span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Joko Anwar: Sineas Muda Berbakat Yang Membangunkan Industri Film Indonesia
Oleh : Nanda Aulia Rachman
05 Mei 2018

Highlight

Komitmen dan kesetiaan mereka biasanya dihadapkan dengan permasalahan kehidupan pada umumnya.

Joko anwar
Sutradara andal Indonesia yang telah menelurkan film-film ternama seperti Janji Joni, Modus Anomali, dan Pengabdi Setan.
Sumber: ultimagz.com

Film Indonesia telah mengalami peningkatan kualitas secara umum dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu pastinya dimotori oleh banyak tokoh, salah satunya tokoh inspiratif kali ini. Berbagai karya telah ia buat, seperti Modus Anomali (2012) dan A Copy of My Mind (2015). Kinibisa kali ini akan menceritakan kisah inspiratif Joko Anwar, salah satu sutradara ternama asal Indonesia.



"Saat menghadapi situasi itu, mereka harus memilih antara tetap memegang komitmen mereka atau mengalah pada keinginan pasar."

Masa Kecil Joko
 

Joko Anwar lahir di Medan, 3 Januari 1976. Ia adalah seorang produser,sutradara, penulis naskah, dan aktor yang telah banyak menelurkan karya-karya film yang diapresiasi oleh banyak orang. Ia terkenal dengan film-filmnya yang out of the box.

Joko menghabiskan masa kecilnya di Medan.Sejak kecil dirinya sudah menyukai film. Ia paling suka menonton film-film kung-fu dan horror. Dia juga telah menulis dan menyutradarai pertunjukkan drama sejak SMP. Lelaki ini menghabiskan 17 tahun pertamanya di ibukota Sumatera Utara itu. Pada tahun 1993, ia sempat pindah ke Amerika Serikat dan bersekolah di Wheeling Park High School, West Virginia, Amerika Serikat.

cinta film sejak kecil
Kecintaan Joko terhadap dunia film telah muncul sejak ia kecil.
Sumber: filmbor.com

Ia kembali ke Indonesia setahun kemudian untuk melanjutkan studi ke Fakultas Teknik dan Mesin Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB). Tadinya ia ingin masuk ke sekolah film namun orang tuanya tidak menyanggupinya. Setelah lulus kuliah, ia memutuskan untuk menjadi wartawan di Jakarta Post sambil mencoba menjadi seorang kritikus film.

Terjun Langsung dalam Pembuatan Film
 

film Arisan!
Joko Anwar memulai karirnya di dunia film dengan menjadi penulis naskah film Arisan!
Sumber: cloudinary.com

Semuanya bermula ketika satu hari Joko memiliki tugas peliputan untuk mewawancarai Nia Dinata. Produser film itu terkesan dengan wawasan dan karakter Joko. Nia pun mengajak lelaki asal Sumatera ini untuk bergabung dengannya sebagai penulis naskah di proyek film barunya.

Tahun 2003, proyek itu dirilis sebagai sebuah film dengan nama “Arisan!” Film itu meraih kesuksesan komersil dan dipuja-puji oleh para kritikus film nasional. Proyek pertama Joko di industri film Indonesia ini meraih beberapa penghargaan seperti;

  • MTV Indonesia Movie Awards 2004 Best Movie
  • Film Terbaik Festival Film Indonesia 2005

Secara umum, gaya arahan Joko dalam membuat film sangat variatif dan tidak dapat diprediksi. Tetapi yang bisa kita lihat dari tiap filmnya adalah penulisan naskah yang ciamik dan cerita yang dapat membuat penontonnya penasaran.

Setelah “Arisan!” ia memilih untuk menyutradarai sebuah film komedi romantis, Janji Joni. Naskahnya sendiri diambil berdasarkan tulisannya yang ia tulis saat ia masih menjadi mahasiswa. Film yang dibintangi aktor yang sedang naik daun saat itu, Nicholas Saputra dan Mariana Renata menembus daftar film papan atas Indonesia.

