span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Merry Riana: Lika-Liku Perjalanan Meraih Satu Juta Dollar
Oleh : Ardito Ramadhan
07 Mei 2018

Highlight

Dalam hidup ini tidak ada shotcut to success. Jadi walaupun jalannya lebih sulit integritas itu tetap harus dipegang teguh.

Merry Riana
Merry Riana dikenal sebagai ‘Wanita Sejuta Dolar’ berkat keberhasilannya meraih kekayaan senilai satu juta Dollar Singapura di usianya yang baru menginjak angka 26 tahun.
Sumber: klimg.com

Namanya melambung karena mampu menghasilkan uang sebesar 1,000,000 Dollar Singapura di usianya yang baru 26 tahun. Namun, keberhasilannya meraih uang sebanyak itu mesti diawali dengan kisah yang traumatis. Ia terpaksa meninggalkan tanah airnya karena kerusuhan rasial yang terjadi ketika ia remaja. Simak kisah Merry Riana yang inspiratif bersama Kinibisa!



"Apapun kepercayaan kita, selalu sertakan Tuhan pada apa yang kita lakukan."

‘Lari’ ke Singapura
 

Merry Riana lahir di Jakarta pada tanggal 29 Mei 1980. Ia lahir dan besar di Jakarta di tengah linkungan keluarga Tionghoa yang sederhana. Ayahnya merupakan seorang pegawai yang membuka bisnis kecil-kecilan sementara ibunya berstatus ibu rumah tangga. Merry menuturkan keluarganya yang sederhana memberikan inspirasi besar baginya.

Merry mengaku banyak belajar dari ayahnya mengenai integritas, terutama dalam bidang bisnis. “Dalam hidup ini tidak ada shotcut to success. Jadi walaupun jalannya lebih sulit integritas itu tetap harus dipegang teguh,” kata Merry dalam sebuah wawancara[1]. Sementara, ibu Merry selalu berpesan agar anaknya selalu memiliki kekuatan iman. “Apapun kepercayaan kita, selalu sertakan Tuhan pada apa yang kita lakukan,” kata Merry.

Merry memulai pendidikannya di SD Don Bosco yang beralamat di Pulomas. Selanjutnya, ia bersekolah di SMP Santa Ursula yang terletak di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Masa SMA Merry juga dihabiskan di sekolah yang sama. Selepas SMA, Merry bercita-cita untuk menjadi seorang insinyur elektro. Oleh karena itu, ia berencana melanjutkan pendidikannya di Jurusan Teknik Elektro, Universitas Trisakti.

melanjutkan di singapuraMerry terpaksa melanjutkan pendidikan di Singapura akibat krisis yang terjadi di Indonesia.
Sumber: merryriana.com

Malang, cita-cita itu mesti buyar karena kerusuhan besar yang terjadi pada Mei 1998. Keluarga Merry mencemaskan keselematan anaknya mengingat kerusuhan itu juga diwarnai dengan kekerasan yang didasari perbedaan ras. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Merry akhirnya dikirim ke Singapura untuk melanjutkan pendidikannya.

Menurut Merry, tak pernah sekali pun ia berpikir untuk kuliah di luar negeri. “Gak pernah ada rencana keluarga mengirim saya ke luar negeri untuk belajar karena kondisi keuangan yang pas-pasan,” kata Merry. Di Singapura, Merry bersekolah di Nanyang Technological University (NTU).

Berangkat ke Singpura tanpa persiapan yang memadai memaksa Merry mesti berputar otak agar dapat berkuliah di sana. Ia pun meminjam dana beasiswa sebesar 40,000 Dollar dari pemerintah Singapura yang harus dilunasi setelah ia lulus dan bekerja. Namun, uang pinjaman itu tidak membuat Merry dapat berleha-leha karena rupanya nominal tersebut masih terbilang kecil untuk berkuliah di Negeri Singa.

Akibatnya, Merry terpaksa  bertahan hidup di Singapura dengan uang sebesar 10 Dollar setiap minggunya. Uang 10 Dollar itu merupakan uang yang tersisa di dompet Merry setelah dipotong uang asrama, kuliah, dan lain-lain. “10 Dolar tiap minggu itu sangat sulit apalagi untuk tinggal di Singapura, jadi harus irit-irit,” kata Merry. Demi mengirit pengeluaran, Merry hanya makan mie instan dan membawa bekal roti tawar tiap pergi kuliah. Ia juga kerap mengikuti seminar dan perkumpulan demi makan malam gratis.

Mimpi Besar Merry
 

memiliki tekad yang tinggi
Merry mempunyai tekad untuk dapat mandiri secara finansial sebelum ia meningjak usia 30 tahun.
Sumber: flux-design.us

Kesulitan financial yang dialami Merry pada tahun pertama kuliah tersebut membuatnya mulai bermimpi untuk mandiri secara finansial. “Saya membuat resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia 30. Dengan kata lain, harus jadi orang sukses. The lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut,” kata Merry dikutip dari Biografiku[2].

