span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Edvan M Kautsar: Lakukan Segalanya Lebih Awal untuk Jadi Luar Biasa
Oleh : Ardito Ramadhan
02 Mei 2018

Highlight

Saya sempet down banget dan kayaknya saya ga punya masa depan di dunia motivasi ini. Saya sendiri jadi yang butuh motivasi.

Edvan M Kautsar
Edvan Muhammad Kautsar adalah seorang motivator muda yang punya segudang pengalaman di dunia bisnis.
Sumber: bp.blogspot.com

Profesi motivator sudah ditekuninya sejak duduk di bangku SMP. Berbekal sebuah pelatihan yang ia ikuti saat itu, kini ia telah menjelajahi Indonesia dan Asia untuk berbagi motivasi. Tak hanya menjadi motivator, sosok yang satu ini juga seorang pebisnis sukses yang sempat menemui berbagai kegagalan. Simak kisah inspiratif Edvan M Kautsar bersama Kinibisa!



"Kalau ini tidak bisa kita lewati, bagimana kita mau lewati hidup kan? Karena pelaut hebat itu tak lahir dari lautan tenang."

Motivator yang Sempat Gagal Memotivasi
 

Edvan Muhammad Kautsar merupakan seorang pemuda kelahiran Tasikmalaya pada 2 Juni 1993. Kota yang berada di kaki Gunung Galunggung itu juga menjadi tempat Edvan tumbuh dan berkembang sebelum hijrah ke Jakarta setelah lulus SMA. Selain itu, Tasikmalaya juga tempat di mana Edvan pertama kali menjadi seorang motivator sebelum dapat berkeliling Indonesia dan Asia untuk berbagi motivasi.

Kisah Edvan untuk menjadi motivator bermula ketika ia mengikuti sebuah pelatihan kepemimpinan saat ia masih duduk di bangku SMP. Kala itu, ia terinspirasi dengan seorang pembicara yang menurutnya sangat motivatif. “Wah gila ya pembicaranya keren banget dan saya benar-benar termotivasi. Akhirnya saya pikir kenapa engga ya, apa bedanya dia sama saya?” kata Edvan saat ditemui di kantornya.

Berbekal pengalaman tersebut, akhirnya Edvan nekat membuka kelas motivasi. Teman-teman terdekat serta adik dan kakak kelasnya menjadi kelinci percobaan. “Sebenernya acara makan-makan tapi aslinya acara motivasi. Saya undang tuh kakak kelas, adik kelas, teman-teman yang paling deket sampai yang nggak kenal, saya kumpulkan di satu rumah saya kasih motivasi,” kata Edvan.

punya tekad
Edvan sudah bertekad menjadi seorang motivator sejak muda.
Sumber: bp.blogspot.com

Percobaan pertama tersebut rupanya gagal, begitu pula dengan percobaan yang kedua. Edvan yang saat itu berusia 14 tahun baru menemui keberhasilan ketika percobaannya yang ketiga. Sejak itu, nama Edvan pun mulai dikenal di Tasikmalaya sebagai seorang motivator muda.

Undangan mengisi seminar motivasi semakin sering diterima Edvan. Tak jarang pula Edvan diundang untuk memotivasi orang-orang yang lebih tua darinya seperti panitia kegiatan orientasi di SMA tempat Edvan bersekolah. “Saya SMP kelas 3, yang besoknya mau ngospek saya itu saya training dulu. Jadi pas mereka mau ngospek, canggung karena waktu itu saya yang training,” kata Edvan.

Seiring waktu berjalan, Edvan pun mulai mendapat undangan dari luar kota seperti Cilacap hingga Jakarta. Peserta seminar motivasi Edvan juga sudah tidak didominasi anak-anak muda lagi, tak jarang ia diundang untuk berbagi motivasi kepada manajer dan direktur perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

Oleh sebab itu, Edvan pun mesti memutar otak untuk mencari topik-topik yang sesuai dengan kebutuhan pesertanya. “Selama ini saya mengisi buat anak SMA dan kampus lah ya, motivasinya kurang lebih tentang impian, tentang dreams, tentang masa depan. Tiba-tiba harus ngisi buat manajer dan direktur. Otomatis, mindset dan materinya harus saya ubah,” katanya.

Edvan mengatakan dirinya punya pengalaman tidak menyenangkan ketika mengisi seminar motivasi bagi petinggi-petinggi perusahaan besar. Ia menceritakan kala itu ia diprotes oleh para peserta seminar karena dianggap tidak cakap dan tak pantas untuk memotivasi para petinggi perusahaan. “Mereka bilang, ‘Jangan ajari saya sama anak ingusan’. Wah sakit tuh,” kata Edvan mengenang peristiwa itu.

