span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Ignasius Jonan: Dari Akuntan, Masinis, Sampai jadi Menteri
Oleh : Ardito Ramadhan
04 Mei 2018

Highlight

Saya gak ngerti transportasi apalagi kereta api, tapi beliau (Sofyan Djalil) mendorong agar saya membenahi.

ignasius jonan
Mantan Dirut PT KAI yang sukses mereformasi dunia perkeretaapian Indonesia. Ia juga sempat menjabat sebagai Menteri Perhubungan dan kini berugas sebagai Menteri ESDM.
Sumber: rakyatmaluku.fajar.co.id

Kali ini, Kinibisa akan menceritakan kisah inspiratif mengenai Ignasius Jonan, sosok yang berjasa dalam memperbaiki dunia perkeretaapian Indonesia. Prestasinya dalam membenahi PT KAI mengantarkannya untuk menjadi Menteri Perhubungan Indonesia.



"Ini kan sama-sama pelayanan, sama-sama service industry. Bedanya gak ada Cuma packagingnya aja berbeda."

Masa Kecil Jonan
 

Ignasius Jonan lahir di Singapura pada 21 Juni 1963. Ia dilahirkan dari keluarga yang berkecukupan. Ayahnya, Jusuf Jonan, merupakan seorang entrepreneur dari Surabaya yang memiliki istri seorang pengusaha asal Singapura[1]. Oleh sebab itu, tak heran kalau Jonan mempunyai insting bisnis yang kelak akan bermanfaat bagi kariernya sebagai direktur di berbagai perusahaan.

Sejak kecil, Jonan tinggal di Singapura bersama kedua orang tuanya serta empat adiknya. Ia merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Jonan baru kembali ke Tanah Air ketika ia berkuliah di Universitas Airlangga, Surabaya. Di sana, ia mengambil jurusan akuntansi yang bernaung di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

lulusan Unair
Jonan merupakan lulusan Universitas Airlangga jurusan Akuntansi.
Sumber: tempointeraktif.com

Alumnus Universitas Airlangga angkatan 1986 itu mengaku memilih jurusan akuntan karena dianggap mudah. “Waktu itu, penjurusan semester 4. Saya pikir ambil jurusan apa, ya, yang sekolahnya paling mudah,” kata Jonan dikutip dari Tempo[2]. Jonan pun mengaku dirinya tidak kesulitan dalam mempelajari akuntansi. “Pokoknya, bisa baca, tulis, hitungan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, beres. Lainnya dipikir sendiri pasti lulus,” katanya.

Setelah lulus dari Universitas Airlangga, Jonan pun melanjutkan studinya ke luar negeri. Pada 1999 dan 2000, ia sempat mengenyam pendidikan di Columbia Business School dan John F. Kennedy School of Government di Harvard University. Pada 2005, ia meraih gelar master International Relations and Affairs di Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Amerika Serikat.

Berkarier di Dunia Perbankan
 

pernah menjabat direktur equity bank
Jonan pernah menjabat sebagai Direktur Equity di Citibank.
Sumber: reutersmedia.net

Sebelum terpilih sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Dirut PT KAI) pada 2009, nama Jonan sudah malang-melintang di berbagai perusahaan sebagai direktur. Pada 1999, dalam usia 36 tahun ia menjabat sebagai Direktur Private Equity di Citibank. Ia menjabat di sana selama dua tahun hingga 2001 sebelum terpilih sebagai Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), perusahaan BUMN yang bertugas mengembangkan dunia usaha kecil dan menengah.

Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Pereknomian tahun 2000, mengatakan dirinyalah yang menawarkan posisi Dirut PT Bahana kepada Jonan. Pada saat itu, ia mengagumi kinerja Jonan yang disebut baik ketika menjabat sebagai Direktur Citibank. Menurut Rizal, jabatan Direktur Citibank terlalu kecil bagi Jonan. “Alah, kamu jadi direktur di situ levelnya kecil buat kamu,” kata Rizal dikutip dari Kompas.com[3].

Rizal pun menantang Jonan untuk membereskan kredit macet para konglomerat yang nilainya mencapai Rp 3 triliun. Rizal meminta Jonan untuk menyelesaikannya dalam waktu dua tahun. "Kamu beresin. Ini lebih challenging daripada pekerjaan kamu di Citibank," ucap Rizal. Ternyata, Jonan pun berhasil menyelesaikan tantangan itu dalma waktu dua tahun.  Ia pun menjabat sebagai Dirut PT Bahana selama lima tahun dari 2001 hingga 2006. Pada 2006, ia kembali ke Citibank dan menjabat sebagai Managing Director Investment Banking selama dua tahun hingga 2008.

