span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Bambang Brodjonegoro: Menteri Keuangan Pionir Tax Amnesty
Oleh : Nanda Aulia Rachman
30 April 2018

Highlight

Mudah-mudahan tax amnesty bisa sukses.

bambang brodjonegoro
Seorang ekonom berpengalaman yang dipercaya menjadi Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas pada pemerintahan Presiden Jokowi.
Sumber:
kompasiana.com

Menjadi guru besar di usia muda pada salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia bukanlah hambatan baginya, Tokoh inspiratif yang jadi dekan termuda di universitasnya ini merupakan salah satu ekonom beken Indonesia. Dirinya sudah malang melintang di Kementrian Keuangan sejak awal tahun 2000-an. Kinibisa kali ini akan mengangkat salah satu nama besar ekonomi Indonesia, Bambang Brodjonegoro.



"Yang kita inginkan disamping pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, itu yang harus dipikirkan oleh Bappenas. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas itu yang dapat mensejahterakan masyarakat."

Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. lahir di Jakarta, 3 Oktober 1966. Ia merupakan ekonom dan akademisi yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja Joko Widodo. Dia menjabat dari tangal 27 Oktober 2014 sampai 27 Juli 2016. Ia memiliki keahlian dalam bidang ilmu ekonomi regional, desentralisasi fiskal, keuangan negara, ekonomi pembangunan, ekonomi perkotaan dan transportasi serta analisis pengambilan keputusan.

Pendidikan Bambang
 

Ia adalah putra bungsu dari Prof. Dr. Ir Soemantri Brodjonegoro, rektor Universitas Indonesia periode 1964-1973. Bambang muda tumbuh besar di Jakarta. Lulusan SMA Pangudi Luhur ini menempuh studi di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) pada tahun 1985. Ia mengambil fokus studi pada Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Regional. Bambang merupakan salah satu didikan terbaik Universitas Indonesia. Buktinya, dia menggondol gelar sebagai Mahasiswa Berprestasi UI 1989. Lelaki asal Jakarta ini meraih gelar sarjananya selama lima tahun studi di Salemba, tepatnya pada tahun 1990.

Setahun berikutnya, ia melanjutkan pendidikan formal tingkat magister di University of Illinois, Urbana- Champaign, Amerika Serikat. Mahasiswa S2 program studi Tata Kota ini berhasil merengkuh gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang Tata Transpotasi dan Ekonomi.

Bambang terus tancap gas. Ia langsung meneruskan studi doktoralnya di tahun itu juga, di tempat yang sama. Masih mengambil studi Tata Wilayah dan Perkotaan, kali ini ia mengambil fokus di bidang Ilmu Regional dan Ekonomi Pembangunan. Bambang Brodjonegoro resmi menjadi seorang doktor menginjak usia 31 tahun.

Berkiprah bagi Almamater
 

pelantikan
Bambang Brodjonegoro dalam upacara pelantikannya sebagai Kepala Bappenas pada 2016.
Sumber: viva.co.id

Sepulangnya dari negeri paman sam, Bambang mendedikasikan dirinya sebagai peneliti dan pengajar di FEB UI. Dia menjadi peneliti di Lembaga Penelitan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI mulai dari tahun 1997. Karirnya merangkak sebagai akademisi, mulai dari staf pengajar, ketua jurusan sampai dengan dekan FEB UI. Suami dari Irina Justina Vega menjadi dekan UI termuda di almamaternya. Ia menjabat dari tahun 2005-2009 sebagai kepala tertinggi di fakultas Makara abu-abu itu.

Selama menjabat sebagai dekan, Bambang telah mencanangkan berbagai program dan kebijakan. Ia bersama rekan-rekannya telah merintis program pascasarjana FEB UI dan menjadikannya program gelar ganda (double degree). Mitra pertama FEB saat itu adalah Australia National University.

Sebagai akademisi, ayah satu anak ini pastinya telah menelurkan beberapa pikiran dalam bentuk karya ilmiah maupun penelitian. Tercatat beberapa jurnal ekonomi internasional telah menerbitkan tulisan Bambang. The Institute of South East Asian Studies (ISEAS) Singapura, Edward Elgar dan Hitotsubashi Journal of Economics adalah beberapa lembaga yang menampilkan hasil karyanya.

