span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Giring Ganesha: Dari Musik Beralih ke Politik
Oleh : Ardito Ramadhan
03 Mei 2018

Highlight

Mau nunjukin aja, meski sudah umur segini untuk mengejar pendidikan bukan lah hal yang terlambat.

Giring Ganesha
Giring Ganesha adalah eks vokalis band Nidji yang kini terjun di dunia politik bersama Partai Solidaritas Indonesia.
Sumber: youthmanual.com

Siapa yang tidak menegnali nama Giring Ganesha? Laki-laki berambut keriting ini merupakan vokalis grup band Nidji yang sangat populer sejak pertengahan 2000-an hingga kini. Di luar kesibukannya sebagai musisi, Giring rupanya mempunyai sebuah website yang dapat menghubungkan musisi dan fansnya. Penasaran? Simak kisah Giring Ganesha yang inspiratif bersama Kinibisa!



"Dari SMP kelas satu gue memutuskan, ya sudah gue pengin jadi musisi."

Giring Kecil yang Sering Di-Bully
 

kecil di bullyGiring kerap menjadi kobran bullying oleh teman-temannya.
Sumber: ytimg.com

Giring Ganesha lahir di Jakarta pada 14 Juli 1983. Giring menceritakan dirinya berasal dari keluarga yang sederhana. Ayahnya adalah seorang jurnalis perang sementara ibunya bekerja di sebuah bank. “Kami tidak berasal dari keluarga kaya. Background kami bukan dari keluarga yang mewah,” kata Giring kepada Metro TV News[1]

Meski kini telah menjadi salah satu musisi papan atas Indonesia, Giring kecil rupanya sering di-bully oleh teman-temannya. Nama ‘Giring’ yang cukup unik aganknya menjadi alasan teman-temannya membully Giring.

“Giring, Giring, banyak banget yang panggil gue pas keluar rumah. Cuma mereka merasa aneh gitu sama nama gue. Sampai ada yang nyebut giring bola! giring bola!” kata Giring kepada Nova.[2] Seperti anak-anak pada umumnya, Giring merasa sedih ketika namanya diejek oleh teman-temannya. Ia pun memberanikan diri untuk menanyakan arti nama Giring itu.

“Gue tanyalah bapak gue kenapa namanya Giring. Ternyata dikasih tahu nama gue itu bagus banget. Waktu itu bapak gue bilang, nama kamu tuh diambil dari Ki Ageng Giring,” kata Giring.  Ki Ageng Giring adalah seorang tokoh yang membawa agama Islam ke Indonesia pada masa kerajaan Mataram.

Sementara, nama Ganesha sendiri berarti kebijaksanaan, kekuatan, dan pengetahuan. Selain itu, Ganesha pun merupakan nama Dewa pengetahuan dan kecerdasan, Dewa pelindung, Dewa penolak bala/bencana dan Dewa kebijaksanaan dalam Agama Hindu.

baca juga: kisah inspiratif Ganjar Pranowo

Setelah mendengar penjelasan ayahnya, Giring sadar bahwa nama yang diberikan ayahnya sangat bagus dan mengandung doa yang baik. Mulai saat itu, Giring pun tak lagi mempedulikan ejekan teman-temannya.

Beranjak remaja, Giring mulai mengenal dunia musik. Salah satu genre kesukaannya adalah Britpop. Giring berkisah anggota keluarganya adalah orang-orang yang bertanggung-jawab atas kesukaannya dengan genre musik itu. “Dikenalin kakak gue sama Blur dan Oasis, langsung jatuh cinta gue. Nyokap juga mengenalkan gue dengan The Beatles,” kata Giring.

Kesukaannya dengan dunia musik membuat ia bercita-cita untuk menjadi seorang musisi sejak kecil. “Dari SMP kelas satu gue memutuskan, ya sudah gue pengin jadi musisi,” katanya. Ia pun sudah dapat menciptakan lagu saat berseragam putih-biru. “SMP kelas 3 gue sudah membuat lagu sendiri pakai tape-deck dan kaset bokap. Bokap wartawan, jadi punya banyak kaset wawancara. Gue tulis lagu, gue nyanyi, gue rekam, terus gue kasih ke cewek gue,” kata Giring.

Impian Giring untuk menjadi seorang musisi rupanya didukung oleh kedua orang tuanya. “Saya rasa semua berangkat dari keluarga. Orangtua gue dua-duanya tipe orangtua yang bebas. Semua anak-anak bokap diarahkan ke minatnya masing-masing,” katanya.

