span 1 span 2 span 2

Inspirasi

SkinnyIndonesian24: Berawal dari Hobi, Kakak Beradik Sukses melalui Youtube
Oleh : Ardito Ramadhan
09 Mei 2018

Highlight

Kita dari kecil grow up abroad. Tapi bukan berarti karena kita tinggal di luar negeri kita melupakan budaya tradisional Indonesia.

skinny indonesian 24
SkinnyIndonesia24 terdiri dari dua kakak beradik, Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez, yang merupakan Youtubers Indonesia ternama.
Sumber: cloudfront.net

Nama SkinnyIndonesian24 tentu sudah tidak asing lagi dalam dunia YouTube Indonesia. Channel yang dikelola kakak-beradik Da Lopez ini telah memiliki lebih dari satu juta subscribers, dan telah berkarya lebih dari lima tahun. Lewat YouTube, keduanya bertekad menghadirkan tayangan-tayangan hiburan bermutu yang tidak akan ditemukan di saluran televisi. Simak kisah inspiratif Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez alias SkinnyIndonesian24bersama Kinibisa!



"Orang-orang itu tidak sadar betapa susahnya nge-YouTube. Mereka kira nge-YouTube itu pakai kamera dan ngomong depan kamera langsung jadi. Tapi kenyataannya tidak begitu, it takes a lot of work to do what we do."

Kakak Beradik Anak Diplomat
 

banyak menghabiskan waktu di luar negeri
Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez banyak menghabiskan waktu kecilnya di luar negeri.
Sumber: selebyoutube.com

Kakak beradik da Lopez terdiri dari Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez. Jovi, panggilan Jovial, lahir di San Fransisco, Amerika Serikat pada 24 Februari 1990. Sementara, sang adik lahir di Jakarta pada 6 Januari 1994. Ayah mereka berasal dari Nusa Tenggara Timur dan ibunya berasal dari Manado. Nama ‘da Lopez’ yang melekat pada Jovi dan Dovi berasal dari nama marga sang ayah.

Masa kecil Jovi dan Dovi banyak dihabiskan di luar negeri karena orangtuanya berprofesi sebagai diplomat. Hal inilah yang membuat kakak beradik itu fasih berbahasa Inggris. “Kita dari kecil grow up abroad. Tapi bukan berarti karena kita tinggal di luar negeri kita melupakan budaya tradisional Indonesia,” kata Dovi dalam sebuah wawancara[1]

Jovi menuturkan dirinya sempat tinggal di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Norwegia, dan Denmark. Setelah dari Denmark, Jovi berpisah dengan keluarganya dan kembali ke Indonesia untuk melanjutkan kuliah. Sementara itu, Dovi dan keluarganya pindah ke India. Sekembalinya di Indonesia, Jovi mengambil jurusan teater di Institut Kesenian Jakarta.

Namun, Jovi tidak menyelesaikan masa studinya di IKJ. Ia justru pindah ke Universitas Indonesia (UI) dan mengambil jurusan Fisika. “Ketika saya SMA, kepala sekolah bilang ke saya kalau jalan hidup saya ada dua, teater atau fisika, karena itu adalah dua nilai tertinggi saya saat lulus. Teater ga terlalu workout jadi gua ke fisika. Tetapi, alam ini sangat lucu, ujung-ujungnya gua balik ke seni,” kata Jovi.

Setelah lulus SMA, Dovi mengikuti jejak kakaknya untuk berkuliah di UI. Berbeda dengan kakaknya, Dovi mengambil jurusan Hukum karena ia dianggap pandai berbicara. “Gua suka banget ngomong. Nyokap gua bilang kalau gua suka ngomong kenapa ga masuk hukum saja?  Boom, gua diterima di Fakultas Hukum UI,” kata Dovi.

Meskipun masa sekolahnya dihabiskan di luar negeri, Jovi dan Dovi mempunyai alasan tersendiri untuk berkuliah di Indonesia. Selain masalah biaya, Jovi menuturkan dirinya ingin membuktikan bahwa mahasiswa yang berkuliah di Indonesia tak lebih buruk dari mahasiswa yang berkuliah di luar negeri.

“Banyak banget anak Indonesia di luar negeri pulangnya norak, kerjanya cuma gembar-gemborin mereka anak luar, itu bukan gue. Kalau gue itu melihatnya kalau luar negeri bisa seperti ini, kenapa kita ga bisa seperti ini. London is cool, but Jakarta can be as cool as London if you make it cool,” kata Jovi.

