span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Ferry Fahrizal: Berjuang Demi Mengejar Passion
Oleh : Halimah Nusyirwan
26 Juni 2019

Highlight

Penting bagi lu untuk menemukan passion lu dimana.

sosok ferry fahrizal
Sosok Ferry Fahrizal
Sumber: Dokumentasi Kinibisa

MUA yang satu ini memiliki ceritanya sendiri dalam meraih kesuksesannya kini. Berawal dari kota Medan, ia pindah ke Jakarta dan merintis kariernya dari awal demi mengejar passionya, yaitu dunia makeup. Sekarang ia menjadi MUA favorit para penyanyi papan atas Indonesia, seperti Raisa, Rossa, Yura Yunita, dan masih banyak lainnya. Penasaran seperti apa kisah inspiratif dari seorang Ferry Fahrizal? Simak kisahnya bersama Kinibisa!



"Kalau MUA baru kayak murid-murid gue, gue selalu bilang jangan malu untuk memulai dari bawah."

Perkenalan Dengan Dunia Make Up
 

ferry fahrizal
Ferry Fahrizal
Sumber: instagram.com

Berprofesi sebagai Make Up Artist bukanlah hal yang ia duga akan menjadi pekerjaannya kini. Ketika masih duduk di bangku sekolah dulu, Ferry bukanlah sosok anak atau murid yang kerap menghabiskan waktu untuk bergaul dengan teman-temannya. Setelah menyelesaikan sekolah menengah, ia melanjutkan studi dengan mengambil jurusan Akuntansi di salah satu universitas di Medan.

Awal mula Ferry mengambil jurusan ini dikarenakan teman-temannya yang banyak mengambil jurusan tersebut dan orang tuanya pun mendukungnya untuk melanjutkan pendidikan ke jurusan itu. Ketertarikannya pada dunia seni sudah ia tunjukkan ketika ia bergabung dengan sanggar tari sedari masa SMA. Meskipun sempat berhenti dari sanggar tersebut, potensi yang ia miliki membuatnya mendapatkan tawaran untuk menjadi guru tari di studio sanggar tersebut.

“Jadi pas kelas 3 SMA, gue udah gabung di sanggar tari dan setelah lulus SMA itu berhenti narinya. Pas kelas 3 itu mau ada event gitu dan gue gabung di salah satu klub tari di Medan. Terus selesai SMA menuju kuliah, gue stop. Nah, masuk semester 2 (kuliah) gue dilamar sama studio tari itu untuk ngajar di tempat itu,” ujar MUA yang dulunya kuliah jurusan Akuntansi ini.

Bekerja di studio tari memperkenalkannya dengan dunia tata rias. Kala itu, studio tari tempat ia bekerja mendapatkan tawaran untuk dikirim sebagai perwakilan dalam acara Puteri Indonesia di kota Medan. Ketika Ferry melihat bosnya sedang mendandani kliennya, Ferry langsung merasakan ada ketertarikan pada make up. Ia kagum bagaimana proses yang panjang ketika melakukan make up tersebut berhasil membuat wajah sang klien menjadi sangat cantik. Sejak itu Ferry termotivasi untuk mendalami dunia tata rias dan mulai mencari tahu seluk beluk mengenai dunia make up melalui majalah sembari mengasah kemampuannya. Dari sinilah Ferry akhirnya mulai mengenal dunia make up yang kini menjadi bagian terpenting dalam kehidupannya.

“Suatu saat, kita, maksudnya studio tari itu, mengirim perwakilan untuk ngikutin Puteri Indonesia wilayah Sumatera Utara. Bos gue make up-in si utusan atau perwakilan dari kita ini dan itu yang membuat gue tertarik. Gue kayak ‘Ini si kak Ima (nama bosnya) ini makeupinnya gitu banget sih’ soalnya mula-mula proses make up itu kan putih dulu terus ada shading kan kayak coklat-coklat gak jelas garis-garis gitu, tapi di akhirnya tuh cantik banget dan bagus banget make up-annya. Nah, disitu mulai tertarik (make up),” ungkap Ferry yang juga terinspirasi dari MUA Derry ini.