Demi mewujudkan mimpi besar tersebut, ia sempat mencicipi beberapa pekerjaan. Misalnya dengan membagikan brosur di jalanan, menjadi penjaga toko bunga, dan menjadi pelayan di hotel. “Saya tinggalkan semua gengsi, fokus saya hanya satu yaitu mewujudkan impian saya,” katanya. Namun, pekerjaan itu agaknya tidak mampu membawa Merry kepada impiannya untuk mandiri secara finansial di usia 30 tahun. Ia pun nekat memulai bisnis di negeri orang.

Karena tak punya latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang bisnis, Merry mengikuti berbagai seminar dan organsisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan bisnis. Jenis-jenis bisnis yang pertama kali digeluti Merry antara lain bisnis pembuatan skripsi, multi level marketing (MLM), hingga jual-beli saham. Sayangnya, semua berakhir dengan kegagalan. Bahkan, ia kehilangan 10,000 Dolar ketika memutar uangnya di pasar saham.

Setelah berkali-kali menemui kegagalan dalam berbisnis, Merry menyadari bahwa dirinya tidak mempunyai tiga modal dalam berbisnis, yaitu modal, kenalan, dan keterampilan. Sebaliknya, Merry merasa hanya mempunyai keberanian dalam menjalani bisnis.  “Saya punya satu hal yang penting yaitu saya punya keberanian. Keberanian untuk mencoba, melangkah, dan berjuang,” kata Merry.

Setelah itu, Merry menyadari bahwa bidang sales merupakan bidang yang cocok dengan dirinya. Ia pun menuturkan banyak pengusaha sukses yang mengawali karirnya di dunia penjualan atau sales. “Dari situ saya melihat ada kesempatan untuk saya,” kata Merry.

Sebagai sales, Merry tentu harus bekerja keras untuk memperoleh target penjualan. Buktinya, ia rela berdiri di stasiun MRT dan halte bus untuk menawarkan produk-produk asuransi. Bukan main-main, ia melakukan hal itu selama 14 jam sehari. Akibatnya, ia baru bisa beristirahat setelah lewat tengah malam. Penghasilannya yang tak tetap pun membuat Merry mesti berhemat.

 Dengan menggeluti bidang sales, Merry mengaku dirinya dapat mengumpulkan modal, menjalin relasi, dan memperoleh keterampilan untuk bisnis. Berbekal ketiga hal itu, Merry pun akhirnya memulai petualangan bisnis yang sebenarnya.

Mimpi Besar yang Terwujud
 

mengisi seminarMerry ketika mengisi sebuah seminar.
Sumber: bpkpenaburjakarta.or.id

Merry memulai karir bisnis di bidang jasan keuangan di mana ia menjual produk-produk keungan. Selazimnya seorang pebisnis, Merry menuturkan awal karirnya dipenuhi dengan berbagai tantangan. Namun, hal itu tidak membuat Merry patah semangat. “Hidup adalah suatu perjuangan yang harus dimenangkan,” kata Merry. Berkat kerja keras dan sikap pantang menyerah, Merry pun mulai memperoleh keuntungan dari bisnisnya.

Tanpa menunggu waktu terlalu lama, Merry berhasil memperoleh uang lebih dari 200 ribu Dollar SIngapura di tahun pertamanya berbisnis. “Saya bisa bayar utang-utang pendidikan saya dalam waktu enam bulan setelah saya bekerja dan akhirnya dari sana pun saya bisa mempunyai modal,” kata Merry. Pada 2004, ia akhirnya mendirikan Merry Riana Organization, sebuah perusahaan jasa keuangan serta pelatihan dan motivasi bisnis di Singapura.

baca juga: tips mengatasi gugup di panggung

Berkat bisnisnya yang berjalan sukses, Merry berhasil melunasi resolusinya untuk mandiri secara finansial sebelum berusia 30 tahun. Keberhasilan Merry ini membuat namanya mulai dikenal publik Singapura. Merry pun muncul di surat kabar The Strait Times yang terkemuka melalui artikel berjudul “She’s Made Her First Million at Just Age 26”. Setelah itu, ia semakin dikenal dan sering diundang sebagai pembicara seminar.

Sukses di usia muda tidak membuat Merry berhenti, di usia 30 tahun Merry kembali membuat resolusi. Kali ini, ia bertekad untuk memberi dampak positif bagi sejuta orang di Asia, terutama Indonesia. “Walau tahun 98 saya terpaksa keluar dari Indonesia, tapi tak ada seorang pun yang bisa mengeluarkan rasa Indonesia itu dalam diri saya,” kata Merry kepada NET.[3]

Mimpi tersebut ia wujudkan dengan meluncurkan beberapa buku yang mengisahkan perjalanan Merry. Setidaknya telah ada tiga judul buku yang menceritakan kisah inspiratif Merry, yaitu A Gift From A Friend, Mimpi Sejuta Dolar, Langkah Sejuta Suluh, dan Follow @MerryRiana. Keempat buku itu tentu memiliki cerita-cerita yang berbeda.

