span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Afgansyah Reza: Dulu Dibully Kini Penyanyi Tenar
Oleh : Ardito Ramadhan
24 April 2018

Highlight

Untung ada musik dan keluarga yang membangun karakter saya menjadi seperti ini. Jadi, yang lalu dilupain saja.

Afgan
Seorang penyanyi ternama asal Indonesia yang telah memenangkan berbagai penghargaan di bidang musik.
Sumber: wp.com

Sering dirisak saat masih kecil rupanya menjadi motivasi bagi seorang Afgansyah Reza. Laki-laki berkacamata ini tercatat sebagai salah satu penyanyi laki-laki terpopuler di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Mari simak kisah inspiratif Afgan bersama Kinibisa!



" Dulu banyak yang underestimate gue. Sempet ngerasa rendah diri. Ternyata Tuhan kasih talenta ini pasti ada alasannya."

Masa Kecil Afgan yang Sering Di-bully
 

Afgan pada 27 Mei 1989 di Jakarta. Laki-laki berdarah Minangkabau ini adalah anak kedua dari empat bersaudara. Sejak kecil, Afgan telah mengenal musik melalui keluarganya yang suka menikmati alunan musik. Agaknya, hal itulah yang menginspirasi Afgan untuk menjadi musisi seperti saat ini.

Sejak duduk di bangku sekolah, Afgan pun sering diminta untuk tampil bernanyi di depan kelas. Namun, permintaan itu selalu ditampiknya karena merasa malu. Ya, Afgan kecil memang merupakan sosok yang pemalu. Sepertinya, sifat pemalu ini membuat teman-temannya sering mem-bully Afgan.

saat muda
Saat muda rupanya kerap menjadi korban bullying oleh teman-teman sebayanya.
Sumber: bp.blogspot.com

“Pas saya umur 12 tahun, saya super di-bully. Aduh pokoknya nggak enak banget. Rasanya tuh sulit dilupakan walaupun sudah terjadi 10 tahun ke belakang terjadi,” kata Afgan dikutip dari Liputan 6[1]. Afgan mengaku masa-masa itu merupakan masa yang traumatik baginya. “Traumatik sih buat gue. Tapi setelah SMP sudah merasa lepas. Perlahan mulai berani untuk tampil,” katanya kepada Bintang[2].

Menurut Afgan, musik dan keluarga adalah ‘penyelamat’ dari pengalaman masa kecilnya yang traumatik itu. “Untung ada musik dan keluarga yang membangun karakter saya menjadi seperti ini. Jadi, yang lalu dilupain saja,” katanya.

Pengalaman di-bully yang dialami oleh Afgan rupanya berbuah cerita yang cukup menarik. Pada 2007, Afgan hendak memulai kuliahnya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Seperti mahasiswa baru pada umumnya, Afgan menigkuti kegiatan orientasi mahasiswa baru yang dikenal dengan nama ospek.

baca juga: Cara Melakukan Pemanasan Suara

Saat itu, Afgan dimarahi oleh senior-seniornya karena datang terlambat serta tidak mengenakan atribut yang lengkap seperti teman-temannya. Selain itu, Afgan pun didapati membawa barang-barang yang cukup ‘aneh’ untuk dibawa dalam kegiatan ospek. Barang-barang itu antara lain parfum dan body lotion.

Sontak, Afgan pun menjadi bahan tertawaan dan ejekan para panitia ospek. “Lu mau ngapain?! Mau Jadi artis?! Hah! Lu mau kuliah atau mau jadi artis?! Jadi artis saja sana!,” kata Rizki Hakim, sang Ketua Ospek, dikutip dari Brilio.[3]

Pepatah ‘ucapan adalah doa’ sepertinya terbukti dalam hidup Afgan. Beberapa waktu  setelah mengikuti ospek tersebut, Afgan berhasil menelurkan album perdananya yang disambut baik oleh masyarakat. “Dulu banyak yang underestimate gue. Sempet ngerasa rendah diri. Ternyata Tuhan kasih talenta ini pasti ada alasannya,” katanya.

Karier Afgan yang Cemerlang
 

afgan saat bernyanyi
Bernyanyi dalam sebuah acara.
Sumber: soloradio.fm

Karier musik Afgan dimulai ketika ia bersama teman-temannya merekam sebuah lagu di sebuah studio musik. Lagu yang direkam dalam format CD itu dibuat hanya untuk koleksi pribadi Afgan. Tak disangka, seorang produser WannaB Music Production tertarik dengan talenta yang dimiliki Afgan. Produser itu pun langsung mengajak Afgan untuk rekaman.

baca juga: macam-macam aliran musik

Awalnya, Afgan sempat ragu untuk mengiyakan tawaran dari sang produser. Namun, laki-laki yang mengidolai Chris Martin itu akhirnya menerima kesempatan berharga tersebut dan masuk dapur rekaman. Pada 2008, Afgan pun merilis album perdananya yang diberi judul Confession No. 1.

