span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Alphi Sugoi: Seorang Komika yang Menjadi Pemenang Ajang K-POP World Festival
Oleh : Halimah Nusyirwan
31 Agustus 2018

Highlight

Hal yang paling penting adalah hobi yang bisa menghasilkan. Hal yang disukai yang bisa menghasilkan kedepannya.

Sosok Alphi Sugoi
Sosok Alphi Sugoi
Sumber: 
instagram.com

Alphi Sugoi mulai dikenal sebagai salah satu komika yang tampil di Stand-Up Comedy Indonesia (SUCI) 3 pada tahun 2013. Kesuksesannya masuk di empat besar rupanya tidak membuat Alphi puas dan menjadi malas berkarya. Ia kembali menorehkan prestasi yang membanggakan nama bangsa dengan berhasil menjadi pemenang salah satu ajang K-POP dunia. Perkembangan media sosial dan teknologi pun ia manfaatkan untuk berkarya melalui channel Youtube-nya yang merepresentasikan kesukaannya di dunia K-POP tanpa melupakan unsur komedinya sebagai salah satu komika Indonesia. Seperti apa kisah seorang Alphi Sugoi dalam meniti kariernya sebagai komika dan youtuber Indonesia serta kemenangannya di K-POP World Festival? Simak kisahnya hanya di Kinibisa!



"Kalau lu suka K-POP, jadilah fans yang jangan terlalu alay, yang sewajarnya, dan jangan terlalu fanatik. Tetap ingat Tuhan dan kalau bisa jadiin K-POP ini sebagai wadah buat prestasi baru."

Kehidupan Awal Seorang Alphi Sugoi
 

Alphi Sugoi pertama kali dikenal sebagai kontestan Stand-Up Comedy Indonesia 3.
Alphi Sugoi pertama kali dikenal sebagai kontestan Stand-Up Comedy Indonesia 3.
Sumber:
instagram.com

Alphi Sugoi atau yang memiliki nama asli Muhamad Rachmaditiya Alphiandi ini mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia saat ia menjadi salah satu kontestan SUCI 3 pada tahun 2013. Alphi sendiri awalnya tidak terpikirkan untuk menjadi stand-up comedian yang bisa tampil di televisi tanah air. ia mengaku ketika sekolah dulu merupakan tipe anak yang nerd, introvert, dan memiliki nilai rata-rata dalam urusan akademis. Alphi juga bercerita bahwa ia tidak memiliki banyak teman saat sekolah dulu dikarenakan tidak banyak yang bisa menerimanya.

Selepas lulus dari bangku sekolah, Alphi melanjutkan studinya ke perguruan tinggi di daerah Jakarta Selatan, yaitu tepatnya di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP) dengan mengambil jurusan Periklanan. Alasannya memilih jurusan ini adalah karena dirinya yang suka menonton iklan-iklan di TV dan tidak menyukai hitung-hitungan.

“Sering nonton iklan terus kayak…sebenernya di IISIP iklan itu ada dua, ada art ada copywriting. Jadi karena tertarik sama iklan tapi nggak merasa terlalu berbakat kayak di Photoshop, segala macam software-software gitu ya penjurusannya jadi lebih ke copywriting,” ujar Alphi saat di wawancarai langsung oleh tim Kinibisa di daerah Depok, Jawa Barat (31/07/2018).

Stand-Up Comedy Indonesia 3
 

Alphi Sugoi mampu bertahan hingga 4 besar di SUCI 3.
Alphi Sugoi mampu bertahan hingga 4 besar di SUCI 3.
Sumber:
instagram.com

Keikutsertaannya di dunia stand-up ini terjadi dikarenakan Alphi yang terinspirasi oleh Raditya Dika dan Pandji yang merupakan stand-up comedian pertama yang ia tahu. Alphi sendiri juga merupakan pribadi yang suka melucu ketika berkumpul dengan teman-temannya. Akhirnya karena kebiasaannya itu lah, teman-teman Alphi menyarankannya untuk bergabung dengan komunitas stand-up comedy di Depok.

“Saya tuh orangnya suka nulis blog lucu-lucuan. Terus terinspirasi sama Raditya Dika juga kan. Saya juga suka melucu di tongkrongan walaupun nggak semua orang menerima becandaan saya. Jadi temen-temen tertentu doang. Selain itu temen ada yang udah nonton di Youtube, stand-up nya Raditya Dika, terus di kasih tahu sama temen, ‘Wah lucu ya lu bisa nih pi. Lu kan di tongkrongan kita suka ngelucu.’ Gak lama setelah itu, kita mencari tahu di Depok ternyata ada Stand-Up Night Depok 1. Akhirnya kita nonton lah acara stand-up nya itu,” kata Alphi.