Film ini mendapatkan penghargaan khusus dari Garin Nugroho berkat cara bertutur yang unik dan inovatif. Janji Joni juga masuk dalam seleksi beberapa festival film internasional bergengsi seperti Sydney Film Festival dan Busan International Film Festival

Selain filmnya sendiri, ia juga menulis naskah untuk beberapa film arahan sutradara lainnya seperti, Jakarta Undercover (2006) dan Quickie Express (2007) yang memenangkan Film Terbaik di Jakarta International Film Festival dan Fiksi (2008) yang berhasil meraih berbagai penghargaan di Festival Film Indonesia 2008.

Mulai Beralih ke Genre-Genre Film yang Tidak Lazim
 

pintu terlarang
Poster film Pintu Terlarang karya Joko Anwar.
Sumber: brilio.net

Setelah Janji Joni, secara perlahan, Joko mulai beralih ke genre film yang lebih gelap dan mengusung tema thriller dan mystery. Kala (Dead Time) menjadi salah satu karyanya yang fenomenal. Film alegori politik bernuansa noir ini dianggap menjadi salah satu pelopor film genre ini di Indonesia.

Film yang dirilis tahun 2007 ini bercerita tentang pertualangan seorang jurnalis yang menyelidiki sebuah kasus pembakaran dan berujung pada sebuah konflik dan misteri pencarian harta karun nusantara. Kala dibintangi oleh Fachry Albar, Ario Bayu, Shanty dan Fahrani,

Walaupun tidak terlalu laku di pasaran karena genre filmnya yang masih asing, Kala mendapatkan ulasan positif dan pujian yang membanggakan dari berbagai kritikus film lokal dan internasional. Film ini ditayangkan di berbagai festival film dunia seperti;

  • Bucheon International Fantastic Film Festival 2007
  • Bangkok International Film Festival 2007
  • Osian’s Cinefan Festival of Asian and Arab Cinema 2007
  • Vancouver International Film Festival 2007
  • Golden Horse Film Festival 2007
  • Hong Kong Asian Film Festival 2007
  • Lund International Fantasti Film Festival 2007

Film yang mempunyai nama internasional Dead Time ini memenangkan Jury Prize di New York Asian Film Festival dan dikatakan sebagai film noir terbaik yang mengingatkan penonton terhadap kara Fritz Lang, “M”. Berkat film ini, Joko Anwar ini dinobatkan sebgai salah satu sutradara Asia terbaik tahun itu menurut majalah film ternama, Sight and Sound. Kala juga meraih Piala Citra tahun 2007.

Karya Joko Anwar lainnya terus membuat decak kagum berbagai masyarakat dan pencinta film. Film selanjutnya, Pintu Terlarang, dirilis pada tahun 2009. Pintu Terlarang memberikan sebuah kengerian dan pola pikir yang gila namun inovatif dalam penuturan filmnya. Fachry Albar kembali kepada pos pemeran utama di film ini. Pintu Terlarang bercerita tentang sebuah pemahat patung yang menemukan sebuah misteri besar tentang hidupnya.

Film bergenre thriller psikologis ini dikatakan kritikus Richard Corliss dari majalah Time sebagai sebuah karya yang “cerdas namun pesakitan”. Film ini banyak memenangkan banyak penghargaan dan kembali dikurasi oleh majalah Sight and Sound sebagai salah satu film terbaik pada tahun itu.

Joko Anwar seringkali menyelipkan isu-isu sosial dan politik dalam filmnya. Beberapa contoh film yang ia buat-buat akhir ini adalah A Copy Of My Mind. Film ini bercerita tentang hubungan seorang penjual DVD bajakan (Chicco Jericho) dan tukang salon (Tara Basro) yang terikat dengan sebuah skandal besar tentang pemilihan presiden yang sedang terjadi dalam film itu. Film tersebut, selain mendapatkan kritik yang baik, juga sesuai dengan latar belakang kondisi perpolitikan Indonesia saat itu yang sedang panas dengan pemilu presiden.