Di bawah bendera Sony Music, album tersebut rupanya berhasil merebut perhatian masyarakat dan menduduki posisi tertinggi dalam tangga lagu Indonesia melalui lagu berjudul Terima Kasih Cinta. Lagu itu juga membawa Afgan meraih penghargaan pertamanya yaitu Penyanyi Solo Pria Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia 2009.

Pada 2009 pula Afgan memulai kariernya di dunia seni peran. Pada tahun itu, ia pertama kali tampil di layar lebar ketika membintangi film Bukan Cinta Biasa. Saat itu, Afgan merasa masih ragu dengan kemampuan aktingnya sehingga statusnya hanya menjadi cameo. Selain itu, Afgan juga mengisi soundtrack film ini dengan judul yang sama.

Setahun kemudian, Afgan kembali menjajal dunia seni perang dengan membintangi film berjudul Cinta 2 Hati. Di sana, ia beradu akting dengan Deddy Mizwar, Olivia Jensen, dan Tika Putri. Seperti film sebelumnya, Afgan juga mengisi soundtrack film ini dengan  lagu yang mempunyai judul sama dengan film.

Di tahun yang sama, Afgan juga menelurkan album penuh keduanya yang bertajuk The One. Setahun sebelumnya, Afgan sempat merilis mini album religi yang diberi judul Bersihkan Dirimu. Dalam album The One, ada beberapa lagu yang menjadi hits antara lain Bukan Cinta Biasa, Dia Dia Dia, dan Wajahmu Mengalihkan Duniaku.

Setelah album tersebut, Afgan sempat vakum dari dunia musik karena ia melanjutkan pendidikannya di Malaysia. Sekembalinya dari negeri jiran, Afgan kembali produktif dalam bermusik. Pada 2012, ia merilis lagu berjudul Pesan Cinta  yang merupakan single pertama dari album ketiganya yang rilis setahun setelahnya.

Album ketiga Afgan yang bertajuk L1ve to Love, Love to L1ve memuat beberapa lagu yang sempat mewarnai tangga lagu Indonesia seperti Jodoh Pasti Bertemu dan Katakan Tidak. Dari segi penjualan, album yang didistribusikan melalui KFC Indonesia ini sukses terjual sebanyak 500,000 buah.

Pada 2015, Afgan pun menggelar konser tunggal perdananya yang menandai tujuh tahun kariernya di dunia musik. Konser yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Valentine ini merupakan persembahan istimewa Afgan bagi penggemarnya. “Ini persembahan saya untuk penggemar saya dan mereka yang telah mendukung saya selama ini,” kata Afgan kepada CNN Indonesia[4].

Setelah sukses dengan konser tunggalnya, Afgan kembali mengeluarkan album baru pada 2016. Menurutnya, album bertajuk SIDES ini merupakan bukti kedewasaannya dalam bermusik. “Di album ini, saya terjun sedetail-detailnya, lebih dewasa secara bermusik, song writing, dan bernyanyinya semua berbeda,” katanya dikutip dari CNN Indonesia.[5]

Dari segi penulisan lagu, Afgan mengaku album ini sedikit berbeda dengan album-album sebelumnya. Sebab, album ini tidak lagi didominasi oleh lagu-lagu yang bertema cinta. “Di album ini saya lebih diverse, enggak melulu tentang cinta, ada lagu tentang Tuhan, tentang rasa syukur dan tentang motivasi diri. Karena saya ingin buat lagu yang enggak cuma bikin orang jadi galau, tapi semangat atau bisa positif menghadapi apa pun ujian hidup,” kata Afgan.

baca juga: kisah inspiratif Agatha Suci

Dalam rangka peluncuran album tersebut, Afgan juga menggelar konser tunggal di Malaysia dan Singapura. “Boleh dibilang ini konser pertama yang saya jalani 2 hari berturut-turut.Melelahkan banget memang, tapi seru. Setelah konser suara saya bahkan sempat habis. Ini bener-bener pengalaman baru buat saya,” kata Afgan dikutip dari Metro TV News[6]

Lewat kisah Afgan di atas, kita dapat belajar bahwa setiap masalah atau tantangan yang kita hadapi pasti akan berbuah manis pada akhirnya. Dalam hal ini, pengalaman Afgan dirisak teman-temannya justru berbuah kesuksesan Afgan sebagai penyanyi. Mari simak kisah inspiratif dari tokoh-tokoh lainnya bersama Kinibisa demi mewujudkan #GenerasiKompeten!


[1]http://showbiz.liputan6.com/read/2507235/kenang-masa-kecil-afgan-hampir-nangis-di-panggung
[2]http://www.bintang.com/celeb/read/2322363/afgan-ungkap-derita-tiga-tahun-jadi-korban-bully
[3]https://www.brilio.net/news/kisah-afgan-waktu-ospek-diejek-mau-jadi-artis-jadi-nyata-160120w.html
[4]https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20150114213835-227-24729/jelang-konser-tunggal-dari-hati-afgan/
[5]https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20160424071753-227-126126/sides-simbol-kedewasaan-afgan-dalam-bermusik/
[6]http://hiburan.metrotvnews.com/musik/GNl6xJ9k-cerita-afgan-kembali-gelar-konser-tunggal-di-malaysia-dan-singapura