Semakin tertarik dengan dunia stand-up comedy, Alphi pun memutuskan untuk bergabung dengan komunitas tersebut. Akan tetapi, menjadi seorang stand-up comedian bukanlah hal yang mudah untuknya. Ia mengaku menghadapi berbagai kesulitan ketika mencari materi yang bagus yang dapat membuat orang-orang terhibur. Ia bahkan mengaku sempat putus asa dan hampir menyerah saat itu dikarenakan ia tidak dapat membuat penonton tertawa di setiap penampilannya. Setelah berjuang selama lebih dari 3 bulan, Alphi pun akhirnya berhasil membuat penonton tertawa dengan salah satu materi yang ia bawakan dari 4 sampai 5 banyaknya materi yang ia bawakan saat itu. Menurutnya, hal tersebut merupakan pencapaian besar untuknya.

“Tiga bulan setelah stand-up comedy itu pertama kali baru ngerasain lucu pas setelah 3 bulan itu. Jadi setiap seminggu sekali selama tiga bulan itu nggak pernah lucu. Sampe sempet desperate gitu. Sempet ada seminggu gak dateng karena istirahat, tapi entah kenapa pas istirahat itu kebetulan ada show Pandji di Usmar Ismail. Akhirnya saya coba nonton sama anak-anak stand-up comedy Depok 1. Setelah nonton jadi termotivasi lagi. Akhirnya semiggu kemudian mencoba bikin materi lagi dan Alhamdulillah setelah itu ngerasain pertama kali bisa lucu walaupun hari itu ngebawain empat atau lima materi tapi yang lucu cuma satu,” tuturnya.

Kemunculannya di Stand-Up Comedy 3 yang diadakan oleh stasiun TV Kompas tersebut bukanlah hal yang ia rencanakan sebelumnya. Setelah disibukkan dengan kegiatan komunitasnya, suatu hari Alphi pun ikut menemani temannya yang ingin mengikuti audisi Stand-Up Comedy Indonesia yang berlokasi di Universitas Al-Azhar. Pada awalnya Alphi tidak berniat mengikuti audisi tersebut karena ia melihat banyak teman dan seniornya yang tidak berhasil. Akibat suruhan teman-temannya saat itu, Alphi pun mendaftarkan dirinya tanpa ada persiapan sebelumnya.

“Waktu itu ada acara stand-up comedy di Kompas TV. Yaudah saya ikut. Ikutnya juga nggak sengaja. Jadi awalnya tuh kayak nggak mau ikut gitu. Kayak yaudahlah acara TV gitu temen-temen ada yang audisi pas season 2 pada nggak masuk semua. Jadi SUCI 3 itu saya nganterin salah satu temen saya yang mau audisi juga. Awalnya nggak mau ikut sama sekali dan nggak ada persiapan juga.  Pas nyampe sana, entah kenapa disuruh daftar sama temen-temen. Akhirnya daftar lah telat dan dapet nomor 300 berapa gitu. Ngantri sampe masuk pas jam setengah satu malam dan itu Alhamdulillah di Jakarta, golden ticket yang terakhir keluar itu saya,” kenang Alphi ketika ditanya menganai ceritanya bisa bergabung menjadi kontestan SUCI musim ketiga.

Keberhasilannya mendapatkan golden ticket terakhir dan masuk 18 besar SUCI 3, membuat Alphi tak menyangka akan berhasil sampai di tahap tersebut. Kompetisi yang ia hadapi pun beragam dan menantang. Ia harus menyiapkan bahan materi yang lucu sembari mengikuti berbagai kegiatan acara seperti kelas mentoring, menulis, public speaking, hingga yoga selama karantina yang berlangsung 3 hari dalam seminggu tersebut.

Kariernya sebagai stand-up comedian rupanya tidak didukung oleh keluarganya. Menurut Alphi, segala hal yang tidak berkaitan dengan pendidikan tidak akan didukung oleh orang tuanya. Maka dari itu, Alphi pun tidak mengatakan pada orang tuanya ketika ia mengikuti audisi SUCI 3. Alphi mengaku tidak akan mau memberitahu keluarganya tersebut jika ia belum berhasil. Ia bahkan baru memberi tahu keluarganya bahwa ia ikut SUCI 3 ketika ia sudah menandatangani kontrak dengan acara tersebut.