Buku A Gift From A Friend misalnya berisi formula atau strategi yang digunakan Merry dalam perjalanan wirausahanya sejak kuliah hingga ke dunia bisnis. Buku yang pertama kali beredar di Singapura pada 2006 ini telah menjadi best-seller di negara tersebut dan telah diterjemahkan di Indonesia pada 2011. Seperti di Singapura, buku ini juga menjadi best-seller di Indonesia.

Sementara itu, buku Mimpi Sejuta Dolar adalah sebuah buku yang mengisahkan perjalanan Merry hingga meraih 1 juta Dolar di usia 26 tahun. “Isinya pengalaman hidup, tiap manusia pasti ada pengalaman-pengalaman yang seru, sedih, dan romantic. Jadi semuanya dikemas dalam buku Mimpi Sejuta Dolar,” kata Merry.

Buku tersebut ditulis oleh Alberthiene Endah, penulis biografi Indonesia nomor satu. Ia telah menulis biografi berbagai tokoh ternama seperti Chrisye, Krisdayanti, dan Ani Yudhoyono. Belakangan Mimpi Sejuta Dolar dituangkan dalam bentuk film di mana sosok Merry Riana diperankan oleh aktris muda, Chelsea Islan.

Selain lewat buku, Merry juga kerap membagikan kisahnya lewat seminar dan pelatihan. Untuk itu, tak jarang ia mesti bolak-balik Jakarta-Singapura demi melunasi resolusinya tersebut. Tak heran, kini nama Merry lebih dikenal sebagai sosok motivator ketimbang pengusaha atau konsultan keuangan.

Kiat Sukses Ala Merry
 

merry riana Merry Riana.
Sumber: wordpress.com

Di samping itu semua, Merry mempunyai beberapa pesan atau kiat yang dapat diaplikasikan oleh anak-anak muda untuk mencapai mimpinya masing-masing. Pertama, ia menuturkan bahwa mimpi itu harus berasal dari hati, bukan logika. Menurutnya, mimpi yang benar-benar berasal dari hati dapat memberikan energi dan kekuatan untuk mau berusaha. “Jika setiap kali Anda memikirkan mimpi Anda dan Anda merasa lebih semangat lagi, itulah mimpi sejuta dolar Anda,” kata Merry.

Selanjutnya, Merry mengatakan apabila seseorang sudah mempunyai sebuah mimpi maka orang itu mesti meniru orang-orang yang sudah sukses dengan mimpi yang sama. “Cari tokoh yang Anda kagumi dan belajarlah dari orang tersebut. Itu cara tercepat dan terefisien, belajar dari mereka yang sudah sukses,” kata Merry. Menurutnya, hal itu bisa dimulai dengan mengikuti akun media sosial orang-orang yang dikagumi.

Selain itu, Merry juga berpesan kepada anak-anak muda agar tidak takut apabila menerima musibah. Sebab, ia merasa musibah yang ia alami ketika remaja justru berbuah manis ketika ia dewasa. “Setiap hal yang terjadi dalam hidup kita pasti ada artinya. Walaupun sesuatu itu awalnya kita pikir sebagai musibah, tapi ternyata dalam sebuah musibah itu ada hal-hal bagus yang akan menjadi rezeki,” kata Merry. Ia menuturkan utang yang melilitnya ketika kuliah menjadi motivasi untuk bekerja keras dan meraih kesuksesannya saat ini.

baca juga: kisah inspiratif Edvan M Kautsar

Terakhir, Merry menyebut semakin besar mimpi kita maka akan semakin besar pula tantangannya. Meski begitu, ia mengatakan semakin berat tantangan yang dihadapi maka semakin dekat pula kita dengan keberhasilan. “Justru di saat kesulitan itu paling besar itulah saat-saat di mana sukses itu hampir tiba,” kata Merry. Ia menyebut hal itu sebagai The Darkest Hour Theory.

Oleh sebab itu, Merry berpesan kepada anak-anak muda untuk tidak pernah berhenti berjuang. “Di saat kita lagi mulai berusaha ternyata tantangannya kok semakin sulit. Biasanya itu saat-saat di mana kalau kita terus berjuang, bertahan, dan tidak menyerah pasti akan ada kesuksesan pada akhirnya,” kata Merry.

Dari kisah Merry di atas kita dapat belajar tentang pentingnya kerja keras dan semangat pantang menyerah untuk meraih mimpi kita. Merry juga telah membuktikan bahwa bagaimana pun kondisi kita, mimpi besar itu tetap bisa terwujud. Bagaimana dengan kamu? Siapkah kamu meraih mimpi sejuta dolar versimu? Ayo bergabung dengan Kinibisa dan menjadi bagian dari #GenerasiKompeten!


[1]https://www.youtube.com/watch?v=G_j2p2XoCxM
[2]http://www.biografiku.com/2013/02/biografi-merry-riana-motivator-wanita.html
[3]https://www.youtube.com/watch?v=ZJfuZvH0Vuc