span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Raditya Dika: Membuka Perspektif Baru Dalam Melucu
Oleh : Nanda Aulia Rachman
08 Mei 2018

Highlight

Baginya, kompetisi yang ada adalah kunci untuk berinovasi. Tekanan kompetitor bisa menjadi motivasi untuk terus memberikan ide-ide baru dan menggali kemampuan.

Dika
Raditya Dika Angkasaputra Moerwani.
Sumber: static6.com

Pernahkah kalian mendengar si Kambing Jantan? Jika kalian sudah akrab mendengarnya di telinga, maka tidak perlu berlama-lama, Kinibisa kali ini mengangkat seorang tokoh inspiratif yang mengenalkan publik Indonesia pada satu genre komedi yang berbeda. Sambut, Raditya Dika.



"Dia tahu betul bagaimana cara menempatkan diri kepada penggemarnya. Personal brand Raditya Dika sangat solid di kalangan remaja. -Ernest Prakarsa"

Raditya Dika Angkasaputra Moerwani lahir di Jakarta, 28 Desember 1984. Ia merupakan seorang penulis, komedian, sutradara dan aktor. Lelaki yang akrab disapa Dika ini melambungkan namanya lewat tulisan-tulisan lucunya di blog pribadinya yang telah dijadikan novel Kambing Jantan. Cerita kesehariannya yang dikemas dengan komedik menggelak tawa para netizen. Menulis menjadi jalan anak pertama dari lima bersaudara ini merintis karir di industri kreatif dan hiburan.

Lelaki berdarah Batak ini menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Jakarta. Dika kecil bersekolah di SMP Tarakanita dan SMAN 70 Jakarta. Setelah lulus, ia memutuskan untuk pergi menimba ilmu ke negeri seberang, Australia. Di sana, ia mengambil program studi manajemen di University of Adelaide. Setelah kembali dari Australia dan berkarir di Indonesia, Dika melanjutkan studi pascasarjananya di program studi Ilmu Politik FISIP UI dan meraih gelarnya di tahun 2014.

Menulis ala Dika
 

novel perdana
Novel perdana Dika mengkisahkan kehidupannya sebagai mahasiswa di Australia.
Sumber: bp.blogspot.com

Tulisan Dika di novel pertamanya berfokus kepada kehidupannya sebagai mahasiswa ekonomi di Australia. Pendekatan Dika dalam menulis dinilai oleh beberapa kalangan sebagai sebuah jenis baru dalam penulisan komedi di Indonesia. Komedi yang bergaya diari pribadi dari sudut pandang pribadi menjadi kekuatan tulisan dari lulusan University of Adelaide ini.

Awal keseriusannya menjadi penulis dikarenakan penghargaan Indonesia Blog Award yang ia terima berkat catatan pribadi blognya. Setelah melakukan beberapa presentasi dan penawaran ke berbagai penerbit, akhirnya pihak Gagas Media setuju untuk menerbitkan Kambing Jantan, buku pertama Raditya Dika.Setelah sukses dengan Kambing Jantan di tahun 2005, Dika menulis enam buku lainnya yang juga meledak di pasaran, yakni;

  • Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh (2005)
  • Cinta Brontosaurus (2006)
  • Radikus Makankakus: Bukan Binatag Biasa (2007)
  • Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang (2008)
  • Marmut Merah Jambu (2010)
  • Manusia Setengah Salmon (2011)
  • Koala Kumal (2015)

Tulisannya yang menginspirasi banyak orang memenangkan The Online Inspiring Award 2009 dari Indosat.Tulisan Dika juga telah diadaptasi menjadi berbagai konten media kreatif lainnya seperti film dan komik. Selain aktif menulis, ia juga membuat berbagai konten lainnya seperti webseries Malam Minggu Miko dan Comic Story, yang ia unggah di kanal Youtube pribadinya.

baca juga: Cara Membuat Vlog yang Menarik

Merintis di Industri Film
 

pemilik novel best seller
Hampir seluruh buku karangan Radit selalu menjadi best seller.
Sumber: cloudfront.net

Berkat keberhasilan dan besarnya animo masyarakat, buku-buku tulisan diadaptasi menjadi film layar lebar kecuali Radikus Makankakus dan Babi Ngesot. Dalam proses pengerjaannya, Dika turut terjun langsung dalam penulisan naskah, selain sebagai menjadi aktor utama. Hasilnya, perlahan tapi pasti, makin banyak masyarakat Indonesia yang menggandrungi karya dari anak dari Tetty Nasution ini.

baca juga: kisah inspiratif Ge Pamungkas

Pengalaman Dika dalam membuat sebuah film tidak datang begitu saja. Semua ia pelajari perlahan lewat diskusi, kolaborasi dan percobaan. Baginya, hal ini memang sudah lazim dan perlu untuk dilakukan. Terus berkreasi dan bertindak kreatif merupakan kunci keberhasilannya. Baginya, kompetisi yang ada adalah kunci untuk berinovasi. Tekanan kompetitor bisa menjadi motivasi untuk terus memberikan ide-ide baru dan menggali kemampuan.

