span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Andrea Hirata: Laskar Pelangi dan Mimpi-mimpinya
Oleh : Nanda Aulia Rachman
27 April 2018

Highlight

Bermimpilah dalam hidup, jangan hidup dalam mimpi.

andrea hirata
Andrea Hirata Seman Said Harun adalah seorang penulis ternama yang dikenal lewat tetralogi novel ciptaannya yaitu Laskar Pelangi.
Sumber: wikimedia.org

Literatur tentang Indonesia teramat banyaknya. Kali ini Kinibisa akan membahas seorang novelis yang karyanya dikatakan wajib dibaca oleh TED Talks. Tokoh inspiratif ini menjadi seseorang yang seperti sekarang karena kesadarannya akan pentingnya pendidikan. Siapakah dia? Dia adalah Andrea Hirata, seorang penulis yang menciptakan tetralogi Laskar Pelangi.



"Pengalaman selalu menunjukkan bahwa hidup dengan usaha adalah mata yang ditutup untuk memilih buah-buahan dalam keranjang."

Masa Kecilnya di Belitung Timur
 

memiliki nama lahir al baraqAndrea ternyata memiliki nama lahir Aqil Barraq Badruddin
Sumber: ublik.id

Andrea Hirata lahir di Belitung Timur, 24 Oktober 1967. Anak keempat dari pasangan Seman Said Harunayah dan NA Masturah ini dilahirkan dengan nama asli Aqil Barraq Badruddin. Merasa tak cocok dengan nama tersebut, ia pun mengganti namanya dengan Andrea Hirata Seman Said Harun sejak ia remaja.

Nama Andrea diambil dari nama seorang wanita yang menggilai King Rock ‘n Roll abad 20, Elvis Presley. “Hirata” sendiri diambil dari nama sebuah daerah kampung, bukan nama serapan dari bahasa Jepang. Sedangkan nama belakangnya diambil dari nama sang ayah.

Tinggal di tempat terpencil dengan akses pemenuhan kebutuhan yang terbatas dapat menggambarkan tempat tinggal Andrea kecil. Walaupun begitu ia tetap menjadi anak yang periang dengan mimpi yang besar.

Ia bersekolah di SD Muhamadiyah. Bangunan yang kondisinya sangat mengenaskan dan hampir rubuh itu diakui Andrea cukuplah memprihatinkan. Namun karena ketiadaan biaya, ia mau tidak mau harus menimba ilmu di tempat yang dapat dikatakan tidak layak untuk ditinggali itu.

Kendati harus menimba ilmu di bangunan yang tak nyaman, Andrea tetap memiliki motivasi yang cukup besar untuk belajar. Di sekolah itu pulalah, ia bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang dijulukinya dengan sebutan Laskar Pelangi.

Keinginan Menjadi Penulis
 

keinginan menjadi penulis
Andrea sudah mempunyai keinginan menjadi penulis sejak duduk di bangku kelas 3 SD.
Sumber: metrotvnews.com

Keinginan menjadi penulis telah muncul sejak kelas 3 SD. Inspirasi utamanya menjadi penulis datang dari sosok ibu Muslimah. Bu Muslimah adalah seorang pengajar di tempat Andrea bersekolah. Kegigihan Bu Muslimah untuk mengajar siswa yang hanya berjumlah tak lebih dari 11 orang itu ternyata sangat berarti besar bagi kehidupan Andrea.

Perubahan dalam kehidupan Andrea, diakuinya tak lain karena motivasi dan hasil didikan darinya.Berkatnya, Andrea tetap semangat menempuh jarak kurang lebih 30 km setiap harinya untuk pergi ke sekolah. “Kalau saya besar nanti, saya akan menulis tentang Bu Muslimah,” ungkap penggemar penyanyi Anggun ini dilansir dari Biografiku (01/10/2011)

Mengejar Mimpi sampai ke Eropa
 

terbang ke amerika
Andrea terbang ke Eropa untuk melanjutkan pendidikannya di sana.  
S
umber: warwick.ac.uk

Setelah lulus SMA, Andrea memutuskan untuk melanjutkan studi perguruan tingginya ke Universitas Indonesia. Ia mengambil jurusan ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Meskipun studi yang diambil Andrea adalah ekonomi, ia amat menggemari sains fisika, kimia, biologi, astronomi dan sastra.

baca juga: Bentuk Kalimat SPOK

Setelah menyelesaikan studi S1-nya, ia mendapatkan beasiswa dari Uni Eropa untuk belajar ke Universete de Paris, Sorbonne dan Sheffield Hallam University, Sheffield untuk mengambil gelar pascasarjananya.

