span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Maudy Ayunda: Inspirasi Untuk Meniti Prestasi Dan Mimpi
Oleh : Nanda Aulia Rachman
07 Mei 2018

Highlight

I consider myself very lucky, and I am eternally grateful for the life, friends, parents, family, that God has given me. Right now, I am doing the things I love and loving every minute of it.

maudy ayunda
Aktris dan penyanyi Indonesia yang paling ternama saat ini. Ia juga dikenal sebagai selebriti yang sukses menyelesaikan pendidikan tinggi di luar negeri.
Sumber: jpnn.com

Membagi waktu antara pendidikan dan karir bukanlah hal yang mudah, apalagi jika kita berkecimpung di industri hiburan. Salah satu orang yang berhasil mengimbanginya adalah Maudy Ayunda, seorang akrtis dan penyanyi yang sukses menamatkan pendidikan tinggi di Inggris. Simak kisah tokoh inspiratif Maudy bersama Kinibisa!



"Disinilah aku struggle to find my place in the school, and among friends, dengan hambatan bahasa. "

Gadis bernama lengkap Ayunda Faza Maudya lahir di Jakarta, 19 Desember 1994. Ia merupakan seorang aktris dan penyanyi yang inspiratif. Ia mulai dikenal oleh publik lewat lakonnya di film Perahu Kertas.

Maudy yang Mengejar Mimpinya
 

Anak sulung dari dua bersaudara ini bersekolah di Sekolah Dasar Mentari International School. Menurutnya, itu adalah sebuah salah satu pengalaman yang sebagai anak kecil yang dirumahnya terbiasa hanya dengan bahasa indonesia atau Jawa. “Disinilah aku struggle to find my place in the school, and among friends, dengan hambatan bahasa.

"But I’m thankful. Karena every struggle has its sweet consequences. Dan dari saat itu, aku belajar untuk bisa lebih mudah adaptasi ke situasi-situasi yang “alien” atau sulit buat aku, mendebarkan.” Tulis Maudy di laman web pribadinya.

potret maudy ayunda
Potret Maudy Ayunda saat muda.
Sumber: lifestyle-indonesia.com

Debut perdananya di dunia hiburan tanah air diawali pada film Untuk Rena yang dibintanginya bersama Surya Saputra pada tahun 2006. Namun setelah bermain di film ini, ia memutuskan untuk fokus ke akademis dan mengembangkan soft skill.

“Dari SMP sampai SMA, rasanya dikit banget ekskul yang ngga aku ikutin. I joined the Drum band, paduan suara, teater, team basket, dan lain – lain. Sampai akhirnya aku jadi ketua OSIS.” tulis kakak dari Amanda Khairunnisa ini pada laman web pribadinya. Gadis yang tidak bisa lepas dari buku ini memilih British International School untuk menghabiskan masa Sekolah Menengah Atas-nya (SMA).

Setelah melaksanakan kewajiban sebagai pendidikan selama 12 tahun, ia tidak langsung melanjutkan ke jenjang kuliah karena kemauan ibunya. "Kamu di Indonesia dulu. Lagipula kamu juga bisa melakukan hal yang produktif," kata dia menuturkan ucapan sang Ibu dikutip dari Tempo (22/01/2013).

baca juga: kisah inspiratif Joey Alexander

Selama satu tahun itu, Maudy menelurkan beberapa karya, yakni Perahu Kertas 1 serta sekuelnya Perahu Kertas 2 dan Malaikat Tanpa Sayap. Bahkan ia sempat menjadi panelis Regional Meeting and Stakeholder Consultation on the Post-2015 Development Agenda di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada 13 – 14 Desember 2012. Di sana, Maudy bicara soal kemiskinan dan pengurangan pengangguran di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pimpinan dunia lainnya.

Setahun kemudian, gadis pemalu ini diterima di sembilan universitas terkemuka di dunia seperti seperti Columbia University, Brown University, NYU, dan Oxford University. Maudy sempat mengaku bimbang mengenai pilihannya, tetapi pada akhirnya ia menetapkan hatinya di Oxford.

