, tanggung jawab, nggak perlu malu sama orang.

bayu santoso
Seorang desainer grafis asal Yogyakarta yang memenangkan kontes desain kover album Maroon 5.
Sumber: bp.blogspot.com

Hingga 2014, ia merupakan mahasiswa biasa yang berkuliah di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Namun, namanya tiba-tiba meroket ketika ia memenangkan kontes desain kover album band kenamaan asal Amerika Serikat, Maroon 5. Ia sendiri tak menyangka akan terpilih karena ia merasa dirinya tak punya latar belakang di dunia seni. Simak kisah inspiratif Bayu Santoso bersama Kinibisa!



"Mulai freelance graphic sejak SMK. SMK itu kriya kayu jadi ngga ada soal graphic atau background seni saya ngga punya."

Bayu Kecil yang Gemar Menggembala
 

Seperti yang telah disebutkan di atas, sebelum mengikuti kontes desain kover album Maroon 5, Bayu Santoso hanyalah seorang pemuda biasa. Ia lahir di Yogyakarta pada 16 September 1994. Anak bungsu dari lima bersaudara ini agaknya berasal dari sebuah keluarga yang mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan. Sejak kecil, ia sudah dibiasakan untuk angon kambing atau menggembala kambing.

Ketika matahari belum terbit, Bayu kecil mesti sudah bangun dari tidurnya. Sebab, ia harus antre untuk memperole ampas tempe yang diolah menjadi makanan kambing-kambingnya. Tak jarang, ia juga menyabit rumput sendiri untuk makanan hewan gembalanya itu.

sosok sederhana
Bayu tumbuh dan besar di keluarga yang sederhana. Bayu kecil rupanya kerap menggembala kambing.
Sumber: warningmagz.com

Bayu mengatakan kegiatan menggembala kambing ia lakukan bukan karena tuntutan ekonomi melainkan amanah dari sang ayah. “Bukan soal ekonomi, tapi bapak mengajarkan anaknya untuk mengerti susahnya hidup, tanggung jawab, nggak perlu malu sama orang,” kata Bayu kepada VOA Indonesia.[1] Bayu mengaku dirinya mengambil banyak pelajaran berharga dari kegiatan tersebut.

Kegiatan menggembala kambing terus Bayu lakoni hingga ia duduk di bangku SMK. Saat itu, ia bersekolah di SMKN 1 Kalasan, Sleman, mengambil jurusan kriya kayu. Di sana, Bayu mulai mengenal kegiatan desain. “Mulai freelance graphic sejak SMK. SMK itu kriya kayu jadi ngga ada soal graphic atau background seni saya ngga punya,” kata Bayu dalam program SarahSechan[2]

Lulus dari SMK, ia memilih berkuliah di Institut Seni Indonesia yang beralamat di Yogyakarta. Di sana, ia mengambi jurusan Desain Komunikasi Visual. Sejak berkuliah di sana, Bayu pun rajin memembuat desain dan mengirimkannya ke berbagai sayembara.

Kontes Desain Album Maroon 5
 

memamerkan rancangannyaBayu memamerkan gambar rancanngannya yang memenangkan kontes desain album Maroon 5 pada 2014.
Sumber:
bp.blogspot.com

Ketika Bayu menginjak semester ketiga kuliahnya pada 2014, namanya mencuat di berbagai media massa. Saat itu, ia berhasil memenangkan kontes desain kover album terbaru milik band Maroon 5 yang bertajuk V. “Congratulations to Bayo Gale on the winning artwork in our Creative Allies contest to design an alternate cover for V,” tulis Maroon 5 dalam situs resminya. Bayo Gale sendiri adalah nama yang digunakan Bayu ketika mengikuti kontes tersebut.

Bayu pun mengaku sempat tak percaya ketika ia diumumkan menjadi pemenang. Sebab, Bayu merasa desainnya saat itu tidak dibuat secara optimal. “Gak menyangka. Dari pengerjaan yang agak terburu-buru, sempat stuck ide dan ingin nyerah. Sudah pasrah deh pikirannya,” kata Bayu kepada NET[3]

Sejak awal, Bayu sendiri tak pernah menargetkan untuk memenangkan kontes tersebut. “Sebenernya ngga mengharapkan menang, ingin berpartisipasi aja karena suka juga sama Maroon 5. Kalau seumpama menang pasti bangga dan orang sekitar juga bangga. Akhirnya iseng-iseng coba tapi ga terpikir untuk menang,” kata Bayu.

Ketika diumumkan menjadi pemenang, tentu ada rasa senang dan bangga dalam diri Bayu. Namun, di sisi lain Bayu juga sempat merasa ketakutan. Sebab, ia menganggap masih banyak orang di Indonesia yang lebih andal darinya. “Agak takut juga karena di Indonesia banyak yang jago gambar. Takutnya ada yang komentar soal seni, sedangkan gua kan masih belajar seni ya, masih piyik lah,” katanya.

