span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Gita Wirjawan: Mantan Menteri dengan Segudang Pengalaman
Oleh : Ardito Ramadhan
03 Mei 2018

Highlight

Pendidikan itu sangat menjadi prioritas untuk orangtua saya.

Gita irawan wirjawan
Gita Wirjawan adalah matan Menteri Perdagangan Indonesia yang punya segudang pegalaman di dunia bisnis dan perbankan.
Sumber: bp.blogspot.com

Ia merupakan seorang pengusaha yang sempat dipercaya untuk menduduki posisi menteri. Aktif di dunia pemerintahan, laki-laki ini pernah mengajukan diri untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini. Di tengah kesibukannya di dunia birokrasi, ia meluangkan waktu beraktivitas di dunia olahraga dan musik yang sempat jadi ambisinya. Simak kisah inspiratif Gita Wirjawan bersama Kinibisa!



"Anak-anaknya benar-benar dididik agar berdisiplin. Mereka sangat bisa menanam nilai hidup yang baik."

Gita Wirjawan lahir di Jakarta pada 21 September 1965. Gita dilahirkan dalam sebuak keluarga yang cukup berada, Ayahnya merupakan seorang dokter yang bekerja di World Health Organization (WHO). Darah campuran Minahasa-Jawa mengalir dalam diri anak bungsu dari lima bersaudara itu. Ibunya, Paula Warokka berasal dari Sulawesi Utara sementara ayahnya, Wirjawan Djojosugito berasal dari Jawa.

Masa kecil Gita banyak dihabiskan di Jakarta. Ia menempuh pendidikan di SD Budi Waluyo dan SMP Pangudi Luhur sebelum ia terbang ke Bangladesh karena ayahnya dipindahtugaskan ke sana. Menginjakkan kaki di Bangladesh pada umur 13 tahun, masa remaja Gita banyak dihabiskan di Asia bagian selatan. Setelah dari Bangladesh, keluarga Gita juga sempat tinggal di India.

Gita menuturkan dirinya dibesarkan orangtuanya untuk dengan penuh kedisiplinan. “Anak-anaknya benar-benar dididik agar berdisiplin. Mereka sangat bisa menanam nilai hidup yang baik,” kata Gita dalam Satu Indonesia[1]. Ia menambahkan, orangtuanya sangat mengutamakan pendidikan bagi anak-anaknya. “Pendidikan itu sangat menjadi prioritas untuk orangtua saya,” kata Gita.

masa kecil hingga sekarang
Sosok Gita Wirjawan semasa kecil hingga saat ini.
Sumber: wordpress.com

Oleh sebab itu, tak heran apabila orangtuanya rela melepas Gita untuk berkuliah di Amerika Serikat selepas lulus SMA. Di Negeri Paman Sam, kemampuan Gita dalam mengelola dan memperoleh uang untuk bertahan hidup benar-benar diuji. Gita juga dituntut untuk mampu membiayai kuliahnya sendiri karena saat itu sang ayah baru memasuki usia pensiun.

baca juga: kisah inspiratif Giring Ganesha

“Saya harus menyeimbangkan beban sekolah saya dan kepentingan saya mencari sesuap nasi,” kata Gita. Demi bertahan hidup di negeri orang, Gita mesti melakoni berbagai pekerjaan mulai dari pelayan restoran, tukang bersih-bersih, hingga menjual kulit ular. Bagi Gita, pengalaman itu sangat membangun karakternya. “Pengalaman paruh waktu tahun-tahun tersebut sangat penting karena membentuk pribadi saya seperti sekarang, khususnya soal mengembangkan semangat entrepreneurship,” kata Gita kepada Merdeka[2]

Berbagai kesulitan yang dihadapi Gita di Amerika Serikat rupanya menjadi motivasi untuk dapat menyelesaikan pendidikannya. Pada 1988, ia resmi lulus dari University of Texas di Austin dengan menyandang gelar sarjana di bidang Administrasi Niaga. Setahun kemudian, ia kembali diwisuda dengan gelar master di bidang yang sama dari Baylor University.

Gita menuturkan prestasi pada masa pendidikannya di Amerika Serikat tidak terlalu menawan. Namun, mampu survive di negeri orang rupanya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Gita. “Saya biasa-biasa saja tapi tidak jelek juga. Bisa sekolah, bisa selesai, dan bisa berkarir saya rasa cukuplah,” katanya.

Mengarungi Dunia Keuangan dan Investasi
 

mempunyai segudang pengalaman
Gita Wirjawan mempunyai segudang pengalaman di dunia keuangan dan investasi.
Sumber: wordpress.com

Selepas menyelesaikan pendidikannya, Gita memulai karir sebagai auditor di firma Morisson Brown & Aggiz yang beralamat di Miami, Florida pada 1989. Tiga tahun kemudian, ia kembali ke Tanah Air dan bergabung dalam Citibank. Dalam perusahaan bank yang berasal dari New York itu, Gita awalnya tergabung dalam Consumer Banking Department. Seiring waktu berjalan, karier Gita di Citibank rupanya tokcer, ia terpilih menjadi Wakil Presiden di perusahaan itu pada 1997.