Kecintaannya pada dunia stand-up didasari kesukaan Alphi pada film komedi, hobi menulis, berimajinasi, dan kebiasaannya yang suka melucu di kala ia berkumpul dengan teman-temannya. Alphi berkeinginan untuk menghibur dan membuat orang-orang senang dengan kemampuan komedi yang ia punya.

Setelah ia berhasil sampai di 4 besar dan lulus dari SUCI 3, Alphi disibukkan dengan kontraknya dengan Kompas, yaitu sebagai salah satu stand-up comedian yang mengisi acara Kompas TV dan berbagai acara lainnya yang diadakan di berbagai kota di Indonesia serta proyek-proyek keterlibatannya di dalam berbagai film tanah air sebagai pemain pendukung.

Peluang di Youtube
 

Alphi Sugoi kini dikenal sebagai salah satu youtuber Indonesia.
Alphi Sugoi kini dikenal sebagai salah satu youtuber Indonesia.
Sumber: ytimg.com

Setelah berkarier sebagai komika, Alphi melihat persaingan yang semakin ketat setiap tahun dengan munculnya komika-komika baru yang datang dengan ide fresh dan lebih lucu atau berbakat. Alphi pun melihat peluang baru yaitu dengan beralih ke dunia per-Youtube-an. Ia mulai tertarik dan merasa memiliki potensi dalam membuat konten setelah melihat banyak youtuber Indonesia yang berkarya melalui media tersebut.

Awalnya Alphi memutuskan untuk membuat channel Youtube bersama teman-temannya. Hal tersebut akhirnya terealisasikan. Namun, kesibukan masing-masing dan susahnya mencocokkan jadwal tiap anggotanya membuat channel tersebut tertahan dan tidak berjalan sesuai rencana. Alphi dan teman-temannya pun kesulitan menemukan waktu untuk berkumpul yang akhirnya membuat Alphi memutuskan untuk membuat channel Youtube-nya sendiri.

“Awalnya kayak rame-rame sama temen bikin channel. Terus mulai susah nyari waktunya. Akhirnya lama-lama nggak ngumpul dan setahun kemudian saya memutuskan untuk bikin channel sendiri. Sekarang lagi ngejalanin channel sendiri,” ceritanya.

Konten yang disajikan olehnya bukanlah konten yang tidak dipikirkan secara matang. Alphi mengaku bahwa pada awalnya ia berniat untuk membuat konten yang identik dengan unsur komedi, sesuai dengan latar belakangnya sebagai komika. Akan tetapi, Alphi melihat banyak youtuber Indonesia yang menjadikan komedi sebagai konten utama mereka. Hal ini membuat Alphi merasa bahwa ia tidak mampu menembus pasar tersebut dikarenakan youtuber-youtuber seniornya sudah memiliki basis penggemar yang besar dan loyal. Alphi pun memutuskan untuk mencari konten yang berbeda dari orang-orang lain tanpa harus menghilangkan unsur komedi yang sudah melekat pada dirinya.

Keputusan Alphi akhirnya jatuh pada Korea atau lebih tepatnya mengenai budaya K-POP. Ia memilih konten tersebut karena dirinya yang suka dengan K-POP. Sebelum memutuskan untuk membahas K-pop sebagai bahan Youtube-nya, Alphi memiliki tiga pilihan yang ia pertimbangkan yaitu; Jepang, Bollywood, dan K-POP. Keputusan ini datang setelah melalui proses yang cukup panjang dikarenakan berbagai pertimbangan yang ada.

“Saya waktu itu diajari sama Raditya Dika tentang 3 mantra. Dalam stand-up comedy itu ada 3 mantra yang mencerminkan diri lu, sukanya apa, apa yang dikuasai. Akhirnya saya mikir nih, konten apa yang gua kuasai. Saya kan suka jepang-jepangan, terus saya suka Bollywood, sama saya suka korea-korea-an. Antara tiga itu akhirnya saya mikir dan memilih konten korea-korea-an. Karena saya mikirnya di Indonesia K-POP masih masa perkembangan dan akan naik juga, dan juga memang massanya banyak,” kata Alphi.

Kesukaannya pada budaya K-POP rupanya ia dapatkan dari sepupu-sepupunya yang lebih dulu menyukai hal tersebut. Alphi awalnya tidak tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan Korea, tapi ia mulai tertarik semenjak ia menonton drama korea yang berjudul Full House.

