span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Hanan Attaki: Ustadz yang Dekat dengan Anak Muda
Oleh : Ardito Ramadhan
04 Mei 2018

Highlight

Saat pengetesan memasuki universitas, saya tidak ditanya berapa nilai nilai saat sekolah di Indonesia, tapi ditanya, ‘Kamu bisa ngaji, ngga?

ustad hanan attaki
Ustadz Hanan Attaki.
Sumber: bp.blogspot.com

Berbeda dengan pendakwah kebanyakan yang tampil dengan gamis dan sorban, pendakwah mudah ini kerap menggunakan pakaian casual setiap berdakwah. Ia merupakan pendiri Pemuda Hijrah, sebuah komunitas keagamaan bagi anak-anak muda yang bermarkas di Bandung. Latar belakang pendidikan keagamaan sosok yang satu ini pun sudah tak perlu diragukan lagi. Simak kisah inspiratif Hanan Attaki bersama Kinibisa!



"Ngga ngandelin duit. Murni dari nol. Doa dari orangtua, dan Alhamdulillah terjadi perubahan yang signifikan di keluarga."

Kuliah di Mesir Bermodal Ngaji
 

Hanan Attaki mempunyai nama lengkap Tengku Hanan Attaki. Laki-laki anak kelima dari enam bersaudara ini lahir di Aceh pada 31 Desember 1981. Masa kecil Hanan pun dihabiskan di bumi Serambi Mekkah itu. Hanan lahir dan besar di lingkungan keluarga yang amat religius. Hanan pun sudah dikenalkan dengan Al Quran sejak berusia Taman Kanak-kanak.

Mengenal Al Quran sejak kecil, Hanan pun telah fasih membaca Quran ketika ia melanjutkan pendidikannya ke bangku Sekolah Dasar. Oleh karena itu, tak heran apabila Hanan menjadi langganan juara Musabaqah Tilawatil Quran atau kontes membaca Quran. Berkat kemenangan itu, Hanan pun kerap mendapat berbagai hadiah, mulai dari sepeda hingga televisi.

Kemenangan-kemenangan yang diraih Hanan juga membuatnya sering memperoleh beasiswa sejak duduk di bangku SD. Beasiswa pula yang mengantarkan Hanan berkuliah di Universitas Al-Azhar yang beralamat di Kairo, Mesir. Ia pun menjadi orang pertama di keluarganya yang mencicipi pendidikan di luar negeri. “Ngga ngandelin duit. Murni dari nol. Doa dari orangtua, dan Alhamdulillah terjadi perubahan yang signifikan di keluarga,” kata Hanan kepada SuaraMuslim[1].

Tengku Hanan Attaki
Tengku Hanan Attaki. 
Sumber: blogspot.com

Uniknya, Hanan mengaku ia hanya bermodalkan nekat ketika pertama kali terbang ke Mesir. Saat itu, ia belum terdaftar di kampus tersebut serta hanya mempunyai uang untuk transportasi. Bahkan, Hanan hanya menggunakan visa turis ketika menginjakkan kaki di Negeri Piramida itu.

Di balik segala kesulitannya itu, Hanan tetap yakin bahwa ia dapat memperoleh hasil yang terbaik karena ia yakin bahwa Allah akan terus mendampinginya. Keyakinan Hanan terbayar tuntas, ia berhasil meraih beasiswa berkat kemampuan mengajinya. “Saat pengetesan memasuki universitas, saya tidak ditanya berapa nilai nilai saat sekolah di Indonesia, tapi ditanya, ‘Kamu bisa ngaji, ngga?’,” katanya.

Hanan pun resmi menjadi mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, salah satu kampus terbaik di dunia. Ia pun tercatat sebagai mahasiswa yang memperoleh beasiswa prioritas. Di sana, ia mengambil jurusan Tafsir Al Quran yang tergabung dalam Fakultas Ushuluddin. Selama berkuliah di Kairo, Hanan juga merupakan anggota dari Kelompok Studi  Al Quran dan Ilmu Islam serta menjadi Pemimpin Redaksi bulletin ‘Salsabila’ yang diampu oleh tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin, sebuah kelompok politik besar di Mesir.

Demi memenuhi biaya hidupnya di Mesir, Hanan sempat menekuni beberapa profesi. Sebut saja menjadi pedagang bakso, berbisnis catering, hingga menjadi pemandu bagi jemaah Umroh yang ingin menyentuh hajar aswad di Masjidil Haram, Mekkah.  

Hanan dan Gerakan Pemuda Hijrah
 

lulusan kairo mesir
Hanan Merupakan lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir pada 2004.
Sumber: bp.blogspot.com

Lulus dari Universitas Al-Azhar pada 2004, Hanan pun kembali ke Tanah Air dan menetap di Bandung bersama keluarga kecilnya. Selama tinggal di Bandung, Hanan bekerja sebagai seorang pengajar di SQT Habiburahman dan Jendela Hati. Ia juga tercatat sebagai Direktur Rumah Quran Salman, sebuah komunitas yang berdiri di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung. Di Kota Bandung pula Hanan memulai karier dakwahnya.