Berawal dari Hobi
 

mulai dari hobi
Jovial dan Andovi menekuni dunia YouTube demi menyalurkan hobinya.
Sumber: brilio.net

Petualangan SkinnyIndonesian24 di dunia YouTube sudah berlangsung sejak lama. Dovi menyebut SkinnyIndonesian24 muncul saat ia masih bersekolah di India. Ia menggunakan channel YouTube itu sebagai wadah untuk menyalurkan hobinya. “Gua merasa bisa mengeluarkan kreativitas dan skill gua dalam sebuah medium, yaitu YouTube,” kata Dovi.

Dovi menuturkan channel tersebut awalnya berisi video-videonya sedang bernyanyi. “Awal-awal gua nyayi karena gua punya passion untuk nyanyi. Dari passion itu gua mulai, why not?” katanya. Nama SkinnyIndonesian24 sendiri muncul dari identitas Dovi. “Gua pas di India sangat kurus, gua pas di India satu-satunya orang Indonesia di sekolah gua, dan pemain basket favorit gua adalah Kobe Bryant dengan nomor punggung 24,” kata Dovi.

Setelah Dovi pulang ke Indonesia dan membuat beberapa video, Jovi bergabung dengan adiknya itu untuk ikut mengelola channel SkinnyIndonesian24. Saat itu, kedua kakak-beradik itu mulai mengunggah video-video yang telah terkonsep dengan cukup serius.

Dovi menuturkan awalnya SkinnyIndonesian24 hanya ditonton oleh orang-orang terdekatnya. Dovi pun mengakui bahwa awal kemunculan SkinnyIndonesian24 adalah masa-masa tersulit baginnya. “Awal-awal itu paling senang dan paling buruk karena lu gatau ini mau kemana ,bikin just for fun aja. Dan banyak sekali orang di sekitar lu yang nge-hate lu,” kata Dovi dalam sebuah video.[2]

Meskipun begitu, Jovi dan Dovi agaknya tak mau mendengarkan ucapan para haters. Mereka tetap berjalan dan terus memproduksi video-video mereka. Proses pembuataan video pun tak bisa dinggap enteng. “Orang-orang itu tidak sadar betapa susahnya nge-YouTube.Mereka kira ­nge-YouTube itu pakai kamera dan ngomong depan kamera langsung jadi. Tapi kenyataannya tidak begitu, it takes a lot of work to do what we do,” katanya.

Di samping itu, Jovi dan Dovi harus pandai mengatur waktu karena mereka masih berstatus sebagai mahasiswa ketika merintis channel SkinnyIndonesian24. “Orang tidak tahu betapa susahnya menyeimbangkan antara kuliah dan kehidupan YouTube. Gua banyak gagal di kelas, gua kadang-kadang ga konsentrasi saat shooting karena mikirin kerjaan kuliah gua,” kata Dovi.

Namun, Dovi menganggap bahwa aktivitas memproduksi video YouTube dapat diseimbangkan dengan aktivitas kuliah. “It’s doable, sangat mungkin dilakukan. Gua tetap mencoba menyelesaikan kuliah sambil melakukan dunia entertainment. Karena YouTuber itu bukan orang yang bodoh tapi mereka bisa melakukan yang mereka suka sambil melewati jenjang pendidikan,” katanya.

Seiring waktu berjalan, Jovi dan Dovi pun berhasil menyemai kerja kerasnya selam bertahun-tahun mengembangkan channel SkinnyIndonesian24. Hingga artikel ini ditulis, channel tersebut menjadi salah satu channel YouTube asal Indonesia dengan jumlah subscribers terbanyak, yaitu lebih dari satu juta subscribers.

YouTube  Adalah Masa Depan
 

sejuta subscribers
SkinnyIndonesia24 merupakan salah satu dari sedikit channel YouTube Indonesia yang telah meraih 1,000,000 subscribers.
Sumber: ytimg.com

Kesuksesan Jovi dan Dovi meraih satu juta subscribers membuat mereka semakin termotivasi untuk membuat video-video YouTube. Ketika artikel ini ditulis, setidaknya ada dua hingga tiga video yang diunggah SkinnyIndonesian24 setiap bulan. Aktivitas kakak-beradik dalam membuat video YouTube bukan tanpa alasan. Menurut mereka, YouTube dapat menjadi masa depan bagi dunia hiburan di seluruh dunia.