Di balik itu semua, publik Indonesia tentu patut bangga atas prestasi yang diraih Bayu. Apalagi, Bayu juga menyelipkan beberapa ornamen khas nusantara dalam desain yang menyerupai wajah harimau itu. “Ornamen nusantara itu bagus, unik dan tentunya sangat mencirikan Indonesia. Akhirnya ornamen ini saya terapkan ke kuping harimau,” katanya kepada JPNN.[4]

Mengenai pemilihan harimau sebagai karakter dalam desain yang ia buat, Bayu mengaku tak ada filosofi khusus mengenai hal itu. Ia mengaku ia hanya membuat desain yang menurutnya bagus dan enak dipandang. “Gue gakmengerti soal filosofi, gue gak punya background seni. Gue gambar apa yang gua suka dan gua suka harimau,” kata Bayu.

Berkat kemenangannya, Bayu pun memperoleh tiket gratis untuk menyaksikan konser Marron 5 di mana pun dan kapan pun. “Bebas, boleh datang di mana saja,” kata Bayu dalam program Tonight Show yang tayang di NET[5]. Sebelum memenangkan kontes desain kover album Maroon 5, Bayu juga sempat memenangkan desain poster penyanyi legendaris, Billy Joel.

Bikin Clothing Line dan Harapan Bayu
 

bayu santoso 2
Bayu Santoso berpose di depan karya-karyanya. 
Sumber:
geegoe.com

Setelah memenangkan kontes desain kover album Maroon 5, Bayu agaknya semakin semangat untuk berkarya di bidang desain. Uang hadiah kontes tersebut pun digunakannya untuk membangun sebuah usaha clothing line. “Hadiahnya dipakai buat modal usaha clothing-an. Dulu sudah pernah coba sih, tetapi karena manajemennya ga bagus, bubar. Sekarang baru mulai lagi,” kata Bayu kepada Bisnis.com[6]

Ketika menjalankan usaha clothing yang dinamakan Gale itu, Bayu tetap mempertahankan desain-desain khasnya. Bayu pun tak enggan berbagi resep sukses dalam menjalani bisnis. Baginya, setiap anak muda harus berani mencoba.  “Yang terpenting mencoba dulu, karena kita nggak tahu akan menang atau kalah. Kesempatan jangan ditutup,” katanya dikutip dari Lazone[7].

baca juga: kisah inspiratif Andre Surya

Meskipun telah sukses lewat hobinya itu, Bayu agaknya masih mengalami peristiwa tidak mengenakkan saat membuat sebuah desain. Menurutnya, profesi desainer di Indonesia masih belum dihargai sepenuhnya. Buktinya, masih banyak desainer yang dihargai murah serta banyaknya karya-karya desainer yang dibajak dan beredar di pasaran.

“Ini bukan tentang materi, tapi bagaimana menghargai sebuah karya desain. Dilemanya industri clothing kadang maunya murah, tapi hasilnya bagus. Tapi kita tetap optimistis bahwa budaya se-perti ini pasti bisa terkikis ,” katanya. Meskipun begitu, ia mengaku bahwa profesi desainer adalah profesi yang sangat menyenangkan baginya. “Menyenangkan, karena melakoni hobi sekaligus dibayar,” kata Bayu.

Begitulah kisah Bayu, berawal dari sosok sederhana penggembala kambing, kini ia mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan memenagnkan kontes desain kover album Maroon 5. Lewat Bayu, kita bisa belajar bahwa siapapun dapat mencetak prestasi selama ada kemauan dan kemampuan. Simak kisah inspiratif tokoh-tokoh lainnya bersama Kinbisa!


[1]https://www.voaindonesia.com/a/ornamen-nusantara-indonesia-di-alternatif-cover-album-maroon-5/2487417.html
[2]https://www.youtube.com/watch?v=X3lOEKaGh-E
[3]https://www.youtube.com/watch?v=8rwpfJJIjn4
[4]https://www.jpnn.com/news/bayu-santoso-mahasiswa-isi-jogja-pemenang-desain-kover-album-terbaru-maroon-5?page=1
[5]https://www.youtube.com/watch?v=d9yIuP2DX58
[6]http://surabaya.bisnis.com/read/20141109/94/75874/dapat-uang-menang-lomba-cover-maroon-5-bayu-santoso-langsung-buka-usaha-clothing
[7]https://www.lazone.id/inspiration/inspiring-people/dari-design-cover-album-maroon-5-bayu-santoso-kini-sukses-bisnis-clothing-line-3~c74867?q=maroon+5