Pada 2015, ia mendirikan Gerakan Pemuda Hijrah sebagai salah satu kendaraan dakwahnya. Gerakan Pemuda Hijrah sendiri adalah sebuah komunitas yang mewadahi pemuda-pemuda Bandung yang ingin mengenal Islam lebih dalam. Berbeda dengan lembaga dakwah lainnya, Gerakan Pemuda Hijrah menggunakan pendekatan dakwah yang tergolong modern dan sesuai dengan gaya anak muda.

Salah satunya adalah dengan menggunakan media sosial. Gerakan Pemuda Hijrah telah mempunyai official account di tiap media sosial, mulai dari Twitter, Facebook, hingga Instagram. Setiap harinya, akun-akun itu akan mengunggah video-video ceramah yang dapat memotivasi para pemuda untuk lebih giat beribadah.

Di samping itu, komunitas ini juga kerap mengadakan kajian-kajian yang membahas permasalahan anak muda. Oleh karena itu, pemilihan tema kajian menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan-kegiatan Gerakan Pemuda Hijrah.

“Misalnya nih, ustaz melempar tema. Tema untuk Rabu depan itu tentang bersabar dalam menanti jodoh. Itu traffic-nya tinggi tuh, itu tema-tema yang diminati anak muda. Itu kan bahasanya terlalu pesantren, gimana caranya biar catchy di anak muda. Diubah jadi derita jomblo itu kifarat dosa,” kata salah satu anggota Gerakan Pemuda Hijrah, Inong, kepada Detik.[2]

Sesuai dengan namanya, komunitas yang didirikan oleh Hanan dan kelima kawannya tersebut juga ingin membuat anak-anak muda yang ‘jauh’ dari agama untuk ‘berhijrah’.  Salah satu kelompok anak muda yang didekati oleh Hanan dkk untuk ‘berhijrah’ adalah kelompok punk. Menurut Inong, ada trik-trik khusus dalam merangkul kelompok-kelompok seperti itu.

“Sejak kami kumpul di sini, sharing di sini, saling tukar pikiran, ya kami pikirkan bareng bagaimana mengajaknya. Misalnya, lagi dakwah ke anak punk. Ajak anak punk untuk gabung. Ya jangan pakai gamis, jangan pakai peci, tapi pakai jaket kulit, pakai spike. Omongannya pun tidak tiba-tiba bicarakan dalil, enggak, yang ringan-ringan saja,” kata Inong.

Hanan mengatakan latar belakang pendirian Gerakan Pemuda Hijrah tak lepas dari harapannya agar pemuda-pemuda Indonesia memempunyai iman yang kuat. “Sebagai pemuda calon pemimpin masa depan, bangunlah diri dengan ilmu dan iman, perbanyak istighfar serta datang ke pengajian,” katanya dikutip dari Mirajnews[3].

Ustadz yang Bergaya ala Anak Muda
 

dikenal pandai bergaul
Ustadz Hanan Attaki dikenal dengan Ustadz yang pandai bergaul dengan anak muda.
Sumber: bp.blogspot.com

Tak hanya topik ceramah Hanan saja yang erat dengan anak muda, penampilan Hanan di muka umum pun tak ubahnya seperti orang-orang sebayanya. Ia hampir tak pernah menggunakan sorban atau gamis ketika berdakwah di muka umum seperti pendakwah pada umumnya. Sebaliknya, ia justru tampil dengan pakaian yang sifatnya kasual seperti kaus lengan panjang atau kemeja bermotif kotak-kotak. Tak jarang, sebuah topi kupluk khas musisi reggae menghiasi kepalanya.

baca juga: kisah inspiratif Abdullah Gymnastiar

Menurut seorang pengamat mode asal Malang, Hermina Andreyeni, gaya berpakaian Hanan tersebut dapat menunjukkan bahwa ia mau membaur dengan anak-anak muda kebanyakan. “Kalau saya bilang, Ustadz Hanan Attaki benar-benar nggak mau kasih jarak. Dari busana yang dia pakai seperti mengatakan bahwa dia nggak mau dipandang sebagai ulama,” kata Hermina dikutip dari Malangtimes[4].

Di samping itu, Hermina juga menganggap gaya berpakaian Hanan sangat cocok dengan topik-topik dakwahnya yang seputar kehidupan anak muda. “Kalau saya desainer, lihat Ustadz Hanan Attaki ini masih muda. Jadi, cocok saja pakai baju kemeja dan topi. Selain itu, pas sama karakter dirinya. Dia juga terlihat nyaman kala memakai,” katanya menambahkan.

Kisah Hanan Attaki di atas agaknya dapat menjadi contoh bahwa tidak ada kata terlalu cepat untuk kembali mendalami agama. Di samping itu, Hanan juga mencontohkan bahwa berdakwah dapat dilakukan lewat cara-cara modern dan dekat dengan anak muda. Oleh sebab itu, sosoknya tentu bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Simak kisah tokoh inspiratif lainnya bersama Kinibisa!


[1] https://suaramuslim.net/ustadz-hanan-attaki-dakwah-gaul/
[2] https://news.detik.com/berita/d-2988687/shift-gerakan-dakwah-kreatif-pemuda-di-bandung-rangkul-anak-punk
[3] http://www.mirajnews.com/2017/08/hanan-attaki-pemuda-bangunlah-diri-dengan-ilmu-dan-iman.html
[4] http://www.malangtimes.com/baca/19695/20170727/144903/aura-muda-hanan-attaki-ustad-yang-pakai-kemeja-kotakkotak-dan-topi-kupluk/