Dari Medan ke Jakarta untuk Mengejar Passion
 

ferry saat mendandani yura yunita
Ferry saat mengajar make up di sebuah acara
Sumber: instagram.com

Ferry pun memutuskan ke Jakarta demi mengejar karier di dunia make up. Pada tahun 2000, Ferry memulai perjalanannya dengan pindah ke ibu kota dengan niatan untuk daftar di kelas atau kursus make up yang ada di Jakarta. Akan tetapi, dikarenakan harga kelas make up yang mahal, akhirnya Ferry memutuskan untuk bekerja. Bermodalkan bakatnya dalam menggambar wajah, ia akhirnya diterima bekerja di salah satu brand make up ternama, yaitu Make Up Forever.

“Gue dateng dari Medan ke Jakarta mula-mula pengen belajar make up. Terus daftar ke sekolah make up tiba-tiba biayanya mahal banget terus kayak ‘Duh mahal banget nih gue ngapain ya?’ terus liat di koran Make Up Forever buka lowongan nyari make up artist. Karena gue merasa gue bisa make up karena makeupin temen-teman nari di Medan gitu, gue coba aja ngelamar,” kata Ferry

“Dan gue suka gambar. Gue suka banget gambar wajah dan biasanya pake pensil. Kalo pake pensil kita ngegambar itu bisa diarsir gitu kan dan tesnya waktu itu ‘Coba kamu gambar deh.’ trus gue ‘yes asik’ cuma setengah lagi gambarnya. Bikin contour segala macem emang gue suka. Yaudah dari situ keterima. Jadi kerja di Make Up Forever 4 tahun dan mungkin pimpinan ngeliat gue cukup bagus di counter dan Make Up Forever buka akademi di Jakarta waktu itu, jadilah gue dikirim ke Paris buat ambil sertifikat,” lanjutnya.

Selama ia bekerja di sana, Ferry menggunakan kesempatannya untuk belajar dan melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya. Karena performa kerjanya yang bagus dan ketika Make Up Forever membuka akademi tata rias, Ferry pun tak menyia-nyiakan kesempatannya untuk belajar di dunia tata riasnya tersebut. Bahkan, Ferry juga berkesempatan untuk di-training langsung dari MUA idolanya, yaitu Derry, selama ia bersama dengan Make Up Forever kala itu. Pada akhirnya, ia pun dikirim ke Paris dalam rangka mengambil sertifikat hasil belajar untuk akademi Make Up Forever.

“Gue tertarik makeup karena bos gw (di studio tari). Setelah itu kan gue liat majalah-majalah banyak Oma Derry ya. Nah kebetulan entah kenapa..emang udah rencana Tuhan ya...gue masuk Make Up Forever dan langsung di train sama si Derry ini. Jadi gue waktu itu kiblatnya ke dia sih. Kayaknya semua Make Up Artist Indonesia ke dia semua deh kiblatnya waktu itu,” ujar pemenang MUA of The Year Popbela Beauty Awards ini.

Dikenal dengan gaya riasnya yang berciri khas beauty flawless, Ferry mengajarkan bahwa semua orang memiliki bentuk dan tekstur muka yang berbeda-beda. Untuk mencapai hasil yang bagus ketika mendandani seseorang, kita harus mengetahui seperti apa orang yang akan kita dandani. Tidak semua yang sedang tren akan cocok di muka setiap orang. Maka dari itu, Ferry selalu berusaha untuk mendandani kliennya sesuai dengan kepribadian orang tersebut dan membuatnya cantik tanpa harus berlebihan.

“Sekarang-sekarang ini banyak Youtube dan segala macem dan semuanya mau belajar make up secara instan. Padahal semuanya pasti ada step-stepnya kan. Kayak kita mau olahraga pasti ada pemanasan dulu segala macem. Kalau make up juga kayak gitu. Jadi kebanyakan sekarang nggak belajar basic. Dari mulai bentuk wajah segala macem, semua mau disamain. Sekarang make up glowing..semua make up glowing. Padahal sebenarnya kalau make up glowing itu kan nggak semua bentuk wajah dan tekstur kulit yang cocok. Kalau bentuk wajahnya bulat, kita kasih glowing ya makin keliatan besar. Kalau misalnya kulitnya nggak bagus, kulitnya berjerawat terus kita kasih shimmer, makin meng-emphasize si tekstur mukanya yang nggak rata. Jadi gue pengen ngajarin basic make up yang lebih kuat lagi ke anak-anak, khususnya di kampus gue ya,” kata Ferry.