Selain film adaptasi bukunya, Dika juga mempunyai karya-karya film lainnya. Film-film dan serial yang telah dibuat oleh lelaki penyuka kucing ini di antara lain;

  • Maling Kutang sebagai penulis scenario (2009)
  • Kambing Jantan The Movie sebagai aktor (2009)
  • Webseries Malam Minggu Miko sebagai sutradara, penulis scenario dan aktor (2012)
  • Webseries Malam Minggu Miko 2 sebagai sutradara, penulis scenario dan aktor (2013)
  • Cinta Brontosaurus sebagai penulis scenario dan aktor (2013)
  • Cinta Dalam Kardus sebagai aktor (2013)
  • Manusia Setengah Salmon sebagai aktor dan penulis scenario (2013)
  • Serial Comic Story sebagai aktor (2014)
  • Marmut Merah Jambu sebagai sutradara, penulis scenario dan aktor (2014)
  • Marmut Merah Jambu The Series sebagai sutradara (2014)
  • Malam Minggu Miko The Movie sebagai sutradara dan aktor (2014)
  • Single sebagai sutradara, penulis scenario dan aktor (2015)
  • Koala Kumal sebagai sutradara, penulis scenario dan aktor (2016)
  • Hangout sebagai sutradara, penulis scenario dan aktor (2016)
  • The Guys sebagai sutradara, penulis scenario dan aktor (2017)
Populerkan Komedi Tunggal di Tanah Air
 

suci
Salah satu adegan dalam film Cinta dalam Kardus.
Sumber: bp.blogspot.com

Kepopuleran komedi tunggal di Indonesia pada tahun 2010 membuat Dika dan Pandji Pragiwaksono, pesohor yang ikut memopulerkan komedi ini, memutuskan untuk membuat satu program kompetisi komedi tunggal di salah satu TV swasta. Akhirnya setelah rampung, diputuskan bahwa mereka berdua bersama Indro Warkop dan Indra Yudhistira, produser program di Kompas TV, akan membuat kompetisi komedi tunggal bernama Stand Up Comedy Indonesia (SUCI).

Pada awalnya Dika bersama Pandji menjadi pembawa acara di kompetisi ini, namun pada gelaran selanjutnya, Dika lebih memilih menjadi juri dan mentor untuk para komika dikompetisi tersebut.

Menurut Ernest Prakarsa, salah satu komika dan jebolan SUCI, Dika merupakan salah satu komedian tunggal terbaik di Indonesia berkat pemahaman teori dan penempatan dirinya dalam mengambil isu-isu yang diresahkan oleh penikmat komedi ini. “Dia tahu betul bagaimana cara menempatkan diri kepada penggemarnya. Personal brand Raditya Dika sangat solid di kalangan remaja,” urai Ernest kepada Tabloid Bintang (13/03/2016).

“Waktu itu (pada awal-awal kepopuleran komedi tunggal) tidak ada komika yang memiliki pengetahuan teori stand-up comedy sebaik Radit,” jelas Ernest dikutip dari Tabloid Bintang (13/03/2016)

Selain menjadi juri, mentor dan pembawa acara, Dika juga mendirikan komunitas komedi tunggal bersama alumni SUCI dan Pandji Pragiwaksono di tahun 2011 bernama Stand Up Comedy Indonesia. Misi komunitas ini sendiri untuk mengumpulkan bakat-bakat pelawak tunggal di Indonesia.

Hingga saat ini, lebih dari 50 cabang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak jarang, komika-komika di daerah, diusung oleh komunitas Stand Up daerahnya untuk mengikuti kompetisi komedi tunggal nasional seperti SUCI.

Gaya berkomedi Dika yang terus berevolusi juga tercermin dari berbagai karyanya. Serial Malam Minggu Miko dan Comic Story merupakan dua karyanya yang sangat terpengaruh dari lawakan-lawakan cerdas nan nyeleneh ala komedi tunggal.

baca juga: kisah inspiratif Pandji Pragiwaksono

Berkat karya dan kontribusinya, Raditya Dika sudah dianggap oleh masyarakat sebagai seorang digital influencer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama anak muda, Dika memberikan contoh dan panutan yang baik bagi mereka yang ingin berkreasi di industri kreatif dan komedi tunggal Indonesia.

Sosok Raditya Dika tentu dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Indonesia untuk terus berkarya. Kisah Raditya Dika di atas juga membuktikan bahwa seorang seniman andal mesti mampu berkarya lewat berbagai medium, seperti film, buku, hingga stand-up comedy. Simak kisah tokoh inspiratif lainnya bersama Kinibisa!