Selain jaraknya yang lebih dekat dengan Indonesia, gadis berdarah jawa ini mengaku bahwa peringkat Oxford lebih tinggi dibandingkan pilihan keduanya, Colombia University berdasarkan majalah Time. "Ini general study, sih. Oxford bagus banget. Mereka juga well-known," ujarnya dikutip dari Tempo (22/01/2013). Maudy juga mengutarakan bahwa masa studinya yang singkat selama tiga tahun menjadi salah satu faktor utama juga.

Momen di Negeri Ratu Elizabeth
 

wisuda oxford
Maudy Ayunda ketika diwisuda di Oxford.
Sumber : cdninstagram.com

Maudy Ayunda mengambil program studi Philosophy,Politics, and Economics (PPE) di Oxford University pada tahun 2013. PPE merupakan salah satu program studi interdisipliner terfavorit dan hanya ada pada universitas tertua di Inggris ini. “Awalnya sempat nggak pede daftar di Oxford, soalnya nggak gampang masuk ke sana. Pas keterima, aku happy banget,” cerita Maudy dalam sebuah acara talkshow, dikutip dari youth manual (24/11/2015).

Gadis penyuka kepiting ini pada awalnya merasa kesulitan untuk beradaptasi di Inggris. Mulai dari iklim yang berbeda sampai berinteraksi dengan budaya dan lingkungan baru. Bahkan tanpa ia sangka beberapa temannya mengetahui bahwa ia adalah seorang selebriti di Indonesia. Pada awalnya ia salah tingkah dengan perlakuan tersebut. Namun seiring berjalannya waktu ia mampu menghadapi momen-momen janggal itu.

Usut punya usut, Maudy merupakan satu-satunya mahasiswa asal Indonesia yang mengambil program studi itu.  Gadis berumur 23 tahun ini juga aktif di Oxford Economics Society. Di sini ia menjabat sebagai Head of Speakers yang juga memiliki tugas mengundang para pembicara untuk program-program kerja yang ada. Gadis yang menyukai gunung dan pantai ini bahkan pernah mendapatkan kesempatan untuk menemani Perdana Menteri Inggris saat itu, David Cameron, saat kunjungannya ke Indonesia pada 2015.

Akhir September 2016 lalu, Maudy berhasil menyelesaikan studinya di Oxford University. Ia dinyatakan lulus ujian tertulis pada 6 Juni 2016 lalu. Gadis asal Jakarta ini menjadi lulusan Indonesia pertama yang lulus dari program studi ini. Menyandang gelar Bachelor of Arts, ia berhasil lulus dengan nilai memuaskan.

“Aku orang Indonesia pertama yang lulus di jurusan PPE ini, rasanya membanggakan dan menyenangkan sekali, sekaligus menjadi tantangan bagi aku untuk nantinya bisa mengaplikasikan ilmu aku di Indonesia.  Dan lagi ini course impian aku yang nyambung banget dengan cinta aku terhadap humanity social science,” Maudy Ayunda mengungkapkan perasaannya mengenai kelulusannya dari Oxford University, Inggris dikutip dari Trinity Production (04/10/2016)

Dengan nilainya ini, ia berharap untuk melanjutkan studinya ke jenjang master di program studi Public Policy atau Business Administration. Akan tetapi, menurutnya, program studi ini memerlukan pengalaman kerja di bidang profesional selama minimal 2 tahun. “Sekarang aku ingin mencoba memberikan 100% energi dan waktu aku kepada dunia musik dan film. Lalu mungkin setelah itu aku akan mencoba apply kuliah S2,” tutur Maudy dikutip dari Trinity Production (04/10/2016).

Bermula Dari Talent Scouting
 

promo filmMaudy Ayunda ketika menghadiri acara promosi film Perahu Kertas.
Sumber: bp.blogspot.com

“Suatu hari, when I was 10 years old, beberapa astrada dari Miles Films dateng ke sekolahku, untuk talent scouting. Disitulah aku casting pertama kali, dan dipilih untuk memainkan “Rena” di film “Untuk Rena.” It was an amazing experience. Lokasi shootingnya waktu itu adalah sebuah panti asuhan di Cipanas,” katanya.

“Dan selama sebulan, aku bermain dengan anak-anak panti asuhan dan juga pemain – pemain lainnya, di alam lepas, collecting snails and running in the dirt. Looking back, aku merasa beruntung banget bisa membuka mataku ke banyak experience, at such a young age. I think it shaped me into the open-minded person I am now,” tulis Maudy menjelaskan pengalaman pertamanya terjun ke dunia akting di laman pribadinya.