Tesisnya soal ekonomi telekomunikasi membawanya pada gelar cumlaude dan telah dialihbahasakan ke dalam berbagai bahasa sebagai buku referensi ilmiah. Tesisnya menjadi satu kontribusi bagi industri telekomunikasi yang notabene merupakan tempatnya mencari nafkah. Sejak tahun 1997, ia terdaftar sebagai karyawan dari salah satu perusahan telekomunikasi milik negara.

Otobiografi tapi Fiktif
 

menulis laskar pelangi
Andrea Hirata menulis Laskar Pelangi dalam waktu kurang lebih selama enam bulan.
Sumber: cloudfront.net

Keseriusannya menggarap bakal novel terlarisnya ini muncul ketika dirinya dihadapkan pada kondisi Aceh pasca tsunami. Andrea Hirata saat itu menjadi seorang relawan yang membantu evakuasi dan rehabilitasi Aceh pasca dilanda tsunami tahun 2004. Ketika dia melihat rumah, sekolah, dan berbagai bangunan yang ambruk, memorinya akan masa kecilnya pun muncul.

Novel Laskar Pelangi hanya memakan waktu pengerjaan sekitar 6 bulan. Bukunya itu merujuk pada pengalaman masa kecilnya selama di Belitung Timur. Ia kemudian menggambarkannya sebagai "sebuah ironi tentang kurangnya akses pendidikan bagi anak-anak di salah satu pulau terkaya di dunia”.

“Laskar Pelangi” mendapatkan banyak kritik positif dan pujian yang amat teramat banyak.  Beberapa pengamat mengatakan bahwa memoar yang dituliskannya ini dapat mempertemukan penggemar buku sastra serius dengan penyuka buku motivasi yang selama ini berjarak.

Andrea Hirata sendiri tidak peduli dengan penggolongan dan kategori orang terhadap tulisannya. “Setiap usaha yang mendasarkan sastra berdasarkan terminologi hanya akan berakhir pada kesimpulan yang absolut. Saya percaya, sastra adalah ranah interpretasi dan imajinasi,” ungkapnya di laman blog pribadi Rustika Herlambang (19/08/2009)

baca juga: kisah inspiratif Trinity

Kesuksesannya ini menggelitik ranah industri lainnya. Pada tahun 2008, Pasangan produser dan sutradara kawakan, Riri Riza dan Mira Lesmana mengadaptasi film ini ke layar lebar dengan judul yang sama “Sebagai penganut sastra sebagai media pesan, film merupakan konsekuensi yang positif. Pasar buku sangat terbatas. Film memberikan keleluasaan untuk itu,” tandas Andrea kepada Rustika Herlambang di laman blog pribadinya (19/08/2009). Novelnya terjual lebih dari 20 juta eksempelar hingga tahun 2017.

Film Laskar Pelangi menjadi film paling laris di Indonesia pada tahun 2008. Film ini tercatat telah ditonton lebih dari 4,6 juta orang semasa tayang di layar perak. Karya Andrea Hirata menjadi inspirasi bagi banyak orang. Berbagai adaptasi turut dibuat seiring kesukesannya. Original Soundtrack dengan judul yang sama dibuat oleh Nidji untuk mengiringi filmnya. Sebuah serial televisi dan drama musikal dibuat pada tahun 2011 dengan dasar cerita dari novel Andrea Hirata ini.

Walaupun banyak yang menilai positif karya ini, ada juga beberapa pihak yang mencibir. Konon dikatakan bahwa tulisan lelaki alumnus Universitas Indonesia ini too good to be true, tidak objektif dan terkesan mengada-ngada.

sang pemimpi
Film Sang Pemimpi, salah satu film yang diadaptasi dari novel ciptaan Andrea yang mempunyai judul sama.
Sumber: wordpress.com

“Ini kan novel (fiksi) jadi wajar seandainya ada cerita yang sedikit digubah,” ungkap Andrea menjawab para kritiknya dikutip dari Biografiku (01/10/2011). Kesuksesannya sebagai seorang penulis tentunya membuat Andrea bangga dan bahagia atas hasil kerja kerasnya selama ini.