“Itu diracuninya awal-awal sama sepupu saya. Jadi awalnya drama Korea dulu. Awal saya masuk ke dunia K-POP itu adalah karena Full House. Jadi waktu SMP atau SMA gitu, saya setiap tahun di rumah nenek saya itu kebanyakan sepupunya cewek dan itu di rumah nenek saya, TV cuma ada satu di ruang tengah. Saya dengan sepupu-sepupu cowok saya itu udah janjian, ‘Phi lu bawa PS (Play Station) ya’, jadi kita akan main PS nih di rumah nenek,” kenang Alphi.

“Tapi itu selalu jarang kejadian. Karena TV itu selalu dikuasai sama mereka yang cewek-cewek. Masalahnya yang cewek-cewek ini bukan hanya sepupu saya, tapi ibu saya, uwa-uwa saya, bibi-bibi saya, tante-tante bahkan nenek saya. Itu pada nonton drama Korea juga. Jadi kita yang cowok-cowok tuh terdoktrin secara nggak langsung. Awal-awalnya tuh kayak, ‘Apa sih’, tapi lama-lama ngikutin terus, ikut nonton jadi penasaran juga” lanjutnya.  

Meskipun banyak orang yang mencibir orang-orang yang menyukai K-POP, khususnya laki-laki, Alphi tidak ambil pusing dengan hal tersebut dan menyikapinya dengan santai. Ia bahkan merasa bahwa dirinya tidak pernah mengalami atau menerima komentar buruk mengenai kesukaannya dengan K-POP.

“Saya sih santai aja ya. Kalau persepsi itu saya selalu menganggap kalau saya nggak merasa yaudah santai aja,” ujar Alphi.

Kemenangannya di K-POP WORLD FESTIVAL
 

Alphi dan rekannya Tiffani saat tampil di ajang K-POP World Festival.
Alphi dan rekannya Tiffani saat tampil di ajang K-POP World Festival.
Sumber: 
img.jakpost.net

Ketertarikannya pada dunia K-POP rupanya membuka peluang besar bagi Alphi yang mungkin tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Berawal dari ajakan temannya, yaitu Tiffani Afifah, seorang youtuber Indonesia yang dikenal dengan kontennya yang berisi cover lagu Korea, Alphi diajak oleh Tiffani untuk mengikuti sebuah festival K-POP yang melibatkan berbagai negara di dunia. Tiffani yang saat itu ingin mengikuti acara tersebut membutuhkan teman duet dan memilih Alphi menjadi partner-nya.

“Itu ceritanya diajak sama temen saya namanya Tiffani Afifah. Dia suka K-POP juga dan dia khusus channel-nya itu cover K-POP gitu. Nah dia dapet selebaran tentang acara K-POP World Festival yang di Korea. Terus dia ngajak saya tiba-tiba, ‘Alphi lu mau nggak ikut ini? Kita audisi lewat Youtube nanti final se-Indonesia di adu lagi. Setelah itu kalau kita menang baru kita diberangkatin ke Korea.’ Terus kata saya gini, ‘Ah ngapain sih ikut-ikut kayak gitu. Udah lu ajalah gua mah nggak terlalu jago nyanyi. Paling bisanya rap-rap doang.’”

Pada awalnya ia tidak tertarik dengan tawaran Tiffani. Alphi merasa tidak berbakat dan tidak yakin bahwa mereka akan menang nantinya. Akhirnya dengan iming-iming akan bertemu dengan idolanya, yaitu Twice, Alphi menyetujui dan menyanggupi tawaran Tiffani tersebut.

Mereka pun akhirnya mendaftarkan diri di acara tersebut dan menyiapkan segala hal yang diperlukan. Lolosnya mereka ke tahap selanjutnya membuat Alphi dan Tiffani kaget bahwa mereka berhasil masuk ke 18 besar yang akan diadu kembali dengan peserta dari berbagai penjuru Indonesia di tahap selanjutnya. Memang sudah rezekinya, Alphi dan Tiffani berhasil keluar sebagai pemenang pertama yang nanti akan mewakili Indonesia di final K-POP World Festival di Seoul, Korea Selatan.