Memasuki usia remaja, ia didapuk untuk membintangi film adaptasi novel tulisan Andrea Hirata, Sang Pemimpi. Di film arahan Riri Riza ini, finalis gadis sampul 2009 ini berperan sebagai Zakia Nurmala, perempuan yang dicintai oleh Arai, karakter utama di film ini.

baca juga: Cara Belajar Gitar

Di “Perahu Kertas”, ia berperan sebagai Kugy dan beradu akting dengan Adipati Dolken dan Reza Rahardian. Film adaptasi novel Dewi ‘Dee’ Lestari ini bercerita tentang hubungan Kugy, seorang pendongeng tomboy yang kerap menuliskan curahan hatinya pada sebuah perahu kertas dan Keenan, pelukis muda berbakat yang dipaksa untuk pulang ke Indonesia untuk berkuliah. Selain Perahu Kertas, beberapa film yang pernah dibintangi oleh anak dari Muren Murdjoko dan Didit Jasmedi ini di antara lain;

  • Untuk Rena (2005)
  • Sang Pemimpi (2009)
  • Rumah Tanpa Jendela (2011)
  • Tendangan dari Langit (2011)
  • Malaikat Tanpa Sayap (2012)
  • Perahu Kertas (2012)
  • Perahu Kertas 2 (2012)
  • Refrain (2013)
  • 2014 (2015)
  • Battle of Surabaya (2015) pengisi suara Yumna
  • Trinity; The Nekad Traveller (2017)

berbakat sebagai pemusik
Maudy telah menyukai musik sejak kecil.
Sumber: pinimg.com

Selain berbakat di dunia akting, gadis penyuka green tea ini juga mempunyai suara yang merdu. Maudy mengaku sudah bermain musik sejak masih kecil. "Aku dulu les piano. Pas SMP belajar gitar," tutur Maudy kepada HAI Online. Perempuan yang menguasai 3 bahasa asing ini mulai bernyanyi secara professional dengan mengeluarkan albumnya, Panggil Aku, pada tahun 2011.

"Buat aku, akting itu kayak comfort zone aku, aku banget lah. Aku sudah nyaman akting dan enak banget. Mau disuruh gimana juga udah nyaman. Kalau nyanyi masih tantangan karena nyanyi lebih dinamis. Misalnya pas mau show, kita harus siapin lagu, yang bakalan dibawain dan harus latihan serius," terangnya dikutip dari HAI Online. Beberapa rekaman lagu yang telah Maudy rilis antara lain;

  • Album Panggil Aku (2011)
  • Perahu Kertas (OST. Perahu Kertas, 2012)
  • Tahu Diri (OST. Perahu Kertas, 2012)
  • Cinta Datang Terlambat (OST Refrain) (2013)
  • By my Side feat. David Choi (2014)
  • Bayangkan Rasakan (2014)
  • Untuk Apa (2015)
  • Jakarta Ramai (2015)
  • Album Moments (2015)
  • Seberapa Jauhku Melangkah (OST. Moana versi Indonesia, 2016)
  • Kejar Mimpi (2017)
  • Satu Bintang Di Langit Kelam (2017)

Maudy Ayunda, yang menyisihkan waktu liburan kuliahnya untuk pulang ke Indonesia, juga menjadi Brand Ambassador dan bintang iklan sambil mengisi waktu liburannya di Jakarta.

baca juga: kisah inspiratif Iko Uwais

Walaupun mempunyai karir dan perjalanan hidup yang baik. Maudy menganggap dirinya hanyalah seseorang yang beruntung. Dia bersyukur terhadap segala yang tuhan telah berikan kepadanya. “I consider myself very lucky, and I am eternally grateful for the life, friends, parents, family, that God has given me. Right now, I am doing the things I love and loving every minute of it,” ungkap Maudy di laman web pribadinya.

Sosok Maudy Ayunda agaknya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Indonesia. Selain berprestasi di dunia hiburan dengan lagu-lagu dan film yang dibintanginya, ia juga menunjukkan bahwa tidak mustahil seorang selebriti menamatkan pendidikan di perguruan tinggi papan atas dunia. Simak kisah tokoh inspiratif lainnya bersama Kinibisa!