Demi mewujudkan impiannya itu, pada 2002 Giring membentuk band bernama Nidji bersama teman-temannya, yaitu Rama, Andro, Ariel, Adri, dan Randy. Nama Nidji diambil dari kata berbahasa Jepang, Niji, yang berarti pelangi. Dalam band itu, Giring berperan sebagai vokalis. Kelak, band ini akan menjadi salah satu band paling populer di Indonesia

Meroket Bersama Nidji
 

bersama nidji
Giring Ganesha bersama Nidji.
Sumber: iradiofm.com

Grup band Nidji yang ia dirikan rupanya disambut baik oleh masyarakat. Album perdana mereka, Breakthru, yang dirilis pada 2006 tercatat sebagai salah satu album dengan jumlah penjualan terbaik pada saat itu. Lagu-lagu yang ada di album ini seperti Sudah, Hapus Aku, serta Kau dan Aku juga sempat merajai tangga lagu Indonesia.

Kesuksesan Breakthru agaknya tidak dapat dilepaskan dari sosok Giring. Mayoritas lagu-lagu yang ada dalam album itu merupakan buah tangan Giring. Selain itu, penampilan aktraktif Giring di atas panggung, terutama ciri khasnya ketika sedang bernyanyi, amat disukai oleh para penonton. Dalam setiap penampilannya, Giring tampak asyik menari-nari di atas panggung dengan gerakan yang biasa disebut gerakan ‘memasang bohlam’ oleh penggemarnya.

Selain meroketkan nama Nidji dalam belantika musik Indonesia, album Breakthru juga mengatarkan band ini untuk menyabet berbagai penghargaan. Pada 2006, Nidji dinobatkan sebagai Most Favourite Group, Band, and Duo serta Most Favourite New Artist versi MTV Indonesia Awards. Album Breakthru pun dinominasikan sebagai Album Terbaik versi Anugerah Planet Muzik dan Anugerah Musik Indonesia.

Satu tahun setelah Breakthru dirilis, Nidji kembali mengeluarkan album yang kali ini bertajuk Top Up. Sebelum merilis album Top Up, Nidji sebenarnya sempat mengedarkan album Breakthru (English Version). Dalam album Breakthru (English Version), Nidji menyanyikan kembali lagu-lagu yang terdapat pada album perdana namun liriknya telah diubah ke dalam Bahasa Inggris.

Seperti album Breakthru, album Top Up rupanya juga dinikmati oleh para penggemar Nidji yang dijuluki Nidjiholic. Meski begitu, album agaknya kurang sukses dari segi penjualan apabila dibandingkan dengan album pertama. Apabila album Breakthru laku sebanyak lebih dari 500,000 kopi, album Top Up laku sebanyak 240,000 kopi.

Walau mengalami penurunan dari segi penjualan, lagu-lagu yang ada di album Top Up sama populernya dengan lagu-lagu yang ada dalam Breakthru. Lagu Shadow misalnya, lagu ini terpilih menjadi soundtrack serial televisi Heroes serta merajai tangga nada Indonesia selama 13 minggu. Album Top Up juga didaulat sebagai Album Rock Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia 2008.

Setelah itu, Nidji setidaknya merilis tiga buah album yaitu Let’s Play (2009), Liberty (2011), serta Liberty Victory (2012). Album Liberty Victory yang juga dirilis di Australia agaknya menjadi sebuah album di mana Nidji berusaha untuk go international. Dalam album ini, ada sebuah lagu berjudul Liberty & Victory yang dijadikan theme song oleh tim sepakbola ternama, Manchester United.

Selain mengeluarkan album, Nidji juga kerap diminta untuk mengisi soundtrack beberapa film Indonesia. Beberapa film yang soundtrack-nya pernah diisi Nidji adalah Laskar Pelangi dan 5cm. Keputusan Giring dan kawan-kawan dalam mengisi soundtrack film rupanya membuka jalan mereka untuk meraih berbagai penghargaan.

Lagu Laskar Pelangi misalnya terpilih sebagai Lagu Pop Terbaik dan Karya Produksi Terbaik-Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia 2010. Pada tahun yang sama, lagu itu pun didaulat sebagai Lagu Terbaik versi Anugerah Planet Muzik. Majalah Rolling Stone Indonesia pun mencantumkan lagu Laskar Pelangi  ke dalam daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik yang mereka rilis pada akhir 2009.

Vakum dari Nidji untuk Berpolitik
 

terjun ke politik
Giring memutuskan terjun ke dunia politik dengan bergabung dalam Partai Solidaritas Indonesia.
Sumber: alibaba.kumpar.com

Di tengah popularitasnya sebagai vokalis Nidji, Giring justru memutuskan vakum dari band itu pada 2017. Langkah kontroversial itu diambil Giring karena ia ingin melanjutkan pendidikannya yang sempat tertunda. “Saya merasa udah 15 tahun berkarir, tetap pendidikan penting buat saya,” katanya kepada Tribunnews[3]. Giring memang tercatat sebagai mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Paramadina.

Menurutnya, keputusan itu diambil karena ia ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa pendidikan itu sangat penting, tak terkecuali bagi para musisi. “Mau nunjukin aja, meski sudah umur segini untuk mengejar pendidikan bukan lah hal yang terlambat,” kata Giring.