Menurut Jovi, pada masa depan YouTube dapat menjadi saluran utama masyarakat untuk mengonsumsi hiburan karena YouTube merupakan media yang sangat bebas bila dibandingkan media-media yang sudah ada. “The future of entertainment lies in YouTube. Belum tentu medianya YouTube, cuma orang maunya yang lebih bebas,” kata Jovi.

Kebebasan yang dimaksud Jovi adalah bebas dari kepentingan bisnis dan politik. Jovi menilai, hampir semua media di Indonesia pasti terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan pemiliknya. “Apapun yang ditayangkan si A, si B, si C semua ada kepentingannya. Sedangkan di YouTube tidak, kita mau menghibur tanpa kepentingan politik,” katanya.

baca juga: Ide Konten YouTube

Selain itu, Jovi juga menganggap bahwa YouTube adalah media yang jauh dari rekayasa, tidak seperti televisi. “Ketika kita di TV, semua hal itu kemungkinan scripted atau disensor. Kita itu lebih suka nonton yang real, bukan yang mengada-ada dan bukan yang palsu. Itulah kenapa orang suka nonton daily vlog karena itu lebih real,” katanya.

Oleh karena itu, Jovi mengaku dirinya sangat tidak suka apabila ada YouTuber yang diremehkan oleh perusahaan-perusahaan media. “Gua paling benci ketika YouTuber manapun diremehkan. Itu kenapa gua bilang YouTube lebih dari TV, karena kita semua buat sendiri dan penonton kita juga sama banyaknya dengan televisi,” kata Jovi.

Layar Kaca dan Layar Lebar
 

ke layar lebar
Poster film Youtubers yang dibintangi Jovial dan Andovi.
Sumber: filmbor.com

Meskipun tidak suka diremehkan oleh industri hiburan yang telah berdiri jauh sebelum kemunculan YouTube, bukan berarti Jovi dan Dovi anti terhadap industri pertelevisian dan perfilman. Kedua kakak-beradik ini pun telah membintangi beberapa film dan serial televisi. Bahkan, pada 2015 Jovi dan Dovi membuat sebuah film berjudul Youtubers yang mengisahkan perjuangan Youtuber.

Berikut ini adalah film-film yang pernah dibintangi oleh Jovi dan Dovi:

  • Jomblo Keep Smile (2014)
  • Marmut Merah Jambu (2014)
  • Malam Minggu Miko The Movie(2014)
  • Tak Kemal Maka Tak Sayang (2014)
  • Youtubers (2015)
  • Comic 8: Kasino Kings (2015)
  • Modus (2016)

Selain film-film di atas, Jovi dan Dovi juga sempat menjadi host acara televisi bernama #Kepo dan berperan dalam serial Malam Minggu Miko 2 garapan Raditya Dika yang tayang di Kompas TV. Di samping itu, Jovi juga mempunyai pengalaman sebagai penulis scenario film dalam Tak Kemal Maka Tak Sayang dan Jomblo Keep Smile.

baca juga: kisah inspiratif Raffi Ahmad

Kini, setelah lebih dari lima tahun berkarya di YouTube, kedua kakak-beradik ini menyebut setiap bulannya mereka mampu meraup penghasilan sebesar ratusan juta. Oleh karena itu, ucapan Jovi di atas mungkin ada benarnya, bahwa YouTube adalah masa depan dalam dunia hiburan dan YouTuber seperti Jovi dan Dovi akan menjadi pelaku utama dalam dunia hiburan.

Lewat kisah Jovi dan Dovi di atas, kita bisa mempelajari bahwa perkembangan internet yang sangat pesat dapat mengubah peta persaingan dunia. Industri hiburan yang selama ini dimonopoli oleh televisi pun kini sudah beralih ke YouTube. Hal ini dapat menginspirasi kita untuk memanfaatkan internet sebagai medium dalam berkarya. Simak kisah inspiratif tokoh-tokoh lainnya bersama Kinbisa!


[1]https://www.youtube.com/watch?v=Hr_LP9lZkko&t=634s
[2]https://www.youtube.com/watch?v=0ZD_3HnxB00