Pada 2009, Jonan ditunjuk oleh Menteri BUMN kala itu, Sofyan Djalil, untuk menjadi Dirut PT KAI. Awalnya, Jonan merasa dirinya tidak cocok menjabat posisi tersebut karena tidak memiliki latar belakang di bidang sektor transportasi publik. “Saya gak ngerti transportasi apalagi kereta api, tapi beliau (Sofyan Djalil) mendorong agar saya membenahi,” kata Jonan dikutip dari Kompas.com[4].

Meski begitu, Jonan cukup percaya diri untuk mengambil amanah sebagai Dirut PT KAI. Menurut Jonan, latar belakang kariernya di bidang perbankan dapat bermanfaat ketika ia berkiprah di dunia kereta api. “Ini kan sama-sama pelayanan, sama-sama service industry. Bedanya gak ada Cuma packagingnya aja berbeda,” kata Jonan dilansir dari tayangan Satu Indonesia[5].

Sosok Perbaikan Kereta Api
 

menjabat dirut pt kaiSelama menjabat sebagai Dirut PT KAI, Jonan sukses membenahi pelayanan perkeretaapian Indonesia.
Sumber: wordpress.com

Sejak dilantik sebagai Dirut PT KAI pada 25 Februari 2009, Jonan langsung melakukan gebrakan. Apalagi pada saat itu PT KAI sedang dalam kondisi keuangan yang tidak sehat. Pada 2008, tercatat PT KAI mengalami kerugian hingga Rp 83,4 miliar[6]. Selain kondisi keuangan yang tidak sehat, Jonan juga ditantang untuk memperbaiki pelayanan keretea api Indonesia. “Kereta api ini banyak yang harus dibenahi, sudah lama pelayanan publik di Indonesia itu tidak ditangani dengan sungguh-sungguh,” kata Jonan[7].

Bagi Jonan, pelayanan merupakan hal yang wajib diperbaiki dari PT KAI. “Saya mau pelayanannya itu baik dan saya mau pelayanannya sempurna. Semaksimal yang saya bisa,” kata Jonan. Menurutnya, kultur masyarakat Indonesia yang masih menomorduakan pelayanan bukan alasan bagi PT KAI untuk tidak menseriusi sektor pelayanan. “Saya gak mau tahu, kalau orang lain bisa kereta api harus bisa,” katanya.

Aksi ‘bersih-bersih’ Jonan dimulai pada jajarang tertinggi PT KAI. “Kalau organsisasi itu diibaratkan sebuah bangunan, beliau (Jonan) membersihkan atasnya dahulu baru bawahnya,” kata Humas Daerah Operasi 1 PT KAI, Agus Komarudin. Selain itu, ia juga meengubah kultur kerja para pegawai PT KAI agar lebih customer oriented. Menurutnya, pada tahun pertama ia menjabat para pegawai PT KAI masih berpikir kalau pemerintah harus diutamakan ketimbang pelanggan.

“Jadi mereka lebih takut dengan ke Menteri atau ke saya, ke Dirjen Perkeretaapian. Sama pelanggan enggak takut. Ini salah. Kita harus melayani yang memberi makan kita, yaitu pelanggan,” kata Jonan[8]. Tidak tanggung-tanggung, Jonan pun berani memecat pegawainya yang dianggap tidak becus dalam bekerja. Apalagi pegawai PT KAI sudah digaji dengan uang yang cukup banyak.

Selain kultur kerja di internal PT KAI, Jonan juga membereskan masalah perkeretaapian yang dialami oleh pelanggannya. Salah satu terobosan yang dibuat oleh Jonan adalah sistem pembelian tiket online. Dengan adanya sistem tersebut, masyarakat tidak perlu membeli tiket di stasiun keberangkatan tapi bisa melalui Kantor Pos, minimarket, dan ATM. Sistem ini juga menjamin penumpang yang telah membeli tiket pasti mendapatkan tempat duduk sesuai dengan yang dipesan.

Ketika sistem tiket online belum diaplikasikan, masyarakat dengan mudahnya dapat menemui calo-calo tiket yang berkeliaran di stasiun. Selain itu, penumpang kereta api pun mesti berebut tempat duduk di kereta meski telah memiliki tiket. Berita mengenai penumpang kereta yang terpaksa duduk di toilet karena tidak kebagian tempat duduk pun sudah tidak terdengar lagi dengan adanya sistem tiket online.