Di tahun yang sama, Gita menjabat sebagai Direktur Corporate Finance di Bahana Securities. Dua tahun berkarir di sana, Gita kembali terbang ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikannya. Kali ini, ia menuntut ilmu di Kennedy School of Government, Harvard University, mengambil jurusan Administrasi Publik. Tak butuh waktu lama bagi Gita untuk lulus dari sana. Pada 2000, ia pun resmi menggondol gelar magister keduanya dari salah satu universitas terbaik di dunia itu.

Puas mengenyam pendidikan, Gita rupanya tak langsung kembali ke Indonesia. Gita bekerja di Goldman Sachs, perusahaan keuangan yang bermarkas di New York. Di sana, karier Gita melejit, setelah dipindah ke kantor Signapura, Gita menjabat posisi Wakil Presiden selama tiga tahun hingga 2003.

Pada 2003 pula Gita pindah ke Singapore Technologies Telemedia sebagai Wakil Presiden Senior bidang International Business Management. Di sana, Gita bertanggungjawab dalam hal merger dan akuisisi, bidang pekerjaan yang kelak akan ditekuninya. Gita hanya bertahan selama satu tahun di perusahaan ini karena ia kemudian bergabung ke JP Morgan Singapore sebagai Managing Director.

Karir Gita di perusahaan tersebut rupanya berjalan sukses, pada 2005 ia pun ditugaskan untuk menjadi CEO JP Morgan Indonesia hingga 2008. Perlu diketahui, JP Morgan adalah sebuah perusahan multinasional yang bergerak di bidang sekuritas dan jual-beli surat berharga.

Karir Gita di JP Morgan berakhir pada 2008. Keputusan Gita keluar dari perusahaan itu tak lepas dari insting Gita yang merasa akan terjadi krisis ekonomi dunia. Prediksi itu rupanya benar terjadi, bahkan JP Morgan menjadi salah satu perusahaan yang paling mengalami dampak buruk dari krisis itu.

Keluar dari JP Morgan, Gita tak lagi mencari perusahaan yang hendak menampungnya. Berbekal pengalaman bekerja di perusahaan keuangan dan investasi kelas dunia, ia memutuskan untuk mendirikan perusahaannya sendiri pada April 2008. Perusahaan itu ia namakan Ancora. “Saya ingin mencari tantangan yang lebih banyak. Kalau di perbankan, saya sebagai seorang profesional dan dibayar. Kalau di Ancora ini, saya sebagai entrepreneur,” kata Gita kepada SWA[3]

Perusahaan yang mempunyai fokus pada investasi di sektor energi sumber daya alam ini rupanya berjalan sukses. Menurut Gita, perekrutan Sumber Daya Manusia yang berkualitas menjadi kunci sukses perusahaannya. “Saya kira itu adalah kriteria yang paling basic. Dan jika kita lihat orang-orang yang bekerja di Ancora saat ini, quite good quality people. Yaitu, orang-orang yang pendidikannya bagus dan pengalaman kerjanya juga bagus,” kata Gita.

Berkiprah di Pemerintahan
 

sempat diangkat oleh SBY
Gita Wirjayan sempat diangkat oleh SBY sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Sumber: berdikarionline.com

Segudang pengalaman Gita di dunia keuangan dan investasi serta kesuksesan Ancora yang dipimpinnya ternyata membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepincut. Pada Oktober 2009, Gita diangkat menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sebagai Kepala BKPM, Gita ditugaskan untuk meningkatkan arus modal dan investasi di Indonesia.

Tugas tersebut agaknya terlaksana dengan baik. Di bawah komando Gita, penanaman modal langsung di Indonesia meningkat hampir dua kali lipat dari US$11 milyar pada tahun 2009 menjadi US$19 milyar pada tahun 2011. Dua tahun menjabat Kepala BKPM, Gita diangkat Presiden SBY menjadi Menteri Perdagangan.

Memasuki tahun 2013, suhu politik semakin hangat jelang Pemilihan Umum yang digelar setahun setelahnya. Pemilu 2014 agaknya cukup berbeda dengan Pemilu sebelumnya karena pada pesta demokrasi keempat pasca reformasi itu masyarakat akan memilih presiden baru karena masa jabatan SBY telah berlangsung selama dua periode.

Beberapa nama tokoh politik dan pejabat publik masuk ke dalam bursa calon presiden, tak terkecuali Gita. Prestasi Gita selama menjadi Menteri Perdagangan, pengalaman segudang sebagai profesional, serta citra positifnya di depan masyarakat agaknya menjadi alasan-alasan utama mengapa namanya masuk dalam bursa calon presiden. Partai Demokrat yang mengadakan konvensi pun tak ragu mengundang Gita untuk bersaing bersama peserta konvensi lainnya.