Akibat peristiwa tersebut, Edvan pun sempat down dan pesimistis akan masa depannya sebagai motivator. “Saya sempet down banget dan kayaknya saya ga punya masa depan di dunia motivasi ini. Saya sendiri jadi yang butuh motivasi,” katanya. Namun, Edvan memilih untuk bangkit. “Kalau ini tidak bisa kita lewati, bagimana kita mau lewati hidup kan? Karena pelaut hebat itu tak lahir dari lautan tenang,” kata Edvan.

Suka dan Duka Menjadi Motivator
 

Di usianya yang kini menginjak kepala dua, Edvan berhasil menggapai kesuksesan dengan profesinya sebagai motivator. Berbagai instansi baik dalam dan luar negeri pun tak henti-hentinya mengundang Edvan untuk menjadi motivator. Saat artikel ini ditulis, Edvan juga mengisi program I’m Possible di Metro TV bersama Merry Riana.

bersama merry riana
Edvan ketika mengisi acara I’m Possible di Metro TV.
Sumber: i.ytimg.com

Banyaknya kegiatan seminar yang mesti diisi Edvan juga membuatnya dapat mengunjungi berbagai kota di Indonesia dan Asia. “Kalau di Indonesia, Alhamdulillah Sabang sampai Merauke sudah semua. Kalau di luar, Singapura, Malaysia, Thailand, Dubai, sama Mekkah, Madinah,” kata Edvan.

Edvan juga menuturkan bahwa Madinah adalah tempat favoritnya dalam mengisi seminar motivasi. “Saya paling senang waktu di Madinah, jadi kalau disana kan di tempat-tempat aslinya. Jadi saya memotivasi jamaah Umroh misalnya. Benar-benar ketika di Uhud ya di Bukit Uhud. Saya motivasi mereka, 'bayangkan dulu Nabi Muhammad SAW', jadi lebih ke nilai-nilai Islami,” kata Edvan.

Selain itu, Edvan juga merasa bangga dapat berbicara di depan orang-orang yang berasal dari berbagai negara. “Paling senang ketika pesertanya itu dari berbagai negara. Saya selalu merasa bangga, bukan bangga diri ya, saya mewakili Indonesia berbicara memotivasi orang-orang yang sebetulnya secara negara sudah jauh lebih maju dibandingkan kita,” katanya.

Meski begitu, Edvan tak menampik bahwa ia sempat mengalami keragu-raguan ketika memulai karirnya dulu. Sebab, karir Edvan pada awalnya tak seindah yang ia bayangkan. “Inginnya jadi motivator itu dihargai, dikasih tepuk tangan, dipuji. Tapi ternyata yang saya dapat malah cemoohan, dibilang sok tua, sok tahu, dan sotoy,” kata Edvan.

Namun, Edvan tak mau larut dalam kesedihan. Sebab, menurutnya seorang motivator itu mesti memiliki postivie mindset. “Ketika kita menjadi motivator kita harus menjadi sumber energi positif di depan semua orang yang ada di tempat itu. Kita harus bisa memotivasi diri sendiri sebelum memotivasi orang lain,” kata Edvan menerangkan.

Di samping itu, Edvan juga mengatakan kesuksesannya sebagai motivator tak lepas dari pengalaman hidupnya. “Motivasi yang saya berikan adalah pengalaman-pengalaman yang pernah saya lalui dalam kehidupan. Dan itu yang kemudian bikin orang semangat. Jadi, kalau saya saja bisa bangkit kenapa yang lain tidak?” katanya. Selain itu, ia menambahkan bahwa membaca buku dan belajar dari trainer lain menjadi kunci kesuksesannya sebagai motivator.

Edvan dan Bisnisnya
 

Selain sibuk mengisi berbagai seminar motivasi, keseharian Edvan juga disibukkan oleh bisnis-bisnis yang dikelolanya. Bagi Edvan, aktivitasnya di dunia bisnis adalah salah satu caranya untuk mematahkan anggapan bahwa motivator adalah orang yang hanya pandai berbicara. Seperti kegiatannya di dunia motivasi, perjalanan bisnis Edvan juga sudah dimulai sejak berusia belasan tahun.

Beberapa bisnis yang pernah digeluti Edvan adalah bisnis baju sepakbola, bisnis multi-level-marketing, hingga bisnis jual-beli lahan tambang batubara. Semua bisnis itu dijalankan ketika Edvan masih duduk di bangku SMA.

Aktivitas Edvan dalam dunia bisnis agaknya tak lepas dari kondisi ekonomi keluarga Edvan saat itu. Ketika Edvan berusia 15 tahun, bisnis yang dimiliki kedua orang tuanya bangkrut. Padahal, ia bercita-cita untuk dapat kuliah kedokteran yang membutuhkan biaya tak sedikit. Oleh sebab itu, ia rela menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mengurus bisnis yang ia jalani.