Mengajar Make Up dan Pesan untuk Generasi Muda
 

ferry
Ferry bersama penyanyi Yura Yunita
Sumber: instagram.com

Make up kini sudah menjadi sumber mata pencahariannya. Make up juga menjadi hal yang mengantarkannya pada gerbang kesuksesan sehingga ia kini sudah berkeliling ke berbagai negara karena pekerjaannya tersebut. Sebagai salah satu MUA ternama di Indonesia, Ferry kini juga mengajar make up di Lasalle College Jakarta. Menjadi MUA memang tidak bisa instan. Hal ini lah yang ia ajarkan pada murid-muridnya. Ia berpesan agar tidak malu untuk merintis dari bawah karena untuk meraih kesuksesan memang diperlukan perjuangan dan pengorbanan.

“Kalau MUA baru kayak murid-murid gue, gue selalu bilang jangan malu untuk memulai dari bawah. Karena anak-anak sekarang, kayak murid gue di Lasalle, nggak ada yang dari keluarga menengah tapi mereka nggak ada yang mau kerja di counter karena ngerasa malu jadi beauty advisor. Mereka malu kalau dilihat keluarga, tapi sejujurnya sih kalau dari pengalaman gue, di counter itu adalah suatu tempat belajar paling sempurna," ucap Ferry yang ingin suatu saat nanti memiliki sekolah make up nya sendiri.

“Maksudnya misalnya kerja di brand kosmetik, kita dapat kerjanya di counter, apalagi yang kita perlu? Make up sudah ada semua. Kalau misalnya klien datang, kita bisa make up in dengan segala produk yang bukan kita yang punya tapi disediakan untuk itu. Kemudian kalau di counter, model kita nggak perlu bayar. Klien datang dan pergi. Mereka datang pergi dengan bentuk wajah yang berbeda-beda kan, jadi tinggal kita sendiri yang pintar-pintar explore. Produknya udah punya dan gak perlu beli kalau kita kerja di counter kan. Jadi gausah malu kerja di paling bawah, ngelayanin orang, itu tuh nggak perlu malu. Terus latihan...latihan perlu banget,” lanjutnya.

Pendidikan di mata seorang Ferry Fahrizal merupakan sesuatu yang penting. Hal ini dikarenakan pendidikan dapat membuka wawasan dan melatih cara berpikir seseorang. Ia juga merasa bahwa penting untuk anak-anak muda dalam menemukan passion mereka masing-masing. Jika sudah menemukan bakat atau passionnya, jangan lupa untuk terus mengasah kemampuan tersebut agar selalu bertambah ilmunya dan semakin berkembang menjadi lebih baik kedepannya.

“Gue aja masih pengen belajar sampe sekarang. Maksudnya kalau udah ketemu sama passion kita, kita pasti pingin lebih bagus lagi. Kalau pendidikan formal penting untuk membuka wawasan dan cara berpikir. Tapi kalau lu udah punya passion akan sesuatu, di luar jalur formal, itu penting untuk lu asah lagi untuk menambah ilmu lu lagi. Apalagi kalau make up dan bidang fashion dan entertainment gitu kan selalu ada tren baru. Perlu untuk kita belajar lagi,” ujar Ferry.

“Penting bagi lu untuk menemukan passion lu dimana. Penting bagi seseorang untuk punya suatu talenta khusus yang perlu di explore. Karena orang kantoran aja kalo mikirin hal yang pusing di kantor aja kayaknya perlu sesuatu yang untuk mengembangkan diri lu selain ngerjain semua yang ada di kantor. Untuk refreshing misalnya. Tapi bisa jadi sesuatu. Kayak make up, bisa aja Sabtu Minggu lu ngerjain make up buat nambah penghasilan,” tutupnya.


Untuk meraih kesuksesan memang tidak bisa diraih dengan jalan yang instan. Jika ingin sukses, diperlukan pengorbanan dan usaha serta kesabaran, seperti yang tergambarkan oleh kisah inspiratif dari sosok Ferry Fahrizal. Perjuangannya untuk bisa berada di posisinya saat ini tentu dapat menjadi pelajaran bagi kalian yang ingin berkarier di dunia tata rias. Ia juga mengajarkan agar tidak perlu merasa malu untuk memulai dari bawah. Simak kisah inspirasi lainnya di Kinibisa!