Selain di Universitas Indonesia, ia juga kerap kali diundang, baik sebagai dosen maupun peneliti tamu di beberapa perguruan tinggi di dunia seperti Australia National University dan Thammasat University, Thailand.

eisenhowerBambang Brodjonegoro menerima Eisenhower Fellowship berkat publikasi ilmiahnya di bidang ekonomi.
Sumber:
anu.edu.au

Dalam berbagai karya dan tulisannya, Bambang seringkali membahas tentang desentralisasi wilayah. Salah satu karyanya dalam meneliti masalah desentralisasi di Amerika Serikat bahkan mendapatkan Eisenhower Fellow. Bambang bisa dibilang salah satu pakar dalam bidang ini. Pengalamannya yang mumpuni telah terbukti dalam berbagai kesempatan baik dalam maupun luar negeri.

Pejabat Strategis yang Akhirnya Bercokol di Kementrian Keuangan
 

Kepakaran studinya soal ekonomi perkotaan dan desentralisasi wilayah membuatnya sering diamanatkan berbagai tanggung jawab oleh pihak-pihak tertentu. Beberapa jabatan yang pernah dipegangnya diluar profesinya sebagai akademisi di UI adalah:

  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, 2016-2019
  • Menteri Keuangan RI, 2014-2016
  • Wakil Menteri Keuangan R1, 2013
  • Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementrian Keuangan RI, 2011-2013
  • Direktur Jenderal, The Islamic Research and Training Institute (IRTI), Islamic Development Bank (IDB), 2009 -2011
  • Komisionaris Independen, PT Adira Insurance, 2006 – 2011
  • Komisionaris Independen, PT PLN, 2004 – 2009
  • Ketua Komite Tata Pamong, Dewan Komisionaris, PT PLN, 2007 – 2009
  • Anggota Tim Penasehat Independen, Asia Bond Fund, PT Bahana TCW Investment, 2007 – 2009
  • Ketua Tim Ahli Menteri Keuangan untuk Desentralisasi Fiskal, 2007 – 2008
  • Anggota Tim Ahli Menteri Keuangan untuk Desentralisasi Fiskal, 2005 – 2006
  • Ketua Komite Audit, Dewan Komisionaris PT PLN, 2004 – 2006

Bambang Brodjonegoro dilantik menjadi Menteri Keuangan di pemerintahan Joko Widodo, menggantikan Chatib Basri. Bambang dihadapkan pada kondisi perlambatan ekonomi dan penurunan harga komoditas pada sektor energi.

"Kebanyakan dunia usaha seolah-olah kaget dengan sesuatu yang sudah diketahui bahwa harga komoditas yang tinggi pasti akan turun, tidak akan bertahan lama. Tetapi mereka ini tetap bereaksi kaget karena mereka kurang memiliki antisipasi dan persiapan," tegasnya kepada Liputan 6 (21/09/2015)

Semasa menjabat, Bambang mencetuskan berbagai kebijakan dan program kerja. Salah satunya adalah pemotongan subsidi BBM. Namun rasio utang terhadap Produk Dalam Negeri (GDP) Indonesia menurun. Gebrakan ini menambah ketersediaan dana tunai yang diarahkan untuk belanja infrastruktur. 

Berkat kebijakan dan hasil kerjanya, Bambang Brodjonegoro dianugerahi oleh FinanceAsia sebagai salah satu Menteri Keuangan Terbaik Se-Asia selama dua tahun berturut-turut di tahun 2015 dan 2016. FinanceAsia sendiri adalah salah satu publikasi terdepan di Asia yang fokus mengkaji keuangan dan pasar kapital. Ia menempati posisi ke-2 dan ke-4 untuk pada kedua tahun tersebut.