Perjalanan bisnis Edvan rupanya tak semudah membalik telapak tangan. Bak roda yang selalu berputar, bisnis Edvan yang bergerak di sektor kuliner bangkrut. Padahal, bisnis tersebut sudah tersebar di belasan cabang dan memperoleh keuntungan yang cukup besar. Akibat kebangkrutan itu, Edvan yang masih berusia 19 tahun pun mesti terlilit utang.

“Bayangkan mobil diambil leasing di Bekasi, kemudian rumah diambil oleh Yang Maha Kuasa, kemudian laptop bahkan disita. Semua disita dan meyisakan utang sekitar 400 juta,” kata Edvan. Oleh karena itu, Edvan pun terpaksa tinggal di masjid karena tak mempunyai tempat tinggal.

baca juga: tips mengatasi gugup di panggung

Seperti roda yang berputar, kehidupan Edvan pun mulai membaik. Satu per satu utang berhasil dilunasi dan kini Edvan telah mempunyai sebuah perusahaan yang dinamakan Kautsar Management. Edvan menuturkan bahwa Kautsar Management dibentuk untuk mewujudkan impiannya yaitu memotivasi dan menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia.

Logo kautsar
Kautsar Management adalah perusahaan yang didirikan oleh Edvan.
Sumber: kautsarmanagement.id

“Kautsar Management ini kumpulan para trainer dan motivator gitu. Jadi, kalau diibaratkan rumah sakit, ini rumah sakitnya untuk orang-orang yang butuh motivasi. Kita ada sekitar belasan trainer yang tergabung di kita dan sekarang setiap hari Alhamdulillah berbagi ke berbagai perusahaan, berbagai kampus, berbagai sekolah,” kata Edvan menjelaskan.

Edvan juga menyebutkan bahwa trainer-trainer yang berada di bawah naungan Kautsar Management berasal dari berbagai spesialisasi, mulai dari kewirausahaan, pelayanan, prestasi, hingga kesehatan. Selain itu, Kautsar Management juga menyediakan berbagai produk dan jasa lainnya seperti MC, outbond, hingga membangun sebuah aplikasi yang mengubah teks ke dalam bentuk audio sehinga penggunanya dapat mendengar buku aih-alih membaca buku.

Lakukan lebih Awal
 

berbagi pengalaman
Edvan saat berbagi pengalamannya dalam suatu acara.
Sumber: bp.blogspot.com

Bak motivator yang gemar menyampaikan kalimat-kalimat motivasi, Edvan juga mempunyai sebuah kalimat motivasi yang ia favoritkan. Kalimat itu berbunyi  ‘Hidup terlalu singkat untuk menjadi orang biasa. Jadilah luar biasa’. Sebab, bagi Edvan banyak orang di luar sana yang sukses tapi kesuksesannya tidak luar biasa.

“Terlalu singkat karena orang di luar sana terutama mahasiswa jadi biasa saja. Mahasiswa biasa, seaktif-aktifnya organisasi di dalam kampus. Kemudian lulus juga biasa saja, cari kerja. Akhirnya? Sukses? Sukses tapi biasa saja kesuksesannya,” kata Edvan menjelaskan.

baca juga: kisah inspiratif Merry Riana

Untuk meraih kesuksesan tersebut, Edvan berpesan agar setiap orang mau memulai segalanya lebih awal. “Bangun lebih awal, lakukan lebih awal, belajar lebih awal, kembangkan diri lebih awal, kemudian lakukan bisnis lebih awal, gagal lebih awal, bangkrut lebih awal, dan sukses lebih awal. Maka kita akan menikmati kehidupan karena meraih semuanya di usia muda,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa anak-anak muda tidak perlu takut kehilangan masa mudanya dengan sibuk berbisnis. Menurutnya, dengan berbisnis anak-anak muda justru dapat memperoleh kebebasan yang mereka inginkan. “Kadang orang membatasi diri  karena takut kehilangan kebahagiaan, padahal itu kebahagiaan semu. Jadi, lakukan semua lebih awal dan nikmati hasilnya seumur hidup, dunia dan akhirat,” kata Edvan.

Kisah Edvan Muhammad Kautsar di atas agaknya dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk melakukan segalanya lebih awal. Edvan telah membuktikannya dengan menjadi motivator di usia belasan tahun, kini ia menjadi salah satu motivator papan atas saat ini. Jadi, siapkah kamu meraih kesukesan lebih awal? Simak kisah-kisah inspiratif lainnya bersama Kinibisa!

Rekomendasi Tokoh Inspirasi

Lihat Semua Materi