Selain menjadi penulis naskah dan sutradara, Joko Anwar juga seringkali tampil di beberapa film sebagai aktor. Beberapa film yang pernah ia bintangi adalah Arisan! (2003), Rumah Dara (2009), Madame X (2010), Nay (2015), Galih dan Ratna (2017), dan berbagai film lainnya. Satu film dia pernah bintangi sebagai tokoh utama, “Melancholy Is a Movement” karya Richard Oh di tahun 2015.

Film satir ini menggambarkan tentang kondisi perfilman Indonesia saat ini dimana mereka berusaha untuk berkarya sesuai yang mereka inginkan. “Komitmen dan kesetiaan mereka biasanya dihadapkan dengan permasalahan kehidupan pada umumnya. Saat menghadapi situasi itu, mereka harus memilih antara tetap memegang komitmen mereka atau mengalah pada keinginan pasar,” ujar Joko dikutip dari Bintang (25/03/2015).

pemain halfworlds
Joko Anwar dan para pemain Halfworlds.
Sumber: topas.tv

Selain membuat film feature panjang, Joko Anwar juga tetap berkarya di ranah film pendek dan indie. Film ini seringkali dibuat sebagai kolaborasi dengan sineas film lainnya atau untuk kerjasama dengan sebuah institusi tertentu. Beberapa filmnya adalah The New Found dan Fresh to Move On.

Joko Anwar juga baru-baru ini sedang terlibat sebuah proyek serial TV dengan HBO Asia yang dinamakan Halfworlds. Serial TV ini mengangkat cerita tradisional Asia tenggara tentang dedemit dan mitosnya. Proyek ini merupakan kolaborasi dengan berbagai sineas seperti Collin Chang, Erika North dan Garon De Silva.

Serial bergenre fantasy thriller ini menerima penghargaan dari Asian Television Awards untuk Best Editing untuk season 1-nya. Beberapa aktor dan aktris Indonesia yang ikut berkecimpung di Halfworlds adalah Reza Rahardian, Ario Bayu, Adinia Wirasti dan Tara Basro.

Aktif di Media Sosial
 

avatar joko anwar
Salah satu foto yang pernah digunakan Joko sebagai avatar Twitter-nya.
Sumber: postimg.org

Alumnus ITB ini juga dikenal sebagai pribadi yang sangat aktif di media sosial. Dia dikenal sangat proaktif di dunia maya terutama Twitter. Berbagai topik dan kultwit (kuliah twitter) dibahas olehnya, salah satunya politik."Yang paling efektif memang sosial media. Dan yang saya lakukan selama ini hanya di sosial media karena saya tidak punya waktu lagi untuk melakukan hal di luar itu," ujar Joko Anwar soal cuitan-cuitannya di Twitter saat berbincang dengan CNN Indonesia.com (24/03/2017).

baca juga: kisah inspiratif Garin Nugroho

Joko pernah menghebohkan para pengguna twitter dengan aksi nekatnya. Dia nekad bugil di sebuah minimarket untuk menepati janjinya. Dia menuliskan sebuah cuitan saat itu, jika followernya mencapai angka 3.000 dia akan bugil di minimarket. Dan benar saja, mau tidak mau dia menepati janji dan melancarkan aksi nekadnya di Circle K wilayah Bintaro. Aksi ini makin melambungkan namanya. 

Kisah Joko Anwar di atas agaknya dapat menjadi inspirasi bagi setiap anak muda di Indonesia yang ingin berkarir di dunia perfilman. Joko telah menunjukkan bahwa dengan kegigihan dalam belajar dan semangat tak menyerah, tidak mustahil kita bisa meraih mimpi dan cita-cita yang kita mau. Simak kisah tokoh-tokoh inspiratif lainnya bersama Kinibisa!