Kesuksesan Mendunia
 

Setelah Laskar Pelangi, Andrea merilis tiga buku lainnya yang melengkapi tetralogi petualangan Ikal, tokoh utama di tulisan Andrea;

  • Sang Pemimpi (2006), menceritakan Ikal semasa SMA dan usahanya merantau di Jakarta
  • Edensor (2007), menceritakan petualangan Ikal menempuh studi di Eropa
  • Maryamah Karpov (2008), menceritakan mimpi-mimpi dan pandangan Ikal soal cinta.

 ”Ah, kamu harus baca Maryamah Karpov. Nanti kamu akan tahu arti cinta buat saya. Saya juga menulis tentang perempuan dari sudut yang lain. Di sana kamu akan melihat bahwa aku sesungguhnya adalah orang yang sangat romantis,” promosinya kepada Rustika Herlambang  pada laman web pribadinya (19/08/2009)

Kualitas dan kehangatan yang dihadirkan novelnya membuat Andrea Hirata dan bukunya laris manis di pasaran Indonesia dan luar negeri. Lisensi distribusi “Laskar Pelangi” diburu oleh banyak publisher seperti FSG, Penguin, Harper Collins, dll. Pada tahun 2012, Laskar Pelangi resmi diadaptasi ke dalam beberapa bahasa. Judul internasionalnya dinamakan Rainbow Troops.

Berkat tulisannya, ia mendapatkan beberapa penghargaan seperti;

  • Khatulistiwa Literary Award 2007
  • Paramadina Award 2009
  • Germany Buch Awards 2013
  • New York Book Festival 2013, Best General Fiction Category
  • University of Warwick 2015, Honorary Doctor of Letters (Hon DLitt)

Tak jarang ia berkeliling dunia untuk menghadiri acara bedah buku atau menghadiri talkshow maupun kunjungan untuk undangan berdiskusi.  Dampak tulisan Andrea tidak hanya semerbak ke luar negeri. Belitung Timur mendapatkan eksposur positif dan menjadi salah satu tempat pariwisata terkenal baik bagi turis Indonesia, maupun luar negeri.

Daerah tempat tinggal Andrea sekarang sudah ramai. Bahkan, pada tahun 2010, sebuah museum didirikan oleh novelis ini. Museum yang bernama Museum Kata ini berlokasi di Gantung, Belitung Timur, rumah kecil dari Andrea.

interior
Interior Museum Kata Andrea Hirata di Gantung, Belitung.
Sumber: sobattraveler.com

Ini merupakan museum kata yang pertama di Indonesia, dan mungkin, satu-satunya di negeri ini. “Konsep museum kata masih asing di Indonesia. Smentara di Amerika ada lebih dari 100 museum kata,” jelas Andrea dikutip dari CNN Indonesia (12/06/2015)

Di museum ini, terdapat lebih dari 200 literatur dari berbagai genre, seperti literatur dari berbagai genre, seperti literature musik, literatur film, literatur anak, literatur seni, hingga literatur arsitektur. Meski banyak memasukkan karya penulis luar, kearifan lokal tidak luput dihadirkan di museum ini.

baca juga: kisah inspiratif Tere Liye

Saking besarnya dampak yang diberikan oleh Laskar Pelangi dan Andrea Hirata, Bupati Belitung Timur saat itu (2008), Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, memborong novel tulisan lelaki yang sering memakai topi ini.

"Saya tahu novel itu booming, dan katanya kalau best seller, Mira Lesmana mau filmkan dan syuting di Belitung. Akhirnya saya perintahkan asisten pergi ke Jakarta, borong semua novel di Jakarta. Supaya ketika buku habis, jadi best seller dan mereka jadi buat film di sini," tutur Ahok dilansir dari Merdeka (16/09/2013)

Andrea Hirata telah menjadi sebuah ikon dan tokoh baik bagi dunia literatur Indonesia maupun lingkungan sekitarnya, terutama di Belitung Timur. Memberikan dampak positif bagi diri dan masyarakat bukanlah hal yang mudah. Ingin menjadi seperti Andrea? Ayo wujudkan #generasikompeten bersama Kinibisa!