Memasuki 2014, hawa pesta politik semakin terasa. Agenda Gita sebagai peserta konvensi Partai Demokrat pun semakin padat. Pada Januari 2014, Gita memutuskan untuk fokus mengikuti konvensi dan meninggalkan jabatannya sebagai Menteri Perdagangan. SBY, selaku Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat pun menyetujui permintaan Gita.

SBY sendiri mengakui kiprah Gita selama menjabat Menteri Perdagangan telah membuahkan berbagai prestasi. Salah satunya menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi World Trade Organization (WTO) serta menjaga hubungan baik dengan mitra dagang Indonesia. “Saya ucapkan terimakasih atas  nama negara kepada saudara Gita, banyak hal yang telah dilakukannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata SBY dikutip dari Kontan[4].

Sayang, keputusan Gita mundur dari kursi Menteri Perdagangan tak berbuah manis. Dalam konvensi Partai Demokrat, ia hanya menempati posisi kedua di bawah Dahlan Iskan. Akibatnya, Gita tak bisa melaju dan mengikuti Pemilu Presiden 2014. Pasca kegagalan itu, kini Gita sibuk beraktivitas di perusahaan yang didirikannya, Ancora Group.

Suka Musik dan Gemar Olahraga
 

hobi main musik
Gita memiliki hobi bermain musik sejak kecil.
Sumber: tempo.co

Di samping prestasinya selama menjadi pengusaha dan pejabat publik, Gita juga dikenal sebagai sosok yang suka musik dan gemar berolahraga. Gita menuturkan hobi musik dan olahraga telah ditekuninya sejak masih belia. Orangtua Gita rupanya menjadi sosok yang membuat Gita menyukai musik dan olahraga.  “Hobi itu dianjurkan sebanyak mungkin, yang pasti olahraga dan seni. Orangtua saya sangat mendukung kalau kita mempunyai hobi,” kata Gita.

Sejak berusia enam tahun, Gita mengaku sudah dikenalkan dengan seni musik, khususnya piano. “Umur enam disuruh les piano klasik,” kata Gita di program Sarah Sechan.[5]Gita menuturkan awalnya ia sangat tidak suka memainkan piano. Gita pun selalu menolak dan menangis apabila dipaksa ibunya mengikuti les piano. “Setelah 2-3 bulan, saya stop dan langsung latihan sendiri justru dimarahi karena terlalu banyak latihan,” kata Gita.

Sejak saat itu, Gita pun semakin akrab dengan piano hingga berhasil menguasai berbagai genre seperti pop dan jazz. Ketika berkuliah di Amerika Serikat pun, piano menjadi salah satu alat andalannya untuk memperoleh uang dengan bermain di beberapa kafetaria. Di samping itu, piano juga mempertemukan Gita dengan sang istri, Yasmin Sitamboel Wirjawan. Alkisah, Gita sempat menjadi guru les piano bagi Yasmin ketika Gita sedang pulang liburan di Jakarta.

baca juga: kisah inspiratif Gatot Nurmantyo

Kesukaan Gita dengan dunia musik tidak hanya diwujudkan dalam hobi bermain piano. Sebelum berkiprah di pemerintahan, Gita mendirikan perusahaan bernama Omega Pacific Production yang bergerak di industri musik. Perusahaan ini telah memproduksi, menciptakan, dan mendistribusikan album-album musik dari berbagai musisi seperti Tompi, Dewi Lestari, dan Smash.

Aktif di dunia musik agaknya tak cukup bagi Gita. Laki-laki yang hobi main golf ini juga ikut berkecimpung di dunia olahraga. Bahkan, Gita sempat menjabat posisi Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ada 2012-2016. Selama Gita memimpin PBSI, ada beberapa prestasi yang berhasil ditorehkan. Salah satunya adalah mengembalikan tradisi medali emas di Olimpiade Rio 2016 setelah gagal meraih satu pun medali pada Olimpiade London 2012.

Kisah Gita Wirjawan agaknya dapat menjadi inspirasi bagi kalian yang ingin berkecimpung di dunia bisnis dan pemerintahan. Gita juga telah membuktikan sesibuk apa pun pekerjaan kita, selalu ada waktu yang bisa diluangkan untuk menekuni hobi-hobi kita. Mari simak kisah inspiratif tokoh-tokoh lainnya bersama Kinibisa!


[1] https://www.youtube.com/watch?v=ktLcTZYd0gA
[2] https://www.merdeka.com/uang/kisah-gita-wirjawan-pernah-jadi-pelayan-mcd.html
[3] https://swa.co.id/swa/listed-articles/entrepreneur-jalur-cepat-ala-gita-wirjawan
[4] http://nasional.kontan.co.id/news/ini-prestasi-gita-wirjawan-di-mata-presiden-sby
[5] https://www.youtube.com/watch?v=a169B-yrwkc&t=368s