span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Agnez Mo: Sejak Dahulu Hingga Sekarang
Oleh : Nanda Aulia Rachman
25 April 2018

Highlight

Dream, Believe, and Make It Happen.

Agnes Monica
Seorang penyanyi asal Indonesia yang kini telah go international dengan nama panggung Agnez Mo.
Sumber: zimbio.com

Menjaga prestasi dan dedikasi tidaklah mudah. Itulah yang Kinibisa ingin tampilkan dengan mengangkat satu tokoh inspiratif yang sangat berjasa bagi industri musik Indonesia. Karirnya di dunia musik pun sudah tak perlu diragukan lagi. Simak kisah inspiratif Agnes Monica yang kini dikenal dengan nama Agnez Mo.



"Jangan pernah percaya sama orang yg bilang kamu gak bisa. Karena biasanya orang yang gak bisa akan bilang orang gak bisa."

Agnes Monica Muljoto lahir di Jakarta, 1 Juli 1986. Ia adalah seorang aktris, penyanyi, dan penulis lagu. Dara muda ini memulai karirnya sejak usia yang sangat muda, 6 tahun, sebagai penyanyi cilik. Sebagai seorang penyanyi cilik, Agnes rupanya cukup rajin mengeluarkan album. Sepanjang dekade 1990-an, ia telah merilis tiga buah album yang membuatnya masuk dalam jajaran artis cilik yang paling populer saat itu.

Kesuksesan Agnes semakin melejit ketika ia merilis album dewasa pertamanya: And The Story Goes yang dirilis pada 2003. Lewat album tersebut, Agnes berhasil mengubah citranya dan melanjutkan karirnya dengan gemilang sebagai penyanyi dan aktris berbakat di dunia hiburan Indonesia. Keberhasilannya menjajaki industri musik di Indonesia membuat perempuan asal Jakarta ini menetapkan target yang tinggi pada karirnya; Go International.

Permulaan Karir

 

Agnes saat kecil
Ketika masih dikenal sebagia penyanyi cilik.
Sumber: cdns.klimg.com

Agnes lahir dari pasangan Ricky Muljoto dan Jenny Siswono, mantan atlet basket dan tenis meja. Ia merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Kakaknya, Steve Muljoto turut membantu Agnes dalam mengurus karirnya sebagai manajer artisnya. Bakat Agnes sudah mulai terlihat sejak ia kecil. Dara yang bersekolah di SD Tarakanita dan SMP serta SMA Pelita Harapan mulai mengasah bakat menyanyinya dengan rajin mengikuti les vokal dan bernyanyi di gereja.

Ia mulai terjun ke industri hiburan di tahun 1992 dengan merilis album pertamanya, Si Meong. Album kedua dan ketiganya, Yess! Dan Bala-Bala dikeluarkannya pada tahun 1995 dan 1996. Selain menyanyi, Agnes juga menjadi pembawa acara untuk berbagai acara hiburan untuk anak seperti Video Anak Anteve, Tralala Trilili dan Diva Romeo. Berkat kebolehannya, ia dianugerahi penghargaan sebagai Pembawa Acara Anak-Anak Terfavorit Panasonic Award pada tahun 1999, selama dua tahun berturut-turut.

baca juga: kisah inspiratif Afgansyah Reza

Menjelang tahun 2000, Agnes memulai debutnya di dunia akting. Perannya di Lupus Millenia dan Mr. Hologram menandai penampilan pertamanya sebagai aktris. Namun sinetron Pernikahan Dini-lah, yang melambungkan perempuan keturunan tiongkok ini. Lakonnya bersama Marini Zumarnis menjadi suatu pencapaian yang mengubah citranya, dari artis cilik menjadi artis remaja. Berkatnya, ia meraih gelar Aktris Terfavorit Panasonic Award di tahun 2001 dan 2002 dan Famous Actress SCTV Awards 2002. Dengan popularitasnya, ia menjadi aktris remaja dengan bayaran termahal di industri hiburan Indonesia saat itu.

Titik Balik

 

album pertama
Merilis album dewasa perdananya pada 2003.
Sumber: cdn.klimg.com

Setelah lama vakum dari dunia musik, ia kembali dengan album dewasa terbarunya, And The Story Goes, di tahun 2003. Album ini merupakan salah satu buah karya pertamanya dengan berkolaborasi dengan musisi ternama Indonesia seperti, Ahmad Dhani, Melly Goeslaw dan Titi DJ.

Produksi album ini memakan waktu selama satu tahun dan enam bulan untuk produksi musik dan audisi penari latar. Menurut label rekamannya, Aquarius Musikindo, album ini telah terjual tidak kurang dari 35.000 buah sebelum rilis resminya. Di kemudian hari, album pertama Agnes setelah beranjak remaja ini mendapatkan double platinum dengan penjualan lebih dari 300.000 kopi. Album ini meraih sepuluh nominasi di Anugerah Musik Indonesia 2004 dan berhasil menyabet tiga penghargaan; Best Pop Female Solo Artist, Best Dance/Techno Production Work, Best Pop Duo/Group. Ia juga berhasil memenangkan gelar “Best Female Newcomer Artist” di Anugerah Planet Muzik di Singapura.