Giring sendiri telah cukup lama menunda pendidikannya, yaitu selama 12 tahun. Ia menuturkan kesibukannya bersama Nidji membuat ia mesti meninggalkan kuliahnya. “Yah namanya anak kuliah udah kenal duit jadi yah kerja aja, lupa sama kuliahnya,” ucapnya.

Keputusan Giring tersebut rupanya sempat membuat personil Nidji lainnya kecewa. “Enggak begging, tetapi diemin gue pernah. Gue terima. It’s natural process,” kata Giring. Meski begitu, Giring mengatakan akan selalu mendukung band yang membesarkan namanya itu. “Gue akan support mereka apapun yang dilakukan,” katanya.

Giring sendiri belum mau menjawab kapan ia akan kembali aktif bersama Nidji. Ia mengatakan dirinya masih ingin menikmati waktu bersama keluarga dan anak-anaknya. "Belum tahu sampai kapan, saya mau menikmati waktu saya sama anak-anak, saya juga pengin lihat dunia sama anak-anak,” kata Giring kepada Grid[4].

Selain melanjutkan pendidikan, vakumnya Giring dari Nidji rupanya juga didasari ambisinya untuk terjun di dunia politik. “Kalau gue mau terjun, gue ingin terjun ke tempat yang tepat. Gue ingin belajar dari nol, kalau praktiknya ya tentu bergabung dengan partai. Tetapi di saat bersamaan, gue tetap memegang apa yang gue percaya, anti korupsi, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika,” kata Giring.

Ambisi Giring untuk berpolitik agaknya diawali dengan aktivitasnya pada Pemilukada DKI Jakarta 2017. Pada pesta demokrasi yang dianggap sebagai Pemilu terpanas itu, Giring secara terbuka mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Akibat keterbukaan itu, Giring mengaku sering mendapat ancaman dari orang-orang tak dikenal. “Saya, setiap hari, di media sosial itu dibilangin suruh masuk neraka. Tapi, saya biasa aja. Kalau orang benar, kan doakan yang baik. Nah, ini masa doanya supaya masuk neraka?” kata Giring kepada Tribunnews[5]. Peristiwa itu rupanya tak membuat Giring menyesal. “Ya, nggaklah. Nggak pernah menyesal (dukung Ahok,” katanya singkat.

baca juga: kisah inspiratif Agnez Mo

Tekad Giring untuk masuk ke dunia politik semakin bulat ketika Ahok gagal memenangkan Pemilukada dan mesti dipenjara akibat kasus penodaan agama. “Sebelum kasus Ahok sih biasa saja kalau ditanya niatan berpolitik. Yah, biasa lah. Sekarang setelah tahu, emang yang muda enggak boleh diam nih,” kata Giring dikutip dari Warta Kota[6].

Ketika ditanya apakah Giring mempunyai niat untuk berpolitik praktis seperti selebriti kebanyakan, Girin mengaku belum punya rencana seperti itu. “Nanti dulu. Mungkin suatu saat nanti. Gue sekarang masih menikmati proses belajarnya,” kata Giring.

Di luar segala kesibukannya, Giring rupanya juga mempunyai sebuah website yang ia rancang sendiri. Website bernama Kincir.com yang diluncurkan pada 2013 ini merupakan online fans club berbasis media sosial. Website ini dapat menjadi wadah bagi para penggemar untuk mengetahui perkembangan dan informasi terbaru mengenai idola mereka melalui berbagai kegiatan baik secara online maupun offline.

Kisah Giring di atas agaknya bisa menjadi inspirasi bagi kalian semua yang ingin menggapai impiannya. Di sisi lain, Giring juga bisa menjadi contoh bahwa sesukses apapun kita, pendidikan itu sebaiknya tidak ditinggalkan. Giring pun telah membuktikan bahwa masa kecil yang sering di-bully justru dapat menjad motivasi dalam meraih mimpi. Simak kisah inspiratif dari tokoh-tokoh lainnya bersama Kinibisa!


[1] http://m.metrotvnews.com/hiburan/indis/Gbm6LEok-giring-nidji-keputusan-vakum-dan-visi-politik
[2] http://nova.grid.id/Selebriti/Berita-Aktual/Giring-Nidji-Ceritakan-Kisah-Menyedihkan-Saat-Kecil
[3] http://www.tribunnews.com/seleb/2017/03/15/giring-ganesha-bersyukur-bisa-lanjutkan-kuliah-setelah-12-tahun-berhenti
[4] http://www.grid.id/Celebrity/News/Giring-Nidji-Pilih-Vakum-Dari-Band-Ternyata-Ini-Dia-Alasannya
[5] http://www.tribunnews.com/seleb/2017/03/15/dukung-ahok-giring-didoakan-masuk-neraka-hingga-dikirimi-pesan-panjang-dari-orang-tak-dikenal
[6] http://wartakota.tribunnews.com/2017/05/10/belajar-dari-ahok-giring-nidji-siap-berpolitik