“Kita bikin cover live lewat audisi Youtube dan itu audisi Youtube-nya juga mepet. Jadi hari itu kita deadline pengumpulan video audisi. Hari itu juga kita ngumpulin. Tiga jam apa empat jam sebelum deadline. Udah setelah itu dengan ajaibnya nama kita udah ada di Facebook K-POP World Festival yang lolos ke pre-eliminary di JIEXPO, Kemayoran. Jadi di JIEXPO Kemayoran itu langsung di adu lagi sama 18 peserta kalau nggak salah. Itu di gabung vokal sama dance cover dari seluruh Indonesia. Tiba-tiba udah di pre-eliminary aja. Setelah itu ajaibnya lagi, menang lagi. Jadi ada pemenang dari kategori dance, ada pemenang dari kategori sing cover. Yang diberangkatin itu cuma satu kategori doang yang di pilih dan pas diumumin yang berangkat adalah kategori sing cover dan itu saya dan Tiffani,” ucapnya.

Banyak pengalaman dan pelajaran yang Alphi dapatkan selama mengikuti ajang dunia tersebut. Ia bahkan berkesempatan untuk mengalami rutinitas layaknya trainee idol Korea yang dulu hanya ia lihat dan dengar dari dunia per-K-POP-an yang membuatnya merasakan perjuangan menjadi seorang idola Korea. Ia juga harus melalui karantina yang cukup padat dan sibuk serta peraturan ketat yang tidak bisa membuatnya berjalan-jalan menikmati kota saat itu. Ia menghabiskan waktunya dengan berlatih dan mengikuti berbagai kelas yang harus ia ikuti guna mempersiapkan penampilan finalnya nanti.

Harapan dan Pesan dari Alphi Sugoi
 

Alphi Sugoi
Alphi Sugoi
Sumber: 
instagram.com

Aplhi kini memfokuskan dirinya untuk membangun channel Youtube-nya. Ia memiliki impian untuk membuat giveaway yang dapat memberangkatkan subscribers-nya ke negeri ginseng, Korea. Akan tetapi, hal tersebut tidaklah mudah direalisasikan karena ia harus melalui berbagai tahapan proses, seperti berkonsultasi dengan sponsor dan hal lainnya, dan Alphi kini sedang berusaha untuk mewujudkan hal tersebut sebagai penghargaan untuk para subscribers-nya. Hal lainnya yang Alphi ingin sekali wujudkan adalah membuat web series di channel Youtube-nya dengan menggunakan format seperti drama Korea.

Tak hanya berbagi impiannya ke depan, Alphi juga menyampaikan harapannya untuk teman-teman generasi muda Indonesia.

“Pesan ini sebenernya bukan dari saya sih. Saya hanya meneruskan pesan dari mentor saya, bang Pandji waktu di stand-up comedy. Ini adalah sebuah kata-kata yang akan saya selalu pegang dalam hidup saya. Bang Pandji bilang gini, ‘Sedikit lebih beda, lebih baik daripada sedikit lebih baik’ Ketika kamu lebih baik dari orang lain, tapi orang lain itu nanti suatu saat bisa nyusul kamu lagi dan akan tetap di banding-bandingkan. Tapi ketika kamu sedikit lebih beda, daripada orang lain, maka orang akan tahu bahwa kamu itu beda dan nggak ngebanding-bandingin lagi,” ucapnya.

baca juga: kisah inspirasi Clara Tan

ia juga membagikan pendapatnya mengenai hal penting yang harus dikejar dalam hidup.

“Hal penting adalah hobi yang bisa menghasilkan. Itu paling enak sih hobi yang bisa menghasilkan. Hal yang disukai yang bisa menghasilkan kedepannya,” ujar Alphi.

Ia juga memberikan pesan untuk para fans K-POP seperti dirinya agar jangan terlalu menjadi fanatik dan lupa dengan hal lainnya.

“Kalau lu suka K-POP, jadilah fans yang…jangan terlalu alay, yang sewajarnya, dan jangan terlalu fanatik. Tetap ingat Tuhan dan kalau bisa jadiin K-POP ini sebagai wadah buat prestasi baru,” tutupnya. 


Prestasi yang Alphi raih tentu dapat menginspirasi anak-anak muda untuk tetap percaya pada kemampuan diri sendiri serta tidak takut dalam mencoba hal baru. Berawal dari sekadar hobi melucu dan kesukaannya dengan budaya K-POP, Aplhi berhasil menghasilkan prestasi melalui hobi-hobinya tersebut yang bahkan salah satunya hingga mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia membuktikan pada kita bahwa terdapat berbagai hal yang awalnya mungkin tidak pernah disangka akan berhasil, namun dengan usaha dan percaya diri, sesuatu yang impossible dapat menjadi sesuatu yang possible. Simak kisah inspiratif tokoh lainnya di Kinibisa