Di tahun 2005, ia merilis album keduanya. Whaddup A..’?!. Di album ini, selain berkolaborasi dengan musisi lokal berkaliber tinggi seperti Melly Goeslaw dan Erwin Gutawa, Agnes menarik Keith Martin untuk bekerja sama dengannya dengan menulis dua buah lagu di album itu.

Kegemilangan Agnes memang tak perlu diragukan. Album keduanya itu berhasil membuatnya kembali memenangkan dua penghargaan di Anugerah Musik Indonesia 2006 dan satu penghargann di MTV Indonesia Awards 2006. Ia menjadi nominasi termuda di ajang MTV Asia Awards 2005, walaupun belum berhasil membawa pulang piala.

Album ketiganya, Sacredly Agnezious, dirilis pada April 2009. Kali ini, Agnes mengakui bahwa dirinya lebih terlibat pada produksi musiknya kali ini. Ia menjadi produser sekaligus penulis lagu. Single, Matahari-Matahariku, menjadi salah satu lagu terlaris saat itu dengan penjualan lebih dari 3000.000 Ring Back Tone setelah sembilan bulan sejak dirilis pertama kali pada April 2008.

Agnes Monica sepertinya telah menjadi langganan juara. Beberapa penghargaan yang Agnes raih dari album ketiganya di antara lain;

  • Most Favorite Female Artist MTV Awards 2008
  • Best Female Solo Pop Artist Anugerah Musik Indonesia 2009 dan 2010
  • Best Pop Album Anugerah Musik Indonesia 2010
  • Best of The Best Album Anugerah Musik Indonesia 2010

Agnes Monica tidak begitu saja meninggalkan karirnya di dunia akting. Dia membintangi beberapa serial televisi seperti Bunga Perawan, Cantik dan Cewekku Jutek. Kesibukkannya di dunia musik tidak membuat penampilan Agnes memudar begitu saja. Buktinya, ia tetap berhasil membawa pulang piala Favorite Actress Panasonic Award 2003 dan Famous Artist SCTV Music Award 2004. Kepiawaiannya dilirik oleh pelaku film Taiwan dan mengajaknya untuk bermain di drama Taiwan, The Hospital dan Romance in The White House.

Berkiprah di Pentas Dunia
 

mendapatkan penghargaan
Agnes Monica dalam sebuah ajang penghargaan di Amerika Serikat.
Sumber: pictures.zimbio.com

Selain aktif berkarir, Agnes juga aktif berpartisipasi sebagai duta maupun perwakilan satu lembaga, bahkan mewakili Indonesia. Awal tahun 2007, ia ditunjuk oleh Drug Enforcement Association (DEA) dan International Drug Enforcement Conference (IDEC) sebagai Duta Anti Narkoba Asia. Di tahun itu pula, ia diberikan kesempatan sebagai penampilan pembuka untuk Boy II Men saat mereka sedang bertandang ke Istora Senayan dan berhasil mengadakan konser tunggal pertamanya di luar negeri, yakni di Kuala Lumpur, Malaysia.

Setahun setelahnya, Ia didapuk menjadi perwakilan Indonesia untuk Asia Song Festival di Seoul, Korea Selatan. Ia tampil di depan ribuan penonton di Seoul World Cup Stadium dan disiarkan secara langsung ke 30 negara di Asia. Ia mencampurkan elemen tari tradisional Bali pada penampilannya saat itu.

baca juga: cara belajar gitar

Penampilannya tersebut menuai banyak reaksi positif dari media massa Korea Selatan. Ia pun berhasil memenangkan penghargaan “Best Asian Artist Award” dari komite festival tersebut. Berkat penampilannya pula, ia diundang kembali untuk tampil di acara yang sama di tahun berikutnya dan berhasil memenangkan kembali penghargaan yang sama.

Perempuan yang sangat menjaga kehidupan pribadinya ini juga pernah tampil sebagai pengisi acara di Garuda Wisnu Kencana, Bali dalam acara Festival Of Life, sebagai peringatan 50 tahun kerjasama Jepang dan Indonesia pada tahun 2009.