Selain sistem tiket online, gebrakan lain yang dilakukan oleh Jonan adalah revitalisasi sarana dan prasarana kereta api. Misalnya ia mendatangkan kereta-kereta baru. Gerbong kereta ini pun telah dilengkapi dengan pendingin udara dan bebas asap rokok. Stasiun kereta api juga tak lepas dari bidikan Jonan. Toilet yang dahulu mesti dibayar kini digratiskan dan diperbanyak. Saat ini stasiun kereta api juga telah dilengkapi beberapa toko ritel demi kenyamanan penumpang.

Meski begitu, kebijakan revitalisasi stasiun sempat ditentang oleh masyarakat karena Jonan menggunakan bantuan aparat TNI dalam menertibkan stasiun dari pedagang dan bangunan liar. Ia juga dinilai tidak memerhatikan perekonomian masyarakat dan membuka peluang lebar-lebar bagi waralaba asing. Namun, Jonan menampik hal tersebut. Menurutnya ia tidak membeda-bedakan para pedagang selama mampu membayar uang sewa. “Tidak ada kewajiban KAI untuk memprioritaskan ini untuk masyarakat kecil, domestik atau asing,” kata Jonan[9].

Meringkuk di Kereta dan Dihujani Penghargaan
 

menang penghargaan
Jonan saat memenangkan penghargaan Best of The Best CEO BUMN 2013.
Sumber: ganlob.com

Kinerja Jonan dalam memperbaiki PT KAI  disambut baik oleh masyarakat. Namanya semakin meroket ketika masyarakat dihebohkan dengan foto Jonan yang sedang meringkuk tertidur di sebuah bangku kereta api. Foto itu diambil ketika Jonan dan rekannya, Agus Pambagio, berkeliling memantau stasiun kereta api di Jawa pada musim mudik lebaran. Agus sendiri merupakan sosok yang mengambil foto tersebut.

Aksi Jonan ketika tertidur di kereta api dapat menjadi bukti bagaimana Jonan amat berkerja keras dalam menjalani tugasnya sebagai Dirut PT KAI. Tak hanya berhasil memperbaiki pelayanan PT KAI, Jonan juga berhasil memperbaiki kondisi keuangan PT KAI dari yang awalnya rugi sebesar Rp 83,4 miliar pada 2008 menjadi untung Rp 153,8 miliar hanya dalam waktu satu tahun. Bahkan pada tahun 2013, perusahaan kereta ini telah mencatatkan keuntungan Rp560,4 miliar. Aset PT KAI pun meningkat saat masa kepemimpinannya  dari semula Rp 5,7 triliun pada 2008, menjadi Rp 15,2 triliun pada 2013[10].

Tak heran, Jonan pun dianugerahi berbagai penghargaan atas keberhasilannya memimpin PT KAI. Penghargaan tersebut antara lain[11]

  • Best CEO 2014 versi Harian Bisnis Indonesia
  • The Most Phenomenal Figure 2014 versi RCTI
  • The Outstanding Performance 2014 versi Asia Pacific Entrepreneur Association
  • Top 8 BUMN CEO 2014 versi SindoTV
  • CEO BUMN Terbaik 2013 versi Majalah BUMN Track
  • The Most Innovative CEO 2013 versi Majalah Gatra
Dari Urusan Transportasi Menjadi Urusan Energi
 

menteri perhubungan
Jonan memberikan keterangan pers di Istana Negara ketika ia masih menjabat sebagai Menteri Perhubungan.
Sumber: setkab.go.id

Keberhasilan Jonan dalam  memimpin PT KAI rupanya terdengar hingga telinga Joko Widodo yang terpilih sebagai Presiden Indonesia pada Pemilu 2014. Pada Oktober 2014, Jonan pun dilantik sebagai Menteri Perhubungan. Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, memilih Jonan karena pengalanannya memimpin PT KAI. “Beliau manajer profesional yang berpengalaman, dan diakui prestasinya dalam pengelolaan sektor transportasi publik,” kata Jokowi.

Jokowi nampaknya juga terkesan dengan kerja keras Jonan yang membuatnya mesti tertidur di kereta api. “Sering tidur di kereta api, tetapi saya kira saat ini beliau tidur selain di kereta api juga di kapal terbang dan kapal laut,” kata Jokowi. Seperti ketika menjadi Dirut PT KAI, Jonan juga banyak melakukan terobosan saat memimpin Kementerian Perhubungan.