Satu programnya yang sangat populer dan mendobrak status quo di masyarakat adalah program tax amnesty yang tercantum pada Undang Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang pengampunan pajak. Walaupun Bambang dan tim-lah yang menyusun dan merumuskan pemikiran soal program ini, tapi nyatanya Bambang tidak sampai waktu untuk menjalankan implementasinya.

bersama sri mulyani
Bambang bersama Sri Mulyani pada acara serah terima jabatan Menteri Keuangan.
Sumber:
viva.id

Pada pidato penyerahan jabatannya pada 27 Juli 2016, Bambang menyampaikan harapannya kepada penerusnya yang juga pernah menempati jabatan yang sama pada periode 2005-2010, Sri Mulyani Indrawati.

"Saya berharap dengan Kementerian Keuangan ini dipegang oleh ibu Sri Mulyani kondisi keuangan negara maupun kondisi makro Indonesia akan menjadi lebih baik, pergerakan denyut ekonomi juga semakin kencang dan terutama APBN Indonesia juga semakin berkualitas, Mudah-mudahan tax amnesty bisa sukses," tutur Bambang dikutip dari CNN Indonesia (27/07/2016). 

Menjadi Kepala Bappenas
 

Reshuffle kabinet Jokowi mengharuskan Bambang mengangkat kakinya ke Badan Perencanaan Nasional. Ia didapuk sebagai Kepala Bappenas di Kementrian Perencanaan dan Pembangunan Nasional menggantikan Andrinof Chaniago.

"Bappenas menyusun rancangannya, perencanaanya, termasuk belanja prioritas dan khususnya money follow program yang sangat diharapkan oleh Bapak Presiden (Joko Widodo) dan Kementerian Keuangan mengeksekusi dengan baik," ujarnya kepada CNN Indonesia (27/07/2016) saat proses penyerahan jabatannya sebagai Menteri Keuangan.

ketua bappenas 2016
Bambang diangkat menjadi Kepala Bappenas pada tahun 2016.
Sumber:
pojoksatu.id

Bambang yang menggantikan Sofyan Djalil, berkeinginan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengentaskan jurang kemiskinan di Indonesia. "Yang kita inginkan disamping pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, itu yang harus dipikirkan oleh Bappenas. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas itu yang dapat mensejahterakan masyarakat," tutur Bambang dilansir dari Tribun News (29/07/2016).

Bappenas telah mencanangkan sepuluh program prioritas nasional untuk pembangunan Indonesia 2018;

  1. Pendidikan
  2. Kesehatan
  3. Perumahan dan Permukiman
  4. Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata
  5. Ketahanan Energi
  6. Ketahanan Pangan
  7. Penanggulangan Kemiskinan
  8. Infrastruktur,Konektivitas dan Kemaritiman
  9. Pembangunan Wilayah
  10. Politik, Hukum dan Pertahanan

Tema pembangunan 2018 yang menekankan pada investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di tahun mendatang.  Prioritas nasional tersebut juga didukung dengan upaya mengedepankan revolusi mental, kesetaraan gender, kesadaran atas perubahan iklim, pemerataan dan tata kelola pemerintahan yang baik. Gelaran Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018 menjadi prioritas khusus juga bagi Bambang dan jajarannya.

baca juga: kisah inspiratif Antasari Azhar

Bambang baru-baru ini baru saja gagal terpilih sebagai Presiden International Fund For Agricultural Development untuk masa jabatan 2017-2021. Ia mengaku kecewa dengan keputusan ini. Walaupun begitu lulusan dari Illinois ini tetap berlapang dada dan dapat menerima keputusan ini dengan bijak.

Menurut Bambang, dalam konteks politik global, negara maju tengah fokus ke negara-negara di Afrika. "Intinya negara maju sukanya sama orang Afrika,” imbuh dia dilansir dari CNN Indonesia (17/02/2017). Mantan Perdana Menteri Togo, Gilbert Fossoun Houngbo didapuk sebagai pemenang.

Dengan hal ini, berarti kita masih bisa menyaksikan Bambang berlenggak-lenggok di perekonomian Indonesia. Dengan kapabilitasnya di bidang ekonomi pembangunan dan desentralisasi fiskal, ktia bisa berharap banyak kepada Bambang kedepannya. Bambang Brodjonegoro untuk generasi kompeten Indonesia. Simak kisah inspiratif tokoh-tokoh lainnya bersama Kinibisa!