Di tahun 2010, ia menjadi juri di kompetisi menyanyi, Indonesian Idol. Selain menjadi juri, ia juga menjadi duta MTV EXIT, sebuah inisiasi gerakan yang melawan eksploitasi dan perdagangan manusia. Akhir tahun itu juga menjadi sebuah berkah bagi perempuan yang hobi menari ini. Ia dipercaya menjadi pembawa acara Red Carpet American Music Awards 2010 di Los Angeles. Beberapa bulan setelah itu ia menandatangani kontrak dengan Sony/ATV Music Publishing. Momen ini juga menjadi tonggak karier Agnes di dunia musik Internasional.

parfum
Merilis merek parfumnya pada tahun 2013.
Sumber: sidomi.com

Agnez Mo
 

internasional
Setelah Go Internasional Agnes memiliki nama panggung yaitu Agnez Mo.
Sumber: pmchollywoodlife.files.wordpress.com

Agnes yang memutuskan untuk go international mengganti nama panggungnya menjadi Agnez Mo. Karirnya pun terus menanjak dan semakin dikenal oleh mata dunia. Awal tahun 2011, ia melakukan duet dengan Michael Bolton untuk lagu, Said I Love You…But I Lied. Slogan Agnes, Dream, Believe and Make It Happen, digunakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk kampanye mereka anak muda. Ia juga tampil di upacara pembuka SEA Games 2011 bersama KC Conception dan Jaclyn Victor.

Di tahun 2011, Agnes merilis album terakhirnya dibawah label Aquarius. Album itu berisi kompilasi lagu-lagu terbaik Agnes dengan dua lagu baru tambahan, Karena Ku Sanggup dan Paralyzed. Album ini meraih 1000.000 penjualan dalam waktu tiga bulan setelah rilis lewat startegi penjualan melalui gerai restoran cepat saji.

Agnes kembali memenangkan piala di Anugerah Musik Indonesia Award di tahun 2011 dan 2012. Berkat prestasinya yang mentereng, MTV Europe Music Awards menominasikannya dalam kategori Worldwide Acts Asia Pacific. Ia juga menjadi nominasi Favorite Asian Act di Nickelodeon Kids Choice Awards 2012. Mnet Asian Music Awards 2012 dan The Shorty Awards menjadi ajang internasional yang berhasil Agnes menangkan di tahun itu.

Tahun 2013, Agnes resmi mengubah nama panggungnya menjadi Agnez Mo dengan merilis album dengan judul yang sama.  Album itu juga merupakan demo yang ia kirim ke perusahaan rekaman untuk memastikan debut internasionalnya. Walaupun berbahasa inggris, album itu dirilis khusus di Indonesia.

Agnes berhasil mendapatkan kontrak dengan The Cherry Party, anak label rekaman dari Sony Entertainment. Debut single internasionalnya, Coke Bottle, dirilis pada 2014. Walaupun menjadi lagu pilihan di MTV Iggy’s Songs of The Summer, Coke Bottle gagal meraih tempat di tangga musik Billboard.

Single internasional keduanya, Boys Magnet, dirilis satu tahun kemudian. Di lagu ini ia berkolaborasi dengan Hector Fonseca. Album internasionalnya ia rilis satu tahun kemudian dibawah label Cherry Party.

Selain merintis karir internasionalnya, ia tetap aktif di beberapa kegiatan lainnya seperti:

  • Sinetron Pejantan Cantik (2010)
  • Sinetron Marisa (2011)
  • Sinetron Mimo Ketemu Poscha (2012)
  • Juri Indonesian Idol (2012)
  • Pembicara di UN Global Youth Forum (2012)
  • Juri Nez Academy (2013)
  • Merilis merek parfum Eau de Parfume (2013)
  • Merintis kelompok musik The Freaks dan Chloe X (2015)
  • Bersama Wahid Institute menyatakan deklarasi damai rangka merayakan hari kedamaian internasional (2015)
  • Juri The Voice Indonesia (2016)
  • Juri The Voice Kids Indonesia (2016)

Walaupun berprestasi, Agnez juga tidak jauh dari kritik, terutama soal kehidupan pribadi dan ambisinya. Agnez menganggap bahwa kehidupan pribadi dan pilihan pasangan hidupnya merupakan konsumsi pribadi dan tidak perlu diumbar secara public. Perempuan yang sempat diisukan berpacaran dengan beberapa laki-laki ini sangat tertutup tentang kehidupan pribadinya.

baca juga: kisah inspiratif Valerie Thomas

Ambisi Agnez, yang sejak kecil, ingin berkarir secara global sering juga dipandang sebelah mata oleh beberapa kalangan. Walaupun tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan, Agnez mampu mematahkan keraguan orang-orang dengan dedikasi dan prestasinya. Berkat kontribusinya yang amat besar bagi musik Indonesia, ia diberikan penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia oleh Kementerian Budaya dan Pariwisata.

Agnez agaknya telah menjadi salah satu inspirasi bagi anak-anak muda Indonesia untuk berani go international! Meskipun terdengar mustahil, Agnez telah membuktikan bahwa setiap orang punya kesempatan yang sama untuk go international. Simak kisah inspiratif tokoh-tokoh lainnya bersama Kinibisa!