Meski memiliki latar belakang di bidang kereta api, sektor yang mengalami banyak perbaikan selama Jonan menjabat justru sektor perhubungan udara. Salah satu terobosan yang dilakukan Jonan adalah pembangunan dan perbaikan bandara-bandara di berbagai daerah. Kebijakan ini dinilai dapat meningkatkan konektivitas antarkota.

Sayangnya, masa jabatan Jonan sebagai Menhub tidak selama ketika ia menjabat sebagai Dirut PT KAI. Pada Juli 2016, Jonan terpaksa meninggalkan jabatannya dan digantikan oleh Budi Karya Sumadi, Dirut PT Angkasa Pura II. Hingga kini, alasan pencopotan Jonan tidak pernah diketahui secara pasti oleh masyarakat. Meski begitu, ada beberapa wacana kebijakan buatan Jonan yang sepertinya tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat.

Salah satu kebijakan tersebut ialah kebijakan melarang ojek online beroperasi. Selain itu, ia juga sempat mengeluarkan wacana melarang beroperasinya maskapai berbiaya murah (low cost carrier) karena dianggap rawan kecelakaan. Kemacetan parah yang terjadi di Brebes pada mudik lebaran 2016 disebut juga menjadi alasan dicopotnya Jonan. Apalagi, Jonan sempat menolak bertanggungjawab atas kemacetan yang memakan korban jiwa itu.

baca juga: kisah inspiratif Bacharuddin Jusuf Habibie

Selain itu, Jonan juga menolak proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang merupakan program pemerintah. Menurut Jonan, pembangunan infrastruktur di luar Jawa jauh lebih penting ketimbang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Sejak lama, Jonan memang menilai pembangunan infrastruktur mesti dilakukan secara merata di seluruh daerah. “APBN itu kan NKRI, banyak di luar Jawa infrastrukturnya masih berantakan atau jauh dibandingkan di Jawa,” kata Jonan menegaskan[12].

Setelah dicopot dari posisi Menteri Perhubungan, ternyata Jonan tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali duduk dalam Kabinet Kerja. Pada Oktober 2016, ia kembali dipanggil Jokowi untuk dilantik menjadi menteri. Namun, kali ini ia dilantik sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menggantikan Luhut Binsar Panjaitan yang merupakan Menteri ESDM sementara pasca dicopotnya Archandra Thahar.

Ketika ditanya alasan pemilihan Jonan sebagai Menteri ESDM, Jokowi menyebut dirinya menyukai sikap keras Jonan. “Keras kepala tapi suka terjun ke lapangan,” kata Jokowi dikutip dari Tempo[13]. Ucapan Jokowi terbukti benar. Tak lama setelah menjabat, Jonan membuat ‘keributan’ ketika ia menuntut perubahan kontrak tambang Freeport yang ditolak oleh perusahaan asal Amerika Serikat itu.

Ignasius Jonan telah membuktikan kalau seorang pejabat atau pengusaha mesti memiliki orientasi terhadap melayani masyarakat. Dengan pelayanan, cepat atau lambat keuntungan pun akan menghampiri instansi yang kita pimpin. Bagaimana dengan kamu? Ayo menjadi #GenerasiKompeten dengan bergabung dalam Kinibisa!


[1]https://tirto.id/m/ignasius-jonan-cb
[2]https://pemilu.tempo.co/read/news/2015/06/03/090671833/Ini-Alasan-Menteri-Jonan-Pilih-Kuliah-Jurusan-Akuntansi
[3]http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/04/221458226/rizal.ramli.titip.harapan.ke.jonan
[4]http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/27/140000626/ini.wawancara.buka-bukaan.dengan.ignasius.jonan
[5]https://www.youtube.com/watch?v=uzWhdKmin-I
[6]http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/27/140000626/ini.wawancara.buka-bukaan.dengan.ignasius.jonan
[7]https://www.youtube.com/watch?v=uzWhdKmin-I
[8]http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/27/140000626/ini.wawancara.buka-bukaan.dengan.ignasius.jonan
[9]http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/27/140000626/ini.wawancara.buka-bukaan.dengan.ignasius.jonan
[10]http://www.viva.co.id/siapa/read/162-ignasius-jonan
[11]https://www.linkedin.com/in/ignasius-jonan-7b43a936/?ppe=1
[12]https://www.youtube.com/watch?v=uzWhdKmin-I
[13]https://m.tempo.co/read/news/2016/10/14/078812256/ini-alasan-jokowi-lantik-ignasius-jonan-jadi-menteri-lagi